agar tak rentan disakiti

“…kata-kata dapat menyayat, tetapi diam lebih mematahkan hati.” (Phyllis McGinley)

Percakapan yang melukai merujuk pada penyerangan yang dilakukan melalui pilihan kata dan atau cara bicara. Penyerangan dengan percakapan dapat berpusat pada isu-isu tertentu, kejadian di masa lampau atau seekarang, psikologis, atau gangguan emosional pada orang lain.

Perkataan dan atau cara bicara yang berpotensi melukai, antara lain:

  • membentak, berteriak yang bertujuan merendahkan atau mengancam
  • merendahkan, mengejek, mencaci, memanggil dengan panggilan menyakitkan.
  • menghakimi, menuduh tanpa bukti
  • mengancam, mengintimidasi

 

Kabar baiknya, “..tak seorang pun bisa menyakitimu, tanpa seijinmu…”

Agar tidak terus menerus merasa disakiti …

  • Sadari bahwa anda telah tersakiti dan akui juga kerusakan yang terjadi akibat penganiayaan tersebut.
  • Berhenti merendahkan, menghakimi dan menyalahkan diri sendiri
  • Berhenti membuat pembenaran atas perilaku orang yang terbukti telah menyakiti
  • Raih sumber daya menguatkan batasan-batasan diri
  • Kembangkan ketegasan untuk menghentikan perilaku orang lain yang menyakiti anda.

Membiarkan orang terus menyakiti anda, bukan hanya melukai diri sendiri, tetapi juga menghancurkan hubungan anda dengannya.

 

Percakapan untuk Membela Diri

saat kejadian …

  • Lindungi diri anda saat ia menyerang anda. Hindari percakapan negatif dengan diri sendiri yang membuat anda merasa tidak berdaya, ubah menjadi percakapan dalam diri yang membangkitkan kekuatan dalam diri anda.
  • Bicara secara langsung, jelas dan tegas, misalnya: “Saya merasa terhina dengan perkataanmu. Saya tidak berhak diperlakukan demikian. Saya tidak ingin kamu bicara dengan cara seperti itu.”
  • Bila ia membela diri dengan menyampaikan alasan atau menyalahkan anda, hindari perdebatan, cukup ulangi kalimat anda dengan tenang dan tegas.

 

Setelah kejadian …

  • Tenangkan diri, ambil jeda. Periksa kesiapan mental anda untuk bicara.
  • Beritahu bahwa ada hal serius yang hendak anda bicarakan. Mulailah dengan memberitahukan bahwa anda tidak bahagia dengan perlakuan yang anda diterima.
  • Katakan bahwa anda peduli dengannya dan cara bicaranya mempengaruhi perasaan Anda kepadanya. Sampaikan, anda khawatir hal ini menghancurkan hubungan Anda.
  • Apabila ia tampak bersedia untuk bekerjasama, katakan bahwa anda mengapresiasi kesediannya untuk memperbaiki hubungan baik, tanyakan apakah ia menginginkan contoh perilaku yang mengganggu.
  • Jangan kaget apabila ia memberikan banyak alasan, ini dapat dimengerti namun jangan biarkan diskusi berubah menjadi perdebatan. Apabila ia kemudian justru menampakkan perilaku yang menyakiti, katakan “inilah bentuk perilaku yang aku bicarakan”.
  • Bila ia terus menyakiti, manfaatkan kiat membela diri saat kejadian.

Semoga bermanfaat, mari berbagi.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*