Menjadi Teman Berbagi: BELAJAR BERTANYA

“Orang bijak bukan orang yang menyediakan jawaban yang benar, tetapi orang yang mengajukan pertanyaan yang benar”_Claude Levi-Strauss.

Kecakapan bertanya niscaya akan mengantarkan Anda mampu belajar lebih baik tentang apa dan siapa yang Anda hadapi. Selain itu, kecakapan bertanya juga akan memperlancar Anda dalam mempromosikan gagasan dan membantu orang lain menemukan solusi dari masalah yang dihadapinya.

Apakah pertanyaan itu?

Pertanyaan dapat dimaknakan sebagai:

# Pemandu, mengarahkan fokus perhatian. Pertanyaaan lebih dari sekedar alat untuk mengumpulkan informasi. Pertanyaan dapat menjadi pemandu percakapan. Saat Anda bertanya, Anda mengarahkan fokus perhatian. Informasi yang akan Anda terima ditentukan oleh informasi yang Anda minta. Pertanyaan yang Anda ajukan akan menentukan jawaban yang akan Anda terima.

# Undangan, bahkan tuntutan. Pertanyaan adalah pernyataan yang menuntut jawaban. Saat menerima pertanyaan, kita terdorong untuk memberikan tanggapan. Bahkan kadang seseorang akan menghindari pertanyaan karena merasakan pertanyaan menjadi tuntutan dan merasa tidak siap atau tidak sanggup menjawabnya.

# Perangkat pembelajaran. Pertanyaan akan membuat seseorang belajar. Saat menerima pertanyaan, kita terdorong untuk berpikir atau melakukan refleksi sejenak, mencermati pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki. Pertanyaan juga mengantarkan kita untuk mencoba melihat perspektif lain sehingga akhirnya mempertimbangkan pilihan-pilihan baru.

PERHATIKAN PERTANYAANMU!
“sometimes question can hurt more than answer”_Sarah Dessen.

Ternyata oh ternyata pertanyaan bisa membuat kita menjadi lebih berdaya atau malah semakin tak berdaya!

Masih ingatkah Anda, seseorang terluka karena sebuah pertanyaan? Pernahkan Anda menyaksikan, atau mungkin malah mengalami pertanyaan yang melukai perasaan dan melemahkan semangat. Pertanyaan yang memancing kemarahan, salah paham atau lebih seru lagi pertengkaran?

Jadi ingat, pertanyaan yang kita ajukan bisa:
– menghambat percakapan
– melemahkan motivasi
– menurunkan keyakinan diri
– merenggangkan relasi
– melukai perasaan.

Sebaliknya, ingatkah anda akan sebuah pertanyaan yang membangkitkan harapan? Pertanyaan yang membuat orang tercerahkan? Pertanyaan yang memampukan, merangsang berpikir kreatif dan memperlancar terurainya keruwetan permasalahan? Pertanyaan yang membuat Anda merasa dipedulikan? Pertanyaan yang membangkitkan semangat, harapan dan membuat Anda tergerak untuk melakukan perubahan?

Kabar baiknya, pertanyaan juga bermanfaat untuk …
– menampilkan kepedulian
– memelihara fokus dan alur percakapan
– memfasilitasi saling pengertian
– merangsang pemikiran
– memberi harapan

PERTANYAAN yang membangkitkan KEKUATAN
“…perubahan terjadi saat kita mengajukan pertanyaan.”_Whitney & Bloom.

Dengan bertanya, kita berharap dapat menstimulasi proses berpikir, memfasilitasi identifikasi permasalahan dan sumber daya, mengeksplorasi beragam alternatif solusi, memfasilitasi pengambilan keputusan, serta membangkitkan kesediaan bertanggung jawab dan rasa memiliki hasil akhirnya.

Pertanyaan yang mengembangkan sumber daya, membangkitkan kekuatan, hadir dari pola pikir seorang pembelajar yang memilih…

# fokus untuk belajar dan memahami, bukan menghakimi dan menghukum
# menyuburkan rasa ingin tahu, bukan sok tahu dan menyuburkan prasangka
# menantang asumsi, tidak menerima begitu saja
# mengapresiasi perbedaan, bersedia belajar, bukan merasa paling baik dan benar
# menerima ketidaktahuan, kekurangan dan kegagalan sebagai peluang belajar
# melihat dari berbagai perspektif, terbuka terhadap perubahan bila diperlukan
# mengambil tangggung jawab, bukan mengabaikan atau menghindar

Pertanyaan yang membangkitkan kekuatan lebih mudah hadir dalam jalinan percakapan yang …

# dilandasi saling menghargai, saling pengertian dan saling membantu
# mengutamakan dialog untuk menemukan solusi, bukan debat saling mengalahkan
# mengapresiasi pembelajaran, bukan menghakimi kesalahan dan kegagalan
# mengapresiasi perbedaan data atau perspektif, bukan memaksakan persetujuan

Jadi, mari kita tanyakan kembali kebiasaan bertanya kita: membangkitkan kekuatan atau melumpuhkannya?

“great result begin with great question”_Marilee G. Adams.

Mari belajar dan berbagi.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*