BELAJAR MENGERTI

“Most people do not listen with the intent to understand; they listen with the intent to reply” _Stephen R. Covey.

Ternyata oh ternyata, seringkali seseorang merindukan teman yang bersedia menerima, menghargai dan mengerti. Kemampuan untuk mengerti menentukan kualitas percakapan, jalinan hubungan baik dan tentu saja kualitas kita sebagai teman berbagi.

Pengertian sering menjadi terdakwa atas berbagai permasalahan, “Ini terjadi karena Ia nggak mengerti bahwa…”….“Kalau saja Ia bersedia mengerti …”. Sebaliknya, pengertian, juga menjadi perekat hubungan dan kunci keberhasilan, “Saya memilihnya karena Ia mengerti …”…“Keberhasilan …. karena Ia mengerti …”

Mengerti tak harus setuju. Mengerti merujuk pada proses menerima, memperhatikan dan menetapkan makna dari pesan yang didengarkan dan dilihat. Mengerti bisa menjadi bantuan karena …

# Menyatakan penerimaan. Penerimaan merupakan faktor penting untuk menjalin kedekatan dan memfasilitasi keterbukaan.

# Membangun hubungan baik. Pengertian akan memfasilitasi keakraban dan hubungan baik. Memudahkan membangun kepercayaan dan keterbukaan.

# Memfasilitasi ekspresi. Bisa jadi teman kita terlilit masalah merasa kesulitan untuk membicarakan dan mengurai masalahnya. Saat kita berusaha untuk mengerti, ia akan terfasilitasi untuk mengeskpresikan pemikiran dan perasaannya.

HAMBATAN untuk MENGERTI

“…dahulukan mengerti, baru dimengerti”_Stephen R. Covey.

Mengapa mengerti menjadi tantangan bagi sebagian orang? Bisa jadi karena beberapa faktor berikut ini:

# Hambatan Fisik. Keterbatasan alat indra bisa menjadi penghambat komunikasi. Selain itu, kondisi lingkungan juga bisa menjadi penghambat, misalnya : telepon yang terus berdering, jarak yang terlalu jauh atau adanya barang yang menutupi satu sama lain.

# Sibuk Sendiri. Sibuk dengan pemikiran lain atau sambil mengerjakan hal lain, sehingga terdapat informasi yang hilang. Banyak sekali gagasan di pikiran, sehingga sulit untuk memahami sudut pandang orang lain. Sibuk dengan kepentingan pribadi sehinga cenderung mengabaikan sebagian atau seluruh isi pesan yang disampaikan teman berbagi.

# Merasa sudah tahu. Menebak dan atau sudah membuat penilaian lebih dulu atas apa yang akan disampaikan mitra bicara. Menyusun informasi yang didengar sesuai dengan kerangka dugaan pribadi. Memiliki sesuatu yang hendak dikatakan berikutnya, hanya menunggu giliran bicara dan ingin segera menyela pembicaraan.

# Hambatan emosional. Sedang dalam emosi yang tidak menyenangkan, baik karena mitra bicara, topik pembicaraan atau faktor lainnya.

# Prasangka. Menyuburkan asumsi sebelum maupun selama komunikasi berlangsung. Prasangka karena perbedaan (dalam hal agama, budaya, ras, posisi, dll.)

# Defensif. Orang yang mendengarkan dengan defensif bisa melihat komentar netral menjadi sebuah serangan personal tanpa benar-benar memahami hal yang dinyatakan oleh orang yang berbicara.

# Evaluasi Dini. Tegesa-gesa mengambil kesimpulan sebelum mitra komunikasi menyelesaikan kalimatnya. Terburu-buru, menilai apa yang sedang disampaikan mitra komunikasi. Lebih parah lagi, menghakimi atau menyalahkannya.


Berusaha MENGERTI

Ternyata oh Ternyata, mengerti dimulai dari KESEDIAAN untuk mengerti, bukan tuntutan agar orang lain mudah dimengerti, apalagi keluhan bahwa orang lain sulit dimengerti!

MENGERTI, mudah diucapkan, namun perlu kesungguhan untuk mempraktekkannya. MENGERTI merupakan proses menerima, memperhatikan, dan menetapkan arti dari pesan yang didengarkan dan dilihat. MENGERTI tidak hanya memanfaatkan fungsi mata dan telinga, tetapi juga kebesaran hati, kesediaan, kepedulian dan konsentrasi.

Usaha untuk mengerti setidaknya mengandung tiga aktivitas penting sebagai berikut:

# Attending, memperhatikan, hadir sepenuhnya. Menampilkan kepedulian dengan pernyataan verbal maupun non verbal.

# Interpretating, memaknakan pesan. Memperoleh pemahaman bukan hanya dari “apa” yang dikatakan tetapi juga dari “bagaimana” cara bicaranya.

# Responding, menanggapi, menyampaikan pemahaman sekaligus memeriksa akurasinya.

Semoga dimengerti. Mari belajar dan berbagi.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*