Hari Setyowibowo

Belajar_Berkarya_Berbagi

Archive for March, 2010

Perilaku Assertive

without comments

Beberapa penulis memilih istilah TEGAS sebagai padanan kata ASSERTIVE. Ada yang kurang puas dan memilih istilah LUGAS, LUWES namun TEGAS. Saat ini saya memilih tetap menggunakan istilah ASSERTIVE. Setelah mengetahui ciri-ciri berikut ini, mungkin Anda menemukan kata dalam bahasa Indonesia yang lebih tepat untuk ASSERTIVE.

Orang yang assertive …..
# merasa bebas untuk menyatakan dirinya; ia mampu menyatakan pandangannya, keinginan-keinginannya dan perasaannya secara langsung, spontan, dan jujur.
# nada suara, gerak-gerik, kontak mata, dan cara berdiri seluruhnya selaras dengan kata-kata yang diucapkannya
# sesuai antara yang dikatakan dengan apa yang dilakukan.
# dapat berkomunikasi dengan keluarga, teman, orang lain dari berbagai jenjang bahkan dengan orang asing
# tidak pernah menegakkan hak-haknya dengan mengorbankan hak-hak orang lain, ia menghargai perasaan dan hak-hak orang lain
# dapat mengevaluasi suatu situasi, memutuskan bagimana harus bertindak tanpa keberatan
# mempunyai rasa percaya diri yang tinggi
# menerima keterbatasan-keterbatasan tingkah laku mereka tapi masih berusaha untuk nencapai tujuan mereka
# bertanggung jawab terhadap kejadian-kejadian dan situasi-situasi serta mencari pengalaman yang baru.

Hal yang paling penting adalah orang yang assertif, jujur pada dirinya sendiri.

Orang menampilkan tingkah laku assertive untuk menjalin komunikasi yang lebih baik, lebih sehat dan menemukan pemecahan masalah bersama-sama. Meskipun komunikasi assertive tidak menjamin bahwa kita akan mandapatkan apa yang kita inginkan, namun dengan bersikap assertive maka akan meningkatkan harga diri kita dan membantu kita untuk mengambangkan kepercayaan diri yang lebih besar. Kita akan merasa lebih nyaman setelah mampu mengatakan apa yang kita yakini tanpa rasa takut. Kita juga akan mendapatkan, hak kita dihargai sebagaimana halnya kita menghargai hak orang lain.

Written by Hari Setyowibowo

March 7th, 2010 at 4:54 pm

Posted in Berbagi Pemikiran

Mengasah Kepekaan

without comments

Tidak semua orang yang sedang mengalami masalah dan membutuhkan bantuan mampu menyatakan perasaannya dengan kata-kata. Bila kita ingin menjadi “teman curhat” yang menyediakan diri memberikan bantuan untuk seseorang yang sedang terlilit masalah, kita harus mengasah kepekaan mengenali pernyataan “Aku membutuhkan bantuanmu” yang disampaikan oleh tubuhnya. Kadang pernyataan tersebut begitu halusnya sehingga kita menjadi ragu akan maknanya.

Salah satu pernyataan yang cukup jelas dari orang sedang megalami masalah adalah perilakunya terlihat berbeda dari yang biasanya Ia tampilkan. Coba perhatikan beberapa orang di sekitar Anda, Anda mungkin pernah menyaksikan mereka menampilkan perilaku yang berbeda dari yang biasanya ditampilkan, seperti berikut ini :

#Teman yang biasanya ramah, ceria, lucu, dan lincah tiba-tiba menarik diri, menyendiri dan pendiam.
#Seseorang yang biasanya rapih dan selalu memperhatikan penampilannya, sekarang hadir di hadapan Anda dengan penampilan yang kusut.
#Sahabat yang biasanya mudah diminta bantuan, mudah diajak melakukan aktivitas, mendadak mengambil jarak, tampak mementingkan diri sendiri dan arogan
#Anggota keluarga yang terkenal humoris, banyak canda, sekarang menjadi mudah tersinggung dan menyalahkan orang lain.

Selain itu, ada pernyataan khas yang biasanya ditampilkan oleh seseorang yang sedang mengalami masalah emosional. Perhatikan caranya menatap, cara bicaranya, apa yang dikatakannya dan apa yang dilakukannya.

#Seseorang yang dekat dengan Anda, tiba-tiba enggan bertatapan mata dengan Anda dan sekilas terlihat matanya sembab seperti baru saja menangis
#Teman yang Anda kenal sebagai orang yang tegar, tiba-tiba mudah menitikkan air mata, nada suaranya tertekan atau suaranya terputus-putus atau gemetar
#Sahabat yang terlihat sedang berusaha tampil semuanya baik-baik saja, terlihat salah tingkah karena berusaha menutupi sesuatu

Contoh perilaku tersebut meerupakan pernyataan orang yang sedang terlilit masalah yang perlu diselesaikan. Ketika Anda menangkap pernyataan-pernyataan tersebut, Anda memiliki pilihan : Anda berikan kesempatan padanya untuk mengelola diri atau mengundangnya untuk bicara dan menawarkan bantuan.

Written by Hari Setyowibowo

March 7th, 2010 at 4:41 pm

Posted in Berbagi Pemikiran