Tanggapan Penghambat Percakapan

Mengapa percakapan yang hangat jadi terhambat? Apa yang membuat pasangan, sahabat, anak kita berhenti berbagi rasa ? Mengapa mereka menghentikan curhatnya? Apa yang terjadi sehingga Ia tidak lagi produktif menyampaikan gagasan-gagasan kreatif ? Mengapa Ia tidak bergairah lagi mendiskusikan solusi atas masalahnya ?

Ingat kembali percakapan tersebut, perhatikan ragam tanggapan berikut ini, bisa jadi kita sering melakukannya sebagai tanggapan atas kesediaannya untuk berbagi rasa dengan kita.

MENGHARUSKAN suatu tindakan tertentu :
“Kamu harus …”
“Wah, kalau begitu kamu secepatnya harus …”
“Menurutku, yang seharusnya kamu lakukan adalah …”
“Kalau boleh Saya memberi saran, Anda seyogyanya…”

MELARANG suatu pemikiran, perasaan atau tindakan tertentu :
“Jangan bicara seperti itu…”
“Jangan mengeluh!”
“Tidak usah sedih….”
“Nggak usah nangis…”

MENGANCAM, mengatakan akibat-akibat yang akan terjadi bila Ia melakukan sesuatu
“Kau akan menyesal kalau kau…”
“Sebaiknya tidak kau lakukan kalau masih tetap ingin…”
“Kamu tidak boleh berbuat begitu.”

MENCERAMAHI dengan teori, informasi, doktrin, pengalaman subyektif atau logika klise
“Manusia harus belajar bagaimana menyesuaikan diri.”
“Dulu waktu Saya….”
“Kehidupan ini seperti roda berputar, kita kadang di atas, kadang di bawah”
“Di balik setiap awan, pasti ada seberkas cahaya”
“Ini kan belum seberapa buruk, masih banyak orang lain yang lebih menderita”

MENGKRITIK, membuat penilaian negatif, membuat orang semakin bersalah atau negatif memandang dirinya
“Ini terjadi karena Kau kurang …”
“Itu pandangan yang terlalu kekanak-kanakan.”
“Kau ini manja, gitu aja mengeluh”
“Kamu kok jadi cengeng begini…”
“Itu kesalahan fatal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang sepandai kamu…”

MENGHAKIMI, mengatakan penilaian Anda tentang motif yang melatari perilakunya, menyampaikan kesimpulan dari hasil analisa tentan dirinya yang belum tentu akurat :
“Ah, Kau hanya iri hati…”
“Kau katakan itu untuk …”
“Kau sebenarnya …”
“Kau merasa begitu karena kau …”

MENGALIHKAN PEMBICARAAN untuk menghilangkan perasaan-perasaan yang tidak menyenangkan. berusah menjauhkan seseorang dari masalahnya, menarik diri dari persoalan, mengalihkan perhatian.
“Besok kau akan merasa lebih baik …”
“Jangan khawatir, segalanya akan beres nanti.”
“Lupakan saja hal itu …”
“Jangan bicara hal itu, lebih baik sekarang….”
“Marilah kita bicarakan hal yang lebih menyenangkan.”

MENGINTEROGASI, berusaha menggali alasan, sebab-sebab, mencari informasi lebih banyak
“Mengapa kau …”
“Mengapa mereka melakukan hal itu terhadapmu …”
“Sejak kapan kau mulai merasa …”

One Comment, RSS

  1. ninda March 7, 2010 @ 3:19 pm

    lalu apa saja yang harus kita lakukan mas? jujur aja, saya juga masih seperti itu, masih suka mendoktrin dengan teori, bicara sesuai dengan pengalaman saya, kamu harusnya begini, kamu harusnya begitu.. lalu yang sebaiknya harus seperti apa? jangan2 nilai konseling saya enggak lulus ya mas?? hahaha… kadang kalau ada yang bercerita, rasanya “gatal” untuk berkomentar, “gatal” untuk memberikan saran yang seperti mas Hary tulis diatas,,

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*