AKU dan KAU

Tulisan ini merupakan karya Thomas Gordon, seorang psikolog dari Amerika yang dihormati karena pandangan dan metode yang dikembangkannya untuk memperbaiki hubungan antar pribadi. Saya pernah menggunakan tulisan ini sebagai surat untuk memperbaiki hubungan dengan orang terdekat. Alangkah indahnya bila hubungan dengan orang-orang di sekitar kita menggunakan prinsip-prinsip seperti ini.
Selamat menghayati.

“Kau dan aku berada dalam suatu hubungan yang aku hargai dan ingin kupertahankan. Tetapi masing-masing kita adalah suatu pribadi mandiri yang mempunyai kebutuhan-kebutuhan sendiri, yang unik, dan mempunyai hak untuk mencoba memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Aku akan berusaha untuk benar-benar menerima tingkah lakumu bila kau berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu atau bila kau mempunyai persoalan dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Bila kau membagi persoalan-persoalanmu, aku akan berusaha untuk mendengarkan dan memahaminya dengan sepenuh hati, dengan suatu cara yang dapat mendorongmu, supaya kau dapat mencari pemecahan sendiri dan tidak menggantungkan pemecahannya kepadaku. Bila kau memiliki suatu persoalan karena tingkah lakuku mengganggu pemenuhan kebutuhanmu, kuanjurkan padamu supaya mengatakan padaku secara jujur dan terbuka bagaimana perasaanmu sebenarnya. Pada waktu-waktu itu, aku akan mendengarkan dan lalu mencoba mengubah tingkah lakuku, seandainya kau bisa.

Tetapi, bila tingkah lakumu mengganggu pemenuhan kebutuhanku hingga menyebabkan aku merasa tak dapat menerimamu, aku akan membagi persoalanku ini denganmu dan mengatakan padamu dengan sejujur dan seterbuka mungkin bagaimana persaanku, dan percaya bahwa kamu cukup menghormati kebutuhan-kebutuhanku sehingga kamu mau mendengarkan lalu berusaha mengubah tingkah lakumu.

Bila kita sampai pada suatu keadaan dimana seorangpun diantara kita dapat mengubah tingkah lakunya untuk memenuhi kebutuhan yang lain dan menemukan bahwa kita punya konflik dalam hal kebutuhan dalam hubungan kita, marilah kita tetapkan buat diri kita sendiri bahwa kita akan menyelesaikan konflik semacam itu dengan tanpa pernah menggunakan kekuasaanku atau kekuasaanmu untuk menang diatas puing kekalahan yang lain. Aku menghormati kebutuhan-kebutuhanmu, tetapi aku juga harus menghormati kebutuhanku sendiri. Jadi, marilah kita selalu berusaha untuk mencari pemecahan yang dapat kita terima terhadap konflik-konflik kita yang tak terelakkan. Dengan cara ini, kebutuhanmu akan terpenuhi, tetapi demikian pula halnya dengan kebutuhanku-tak ada seorangpun yang akan kalah, kita berdua.

Sebagai akibatnya, kau dapat tetap berkembang menjadi suatu pribadi dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhanmu, demikian pula aku. Dengan begitu hubungan kita akan selalu berupa hubungan yang sehat karena memuaskan kedua belah pihak. Masing-masing kita dapat mengembangkan kemampuannya, dan kita dapat tetap saling berhubungan dengan rasa saling menghargai dan saling mengasihi dalam suasana damai dan bersahabat”

2 Comments, RSS

  1. Irma Nuraini February 16, 2010 @ 2:10 am

    Nice post Mas Harry, i bookmarked it so i can get back fast and often, good luck Mas 😉

  2. Hari Setyowibowo February 16, 2010 @ 4:49 am

    thx Irma, ajarin donk masih gaptek nih…otak-atik sendiri..saja…coba..salah..coba..salah..coba eh…gini toh caranya

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*