Orang yang PeDe

“Percaya pada diri Anda dan Anda tak terhentikan” -Emily Guay-

Percaya Diri (PeDe) mendukung upaya kita dalam meraih keberhasilan, menjalin hubungan yang sehat dan kesejahteraan. PeDe dalam tulisan ini merujuk pada perasaan yakin terhadap keunikan kekuatan yang dimiliki diri sendiri berdasarkan pada pengalaman keberhasilan dan mengakui keterbatasan.

Orang yang PeDe merasakan bahwa dirinya positif, berharga dan bernilai. Mereka berbeda dengan orang yang tampil arogan atau sombong. Tampil arogan justru menandakan rendahnya kepercayaan diri. Hal itu dilakukan untuk melindungi keterancaman atau menyembunyikan kelemahannya. Orang yang arogan terlalu berorientasi pada diri sendiri, ingin selalu mendominasi pembicaraan, sangat khawatir jika mereka tidak cukup baik, sehingga mereka merasa harus membanggakan diri di setiap kesempatan. Perilaku tersebut bukannya menggambarkan kepercayaan diri seseorang, tetapi justru menggambarkan rendahnya kepercayaan diri orang tersebut.

“Arogansi merupakan bentuk pembelaan diri karena sebenarnya ia tidak percaya diri”- (Ros Taylor dan kolega, 2009)

Orang yang PeDe merasa nyaman karena mengenali dengan baik kekuatannya, menerima keterbatasannya, sehingga bisa lebih tenang, bersedia mendengarkan, dan belajar dari orang lain.

“..munculnya kepercayaan diri diawali dari mengetahui bahwa Anda mempunyai kecakapan dan percaya bahwa Anda bisa menggunakan keahlian yang Anda miliki untuk mencapai tujuan dalam situasi tertentu.”(Kouzes dan Posner 2011)

Selain memiliki pemahaman yang memadai mengenai kemampuan dan potensi yang dimiliki, kepercayaan diri juga melibatkan pemahaman yang akurat terhadap nilai dan tujuan yang ingin dicapai. Ketika kita memiliki pemahamanan dan keyakinan yang kuat terhadap nilai yang kita anut, maka kita akan dengan percaya diri mempertahankannya. Dan ketika kita sangat memahami kemampuan diri sendiri, kita akan dapat menggunakannya seoptimal mungkin untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

“..kepercayaan diri muncul karena pemahaman dan keyakinan yang kuat terhadap nilai, kemampuan, serta tujuan yang kita miliki..” Daniel Goleman (2003)

 

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*