All posts by gemaunpad

[ J U M B O ! ]

Assalamu’alaikum … hai haii yang disana, pada suka porsi jumbo ga??

So pasti, kalo pesen makanan jumbo tu kayak dapet plus plus gitu kan yah, lebih kenyang apa lagi yang menyandang status mahasiswa..hehe

Kalo nge-jumbo-in makanan ya perut yang kenyang…tapi kalo mau ngenyangin hati berarti butuh yg namanya…..sesuatu yg ntap soul jugaa…

Yuk mending kenyangin hati sama nutrisi yang baik dan juga berkah dengan kemanfaatannya, terkhusus buat ciwi2 Muslimah ada suguhan ‘jumbo’ nih dari Azzahra yaitu dengan tema “Representative of Muslimah” yg bakal diadakan pada…

Hari/tgl : Jumat, 20 April 2018
waktu : 11.15 – 13.00
Tempat : Mushalla Lantai 3 Gedung Akademik 2 FTG
Pembicara: Hana Nur Aini

InsyaAllah kita bakal nambah nutrisi iman dan jiwa bareng2 disinii tentang kemuslimahan dan jadiin hari jumat mu terisi dengan hal2 baik dan penuh berkah…
Yuk ditunggu yang mau dapat nutrisi plus plus buat jiwa..

#jum’atbarokah
#RepresentativeofMuslimah
#KeputrianAzzahra

______________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ 27 D E R A J A T ]

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum ukhti fillah,

Udah pada sholat belum??
Sholatnya berjama’ah atau sendiri-sendiri? Ke Masjid atau dirumah nih?

Nah loh sebenernya seorang wanita boleh ga sih ke masjid?
Bisa ga sih berjama’ah atau gimana yah??
Bisa jadi imam ga??

Simak yu yang satu ini..

Ukhti fillah siapa sih yang gamau sholat berjama’ah? Keuntungannya sangat luar biasa, sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

“Sholat berjama’ah itu lebih utama daripada sholat sendirian dengan perbedaan dua puluh tujuh derajat”
•Hadits Muslim No 650•

Bagi kaum wanita dibolehkan untuk menghadiri sholat berjama’ah di masjid, jika dipandang aman dari fitnah dan tidak dikhawatirkan adanya gangguan, berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW :

“Janganlah kamu melarang para wanita dari hamba-hamba Allah mendatangi masjid-masjid Allah ”
•Hadits shahih dari Abu Dawud No 565•

Adapun syarat yang perlu dilaksanakan ketika hendak ke mesjid bagi seorang wanita, yaitu tidak memakai minyak wangi ketika hendak ke mesjid sesuai sabdanya:

“(ketika pergi ke masjid), hendaklah meraka tidak memakai minyak wangi”
•Hadits shahih dari Ahmad No. 9362•

” Wanita manapun yang memakai wewangian, maka hendaklah ia tidak hadir bersama kami dalam melaksanakan Sholat Isya (berjama’ah)”
•Hadits Muslim No. 444•

Akan tetapi sholatnya Wanita lebih utama apabila dikerjakan dirumahnya, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:

“Rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”
•Hadits Abu Dawud No.567•

Lalu bagaimana yaa ukhti apakah seorang wanita bisa menjadi imam???

Nah, seorang wanita sah mengimami sholat para wanita, dan ia berdiri di tengah-tengah mereka. Karena Nabi Muhammad SAW telah mengizinkan Ummu Waraqah binti Naufal mengangkat seorang muadzin dirumahnya sehingga ia dapat menunaikan sholat berjama’ah bersama anggota rumahnya.
•Diriwayatkan oleh Abu Dawud No.591. Hadits shahih•

Jadi gimana ukhti?? Masih mau sholat sendirian? Masih mau ketinggalan 27 derajat? Mending ajak temen temen ketika dikampus untuk berjama’ah bersama atau ketika di kostan ajak teman kost’annya untuk berjama’ah bersama, atau pada keadaan apapun, agar kita bisa mendapatkan pahala yang berlipat.

Referensi:
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza ‘iri dalam buki Minhajul Muslim

#SyiarMuslimahAz-Zahra
#SholatBerjama’ahKuy
#GeologistMuslimAssociation

KISAH NABI YAQUB AS

[PART 1]

Teman-temanku…
Kita akan memulai kisah mengenai Nabi Ya’qub Alaihissalam, dari sejak beliau lahir hingga dia menemukan pujaan hatinya…
Dikisahkan, Nabi ishaq menikah pada usia yang agak tua sekitar 4o tahun, Istrinya bernama Rifqa binti Batwayil. Menurut para tabib masa itu adalah wanita yang mandul. Meskipun demikian Nabi Ishaq menikahinya sebab akhlaknya yang mulia. Memiliki istri yang mandul tidak membuat Nabi Ishaq patah semangat. Kisah orang tuanya Nabi Ibrahim dan ibunya yang lama tidak mempunyai putra dan karena ibunya divonis mandul tetapi kemudian di beri Allah anak membuat Nabi Ishaq yakin bahwa vonis manusia bukanlah hal yang harus ditakuti.
Nabi Ishaq yakin jika waktunya tiba maka Allah pasti akan memberi mereka anak yang sholeh yang akan jadi penyejuk mata hati mereka.
Dengan kesabaran dan kesungguhan Nabi Ishaq terus berdoa kepada Allah supaya diberi nama pun demikian dengan sang istri. Tiada henti bermunajat kepada Ilahi Robi di waktu pagi dan malam hari.
Kesabaran Nabi Ishaq berbuah manis. Sang istri yang divonis mandul ternyata hamil dan setelah 9 bulan kemudian lahirlah anak kembar dari rahimnya. Dua orang anak yang tampan dan lucu. Nabi Ishaq memberi namanya Al Aish sang kakak dan Ya’qub sang adik.
Dua orang pemuda kembar tumbuh dibawah pengawasan Nabi Yang ‘aliim. Ke dua-duanya mempunyai akhlak yang baik. Nabi Ishaq sangat sayang kepada ke dua orang putranya, apalagi kepada Al Aish, karena Aish sebagai anak tua punya hak untuk mengurus mereka lebih lanjut. Secara temperamen, Ya’kub lebih lembut dan sopan, agak berbeda dengan sang kakak yang tegas. Kesantunan dan perhatian yang tulus dari Nabi Ya’kub sangat menyentuh hati Rifqa sang ibu, sang ibu berdoa kepada Allah semoga Ya’kub mendapat berkah dari doa suaminya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Nabi Ishaq pun semakin berusia lanjut, matanya tidak terlalu awas lagi. Sekarang segala keperluannya diurusi oleh si sulung anaknya Al Aish. Aish selalu menjaga makan minum bapaknya. Sehabis berburu atau pergi dari luar. Aish selalu menyempatkan diri untuk mengurus sang ayah.
Ya’kub sebagai anak yang sangat penyayang, juga sangat ingin mengurus keperluan sang ayah. Tetapi nabi Ya’kub menyadari sang kakak kembarnya sudah menyanggupi untuk mengurus ayahnya sendiri dan tidak mau digantikan oleh Ya’kub. Rupanya keinginan Ya’kub untuk berkhidmat kepada Nabi Ishaq dikabulkan oleh Allah SWT. Suatu ketika Rifqah, sang ibu meminta Ya’kub meyiapkan hidangan dan mengantarkannya ke ayahnya. Alangkah bahagianya Ya’kub. Dengan penuh kehati-hatian disiapkannya masakan untuk ayahnya. Setelah siap Ya’kub datang dan menemui ayahnya Nabi Ishaq. Kedatangan Ya’kub disambut bahagia oleh Nabi Ishaq. Dipeluknya sang anak dan diusap rambut dan bajunya. Ya’kub sangat gembira. Dengan bibir yang tidak pernah berhenti berdzkir mulailah Nabi Ya’kub menyuapi sang ayah. Ketulusan hati Ya’kub dan ketelatenannya dalam mengurusi Nabi Ishaq telah menembus relung hatinya yang paling dalam. Dengan ilmu yang Allah karuniakan kepadanya, sadarlah Nabi Ishaq kalau Ya’kub inilah yang kelak dipilih Allah untuk menggantikan dirinya meneruskan estafet perjuangan bapaknya untuk berdakwah mengajak manusia kembali ke jalan Allah SWT. Dengan tulus ikhlas Nabi Ishaq mengusap kepala Nabi Ya’kub AS dan mendoakannya agar Allah lebihkan dia dari saudara-saudaranya dari keturunannya lahir banyak Nabi dan Raja yang mulia untuk kalangan umat manusia.
Teman-temanku …
Betapa bahagianya Ya’kub mendengar doa dari bapaknya. Kemudian setelah selesai menyuapi sang bapak, dengan takzim diciumlah tangan ayahnya dan berlalulah Ya’kub dari hadapannya. Rupany doa yang diucapkan oleh Nabi Ishaq untuk Ya’kub terdengar oleh Al’ Aish sang kakak. Dirinya merasa kecewa dan iri , padahal menurutnya dialah yang lebih berhak diutamakan dari saudaranya yang lain karena dia yang paling payah dalam mengurus ayahnya selama ini.
Ai Aish dan Ya’kub memang selama ini kurang akur. Watak keduanya memang agak berbeda. Kedekatan Ya’kub kepada ibu membuat kakaknya Al’Aish cemburu dan iri hati. Al ‘Aish menganggap orang tuanya pilih kasih terhadap dirinya.
Kebencian Al Aish semakin menjadi-jadi manakala dia mengetahui bahwa Ya’kublah yang didoakan oleh sang ayah agar lebih unggul disbanding saudara-saudaranya dan keturunannya menjadi nabi dan raja yang mulia. Ibilis sang penggoda melihat peluang besar, maka tanpa kenal lelah iblis dan keturunannya syetan terus menghasut Al ‘Aish untuk membalas dendam kepada Ya’kub.

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ KISAH DUA WANITA PENGGENGGAM IMAN ]

Dua wanita Penggenggam iman ini adalah sebutan yang pantas untuk Asiyah dan Siti Masyitoh.

Awalnya bermula saat Masyithoh sedang duduk menyisiri rambut anak perempuan Fir’aun seperti aktivitasnya sehari-hari. Suatu hari, sisir yang digunakannya itu terjatuh, dan ia pun spontan mengucap, “Celakalah orang yang kafir kepada Allah.”Maka anak perempuan Fir’aun itu bertanya kepada Masyithoh, “Apakah engkau punya Tuhan selain ayahku?” Masyithoh pun mencoba menjawab dengan mantap, “Tuhanku, Tuhan ayahmu dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah.”

Sebagai manusia yang mengaku-ngaku Tuhan, Fir’aun langsung memerintahkan agar Masyithoh ini ditangkap. Fir’aun dengan angkuh bertanya, “Apakah engkau menyembah Tuhan lain selain aku?” “Ya. Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah, dan hanya kepadaNya aku menyembah,” tegas Masyithoh dengan tenang. Mendengar jawabannya itu sang penguasa Mesir Kuno ini murka. Lalu Fir’aun menyiksanya dengan mengikat kedua tangan dan kedua kakinya pada pasak-pasak. Hal ini juga sengaja dijadikan tontonan warga Mesir. Para algojo istana pun melepaskan ular-ular berbisa untuk mengerumuni tubuh Masyithoh. Penyiksaan itu berlangsung lama.

Suatu hari Fir’aun datang melihat keadaannya dan berkata, “Apakah engkau hendak kembali (murtad) dari keyakinanmu itu?” Tetapi Masyithoh itu justru menjawab: “Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah.” Fir’aun pun akhirnya mengancam akan menyiksa dan membunuh anak-anak Masyithoh. “Sungguh aku akan menyembelih anak laki-lakimu yang sulung di hadapanmu jika engkau tak mengindahkan apa yang kuperintahkan,” “Laksanakanlah apa yang ingin engkau putuskan,” ujar Masyithoh. Akhirnya Fir’aun pun menyembelih anak laki-laki Masyithoh, di hadapan ibunya sendiri. Hal ini dilakukan juga kepada anak-anak Maisitoh yang lain. Allah Maha Penyayang, tidak lama setelah wafat, ruh anaknya pun berkata“Duhai Ibu, bergembiralah, sesungguhnya bagimu di sisi Allah ada pahala yang besar,” Siksaan demi siksaan selama berhari-hari akhirnya membuat jasad Masyithoh terbujur kaku.

Saat Masyithoh disiksa, diam-diam Asiyah istri Fir’aun ternyata mendengar pembicaraan Masyithoh dengan ruh kedua putranya. Akhirnya Asiyah pun memutuskan mantap beriman. Peristiwa kemenangan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam menghadapi para tukang sihir istana menjadi wasilah tertampaknya keimanan Asiyah di mata Fir’aun. Asiyah bertanya ke seorang pembesar istana, “Siapakah yang menang (dalam pertandingan itu)?” Maka dikatakan kepada Asiyah, “Yang menang adalah Musa dan Harun.” Lalu ia mantap bersaksi dengan lantang, “Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun.”
Tidak kalah dengan Masyithoh, Asiyah pun Allah kuatkan menampakkan keimanannya.

Sekarang istrinya sendiri tidak mau menyembahnya. Fir’aun pun meminta pendapat para pembesar kerajaan, “Bagaimanakah pendapat kalian tentang Asiyah binti Muzahim?” Maka sama seperti Masyithoh sebelumnya. Asiyah diikat kedua tangan dan kakinya ke empat pasak. Asiyah berdo’a kepada Allah. “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga.” (QS At-Tahrim: 11)

Do’a ini pun diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Mukjizat terbesar yang akan memandu umat manusia hingga akhir zaman. Allah sendiri yang mengabadikan do’a Asiyah.

Dua wanita yang mempersembahkan darah, tubuh dan jiwanya kepada Allah.

Allah Sang Maha Hidup telah berjanji, “Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik” (QS Ali Imran: 195)

Wallahu’alam.

Referensi:
Ilham Martasyabana – Kisah Haru Asiyah dan Siti Masyitoh, Dua Wanita Penggenggam Iman

#SyiarMuslimah
#Az-ZahraGEMA
#GeologicalMuslimAssociation
#marimenjadimuslimahteladan

[ Hikmah Isra’ Mi’raj ]

1. Bersihkan Jiwa Raga untuk Menghadap Allah SWT

Diriwayatkan, sebelum Isra Mi’raj, Nabi SAW “dibedah” oleh malaikat untuk membersihkan jiwanya dari sifat-sifat buruk.

Itu menunjukkan, sebelum menghadap Allah SWT untuk menjalankan ibadah, kita harus membersihkan dulu jiwa-raga kita, niat-hati dan jasmani, dari segala kotoran atau najis, dari niat yang tidak ikhlas, dan dari pemahaman-pemahaman yang sesat. Ibadah akan mardud atau tidak sah bila niat kita tidak ikhlas, dinodai bid’ah atau tidak didasari ilmu (QS. Al-Bayyinah: 5, Al-Hajj: 37, Al-Isra: 36 & 84, Al-Ma’un: 6).
Lebih luasnya, kebersihan jiwa-raga adalah suatu keharusan manakala kita menghadap Allah SWT di akhir kelak. Karena, al-Islaamu nazhifun, fatanazh zhafu fa innahu laa yadkhulul jannata illa nazhiif (Islam itu bersih, maka bersihkanlah jiwa-ragamu, karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang bersih). Tentu saja, untuk kebersihan itu, “celupan”-nya (shibghah) adalah Islam.

2. Dakwah Perlu Pelindung, Tidak Bisa Sendiri

Ketika Abu Thalib dan Siti Khadijah meninggal dunia, Nabi SAW merasa sedih luar biasa, sehingga tahun itu dinamakan Amul Hazn (Tahun Kesedihan).

Itu menunjukkan, dalam berdakwah orang perlu pelindung, pendukung, atau pemacu semangat. Seorang dai perlu tema natau pendamping. Siti Khadijah merupakan simbol seorang istri atau wanita yang menunjang perjuangan suami dalam berdakwah.

3. Bukti Kekuasaan Allah SWT

Dalam QS. 17: 1 Allah SWT menyatakan, Isra’ Mi’raj bertujuan antara lain untuk memperlihatkan sebagian ayat atau tanda (bukti) kekuasaan-Nya.

Hal itu merupakan sinyal, kita pun harus memperhatikan ayat-Nya sehingga keimanan akan eksistensi dan kekuasaan Allah SWT tertanam kuat dalam diri. Ayat-ayat itu meliputi ayat qauliyah (firman Allah yang terhimpun dalam Alquran) dan ayat kauniyah (segala ciptaan Allah SWT).

4. Peduli Al-Aqsha

Salah satu tempat yang terkait dengan Isra’ Mi’raj adalah Masjid Aqsha. Setidaknya, momentum peringatan Isra’ Mi’raj kali ini dapat dijadikan momentum bangkitnya kepedulian terhadap nasib Al-Aqsha dan Muslim Palestina. Apalagi ada sinyal kaum Zionis hendak meruntuhkan masjid tersebut dan melenyapkan simbol-simbol Islam di Jerusalem.

5. Shalat Tiang Agama Islam

“Oleh-oleh” utama Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat. Shalat adalah satu-satunya kewajiban dan menjadi kebutuhan umat Islam yang amar-nya diturunkan langsung oleh Allah SWT.

Hal itu menunjukkan betapa tingginya posisi ibadah shalat. Wajar, kalau kemudian shalat, sebagaimana tersebut dalam sejumlah hadis Nabi SAW, shalat merupakan:
– “Tiang agama”, akan runtuh keislaman seseorang jika meninggalkan atau tidak mendirikan shalat.
– Shalat merupakan penentu diterima-tidaknya amal saleh seseorang serta menjadi ibadah paling utama dalam Islam.
– Shalat juga merupakan amal perbuatan yang pertama kali dihisab di akhirat dan menentukan baik-buruknya amal seseorang.
– Shalat merupakan pembeda antara umat Islam dan kaum kafiri Penentu kebaikan dan keburukan amal seseorang (QS. 29: 45, 70: 19-23)
– Shalat merupakan manifestasi inti akidah Islam (tauhid).

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

MAU DO’A MAQBUL? KUY PERBAIKI CARA BERDO’A.

Coba bayangkan seandainya tiba-tiba ada orang mendatangi anda, dan langsung meminta uang dengan cara yang tidak sopan… Dia tidak memanggil nama anda dengan santun, tidak memiliki tata krama… Bagaimana perasaan anda? Iba atau kezel?
Nah, jika anda sadar betul akan jawaban pertanyaan di atas, andapun pasti yakin bahwa anda tidak boleh bergaya preman kampung macam itu kepada orang lain! Setuju, masbro?
Apalagi kepada Allah…. tentu sangat tidak boleh!
Berlaku sopanlah dalam meminta kepada Allah! Sebutlah nama-Nya dengan santun, gunakan tata krama yang baik. Jangan langsung to the point meminta. Mengapa doa kita tumpul? Salah satunya karena tingkah kita sendiri yang tidak beradab dalam meminta.
Mari perbaiki cara berdoa kita agar lebih maqbul. Lantas, bagaimana tata cara berdoa yang baik berdasarkan Al Quran dan hadits? Inilah jawabannya:
1. Mulailah dengan basmalah
2. Memuji Allah
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya” (An Nashr:3). Dalam ayat ini, Allah memberikan petunjuk agar kita memuji-Nya sebelum menyampaikan maksud doa yang kita panjatkan. Memuji Allah ialah dengan mungucapkan “Alhamdu lillaahi robbil aalamiin” (segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam), atau dengan redaksi lainnya.
3. Bershalawat untuk Nabi
Dari Annas bin Malik: “Tidaklah seseorang berdoa, kecuali antara dia dan langit ada hijab, sampai dia bershalawat kepada nabi”.
Jadi, bershalawat kepada Nabi sangat penting untuk membuka hijab (tirai) agar doa kita sampai pada Allah azza wa jalla. Bershalawat atas Nabi misalnya membaca “Allahumma shalli ala (sayyidinaa) Muhammad” atau dengan redaksi lain yang anda sukai.
4. Sebutlah nama-Nya dengan santun (dengan asmaul husna)
“Dan Allah memiliki asmaul husna, maka berdoalah dengan menyebut asmaa-ul husna itu “(QS Al Araf : 180).
Contoh membaca asmaul husna dalam berdoa:
• Ya Allah, ya ROZAK berilah kami rizki yang halal
• Ya GHOFUR… ampunilah kami
• Robbanaa innaka anta SAMIIUL ‘ALIIM watub alaina innaka anta TAWWAABU RAHIIM
5. Menyebutkan maksud yang diminta
Point ke-5 ini adalah inti dari doa (permintaan) kita
6. Tutup doa dengan shalawat Nabi, memuji Allah, dan Amin
Washallallahu ala (sayyidinaa) Muhammadin, walhamdulillaahi rabbil aalamiin. Amin.
Contoh redaksi doa singkat berdasarkan urutan poin-poin di atas:
(1) Bissmillahirrahmaanirrohiim
(2) Alhamdulillahi robbil aalamiin
(3) Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
(4) Ya Allah ya ROZAK
(5) Hari ini saya mau ujian, berilah hamba kelancaran dan kemudahan dalam menyelesaikan soal yang diujikan.
(6) Washallallahu ala (sayyidina) Muhammad, walhamdulillaahi rabbil aalamiin. Amin.
Poin (5) sebaiknya menggunakan doa yang ma’tsur, yaitu doa yang ada dalam Al Quran atau doa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, misalnya:
Rabbij’alnii muqiima shalaati wamin dzurriyaatii (QS Ibrahim). Ya Allah jadikanlah saya dan keturunan saya sebagai orang yang dapat menegakkan shalat.
Allahummakfinii bihalaallika an haraamika wa aghninii bi fadhlika ‘amman siwaak (HR Tirmidzi). Ya Allah berilah saya rizki yang halal, bukan yang haram. Dan kekayaan (rizki yang melimpah) yang Engkau ridhai, bukan yang engkau murkai.
Mari meminta kepada Allah dengan tata cara berdoa yang baik.

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ Keutamaan Hari Jumat. Hari Penuh Berkah dan Bersejarah dalam Islam. ]

Jumat adalah hari keenam dalam satu pekan. Kata Jumat diambil dari Bahasa Arab, Jumu’ah (الجمعة)yang berarti beramai-ramai, diambil dari tata cara ibadah kaum Muslim yang dilakukan pada hari ini. Jumu’ah memiliki akar sama dengan Jama’ yang berarti banyak dan juga Jima’ yang artinya bergabung. (Wikipedia)

Nama-nama hari dalam bahasa Indonesia diadopsi nama-nama bilangan dari bahasa Arab:

Wahid (وَاحِدٌ) – Ahad/Minggu
Itsnain (اثْنَانِيْ) – Senin)
Tsalasah (ثَلَاثَةُ) – Selasa
Ar’ba’ah (أَرْبَعَةُ) – Rabu
Khomsah (خَمْسَةُ) – Kamis
Jumu’ah ( الجمعة) – Jumat
Sab’ah (سَبْعَةُ) – Sabtu

Khusus hari keenam, tidak mengambil dari nama Sittah (سِتَّةُ ) atau Enam. Ini karena hari keenam dalam Islam memiliki keutamaan, salah satunya di hari keenam ini umat Islam melaksanakan shalat Jumat, sebuah shalat yang berbeda dengan shalat-shalat lainnya.

Shalat jumat harus dilaksanakan waktu dzhuhur, secara bersama-sama (berjamaah), terdiri dari dua rakaat, dan diawali dengan khotbah Jumat.
Keutamaan Hari Jumat

sumber : http://www.risalahislam.com/2018/01/keutamaan-hari-jumat-hari-penuh-berkah.html

4 LANGKAH JITU MENYAMBUT RAMADHAN

Hai gengski, Ramadhan sebentar lagi ni. Uda pada persiapan belom? Diem diem bae. ehe
Sahabatku yang diridhai oleh ALLAH, perlu diketahui, Jika dalam wisuda ada gladiresik, dalam haji ada manasik, dalam UN ada Try Out, maka dalam shalat fardhu ada shalat sunnahqabliyah. Anda tahu maksudnya, bukan? Ya, ketiganya merupakan “pemanasan” agar prosesi yang sesungguhnya dapat berlangsung lebih baik. Begitupun dalam menghadapi bulan Ramadhan. Sudahkah kita melakukan pemanasan dengan puasa sunnah di bulan Syaban ini? Seperti halnya Rasulullah, puasa sunnah yang dilakukan beliau SAW di bulan Syaban melebihi puasa sunnah di bulan lainnya (HR Bukhari Muslim).
Orang yang berpuasa di bulan Syaban melebihi puasanya di bulan lain inilah orang yang sebetulnya lebih pantas disebut “mempersiapkan diri” menyambut Ramadhan, ketimbang yang hanya mengadakah pesta cucurak, unggah-unggahan dan kegiatan sejenisnya. Jika di bulan lain kita terbiasa puasa Senin-Kamis, maka di bulan Syaban ini seyogyanya ditambah lagi. Apalagi bagi yang sama sekali tidak pernah puasa sunnah (bukan mimin).
Mempersiapkan apa lagi?
Selain puasa sunnah di bulan Syaban, jangan lupa kaji ulang tentang keistimewaan bulan Ramadhan. Ini penting untuk membangkitkan motivasi kita. Kemudian satu hal yang tak kalah pentingnya adalah membuat rencana. Rencana adalah sebuah peta yang akan memberi arah untuk mencapai tujuan (geologist pisan iyeu mah) Tanpa rencana, pencapaian tujuan menjadi jauh lebih sulit.
Bagaimana cara membuat rencana?
Apa saja rencana anda selama bulan suci Ramadhan? Jika anda tidak berhasil menunjukkan secarik kertas yang berupa daftar rencana, anda dapat dianggap belum memiliki rencana yang baik. Karena rencana yang baik haruslah tertulis, dan memenuhi 5 kriteria sebagai berikut:
• Spesifik
• Terukur
• Terjangkau
• Realistis
• Tepat waktu
Spesifik
Rencana harus dituangkan dalam bentuk yang spesifik. “Melakukan kegiatan yang bermanfaat”, ini adalah rencana yang kabur, tidak spesifik. Anda dapat menggantinya menjadi: “Membaca tafsir Al Quran” agar spesifik.

Terukur
Kalau kita bisa mengukur, maka kita bisa mengatur. Kalau kita bisa mengatur, maka kita bisa meraih. Merencanakan 1 juz per hari, tentu lebih baik karena dapat terukur dengan jelas daripada mengatakan: “sebanyak mungkin”.
Terjangkau
Pastikan anda memiliki modal, cara, alat, bantuan dll yang dapat digunakan untuk menjangkau tujuan anda. Jika anda tidak bisa berbahasa Arab,jangan coba-coba membuat rencana untuk mempelajari kitab Riyadushalihin dari bahasa aslinya.
Realistis
Realistis bukan berarti MUDAH! Realistis adalah sesuai dengan kenyataan (realita) kita saat ini. Menetapkan rencana membaca Al Quran 10 ayat per hari di bulan Ramadhan adalah rencana yang tidak realistis, jika dalam kenyataannya sudah terbiasa dengan 30 ayat per hari…! Itu terlalu mudah, tidak sesuai realita kemampuan anda. Sebaliknya, rencana yang terlalu sulit juga harus dihindari. Rencanakanlah sesuai dengan realita kemampuan anda saat ini.

Tepat Waktu
Rencana, haruslah disertai dengan target waktu. Misal: setiap hari, setiap Kamis, minggu ke-3 … dsb. Jangan lupa, saat pelaksanaan setiap rencana yang telah disusun harus dievaluasi tingkat keberhasilannya setiap hari.
Ringkasnya, 4 langkah urgent dalam menyambut Ramadhan adalah:
1. Berpuasa sunnah di bulan Syaban sebagai “pemanasan”
2. Mengkaji ulang keistimewaan Ramadhan untuk memotivasi diri
3. Menyusun rencana kegiatan
4. Mengevaluasi pelaksanaan rencana setiap hari
Insyaallah mudah dilaksanakan bukan? Semoga Ramadhan kali ini bisa lebih baik yah. Salam Cinta.
Kang Gema <3

Sumber:

4 Langkah Urgent Menyambut Ramadhan

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

Mengusir Setan!

Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu’alaikum..

Tips Membunuh dan Mengusir Setan
Nah, ini dia tips yang luar biasa! Tips untuk “membunuh” aktifitas setan.

Setan adalah musuh utama manusia. Musuh yang paling berbahaya, menyesatkan, pandai, licik, sakti, tak terlihat, ada di mana-mana… termasuk di rumah kamu!
Bagaimana cara “membunuh” kelicikan setan di rumahmu? Bagaimana agar setan tidak menganggu kegiatanmu? Nah, berikut ini adalah tips yang amat sederhana tapi amat bermanfaat untuk kita. Tips yang membuat setan keok tak berdaya. Pastikan kamu selalu mengamalkan tips ini, dan memberitahu ke seluruh kerabat dan sahabat anda. Tips bukan sembarang tips, karena ini tips dari Rasulullah SAW. Pasti benar!
Dari Jabir, Rasul SAW, bersabda: “Ketika seseorang masuk ke rumahnya membaca basmalah, dan sewaktu ia makan, maka syetan-syetan saling berkata diantara sesamanya : “Kalian tidak berhak menempati rumah ini dan tidak pula makanan di sini”. Dan ketika seseorang masuk rumahnya tanpa menyebut asma Allah, maka syetan berkata : “Kalian bebas menetap di rumah ini, demikian pula ketika orang itu bersantap tanpa baca Basmalah, maka syetan berkata: “Kalian berhak menetap dan makan secara bebas di rumah ini” (HR. Muslim).
Jadi, dengan membaca basmalah (bismillaahirrohmaanirrohiim / dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang) setiap kamu memasuki rumah dan setiap kamu hendak makan, maka setan kocar-kacir karena tidak dapat mengganggu rumah dan aktifitasmu.
Selain itu, untuk mengusir jin dan syetan dari rumah, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.
Pertama adalah dengan membacakan surat Al-Baqarah, satu surat penuh. Ini berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا بيوتكم مقابر، إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة

“Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim 780, At-Turmudzi 2877)

Sahabat Ibnu Mas’ud mengatakan:

إِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ فِي بَيْتٍ، خَرَجَ مِنْهُ

“Sesungguhnya setan, apabila mendengar surat Al-Baqarah dibacakan dalam rumah, maka dia akan keluar dari rumah itu.” (HR. Ad-Darimi 3422, At-thabrani dalam Mu’jam Al-Kabir 8642).

Kedua, adalah dengan rajin beribadah di dalam rumah. Seperti ibadah wajib laksana shalat dan juga mengaji, kemudian bisa dengan sering mengadakan acara islami di dalam rumah. Sehingga syetan akan terasa panas dan malas untuk masuk ke dalam rumah kamu.
Sekian dulu untuk artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum…

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad