Belajar dari Anakku

Saya belajar dari Anak Saya, ternyata :

“Dia lebih tertarik dengan boneka, patung, gambar yang “TERSENYUM”. Sdh dicoba dg mengajukan bbrp pilihan dan hasilnya menguatkan dugaan awal….ternyata oh ternyata “SENYUMAN” memiliki daya tarik luar biasa….mengapa orang berat ya?”

“Saat terbangun Ia memperhatikan sejenak, klo terlihat Bunda, Ayah atau orang-orang yang dikenalnya Ia tersenyum, tidur lagi atau mengajak bermain”

“tersenyum lebar, tertawa lepas saat berhasil duduk sendiri (setelah berulangkali gagal & terjatuh), terus dilanjutkan dengan bermain….hemmm…”

“makan tepat waktu, istirahat tepat waktu, puppy tepat waktu….indah sekali irama hidupmu nak…Ayah harus mencontohnya…terutama makan & tidur tepat waktu…”

“bangun pagi, tersenyum, menyapa keluarga trus olahraga…..hemmm…yang terakhir yang jarang kulakukan..pantesan jadi MAJU PERUT PANTAT MUNDUR”…

“jatuh…bangun…jatuh….bangun…jatuh…bangun…tergengah-engah itu biasa, berhenti sejenak saat lelah…jatuh…bangun…jatuh..bangun…tak terdengar tangisan….hanya nafas yang kadang tersenggal…tetap tersenyum..”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*