ToT : perlu pengertian dalam memberikan bantuan, kepedulian saja tidak cukup

Dalam percakapan, beberapa kali Saya mendengar komentar seperti ini :
“Yang penting niat kita baik, kalau Dia nggak suka, yahh…terserah aja”
“Kita sudah tunjukkan kalo kita peduli, kalo Dia nggak terima ya itu urusan Dia”
“Dia itu gimana sih, kita kan mau membantunya, kok malah marah-marah, aneh…”

Biasanya kalimat tersebut keluar dari seseorang yang memiliki niat baik untuk membantu, kepedulian untuk menolong, namun tidak dimaknakan sebagai bantuan oleh penerimanya.

Dalam sebuah kesempatan, seorang senior saya bercerita :
“Ini kisah tentang dua sahabat, Monyet dan Ikan. Mereka bersahabat cukup lama. Sejak kecil sudah sering bermain dan saling berbagi makanan. Suatu ketika, hujan turun sangat lebat. Semua penghuni rimba panik. Monyet menyaksikan teman-temannya sesama monyet menjerit-jerit sambil memanjat ke pohon yang lebih tinggi. Ia melihat seekor anak monyet menangis dibawah pohon sendirian. Karena kebaikan hati dan kepeduliannya, Ia segera rengkuh anak monyet tersebut, dipeluk dan dibawanya naik ke pohon yang lebih tinggi. Setelah berada di tempat aman, anak monyet tersebut berhenti menangis dan tertidur di pelukannya. Saat itu, Ia menjadi teringat akan keselamatan sahabatnya. Bergegas Si Monyet turun ke sungai memastikan keselamatan teman-temannya. Setelah berjalan kesana-kemari, Ia melihat Ikan sahabatnya terjebak diantara batang kayu dan batu. Temannya, Si Ikan, melompat-lompat, seolah berteriak minta pertolongan. Dengan tangkas si Monyet merengkuh dan memeluk sahabatnya. Ia tidak tega melihat sahabatnya ada dalam kesulitan. Ia ingin memberikan perasaan nyaman dan aman baginya, karena itu Ia segera peluk dan bawa naik sahabatnya ke tempat yang menurutnya lebih aman, pohon yang besar dan tinggi. Setelah berada di tempat yang dirasanya aman, Monyet menyaksikan sobatnya terdiam dan berhenti bergerak…”

Mungkin cerita ini terasa berlebihan, tetapi kisah ini mengingatkan Saya pada sejumlah peristiwa dimana bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh seseorang tidak diterima sebagai bentuk bantuan atau pertolongan.

2 Comments, RSS

  1. hesti February 17, 2010 @ 5:25 am

    iya mas,saya ternyata juga pernah mengalami hal yang sama.beberapa kali bantuan atau saran yang saya berikan ternyata membuat orang tsb merasa tidak nyaman.yang ingin saya tanyakan,bagaimana kita mengenali jika orang lain tidak merasa nyaman dengan bantuan atau kepedulian kita?dan jika sudah terjadi,bagaimana kita memperbaiki hubungan kita dengan orang tsb?terimakasih mas..

  2. Hari Setyowibowo February 20, 2010 @ 6:12 am

    Nuhun commentnya

    ketidaknyamanan dinyatakan secara verbal dan non verbal. dengarkan apa yang dikatakannya dan perhatikan bagaimana Ia mengungkapkannya. kadang keberatan atau penolakan atas intervensi kita terlihat jelas. bila tidak coba perhatikan, apakah senyum dan ucapan terimakasihnya terlihat tulus? senyum yang tulus terjadi secara spontan (tidak dibuat2).

    bila hubungan kita sudah dekat, tidak perlu khawatir, Ia hanya membutuhkan waktu untuk mengelola dirinya. Minta maaf dengan tulus (satu atau dua kali) bila maksud baik anda malah membuat Ia tidak nyaman atau terganggu setelah itu sampaikan padanya bahwa Anda menyediakan diri untuk membantu dan persilahkan Ia untuk menghubungi atau memberitahu pada Anda apa yang bisa dibantu.

    so, kuncinya adalah : dengarkan dan perhatikan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*