Category Archives: Artikel

“…Ga sekarang?? Nanti Juga Lo Paham “

Pelajari dulu aja aqidah islam, nanti juga lo paham sendiri…
Kalau sejatinya diri lo butuh Allah…butuh islam…

Baca dan pelajari dulu aja alqur’an, nanti juga lo ngerti sendiri…
Kalau sebenernya petunjuk dan hidayah yang lo cari itu ada pada wahyu-Nya…
Ga perlu cari kemana-mana lagi…

Lakukan dulu aja sunnah rasul, nanti juga lo tahu sendiri…
Kalau sunnah itu cara efektif bikin lo dekat dengan Allah dan kekasih-Nya…
Dekat dengan kebahagiaan yang dicari dan juga surga-Nya…

Patuhi dulu aja apa yang Allah mau, nanti juga lo paham sendiri…
Bagaimana Allah memuliakan dan melindungi lo dengan agama..
Kenapa islam memerintahkan untuk ini-itu ataupun berhijab secara benar…
Kalau hijab itu bukan rantai, tapi perisai..
Kalau kenyamanan dan keamanan lo itu dari pakaian iman..

Jangan ribet perihal waktu karena ia ga pernah menunggu, pertanggungjawaban-lah yang menunggu…
Jangan ragu lagi…
Karena lo udah tahu dan yakin itu perintah yang benar..
Susah? berat? tenang…nanti juga ringan kalau lo paham..

Ya, nanti juga lo paham..
Kalau keimanan itu indah dan nikmat..
Ini perihal waktu, niat dan juga ikhtiar…
So, jangan berhenti ditengah jalan
jangan berhenti melangkah benar..
Jangan berputus asa dan merasa begitu hina untuk kembali, padahal Allah maha pengampun…
Jangan merasa tidak pantas, sedangkan Allah tidak pernah menolak hamba yang berserah diri pada-Nya…

Karena Allah bilang…
“Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata mata (karena menjalankan) agama, Dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, dan yg demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah : 5)

“…Tuhan-mu tidak meninggalkan engkau dan tidak (pula) membencimu… Dan Dia Mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia Memberikan petunjuk. Dan Dia Mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia Memberikan kecukupan…” (QS. Ad-Dhuha : 3, 7-8)

Tak apa, nanti juga lo paham , stay true…

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

YUK MENGENAL SHAHABAT NABI ﷺ PART 3

Kembali lagi nih!

Setelah membahas tentang keutamaan Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه  , dan juga kita telah membahas tentang kemuliaan Umar bin Khattab  رضي الله عنه. Selanjutnya ada lagi nih sahabat nabi yang terkenal paling lembut, Dialah Utsman bin Affan رضي الله عنه

Utsman bin Affan adalah salah seorang yang paling pertama menerima Islam, beriman kepada Nabi ﷺ, dan mendukung perjuangan beliau ﷺ. Disebutkan bahwasanya Utsman bin Affan adalah laki-laki keempat yang menerima dakwah Islam.

Utsman adalah Pribadi Yang Mulia

Pada saat Perang Badar, istri Utsman, putri Nabi ﷺ, Ruqayyah, menderita sakit parah. Utsman tinggal di Madinah untuk menemani istrinya yang sakit. Karena itulah ia tidak turut serta dalam Perang Badar. Pelajaran bagi kita, seorang tokoh besar dan berpengaruh di masyarakat, Utsman bin Affan, setia menemani istrinya di hari terakhir. Ia adalah seorang laki-laki baik yang penuh kasih dan manusia penyayang. Sesampainya kabar kemenangan kaum muslimin di Badar, saat itu pula Ruqayyah telah meninggal dan telah dimakamkan.

Utsman Sahabat nabi yang Lembah lembut dan pemalu
Diriwayatkan, Pada suatu hari, Rasulullah ﷺ. tidur terlentang, sedang kedua betisnya terbuka. Abu bakar dan Utsman meminta masuk dan beliau tetap membiarkan betisnya terbuka. Tatkala Utsman meminta izin untuk masuk, beliau langsung menutup betisnya dan berkata Ketika Utsman pergi, “Apakah aku tidak merasa malu dengan seorang laki-laki yang para malaikat merasa malu?”[1] Betapa agung dan terhormat laki-laki ini, bahkan p

ara malaikat surga pun menaruh penghormatan khusus padanya.

Kedermawanan Seorang Utsman

Utsman bin Affan adalah figur sahabat yang memiliki kedermawanan luar biasa. Sebelum datangnya risalah Rasulullah ﷺ, beliau telah menekuni perdagangan hingga memiliki kekayaan. Setelah cahaya Islam terpancar di muka bumi, harta tersebut beliau infakkan untuk menegakkan kalimat Allah.

Sumur Ar-Rumah…

Tahukah Anda, apa itu sumur Ar-Rumah? Sumber air Madinah yang beliau beli dengan harga sangat mahal sebagai wakaf untuk muslimin di saat mereka kehausan dan membutuhkan tetes-tetes air. Rasulullah ﷺ menawarkan jannah bagi siapa yang membelinya. Utsman pun bersegera meraih janji itu.
Selain itu Sosok yang mulia ini, tidak pernah berat untuk berinfak di jalan Allah, berapapun besarnya harta yang diinfakkan. Beliau bahkan keluarkan seribu dinar (emas) guna menyiapkan Jaisyul ‘Usrah, pasukan perang ke Tabuk, yang berjumlah tidak kurang dari 30.000 pasukan. Seraya membolak-balikan emas yang Utsman z infakkan, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ الْيَوْمِ
“Tidaklah membahayakan bagi Utsman apapun yang dia lakukan sesudah hari ini.” (Karena sesungguhnya dia telah diampuni)[2]

Capaian di Masa Kekhalifahan

Ketika Umar bin Al-Khattab terbunuh, kemudian Setelah dua hari bermusyawarah dan setelah memastikan pendapat kaum muslimin di Madinah, pilihan pun dibuat, kaum muslimin Madinah berjanji setia (baiat) kepada Khalifah Ketiga, Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu.
Selama paruh pertama pemerintahannya, dunia Islam menikmati perdamaian internal, ketenangan, dan kemakmuran ekonomi.
Kontribusi paling menonjol di masa kekhalifahan Utsman adalah penyeragaman bacaan Alquran. Karena populasi muslim tersebar di wilayah yang luas, banyak orang dari budaya lain di negeri nan jauh yang masuk Islam, kebutuhan untuk menyeragamkan bacaan Alquran pun tak bisa ditawar. Alquran dibaca dengan dialek dan bahasa yang sama.
Saat itu Utsman menduplikasi satu satunya Salinan Al-Quran kemudian salinan yang baru dikirim ke berbagai negara Islam yang baru. Alquran tersebut dijadikan pedoman untuk membaca, belajar, menghafal, dan mengajarkan Alquran.

Prestasi besar lainnya adalah Utsman membuat angkatan laut muslim pertama. Ekspedisi militer muslim di laut berlayar untuk pertama kalinya di bawah kekhalifahan Utsman. Pasukan tersebut dipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه.
Utsman bin Affan adalah sosok yang tak habis untuk diceritakan dan dikagumi. Untuk lebih mengenal beliau, silahkan membaca artikel-artikel kisahmuslim.com yang lain, yang memuat tentang beliau, Dzun Nurain, Utsman bin Affan رضي الله عنه.

[1]Hadits Muslim Nomor: 2401
[2]Hadits Tirmidzi Nomor 3634

Sumber

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Utsman bin Affan


https://www.hadits.id/keutamaan-utsman-bin-affan-radhiallahu-anhu—.Hyola-0zKG

‘UTSMAN BIN ‘AFFAN TELADAN KETEGUHAN MEMEGANG AS-SUNNAH

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

Apa Makna “Mengelola Waktu”?

Saudara-saudaraku, menurutmu apa persepsi “pandai mengelola waktu”? Apakah orang yang pandai mengelola waktu adalah orang yang waktunya habis untuk menekuni pelajaran-pelajaran kuliah? Ataukah orang yang sibuk bekerja dan mendapat uang yang banyak? Ataukah orang yang sibuk berorganisasi? Ataukah mereka yang lelah dan letih berpeluh berkeringat semata-mata untuk dunia?

Semoga jawabanmu bukan itu. Jika jawabanmu seperti itu, maka mari kita simak penjelasan berikut ini:

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam memgang pundakku, lalu bersabda, ‘Jadikanlah engkau di dunia ini seakan-akan sebagai orang asing atau pengembara.’” Lalu Ibnu `Umar radhiyallahu `anhu berkata, “Jika engkau di waktu sore, maka janganlah engkau menunggu pagi, dan jika engkau di waktu pagi, maka jangnlah menunggu sore, dan pergunakanlah waktu sehatmu sebelum engkau sakit dan waktu hidupmu sebelum kamu mati.” (HR. Bukhari).

Seorang ulama yaitu Ibnu Daqiq Al-`Id menjelaskan hadits tersebut dengan sangat indah, Kalimat “pergunakanlah waktu sehatmu sebelum engkau sakit” adalah perintah kepada kita untuk memanfaatkan kesehatan kita dan berusaha dengan penuh kesungguhan selama masa itu, karena khawatir bertemu dengan masa sakit yang dapat merintangi usaha untuk beramal. Begitu pula “waktu hidupmu sebelum engkau mati” mengingatkan agar memanfaatkan masa hidup kita, karena barangsiapa mati, amalnya terputus dan angan-angannya lenyap, serta akan muncul penyesalan yang berat karena kelengahannya meninggalkan kebaikan. Hendaklah ia menyadari bahwa ia akan menghadapi masa yang panjang di alam kubur, sedangkan ia tidak dapat beramal dan tidak mungkin dapat beribadah kepada Allah lagi di alam kubur. Oleh karena itu, hendaklah ia memanfaatkan seluruh masa hidupnya itu untuk berbuat kebajikan.

Ali bin Abi Thalib berkata, “Dunia berjalan meninggalkan (manusia) sedangkan akhirat berjalan menjemput (manusia) dan masing-masing mempunyai penggemar, karena itu jadilah engkau penggemar akhirat dan jangan menjadi penggemar dunia. Sesungguhnya masa ini (hidup di dunia adalah masa beramal bukan masa pembalasan, sedangkan esok (hari akhirat) adalah masa pembalasan bukan masa beramal. Seseorang hendaknya mempersedikit angan-angannya karena takut ajalnya akan datang dengan tiba-tiba serta selalu ingat bahwa ajalnya telah dekat. Barang siapa yang mengabaikan ajalnya, maka patutlah dia didatangi ajalnya degan tiba-tiba dan diserang ketika ia dalam keadaan terpedaya dan lengah, karena manusia sering terpedaya oleh angan-angannya akan (kesenangan dunia).”

Wahai saudara-saudaraku, bagaimana tanggapanmu setelah membaca penuturan Ibnu Daqiq Al-`Id di atas. Semoga kini pandanganmu tentang hidup dan waktu telah berubah. Ya, engkau benar, bahwa modal yang dikaruniakan Allah kepada kita berupa waktu haruslah kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk mengejar akhirat.

Meskipun demikian, bukan berarti kita sama sekali tidak mengurusi dunia kita. Akan tetapi, kita mengurusinya sebatas kebutuhan dan jangan sampai seumur hidup kita habis untuk mencari uang. Padahal makan dan minum, tempat tinggal, pakaian, dan kebutuhan hidup telah tercukupi. Jangan pula kita habiskan hidup ini untuk mengejar jabatan, kedudukan, karir dan prestasi duniawi, sedangkan persoalan mendasar dalam agama justru kita sepelekan. Sungguh merupakan pengaturan waktu yang buruk ketika seorang muslim menghabiskan hampir seluruh waktunya dalam sehari untuk dunia sedangkan waktu untuk mengurusi akhiratnya hanya dia sisihkan dari sisa-sisa waktu yang terselip.

[GEMA Syabab Al-Ghaits 2017]

Keutamaan Shalat Dhuha yang luar biasa

Assalamu’alaikum Sahabat muslim….

Banyak yang belum mengetahui nih keutamaan dan mukjizat dari shalat Dhuha, sehingga masih banyak yang melalaikannya. Memang shalat dhuha termasuk shalat sunnah, tetapi jika kita memahaminya dan mengetahui keutamaan shalat dhuha, ternyata sangat luar biasa sekali manfaatnya loh sahabat. Nih kita lihat apa saja sih keutamaan shalat dhuha itu?

  1. Dengan shalat dhuha, kita sudah bersedakah sampai 360 persendian

Sebagaimana dijelaskan dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no.  720).

Nah, dalam dunia kesehatan pun sudah dibuktikan bahwa manusia memiliki total persendian di dalam tubuhnya sebanyak 360 buah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam pernah bersabda:

إِنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إِنْسَانٍ مِنْ بَنِى آدَمَ عَلَى سِتِّينَ وَثَلاَثِمَائَةِ مَفْصِلٍ

Sesungguhnya setiap manusia keturunan Adam diciptakan dalam keadaan memiliki 360 persendian” (HR. Muslim no. 1007).

Hadits ini menjadi bukti selalu benarnya sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nah, munkina kita berfikir bagaimana caranya kita bersedekah dengan persendian kita? Jawabannya adalah Shalat dhuha.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَبِى بُرَيْدَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « فِى الإِنْسَانِ سِتُّونَ وَثَلاَثُمِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً ». قَالُوا فَمَنِ الَّذِى يُطِيقُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « النُّخَاعَةُ فِى الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوِ الشَّىْءُ تُنَحِّيهِ عَنِ الطَّرِيقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ

Manusia memiliki 360 persendian. Setiap persendian itu memiliki kewajiban untuk bersedekah.” Para sahabat pun mengatakan, “Lalu siapa yang mampu bersedekah dengan seluruh persendiannya, wahai Rasulullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas mengatakan, “Menanam bekas ludah di masjid atau menyingkirkan gangguan dari jalanan. Jika engkau tidak mampu melakukan seperti itu, maka cukup lakukan shalat Dhuha dua raka’at.” (HR. Ahmad, 5: 354. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih ligoirohi)

  1. Kemudahan segala urusan pada hari tersebut

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ

Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.” (HR. Ahmad (5/286).

Hadits ini mengandung pengertian bahwa shalat Dhuha akan menyelematkan pelakunya dari berbagai hal yang membahayakan. Bisa juga dimaksudkan bahwa shalat Dhuha dapat menjaga dirinya dari terjerumus dalam dosa atau ia pun akan dimaafkan jika terjerumus di dalamnya. Atau maknanya lebih luas dari itu Jadi, intinya segala urusan kita setelah melakukan shalat dhuha, insyaallah akan diberikan kemudahan jalan oleh allah Subhanahu wa ta’ala.

  1. Pahala Umrah dan Haji yang sempurna

Pahala shalat dhuha setara dengan pahala haji dan umrah yang sempurna. Kok bisa? Ya bisa dong….

Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna.” (HR. Tirmidzi no. 586. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

  1. Dilancarkannya pintu Rezeki

Shalat Dhuha merupakan ghanimah terbanyak, apa itu ghanimah?

Ghanimah adalah istilah untuk menyebutkan harta rampasan perang. Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendengar para sahabatnya membicarakan tentang ghanimah, maka beliau menunjukkan amal yang lebih banyak dari pada ghanimah-ghanimah itu :

مَنْ تَوَضَّأَ ثُمَّ غَدَا إِلىَ الْمَسْجِدِ لِسَبْحَةِ الضُّحىَ، فَهُوَ أَقْرَبُ مَغْزىً وَأَكْثَرُ غَنِيْمَةً وَأَوْشَكُ رَجْعَةً

“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).

Hadist ini memiliki makna tentang keberkahan rezeki. Bahwa siapa yang mengamalkan shalat dhuha, ia mendapatkan lebih banyak dari harta rampasan perang; baik dalam hal kuantitas harta atau keberkahannya.

Itulah beberapa keutamaan Shalat Dhuha. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan taufiq dan hidayahnya bagi kita agar merutinkan salah satu sunnah yang sangat luar biasa ini

[GEMA Syabab Al-Ghaits 2017]