Tak Ada Gaudeamus Igitur dalam Wisuda Unpad
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Lagu dengan irama yang menghentak itu tentu sudah sangat familiar, meski mungkin tidak banyak yang tahu apa arti dari bahasa latin tersebut. Lagu itu sangat identik dengan upacara wisuda. Silakan cek, mungkin hampir setiap kampus termasuk di Indonesia menggunakan lagu yang aslinya berjudul “De Brevitate Vitae” itu. Tapi ternyata hal itu tidak lagi berlaku bagi Unpad!
Sejak dipimpin oleh Rektor Prof. Ganjar Kurnia, tak pernah terdengar lagi lagu yang sering disebut “Gaudeamus Igitur” itu dalam upacara wisuda Unpad. Sebuah kekhasan, yang menurut saya, cukup membanggakan.
Unpad kini lebih memilih memperdengarkan lagu “Karatagan Padjadjaran” daripada Gaudeamus Igitur yang asing itu. Apa alasannya? Saya tidak tahu pasti! Namun jika boleh menduga, mungkin karena Unpad semakin berkomitmen untuk menjunjung tinggi budaya lokal terutama yang berasal dari Jawa Barat.
Sejarah tak mungkin terhapus, Unpad lahir berkat perjuangan rakyat Jawa Barat. Unpad didirikan untuk memajukan taraf pendidikan warga Jawa Barat. Maka sangat wajar bila Unpad pun berkomitmen untuk melestarikan kearifan lokal dari Jawa Barat sambil turut memajukan pendidikan nasional.
Memang, pernah juga tersiar kabar bahwa lirik lagu Gaudeamus Igitur itu mengandung muatan hedonis sehingga tidak cocok dengan iklim akademik. Tapi saya rasa bukan itu yang menyebabkan Unpad kemudian lebih memilih Karatagan Padjadjaran daripada Gaudeamus Igitur.
Memangnya, tanpa Gaudeamus Igitur kita tidak sah menjadi alumni perguruan tinggi?

Terima kasih atas perhatiannya. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan. Pertama, di dalam statuta, Unpad hanya mengenal tiga lagu resmi yang menjadi penciri Unpad. Pertama, Hymne Unpad; kedua Karatagan Padjadjaran dan Ketiga, Mars Unpad. Untuk Mars Unpad, seingat saya jarang atau bahkan belum pernah dinyanyikan sama sekali (saya sendiri sejak 36 tahun yang lalu belum pernah mendengarnya). Karatagan sudah dinyanyikan untuk mengiringi prosesi senat universitas, sejak rektor-rektor sebelum saya (paling tidak sejak Prof. Himendra). Yang membedakan, sekarang menggunakan iringan musik (minus 1). Untuk Gaudeamus terus terang, kami tidak punya refrensi sama sekali tentang lagu tersebut. Bahasa apa? apa artinya? zaman dahulu itu dinyanyikannya pada saat apa (asbabun nuzulnya?) dst. Menurut sebagian orang bahkan ada yang menyebutkan lagu itu, sering pula digunakan untuk mengiringi upacara minum? (mabuk). Daripada tidak jelas duduk perkaranya, kami memilih lagu yang lebih dimengerti dan resmi ditulis di statuta Unpad. Untuk penutup prosesi kamipun memilih lagu yang kami anggap paling pas dalam pengertian lebih bermakna, yaitu lagu Almamater, yang isinya sbb :
Kan kutunjukkan padamu
Kan kubuktikan padamu
Rasa bangga dan baktiku
Almamater
Jangankan keringatku
Darahkupun kurelakan
Guna baktilu padamu
Almamater
Meskikan kutinggalkanmu
Meskikan jauh dari mu
Hatiku selalu padamu
Almamater
Dengan lindungan Tuhanku
Dengan semangat darimu
Ku akan selalu berjuang
Almamater
Apabila ada teman-teman yang bisa memberikan refrensi tentang lagu Gaudeamus, tentu akan kami pertimbangkan.
Salam.
Saya menemukan bahan dari wikipedia, diantaranya : Di negara-negara seperti Italia, Jerman, Belanda, dan Swiss, lagu ini juga sering dinyanyikan sebelum acara minum (bir) bersama untuk merayakan kelulusan. Di negara Belgia dan Belanda, dimana aktivitas minum sambil bernyanyi dianggap lazim, lagu ini menjadi salah satu lagu yang sering dinyanyikan sebagai ‘lagu pembuka’ acara pada pesta para pelajar.
Tidak diketahui sejak kapan lagu ini menjadi pengiring ‘pesta-pesta’ tersebut, namun seringkali karena lagu tersebut merupakan lagu yang membuat mereka mengenang akan masa-masa sekolah dan kuliah menjadi alasan lagu tersebut selalu dipilih dalam menemani acara minum.
kebiasaan ini berkaitan erat dengan acara minum bersama pada malam hari setelah acara kelulusan, setelah sekian lama mengikuti kegiatan akademis yang melelahkan, dan para pelajar tersebut mengulangi lagu Gaudemus igitur yang dinyanyikan sebelumnya oleh paduan suara Universitas untuk merayakan keberhasilan mereka. Kebiasaan inilah yang akhirnya terbawa-bawa dalam acara-acara resmi publik dan acara privat lainnya. yang membuat lagu ini dikenal sebagai lagu pesta.
Terima kasih tambahan keterangannya pak Rektor, juga koreksi informasinya. Oh iya, lagu almamater itu gubahan Iwan Abdurrahman. Jika ingin mendengarkan Hymne Unpad dan Almamater, silakan klik di sini.
saya mencari Lagu karatagan padjadjaran dan Hymne Unpad Versi Choirnya (dalam Format MP3)…
mohon inFormasinya…
saya juga mencari lagu karatagan padjadjaran dalam format mp3. sudah saya cari dimana-mana belum saya temukan..
mohon informasinya
De Brevitate Vitae (Dalam Singkatnya Kehidupan), atau lebih dikenal dengan judul Gaudeamus igitur (“Karenanya marilah kita bergembira”) adalah lagu berbahasa Latin yang merupakan lagu komersium akademik dan sering dinyanyikan di berbagai negara Eropa. Di negara-negara Barat, lagu ini dinyanyikan sebagai anthem dalam upacara kelulusan. Melodi lagu ini terinspirasi oleh lagu abad pertengahan, bishop of Bologna ciptaan Strada. Gaudeamus ini pada zaman dahulu di jerman merupakan lagu perjuangan kebebasan akademi.
Liriknya sendiri mencerminkan semangat para pelajar yang tetap semangat meskipun dengan pengetahuan bahwa pada suatu hari nanti kita semua akan mati, seperti terangkum dalam bait pertama pada baris ke-4 dan yang lebih diperjelas lagi pada isi bait ketiga, yang mengandung arti kesadaran akan dekatnya kematian dengan kehidupan manusia di bumi ini.
Dengan demikian bukanlah sebuah ‘ajakan’ untuk hidup dalam hedonisme seperti yang sering dituduhkan, hal ini dapat dilihat dari bait kedua dari stanza ini yang secara tersurat dan tersirat berisi pengakuan akan keberadaan alam lain setelah kematian yaitu surga dan neraka
Punten hanya memberikan informasi saja tentang Gaudeamus Igitur yang menurut saya perlu diperdengarkan di setiap wisuda UNPAD, ini saya kutip dari tulisan di wikipedia. Lagu ini mendekatkan suasana akdemik di UNPAD agar terinternasionalisasi, maaf tanpa mengenyampingkan kebudayaan sunda (yang saya banggakan) namun tradisi ini perlu diadakan lagi, hanya sekedara saran saja Prof Ganjar….Salam Kenal Prof saya dosen FISIP UNPAD. ini sedikit kutipan dari wikipedia….semoga prof Ganjar mempertimbangkannya…nuhun
Meskipun sering dipakai sebagai ‘lagu pembuka’ acara sebelum bersulang, sebagai sebuah kebiasaan di negara-negara Barat untuk merayakan sesuatu dengan minum bir, anggur, atau sampanye sebagai penghangat diri, lagu ini sendiri bukan dimaksudkan untuk mabuk-mabukan namun lebih kepada perayaan atas segala keberhasilan yang telah dicapai oleh seseorang, misalnya berhasil menyelesaikan pendidikan. Itulah sebabnya Gaudeamus igitur banyak dipakai di hampir seluruh universitas di dunia dalam acara wisuda.
De Brevitate Vitae dikenal dengan sebutan “Gaudeamus igitur” atau “Gaudeamus”, yang merupakan kata pembuka lagu ini. Di Britania Raya, lagu ini juga dikenal sebagai The Gaudie.
Selain itu dalam acara wisuda umumnya lagu ini ‘dipersingkat’ dengan hanya menyanyikan bait kesatu dan bait keempat saja.
Latin Indonesia
Gaudeamus igitur
Juvenes dum sumus.
Post jucundam juventutem
Post molestam senectutem
Nos habebit humus.
Mari kita bersenang-senang
Selagi masih muda.
Setelah masa muda yang penuh keceriaan
Setelah masa tua yang penuh kesukaran
Tanah akan menguasai kita.
Ubi sunt qui ante nos
In mundo fuere?
Vadite ad superos
Transite in inferos
Hos si vis videre.
Kemana orang-orang sebelum kita
Yang pernah hidup di dunia ini?
Terbanglah ke surga
Terjunlah ke dalam neraka
Bila kau ingin menjumpai mereka
Vita nostra brevis est
Brevi finietur.
Venit mors velociter
Rapit nos atrociter
Nemini parcetur.
Hidup kita sangatlah singkat
Berakhir dengan segera
Maut datang dengan cepat
Merenggut kita dengan ganas
Tak seorang pun mampu menghindar
Vivat academia!
Vivant professores!
Vivat membrum quod libet
Vivant membra quae libet
Semper sint in flore.
Panjang umur akademi!
Panjang umur para pengajar!
Panjang umur setiap pelajar!
Panjang umur seluruh pelajar!
Semoga mereka terus tumbuh berkembang!
Vivant omnes virgines
Faciles, formosae.
Vivant et mulieres
Tenerae, amabiles
Bonae, laboriosae.
Panjang umur para gadis!
Yang sederhana dan elok
Juga, hidup para wanita!
Yang lembut dan penuh cinta
Jujur, pekerja keras
Vivant et res publica
et qui illam regit.
Vivat nostra civitas,
Maecenatum caritas
Quae nos hic protegit.
Hidup negaraku!
Dan pemerintahannya
Hidup kota kami!
Dan kemurahan hati para dermawan
Yang telah melindungi kami
Pereat tristitia,
Pereant osores.
Pereat diabolus,
Quivis antiburschius
Atque irrisores.
Enyahlah kesedihan
Enyahlah kebencian
Enyahlah kejahatan
Dan siapa pun yg anti mahasiswa
Juga mereka yang mencemoh kami