Solusi Pemulihan Krisis Ekonomi Global

Gaza….Biaya

Pemulihan Krisis Ekonomi Amerika dan Global

 

Ekonomi jadi pemandu

Krisis ekonomi yang dialami oleh Amerika pada pertengahan tahun 2008, mengguncang hampir keseluruh penjuru dunia, semua sektor ekonomi, seluruh aspek kehidupan secara langsung ataupun tidak langsung merasakan akibat negatif krisis tersebut.

Upaya penangan pun dilakukan, tercatat dari dalam negeri sendiri Amerika mengucurkan ratusan milyar USD untuk meng-cover dampak ikutan krisis tersebut, belum lagi dukungan negara-negara pada forum G20 yang mencoba merevitalisasi pertemuan beberapa negara yang dibuat pada awal tahun 1940-an mengenai kesepakatan moneter internasional, yang dilembagakan dengan IMF dan World Bank. Bahkan perkumpulan negara-negara pengekspor minya dunia memberikan dukungan dengan menurunkan harga minyak dunia. Dari harga minyak dunia ayang menembus angka lebih dari 100 USD per barel hingga saat ini dibawah angka 50 USD per barel. Fantastis memang, dukungan dan upaya seluruh warga dunia terhadap krisis yang terjadi saat ini.

Kenyataannya? Krisis sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda berakhir dan membaik. Bahkan semakin jelas dirasakan, korban PHK dimana-mana terjadi, lapangan pekerjaan semakin berkurang, dan dampakikutannya penurunan kualitas kehidupan.

Roda perekonomian harus tetap digulirkan dan dijalankan, agar keadaan kembali normal dan krisis berakhir. Kembali cara pandang kapitalisme digulirkan ditambah dengan prinsip-prinsip Machiaveli. Bagaimana doktrin Leiseiz feirez serta menghalalkan segala cara dilakukan. Sebuah jawaban terbentang…ialah Hamas di Gaza…

Percepatan pemulihan ekonomi Amerika dan Global dapat diawali dengan melakukan Bumi Hangus terhadap Hamas di Gaza…Amerika dengan Koneksi Yahudi dan Israel memiliki pemikiran cerdas tidak bermoral dalam menghadapi situasi saat ini. Keduanya saling memanfaatkan dan saling mengambil keuntungan yang sama-sama besarnya.

Hanya mereka masing-masing dan tuhan yang tahu apa sebenarnya yang mereka inginkan, invasi opensif terhadap Gaza dilakukan oleh Israel tanpa peduli kecaman dunia. Dalih melumpuhkan kelompok Hamas yang memiliki garis tegas terhadap sikap Israel, menjadi alasan yang dianggapnya legal untuk meluncurkan roket-roket dan artileri bahkan posfor putih serbuk kimia pembakar mengisi bom-bom yang di jatuhkan ke Gaza.

Demikian pun, Amerika yang sudah 8 tahun belakangan ini meneriakan perang terhadap kelompok-kelompok yang dianggapnya musuh, seperti Al-Qaeda. Bahkan kelompok Hamas pun sudah berada dalam daftar kelompok yang dijadikan musuh Amerika. Sehingga apa yang dilakukan oleh Israel seolah-olah selalu mendapat persetujuannya, pernyataan Abstein dalam sidang DK PBB yang mengecam tindakan Israel serta sikap sebelumnya yang men-veto hasil sidang DK PBB menjadi pertanda langsung ataupun tidak langsung merupakan dukungan terhadap tindakan Israel.

Saat ini, kondisi Gaza hampir rata dengan tanah, ribuan korban di Gaza terus berjatuhan, mesin perang Israel yang selama ini disimpan dan merupakan aset yang tidak produktif bekerja tanpa memikirkan apa dan siapa yang mungkin menjadi tumbal. Kelopok Hamas, warga sipil, laki-laki, wanita, lansia dan anak-anak menjadi korban, tidak ternilai berapa jumlah korban dan kerusakan infrastruktur yang hancur. Sangat mengerikan langkah kemunduran akan ketidak beradaban sebuah bangsa.

 

Dendam dibungkus atas nama pemulihan

    Dunia dan para pemimpin dunia, semua bereaksi dan mencoba masuk memberikan dukungan dan bantuan. Apa yang terjadi? Pertunjukan Aset perang yang menghabiskan milyaran USD terus berlanjut. Namun, Gaza tetap terus dihanguskan, korban tetap berjatuhan. Hamas dengan jiwa mujahid yang diyakini memberikan kemuliaan dalam kehidupan tetap bersemangat menyambut serangan Israel sebagai jalan kemuliaan. Warga sipil, laki-laki, wanita, lansia dan anak-anak jadi korban tidak berdosa. Gedung, jalan, jembatan serta infrastruktur pendukung kehidupan sedikit demi sedikit hancur dan berkurang. Dukungan dan bantuan kemanusiaan pun tetap tidak bisa masuk.

    Pengumpulan bantuan serta berbagi rasa bagi Gaza dari seluruh dunia siap menggelontor dari berbagi penjuru dunia. Beberapa pemimpin negara telah mengeluarkan pernyataan untuk membantu membangun Gaza….setelah berakhirnya penyerangan yang tidak tahu kapan berakhir…..akhirnya, roda perekonomian dunia kembali bergulir. Sudah dapat dipastikan siapa-siapa yang akan diuntungkan secara langsung ataupun tidak langsung atas kehancuran Gaza.

    Bahkan saat berlangsung penyerangan inipun sudah terjadi pergerakan roda ekonomi negara yang menjual alat perang kepada Israel. Walhasil terjadi aliran arus kas keuangan bagi negara yang memiliki cadangan mesin perang.

    Dapat kita bayangkan, berapa trilyun USD yang akan mengalir ke Gaza dari berbagai penjuru dunia sebagai bentuk solidaritas, dukungan bahkan atas nama pinjaman lunak. Sudah dapat dibayangkan apa selanjutnya yang terjadi barangkali rencana pemulihan krisis ekonomi Amerika dan global segera berjalan. Wallohu ‘alam…andai sang pemiliki kehidupan merencenakan lain.

    Tinggal satu pertanyan yang masih belum saya mampu menjawabnya…..kenapa harus GAZA….????

One thought on “Solusi Pemulihan Krisis Ekonomi Global

Comments are closed.