Tag Archives: Kajian

Jomblo Yang Dirindukan

Ada 3 hal yang telah ditetapkan Allah kepada setiap manusia yaitu Kematian, Jatah Rezeki, dan Jodoh. Sering kita mendengar, pertanyaan kepada jomblo “kapan kamu menikah?”. Jawabannya sama seperti “kapan kamu mati”.

Yah.. Kaidahnya sama Karena jodoh Dan kematian itu adalah perkara yang harus diserahkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Yang bisa kita lakukan adalah berdoa dan berikhtiar untuk mencari calonnya. Kuncinya adalah sabar dan yakin akan keputusan-Nya.

Telah ada sebaik baik kisah dalam Al-Qur’an, yang mengisahkan seorang pemuda, yaitu Nabi yusuf yang pada saat itu dihadapkan pada keadaan yang sangat menguji imannya, yaitu ketika zulaikha menggodanya untuk melakukan zina dengan peluang 99,9%, tapi nabi yusuf sabar dan menghindari hal itu, sampai akhirnya dengan kesabarannya dan keberaniannya meninggalkan hal buruk demi mendapat ridho Allah, Nabi yusuf malah mendapatkan lebih, beliau bisa menikahi zulaikha dengan kemuliaan.

Nah, supaya supaya jodoh kita benar-benar kita temukan, ada nih persiapan-persiapan yang harus kita lalui. Ada 5 persiapan dalam mencari jodoh, apa aja itu?

  1. Persiapan Ruhiyah

Persiapan mental kita menuju pernikahan adalah dengan membangun wacana yg benar, meletakkan paradigma yg proposional tentang sebuah organisasi bernama pernikahan. Bahwa ia tidak hanya berisikan sebuah keindahan dan segala hal yg menyenangkan semata. Akan ada ujian dan tanggung jawab besar disana. Terus gimana cara kita mempersiapkan mental kita?

Shalat tepat waktu dan meminta petunjuk kepada Allah subhanahu wa ta’ala, tenangkan hati dengan membaca Al-Qur’an. Jangan diremehkan, pada saatnya semua ini akan berpengaruh kepada kejiwaan kita. Ruhiyah yang baik akan mendorong kita ikhlas pada Allah subhanahu wa ta’ala

2. Persiapan Ilmu

Penting kita mempelajari ilmu psikologi perempuan Dan laki-laki, karena perempuan rumit Dan laki-laki juga rumit. Survey menunjukan bahwa angka perceraian terbesar pertama karena ketidak harmonisan. Maka dari itu kita harus saling mengenal satu sama lain. Semua hal berkaitan dengan pasangan kita baik laki-laki maupun perempuan harus dikenali oleh masing-masing pasangan.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” 
[QS. Al Hujuraat (49):13]

Terus apa solusinya? Taaruf!!! Taaruf itu hakikatnya seumur hidup, kita memperhatikan pasangan kita dan mencoba untuk lebih mengenal. Seperti pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang”

3. Persiapan Jasadiah

Ya… Persiapan diri kita, apakah kita sudah pantas untuk berkeluarga atau tidak. Baik laki-laki yang akan menjadi imam dikeluarganya maupun perempuan yang akan menjadi pendamping seumur hidup bagi suaminya.

ٱلْخَبِيثَٰتُ لِلْخَبِيثِينَ وَٱلْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَٰتِ ۖ وَٱلطَّيِّبَٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَٰتِ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَرِزْقٌۭ كَرِيمٌۭ

“Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu:Surga)” 
[QS. An Nuur (24):26].

Jadi, jika diri kita sudah baik, insyaallah kita akan mendapatkan pasangan yang baik pula.

4. Persiapan Mariah

Ingin menikah tapi belum bekerja? tunggu dulu…. salah satu syarat untuk menikah adalah kita haurs mampu, baik jasmani, Rohani, dan finansial. Berbicara tentang kapasitas/kemampuan kita punya terutama pekerjaan atau modal bekerja. Sebagaimana dijelaskan dalam Surat An-Nuur ayat 32 .

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahilah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”

Ikhtiar itu ibarat siti hajar yang lari lari kecil Dari bukit shafa ke marwah sebanyak 7 Kali(bolak balik) mencari air, Dan ternyata air ditemukan tidak di dua tempat itu tetapi di dekat kaki nabi Ismail

5. Persiapan Istimaiah 

Ketika Sudah berkeluarga berarti Sudah berpisah dengan orang tua, kepala keluarga dipegang oleh sang suami, kita harus mempelajari bagamana menjalin hubungan dengan mertua, saudara pasangan kita, dan lingkungan sekitar saat kita sudah berkeluarga. Hal ini bisa mempererat tali silaturahmi kita dan otomatis keharmonisan keluarga akan tercapai.

Jangan sampai kita menikah karena perempuannya Dan tidak menikah karena perempuannya.(tidak jadi ibadah karena manusia dosa). Perkara menikah itu mudah kita yang menyulitkannnya.
Jodoh itu di tangan Allah subhanahu wa ta’ala, minta lah kepada Allah subhanahu wa ta’ala

[Ta’lim Mahasiswa Geologi Cincay]

Jomblo yang Dirindukan

16 Maret 2017

Penentuan Agenda Media Massa dengan Perspektif Alquran

Assalamualaikum, akhi ukhti apa kabar ? Semoga sehat selalu yaa..

Alhamdulillah barakallah… kami dari tim media gema FTG Unpad menghadirkan kembali tulisan-tulisan yang insyaallah bermanfaat untuk dibacanya!!

Ayook simak berikut mengenai tulisan resume, lho kok resume ? Kaya tugas dari dosen aja ?

Yaa.. yang penting menebar kebaikan ada medianya, dakwah pun jalan yaa, allahuakbar!! Resume ini, diambil dari acara terbesar di gema yaitu GID (Geological Islamic Day) dalam lomba essay tingkat pelajar yang bersekolah di region Bandung, Jawa Barat.

 

Baiklah, quotes pertama dimunculkan seperti ini “Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh”, kira-kira akhi dan ukhti tau dari siapa quotes ini ?  ya, memang jika ilmu tanpa agama juga nantinya akan membawa kepada kesombongan karena tidak memikirkan, siapa yang telah memberikan ilmu sehebat ini, kepada seorang manusia. Lanjuutt…

Ilmu di dunia ini terbagi menjadi dua yaitu ilmu eksakta dan ilmu humaniora, perbedaannya ialah jika ilmu eksakta ini berasal dari filsafat alam sedangkan ilmu humaniora berasal dari filsafat humaniora. (Bakker, Anton: 1990). Salahsatu yang akan disampaikan dalam resume ini berupa, ilmu humaniora khususnya di bidang ilmu komunikasi. Memangnya ilmu komunikasi ini penting banget, ya ?  Tentu saja, dikarenakan jaman sekarang mudah sekali informasi tersebar seperti media sosial, yang beritanya entah berujung kepada kebenaran atau berujung kepada kebohongan, biasanya disebut hoax. Tapi, sebenarnya agama islam telah mengatur tentang cara berkomunikasi serta, tidak boleh berbohong dalam menyampaikan berita seperti yang tercantum dalam surat Ash-Shaff ayat 2 hingga 3, dengan artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuau yang tidak kamu kerjakan ? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.”

Allah saja membenci kepada orang yang melakukan hal tersebut, oleh karena itu sebagai umat manusia tidak boleh melakukan hal tersebut, menyebarkan fitnah atau berita hoax. Hal tersebut hanya membuat keresahan di masyarakat yang berujung tidak akan dipercaya oleh siapapun. Meskipun, pembicaraanya sekali-sekali pernah benar tetap tidak akan percaya selamanya. Yang rugi siapa ? Orang yang melakukannya lah!

Selain surat Ash-Shaff tadi, Allah memerintahkan kepada, hambanya dalam surat Al Isra ayat 53 yang artinya : Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku : “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan (suka) menimbulkan perselisihan diantara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.”

 

Dalam satu teori komunikasi yang dicetuskan oleh Mc Combs dan DL Shaw pada tahun 1972. Dengan intinya seperti ini bahwa media massa merupakan pusat penentuan kebenaran dengan kemampuan media massa untuk mentransfer dua elemen yaitu kesadaran dan informasi ke dalam agenda publik dengan mengarahkan kesadaran publik serta perhatiannya kepada isu-isu yang dianggap penting oleh media massa (Suparapto, Tomi: 2009).

Seperti kasus yang masih hangat bahkan sampai sekarang yaitu berita mengenai penistaan agama oleh ahok (4/11), ini merupakan fakta dari teori penentuan agenda tersebut serta, seluruh lapisan masyarakat tertuju pada kasus tersebut. Efek dari kasus ini, timbul demo anarkis yang beroknum mengatasnamakan islam berorientasi pada hal-hal anarkisme, padahal jika dikritisi dan diteliti beritanya, ternyata yang melakukan anarkis tersebut hanyalah preman-preman bayaran supaya mudah memprovokasi yang lainnya. Disini media massa dengan mudahnya merekam, dan menyebarluaskan berita tersebut. Allahuakbar ! jangan sampai umat islam mudah terprovokasi. Sebagai umat islam tentunya, dalam mendapatkan berita haruslah tersaring secara benar-benar, dan juga mengenai pemahaman terhadap penentuan agenda media massa yang tidak transparansi dalam memberikan informasi. Dalam Alquran surat Al Hujurat ayat ke 6 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.

Lalu, pada surat At Taubah ayat 96 juga, Allah memerintahkan kepada kita supaya teliti dan cermat dalam mendapatkan berita, yang artinya : “Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan kamu.”

Ada yang mengatakan bahwa “diam itu emas”. Memang, daripada kita menyebarkan berita hoax atau jadi juru fitnah, lebih baik diam jika tidak mengetahui sumbernya dan kebenarannya. Karena Allah pun, dalam Alquran senantiasa mengingatkan kepada umat manusia, supaya tidak berbohong,  kemudian berhati-hati dalam menerima berita dari seseorang agar nantinya tidak merugikan kepada orang yang menyebarkannya.

 

Kesimpulannya dengan media massa segala sesuatu mengenai berita bisa terekam, baik berita itu hoax atau benar, tentunya sebagai seorang muslim kita sudah dibekali perintah oleh Allah dalam Alquran­-Nya supaya benar-benar menyaring berita dan menentukan sumber serta kebenarannya. Jaman sekarang memang berbeda dengan dahulu, karena informasi dapat dengan mudah diakses disinilah kita berperan untuk menyaring dan memanfaatkan hal-hal positif untuk diteruskan dan disebarluaskan, sehingga umat manusia tidak merasa rugi dengan telah mengakses suatu informasi tersebut.

 

Sumber : Essay kompetisi Geological Islamic Day “PERSPEKTIF ALQURAN TERHADAP DAMPAK PENENTUAN AGENDA OLEH MEDIA MASSA KEPADA KHALAYAK”, Oleh Huurummaqsyuura (210510150078) Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor 2016.