7 Resep untuk Hubungan yang Menyenangkan

Percakapan yang menyenangkan bersama pasangan dapat menjadi pelepas penat dan pembangkit semangat. Sebaliknya, percakapan yang menyebalkan dan menegangkan bisa menjadi virus yang menggerogoti kekuatan hubungan, bahkan bisa menjadi pemicu runtuhnya komitmen untuk bersama.

Albert Ellis (psikolog yang terkemuka dalam kajian hubungan antar pribadi) dan Ted Crawford (pengembang kajian mengenai penyelesaian perbedaan dan konflik) dalam Making Intimate Connection (2000) merekomendasikan tujuh pedoman untuk mengembangkan hubungan yang menyenangkan dan komunikasi yang lebih lancar dengan pasangan.

1. Terimalah pasangan “sebagaimana adanya”. Hindari saling “menuntut” dan “menuduh”. Bebaskan diri Anda dari kewajiban memperbarui pasangan. Secara alamiah Anda dan pasangan Anda akan saling mempengaruhi dan menyesuaikan diri. Biarkan hal itu mengalir tanpa dibebani dengan “tuntutan” dan “seharusnya”.

2. Ungkapkan apresiasi sesering mungkin. Hindari kebawelan dan kebiasaan “mengkritik”. Tingkatkan frekuensi untuk mengakui keberhasilan dan perilaku positif yang ditampilkan pasangan. Perhatikan, temukan, dan sampaikan apresiasi sesering mungkin.

3. Komunikas yang berlandaskan integritas. Jika ada pemahaman yang berbeda sampaikan perbedaan tersebut dengan selaras. Bilamana pasangan Anda benar, akuilah meskipun pendapat tersebut berbeda atau tidak Anda sukai. Sepakati untuk tidak saling menghukum karena menyampaikan kejujuran.

4. Saling mengungkapkan dan menjelajahi perbedaan dengan pasangan. Jelajahi perbedaan dengan pasangan untuk menemukan solusi menang-menang. Bersiaplah berkompromi bila memang solusi menang-menang sulit ditemukan tanpa berpura-pura setuju padahal tidak.

5. Berikan dukungan bagi tujuan pasangan Anda. Dengan tulus berikan dukungan pada usaha pasangan dalam mencapai tujuannya tanpa berpura-pura bila Anda memiliki perbedaan dengannya.

6. Berikan pasangan Anda hak untuk melakukan kesalahan. Hargai hak setiap orang sebagai manusia yang memiliki kemungkinan untuk terjatuh pada kelalaian dan kesalahan.

7. Pertimbangkan kembali keinginan Anda sebagai tujuan yang akan Anda raih kelak. Bilamana Anda tidak mendapatkan keinginan atau hasrat Anda, ingatkan diri Anda sendiri bahwa Anda tak perlu mendapatkan apa yang Anda inginkan, kini dan selamanya.

Idealnya, ketujuh pedoman ini menjadi komitmen Anda bersama pasangan. Bila ternyata belum, pilihlah untuk mempraktekkan tujuh resep ini sebagai komitmen sepihak terlepas dari apa yang dilakukan atau tidak dilakukan pasangan Anda. Selamat mencoba !

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*