Berhenti mengeluh, Bangkitlah !

Berhati-hatilah, saat anda mulai sering mengeluh. Melenakan diri kedalam perasaan menjadi korban adalah jebakan beracun, yang seringkali terasa nyaman. Sikap ini biasanya muncul dari pengalaman-pengalaman kesulitan masa lalu dimana Anda merasakan minimnya pengendalian dan kepedulian.

Orang yang memiliki sikap seperti ini, bila merasa karirnya mentok, biasanya sibuk mengeluh dan menggerutu kepada rekan-rekan senasib dan atau mencibir “nasib baik” orang lain. Bila Anda mulai terjangkit demam seperti ini, segeralah keluar dari jebakan beracun. Akan lebih sehat dan produktif bila Anda memupuk disiplin mental untuk bekerja dengan giat sembari menambah pengetahuan dan keterampilan.

Bila Anda merasa memiliki kompetensi yang tinggi namun kurang memperoleh imbalan yang sepadan, berhentilah mengganggap ini sebagai bencana. Tingkatkan keterampilan hubungan antar pribadi Anda dan promosikan diri Anda dengan prestasi kerja. Konsentrasikan energi Anda untuk membenahi diri sendiri terlebih dulu bukannya kasak-kusuk mencari borok perusahaan atau unjuk keprihatinan mengharap perusahaan mengasihani kondisi Anda.

Mengapa demikian? Karena setiap perusahaan akan berupaya untuk mencari dan memelihara karyawan yang memiliki kompetensi dan motivasi yang tinggi dalam bekerja. Perusahaan akan rugi bila tidak mampu menghargai mereka, karena karyawan seperti ini biasanya laku di bursa kerja dan tidak tahan bekerja di perusahaan yang tidak mampu menghargai mereka dengan layak.

Akhirnya, selamat berkarya. Kendalikan keberhasilan Anda, atau orang lain yang akan melakukannya.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*