Hari Setyowibowo

Belajar_Berkarya_Berbagi

MENGHADIRKAN PERCAKAPAN KONSTRUKTIF

without comments

Menghadirkan percakapan yang konstruktif merujuk pada upaya menjalin percakapan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, jalinan relasi dan prestasi. Berdasarkan pengalaman praktis dan sejumlah referensi, saya merekomendasikan sejumlah kiat sebagai berikut:

  • Peduli pada “kita”, bukan hanya “aku”. Memahami pikiran, perasaan, dan kebutuhan mitra bicara yang melatari pernyataannya. Kita berusaha mengartikan “apa yang terdengar” dan “apa yang terlihat” dari lawan bicara.
  • Menginspirasi, bukan memanipulasi dan mengintimidasi. Jika Anda memanipulasi informasi, akibatnya antara lain saling menyalahkan, pertengkaran, pencapaian tujuan terhambat, hubungan renggang, bahkan bisa sampai putus.
  • Dahulukan mengerti, setelah itu mudahkan dimengerti. Mengerti itu tidak hanya mendengar tapi mendengarkan. Dalam mendengarkan untuk mengerti, setidaknya terkandung tiga aktivitas penting sebagai berikut : terima,simpulkan,pantulkan. Cara memudahkan orang lain mengerti apa yang Anda pikirkan, rasakan dan harapkan adalah dengan menyatakannya, baik secara verbal maupun nonverbal.
  • Kembangkan kesesuaian, bukan pertikaian. Sesuai disini adalah menjadi jujur dan mengkomunikasikan apa yang diniatkan. Ada dua hal yang bisa dianggap tidak sesuai pertama adalah kesenjangan antara apa yang dialami oleh seseorang dan apa yang disadarinya. Kedua adalah kesenjangan antara apa yang dipikirkan oleh seseorang dan apa yang dikomunikasikannya.
  • Bicara berdasarkan data, bukan prasangka. Jelaskan, gambarkan fakta dan kenyataan, bukan sibuk menyalahkan dan menghakimi.
  • Fokus pada masalah yang ada dalam wilayah kendali, bukan menyalahkan pihak lain dan atau kondisi yang tak mampu dikendalikan.

Apakah anda bisa menambahkan kiat lain? Mari berbagi.

Written by Hari Setyowibowo

January 30th, 2016 at 2:44 pm

Posted in Teman Berbagi

Leave a Reply