Budidaya Kayu Sengon

Budidaya Kayu Sengon sudah dikenal di Indonesia sejak lama, kakek-kakek saya di kampung saya sudah menanam sengon jawa ataupun sengon laut.

Banyak sekali model budidaya sengon di Indonesia, ada yang menanam sengon solomon, ada yang menanam sengon jawa, ada yang menanam sengon laut, ada yang menanam sengon buto dan rupanya akhir-akhir ini budidaya sengon mulai dapat kompetisi dari pohon kayu yang sama, yaitu pohon jabon.

Budidaya Kayu Sengon

Baik pohon jabon ataupun pohon sengon kedua-duanya memiliki potensi yang sama dengan target hasil industri yang 90% sama. Untuk harga kayu saat ini harga kayu jabon masih lebih mahal daripada harga sengon.

Budidaya kayu sengon dibandingkan budidaya kayu jabon juga lebih mudah budidaya kayu jabon. Tetapi, apapun jenis kayu yang akan anda tanam menurut saya semuanya punya potensi hasil finansial yang sama dan kedua-duanya memiliki dampak positif terhadap lingkungan.

 

Budidaya Kayu Sengon dipandang dari Sisi Investasi

Budidaya kayu sengon menurut saya merupakan termasuk instrumen investasi juga, bahkan menurut saya ini termasuk investasi yang super aman. Kenapa aman? karena kebutuhan kayu sampai berpuluh-puluh tahun ke depan masih sangat besar, dibutuhkan oleh banyak sekali industri. Harga kayu juga tidak fluktuatif dan cenderung naik. Ini menjadi sangat jauh berbeda jika kita berinvestasi di bisnis yang lain.

 

Modal Untuk Budidaya Kayu Sengon

Modal untuk budidaya kayu sengon terdiri dari:

  • modal untuk beli atau sewa lahan
  • biaya bibit sengon
  • biaya pupuk
  • biaya tenaga kerja

Hal-hal yang saya sebutkan di atas bersifat pasti dan anda harus bisa menghitungnya secara detail jika anda hendak melakukan budidaya kayu sengon secara mendiri. Akan tetapi jika anda mau investasi saja, tanpa terjun langsung di lapangan maka anda cukup tahu saja, di Kuningan Jawa barat ada yang memberikan harga 30 juta untuk biaya tanam selama 6 tahun. Jadi anda tidak perlu berfikir hal detail, cukup berikan biaya tanam saja. Di Kuningan dan Cirebon juga ada yang jual tanah dengan harga yang sangat murah yaitu Rp.45.000.000 / hektar, akan tetapi lahannya harus dipaektkan dengan paket budidaya jabon atau budidaya kayu sengon.

Comments are closed.