Ragam Teknik Fasilitasi

“satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman” _Albert Einstein

Teknik Fasilitasi pada dasarnya merupakan “alat bantu” fasilitasi. Semakin efektif seorang fasilitator dalam menggunakan teknik fasilitasi, semakin mudah ia membantu peserta mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu faktor kunci keberhasilan fasilitator dalam memfasilitasi pembelajaran adalah pemilihan teknik yang tepat pada setiap tahapan pembelajaran.
Berdasarkan kajian kepustakaan dan rangkaian pengalaman kami dalam memfasilitasi, kami rekomendasikan ragam teknik fasilitasi yang dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu :
A. Membangun landasan belajar
B. Mempercepat penguasaan
C. Mengoptimalkan pencapaian

A. Membangun Landasan Belajar
Aktivitas pembelajaran pada bagian ini ditujukan untuk memfasilitasi kesiapan peserta untuk belajar serta membangkitkan ketertarikan dan kesediaan peserta untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.
Contoh aktivitas membangun landasan pembelajaran :
⇒ Penataan Lingkungan Fisik, ragam aktivitas untuk menciptakan lingkungan fisik kelas yang nyaman dan membangkitkan minat dan semangat peserta selama berada di kelas.
⇒ Pencairan Suasana & Pembangkit Semangat, ragam aktivitas untuk membantu peserta mengurangi kecanggungan, memfasilitasi peserta merasakan iklim belajar yang menyenangkan, melancarkan interaksi antar peserta dan mengembalikan gairah belajar peserta.
⇒ PEMBULATAN TEKAD BELAJAR, ragam aktivitas berikut untuk memfasilitasi peserta menemukan ketertarikan pada pembelajaran, mengeksplorasi manfaat pembelajaran, berbagi harapan dan membangun komitmen untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

B. Mempercepat Penguasaan
Ragam aktivitas pada bagian ini, sebaiknya disajikan ketika peserta telah siap mengikuti pembelajaran. Berikut contoh tekik fasilitasi yang dapat dimanfaatkan untuk membantu peserta mempercepat penguasaan materi pembelajaran atau mencapai tujuan pembelajaran:
# PERMAINAN INSPIRATIF: Fasilitator menghadirkan pengalaman belajar yang dikemas dalam sebuah dan atau serangkaian permainan yang dirancang sesuai dengan tujuan pembelajaran, kondisi peserta dan sumber daya yang tersedia.
# PRESENTASI INTERAKTIF: Fasilitator memulai presentasi dengan informasi yang mengejutkan peserta dan menghentikan presentasi secara periodik untuk mengajukan pertanyaan. Peserta membahas pertanyaan tersebut secara berpasangan kemudiaan menyatakan jawabannya. Fasilitator memberikan umpan balik atas jawaban yang diberikan.
# PENEMUAN METAFORA: Fasilitator menggunakan benda, binatang atau tumbuhan yang dikenali peserta sebagai perumpamaan untuk memudahkan peserta memahami materi pembelajaran. Teknik ini bisa juga dilakukan dengan meminta peserta menemukan metafora (perumpamaan) untuk menggambarkan materi pembelajaran agar mudah dipahami dan atau diingat.
# VIDEO INTERAKTIF: Fasilitator menayangkan sebuah tayangan video kepada peserta dan meminta peserta mencatat poin-poin kunci dari video yang ditayangkan. Seusai penayangan, peserta berdiskusi mengenai poin-poin kunci yang mereka buat.
# REKONSTRUKSI: Fasilitator meminta peserta berkelompok dan memberikan kelompok kartu-kartu yang berisikan bagian-bagian dari materi yang memiliki sekuen / urutan prosedural. Peserta akan mengurutkan kartu sesuai dengan urutan prosedur yang benar dan menjelaskan mengapa urutan tersebut mereka susun sedemikian rupa.
# JIGSAW PUZZLE: Fasilitator membagi peserta menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan bagian dari suatu materi belajar. Setelah mendiskusikan materi, setiap kelompok dibagi menjadi dua atau lebih sub kelompok. Beberapa sub kelompok akan menjadi perwakilan kelompok untuk bertamu ke kelompok lain dan mencari informasi mengenai materi yang dikuasai kelompok lain tersebut. Satu sub kelompok akan menjadi tuan rumah yang akan menjelaskan materi kepada perwakilan tamu dari sub kelompok lain. Setelah selesai, seluruh perwakilan kelompok akan kembali ke kelompoknya dan memberikan penjelasan tentang materi yang mereka pelajari dari kelompok lain. Fasilitator mengakhiri sesi dengan mereview semua materi yang telah dipelajari dengan seluruh peserta.
# DESAIN POSTER: Fasilitator memberikan bagian materi pelajaran kepada setiap peserta. Peserta diminta membuat sebuah gambaran visual tentang bagian materi yang diperolehnya dengan menggunakan flip chart kemudian memajang hasil pekerjaannya di dinding kelas dan mempresentasikannya kepada peserta lain.
#MNEMONIC: Fasilitator menggunakan singkatan nama, rima (seperti akhiran dalam puisi), akronim ketika menyajikan infomasi/materi pembelajaran. STAR : Stimulate, Transfer, Apply, Review
# DEMONSTRASI: Fasilitator mendemonstrasikan cara-cara yang benar dalam melakukan pekerjaan. Peserta memperhatikan fasilitator dan kemudian menirunya.
# BERMAIN PERAN: Fasilitator meminta peserta untuk memerankan suatu situasi yang mungkin dialaminya di pekerjaan ataupun di kehidupan sehari-hari
# SOSIO DRAMA: Fasilitator meminta kelompok peserta untuk merancang dan menampilkan rangkaian adegan yang menggambarkan suatu situasi sosial yang merepresentasikan materi pembelajaran.

C. Mengoptimalkan Pencapaian
Ragam aktivitas pada bagian ini dimanfaatkan untuk mengoptimalkan materi pembelajaran yang telah berhasil dipelajari peserta dengan cara mengkaji ulang, mengeksplorasi, menerapkan dan mempraktekkanya. Berikut beberapa contoh yang biasanya kami lakukan:
# VISUAL AID REVIEW: Fasilitator menampilkan kembali materi pembelajaran yang disajikan melalui alat bantu visual dan menanyakan kembali kepada peserta tentang poin-poin penting di dalamnya. Peserta diminta menjawab pertanyaan dengan menjelaskan maksud dari setiap poin & mengapa poin tersebut penting.
# BENAR ATAU SALAH: Fasilitator memberikan masing-masing peserta secarik kertas yang berisikan setengah informasi yang benar dan setengah informasi salah. Peserta akan menentukan mana informasi yang benar dan mana yang salah dengan mengemukakan alasannya.
# PERTIMBANGKAN KEMBALI: Fasilitator meminta peserta menuliskan pandangannya tentang materi pelajaran di awal dan akhir sesi. Peserta kemudian mengemukakan apakah pandangan mereka terhadap materi yang diberikan masih sama atau telah mengalami perubahan. Fasilitator memberikan apresiasi atas perubahan positif yang dialami peserta.
# TEKA-TEKI SILANG: Fasilitator menyiapkan teka-teki silang sederhana dengan jawaban yang berisikan istilah penting dalam materi pelajaran. Peserta menjawab teka-teki secara berpasangan dengan menggunakan petunjuk yang diberikan seperti definisi singkat, kategori kata, contoh dan lawan kata.
# TUNJUKKAN ANDA TAHU: Fasilitator meminta peserta memperagakan suatu proses ataupun seri dari suatu proses yang berkaitan dengan materi pelajaran. Peserta mempraktekkannya sambil mengucapkan keras-keras apa yang sedang mereka lakukan dalam setiap tahapnya dan mengapa mereka melakukannya.
# LATIHAN BERPASANGAN: Fasilitator meminta peserta berpasangan kemudian memberikan kartu berisikan gambaran situasi nyata yang berkaitan dengan materi pelajaran. Setiap pasangan akan menjelaskan secara detail bagaimana mereka akan mengatasi situasi tersebut berdasarkan pada pengetahuan yang mereka peroleh dari sesi pelatihan.
# KONSULTASI SESAMA REKAN: Fasilitator meminta seorang peserta untuk menyatakan masalah yang dihadapinya yang berhubungan dengan materi pelajaran yang baru mereka dapatkan. Peserta lain akan membantu peserta tersebut untuk memberikan solusi dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang mereka peroleh dari sesi pelatihan.
# PERKIRAAN RINTANGAN: Fasilitator meminta seorang peserta memperkirakan rintangan yang akan dihadapi saat menerapkan pengetahuan baru yang mereka peroleh dari sesi pelatihan. Fasilitator kemudian meminta peserta lain untuk memberikan solusi yang dapat diterapkan secara riil di kehidupan nyata peserta.
# BERBAGI KISAH & HARAPAN: Fasilitator meminta peserta untuk menceritakan proses dan hasil belajar yang mereka capai. Peserta diminta untuk menemukan manfaat apa yang mereka peroleh dari sesi pembelajaran, dan memikirkan tentang bagaimana mereka dapat menerapkan apa yang telah dipelajari dari sesi pelatihan di kehidupan nyata.

Referensi:
Lou Russel.2011. The Accelerated Learning Fieldbook: Panduan belajar cepat untuk pelajar dan umum. Diterjemahkan olehM Irfan Zakkie.Bandung: Nusa Media
Meier, Dave. 2000. The Accelerated Learning Handbook. United States of America: McGraw-Hill.
Silberman, Mel. 2005. 101 Ways To Make Training Actives. Pfeiffer.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*