Puisi, bisikan hati?

Apakah puisi itu? Saya awam ilmu sastra, tapi tak memungkiri telah jatuh cinta.
Jadi bagi saya, puisi itu seperti tari yang hentakannya di hati; rintihan rindu yang jeritannya menggema di dada.

#
Bila bukan cinta yg menjadi terdakwa, siapa yang mendendangkan nada ini?
Bila bukan rindu yg menjadi tertuduh, siapa yang menyerap rasa ini?
Bila bukan cinta, trus ini apa? Pelita diujung lorong gulita.
Bila bukan sayang, trus ini apa? Kehangatan yang menyeruak dari balik jendela.
Bila bukan rindu, trus ini apa? Senyuman yang tak layu tergerus waktu

#
sungging senyummu memecah pagi,
merona oh betapa manisnya
tak tahu bagaimana lagi aku menahannya,
bingung aku dimana menyembunyikannya,
aku sayang kamu..
upsss

#
kuselipkan rindu,
semoga engkau mengerti.
semestinya aku berdiri di beranda hatimu,
mengetuk pintu dan menyapa pagimu,
tapi aku masih disini, terpaku.
berharap lintasanmu menyentuh lembut bersama semilir angin …oh…

#
aku masih disini, menemanimu,
dengan segenap cinta kurengkuh kerinduan,
geliat asaku kuasa gelombang, masih di sini!

#
mengapa aku MASIH DISINI BERSAMAMU ?
bukan karena aku tidak bisa pergi darimu,
bukan hanya karena mimpi kita,
tapi karena cinta yang menghunjam mengakar dalam,
menjalari nadi

#
Bukan sakitku yang menyakitkan,
Tersayat kepeningan sanggup kuhiraukan
Bukan lelahku yang melayukan
Bukan letihku, bukan perihku
Dipaksa kenyataan tidak menikmati riang malam bersamamu
yang lebih memilukan

#
Aku mengalami kesakitan yang tak hendak kusembuhkan
kegelisahan yang enggan kuredakan
Rinduku akan pelukmu telak menampar jantungku
memporandakan kecerdasanku
Pada sayap keheningan kurintihkan …..
kurindukan pelukanmu malam ini

#
Bila tak sempat kugenggam tanganmu
Kan kugenggam rinduku dalam doaku
Bila tak sempat kupeluk tubuhmu
Kan kupeluk gemasku dalam mimpiku
Bila tak sempat kukecup keningmu
Kan kukecup sayangku dalam nafasku

#
Rengkuhlah aku
Kedinginan ini tlah mengiris-iris nadiku
Dimana senandungmu ?
Aku menggigil dalam kesepian
Rengkuhlah aku….

#
Kerinduan ini tlah begitu lama menggodaku
Semakin kupendam, semakin genit kurasa
Bilakah Ia melepaskanku
Ohhhh……….

#
Meskiku tak segagah sang panglima
Kukan jagamu sepenuh daya
Meskiku tak serimbun rimba raya
Kukan damaikanmu sepenuh asa
Meskiku tak setegar karang selatan
kukan temanimu sepenuh jiwa
Wahai gelombang pasang jiwaku
Larutkanlahku dalam rindumu

#
Kuhamparkan pantaiku
Kubiarkan
Gelombang pasangmu jilati pasir putihku
Semilir hasratmu
Gelorakan rintih sunyi
Iringi tarian pelangi
Di retakan karang selatan
Bidukku kutambatkan

#
kubisikkan impian di mimpimu,
kucitakan keindahan hidupmu,
kusematkan doa dalam namamu
lelapmu luruhkan lelah letihku,
rima nafasmu menghalu senyap …
hembus nafasmu membelai lembut,
puisi pun tak kuasa lukiskan,
tak jua senandung.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*