Tata Kelola Elektronik dan Informasi Berlebihan: Ini
adalah Waktu untuk Bertanggung jawab
(Sushil Kumar dan Vivek Gupta)

Pemerintah saat ini sedang berfokus pada pengembangan di bidang IT. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas di dalam pemerintahan. Tujuan dari pengembangan IT adalah untuk meningkatkan produktifitas rakyat, memajukan usaha Rakyat, dll. Salah 1 dari kegunaan E-Governance sendiri adalah untuk penyebaran informasi yang akurat agar bisa terjangkau secara meluas. Inisiatif terbaru yang dilakukan oleh pemerintah di seluruh dunia difokuskan pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tersebar dan untuk meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan (e-governance). Semua inisiatif e-governance memiliki tujuan bersama untuk meningkatkan produktivitas , meningkatkan kualitas kehidupan kerja mereka, dan meningkatkan kemampuan / proses pengambilan keputusan individu. Para peneliti saat ini kurang memperhatikan efek negatif dari E-Governance, salah 1nya adalah penyebaran volume Informasi yang sangat besar yang bisa disebut dengan Overload Informasion.

Kemampuan sistem e-governance untuk menghasilkan informasi jauh melebihi
kapasitas orang pedesaan untuk diproses. Ketidakcocokan antara volume informasi yang tersedia dan kapasitas pemrosesan orang biasa yang tinggal di pedesaan India menunjukan E-Governance keluar sebagai Informasi Overload2. Dengan munculnya media informasi, termasuk email dan internet, isu-isu yang berkaitan dengan informasi kelebihan beban telah menarik perhatian peneliti di bidang sains organisasi (mis., Galbraith, 1974;).

Definisi overload informasi ini didasarkan pada dua premis utama: jumlah informasi
disebarluaskan. Yang ke 2 adalah penerimaan informasi. Russell Ackoff, ahli teori sistem dan profesor perubahan organisasi, menunjukkan bahwa output data berkembang menjadi hikmat sampai empat tahap proses, setiap tahap membutuhkan pengolahan dari tahap sebelumnya. kelebihan informasi juga menyebabkan terjadinya penurunan kinerja. Hal ini disebabkan karena informasi tidak dapat diintegrasikan oleh pengguna ke dalam proses pengambilan keputusannya, sehingga justru dapat menyebabkan timbulnya stres, ketegangan dan kecemasan di benak pengguna. Orang-Orang Desa di India mengalami overload Of Information. Efek ke depannya mereka akan mengabaikan Informasi apapun yang mereka dapatkan.

Tiga istilah – data, informasi dan pengetahuan umumnya digunakan secara bergantian. Data, informasi, pengetahuan dan kebijaksanaan dapat didefinisikan sebagai berikut (Spiegler,2003):
• Data adalah simbol yang ditulis oleh tangan manusia atau instrumen
• Informasi adalah penilaian, oleh individu atau kelompok, yang memberikan data untuk menyelesaikan pertanyaan, mengungkapkan atau mengungkapkan perbedaan, atau mengaktifkan tindakan baru. Informasi, dengan demikian, ada di mata orang yang melihatnya; itu Data yang sama bisa menjadi omong kosong bagi satu orang dan emas yang lain
• Pengetahuan adalah kapasitas untuk tindakan efektif dalam domain tindakan manusia
• Kebijaksanaan adalah pengetahuan dan pengalaman yang dibutuhkan untuk membuat keputusan dan penilaian yang masuk akal, atau akumulasi adalah pengetahuan tentang kehidupan atau bidang kegiatan tertentu
Dengan banyaknya informasi yang mengalir dari berbagai sumber pada satu isu yang terkait dengan kehidupan sehari-hari, masyarakat pedesaan tidak dapat menemukan jenis informasi yang mereka butuhkan (Herbig dan Kramer,
1994).

Bila meninjau kembali pada konteks bahasan masyarakat pedesaan, masyarakat pedesaan di India mengahadapi dan membuat keputusan dengan cara yang sangat sederhana sehingga tidak memerlukan banyak pemrosesan informasi. contoh dalam melakukan pekerjaan dibidang pertanian. Mereka telah terbiasa dengan metode pengerjaan tradisional yang diperoleh secara turun temurun. Karena telah terbiasa, mereka merasa tidak perlu mendapatkan informasi tambahan terkait pengerjaan bidang pertanian yang mereka lakukan. Mereka membuat keputusan salah1nya adalah berkaca kepada pengalaman dari yang sudah dilalui. Pola pikir sebagian besar dari Masyarakat India masih bersifat Tradisional.

Kelebihan Informasi menjadi permasalahan yang cukup serius. Terutama bagi Masyarakat Desa. Salah 1 faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah karena kemampuan kognitif masyarakat pedesaan yang masih rendah. Pemerintah seharusnya peka terhadap kondisi Overload yang menimpa Masyarakat Pedesaan. Diperlukan pelatihan terhadap pengguna Informasi agar Informasi dapat diproses oleh Masyarakat secara efektif dan Efisien. Waktu yang diberikan untuk memproses Informasi dan membuat keputusan diperkecil. Hal ini disebabkan karena orang sekarang harus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mengidentifikasi, mencari dan mengambil informasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sumber :

Mitra, R. (2006). E-Government : Macro Issues . New Delhi : Gift Publishing.

Journal E-governance and Information Overload: It is Time to take Cognizance by Sushil Kumar and Vivek Gupta.

« »