All posts by gemaunpad

[ F E N O M E N A – 2 F 😎😎 ]

Ngaku anak kekinian? 😉 pasti tau dong yang lagi tren dan hitz saat ini hehe. salah satunya ini nih ‘Faith and Fun lifestyle, itu panggilan akrabnya. Sebenernya apa sih gaya hidup 2F? 🤔🤔masih kepo? yuk, cekidot!

Dari sekian banyak tren dan gaya hidup yang dikenal dikalangan kaula muda, style yang satu ini merupakan adaptasi dari nilai-nilai syariah terhadap gaya hidup modern, kekinian yang bernuansa happy/simple/friendly namun tetap sesuai dengan syariah (faith). jadi, antara ‘fun’ dan ‘faith’ bisa sejalan…

Nah, beberapa contoh gaya hidup Faith X Fun yang populer saat ini seperti:
– Mipster (muslim hipster) : sebagai model atau figur baru. gaya ini populer tidak hanya di dunia fesyen, tetapi juga merambah ke dunia dakwah sebagai pendekatan baru dalam dakwah yang lebih ‘ramah’ terutama bagi kaula muda.

– Soleh-smart kids : sebagai paradigma baru dalam pendidikan anak. pandangan positif yang populer dimana pribadi yang ideal tidak hanya cerdas intelektual tetapi juga mumpuni dalam spiritualnya.

– Hijrah : sebagai jalan hidup baru. ya, saat ini fenomena hijrah sangat populer dikalangan muda atau remaja, hingga menjadi suatu tren positif di jaman ini seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk hidup secara islami.

– Sportyjab : sebagai tren dan inovasi baru terutama bagi muslimah untuk tetap syar’i dalam beraktivitas seperti olahraga. banyak brand yang menginovasikan produknya beradaptasi dengan konsep syar’i.

– Capitalism antithesis : untuk memerangi dan mengimbangi dominasi ekonomi kapitalis di pasaran, muslim jaman now juga menciptakan gerakan ekonomi umat alternatif seperti 212 mart. prinsipnya adalah amanah dan jamaah izzah.

– Muz-match : sebagai jalan baru untuk ta’aruf. Hmm… untuk yang satu ini berupa tren perjodohan menggunakan aplikasi jodoh, konsep taaruf pun berkembang dari offline ke online. Ini bisa menjadi solusi bagi para jomblo 😂.

– Ngaji digital : sebagai metode dakwah yang lebih efektif dan efesien. jangkauan dakwah jadi lebih luas di dunia digital dan tak ribet.

– tren lainnya seperti properti islami, munculnya pelayanan bank syariah, perlombaan prosuk berlabel ‘halal’ dsb.

Gimana? seru juga kalau tren nya beginian..😋😋
Tren hidup yang positif saat ini patut kita syukuri, karena hal ini berarti nilai-nilai islam sudah dekat dengan kehidupan setiap orang. Kesadaran untuk menerapkan islam secara kaffah juga semakin berkembang. Tapi meski begitu, dari tren yang populer dikalangan masyarakat saat ini pada kenyataannya tidak selalu benar se-ideal yang ditetapkan syari’at. Kita tetap perlu mengevaluasi dan menyeleksi setip tren yang ingin diikuti. Apapun tren/style tidak masalah, asalkan masih sejalan dan tidak menyalahi syariat islam.

#staycoolstaytrue
#MuslimahKekinian
#KeputrianAzzahra
#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
_______________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ P E N A W A R H A T I ]

Pernah tidak mengalami masalah bertubi-tubi? Banyaknya persoalan hidup serta ketidakmampuan kita untuk melewatinya? Ketika hati tengah mengalami kekecewaan yang mendalam? Hati kita semakin gelisah? Pilu? Sedih? Rindu? Banyak orang yang terkadang tidak siap menghadapi kenyataan hidup, yang pada akhirnya membuat kita semakin terpuruk?

Hmm, pasti ukhti-ukhti disini pernah merasakan itu…

Bingung mau mengeluh kemana? Kesiapa? dan bagaimana?
Hai ukhti, zaman sekarang bukan tren lagi mengeluh di sosial media, tapiii yang sedang ngetren saat ini adalah mengeluh kepada Sang Pencipta!

Tiap penyakit juga ada penawarnya, apalagi menyangkut perkara cinta, kerinduan, kehidupan, gelisah, rasa sedih dan turunannya. Bukankah hanya Allah lah Sang Pembolak-balik hati manusia?

Tapi ukhti kalau hanya sekedar mengeluh tidak akan memperbaiki keadaan, malah bisa jadi semakin terpuruk. Hal-hal seperti itu tentu tidak ingin dirasakan bukan?

Ukhti, pada situasi tertentu mengharuskan seseorang untuk bersabar menghadapi kenyataan, senantiasa berpikir jernih bahwa apa yang selama ini direncanakan dan diusahakan bukanlah suatu hal mutlak karena yang memegang segala keputusan adalah Allah Yang Maha Pengasih & Penyayang. Tidak selamanya apa yang diinginkan berbuah sesuatu yang manis bukan?

Untuk itulah tenang aja ukhti, berikut 5 perkara penawar hati yang manjur bagi umat manusia menurut islam:

1. Baca Al Qur’an dan Menghayati Isinya
Obat hati menurut Islam yang pertama adalah membaca kitab suci Al-Quran dan menghayati kandungannya. Karena biasanya yang dibaca terkadang berhubungan dengan apa yang dialami. Sehingga permasalahan yang ada seakan jawabannya ada di dalam ayat Al-Quran. Mintalah petunjuk kepada Allah Ta’ala supaya diridhai dan dapat memperoleh solusi tersebut dengan mudah.

Keutamaan membaca Al-Quranbegitu dahsyat, bahkan tak sekedar sebagai obat hati yang terluka, gelisah dan gundah gulana, namun juga membuat hidup makin terarah. Dengan istiqomah mengaji, tanpa disadari akan menjadi semacam terapi kesehatan jiwa dan pikiran bagi manusia.

2. Mengosongkan Perut/Puasa
Menahan lapar adalah salah satu perbuatan yang mulia. Jika diiringi dengan niat yang benar-benar karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang hamba akan mencapai derajat yang sangat tinggi. Semakin seseorang memanjakan perutnya dengan melahap apa saja yang diinginkan, maka makin gelap hatinya dan sifat rakus ada pada dirinya. Justru sebaliknya, makin sering mengosongkan perut dengan berpuasa maka makin terang benderang hatinya.

3. Qiyamul Lail Shalat Tahajud
Qiyamullail dengan shalat tahajud adalah salah satu obat hati menurut agama Islam. Selain itu merupakan sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Tuhannya. Sholat tahajud memiliki manfaat yang sangat besar jika dikerjakan secara rutin setiap malam. Hendaknya digunakan untuk berdoa, beristighfar, bertasbih, dan memuji Sang Pencipta. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, sesuai dengan janjinya, akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya.

4. Perbanyak Dzikir
Sebagaimana diketahui bahwa Allah Swt mewajibkan umat Islam untuk berdzikir kepada-Nya setiap siang dan malam sebanyak lima kali dengan cara mendirikan shalat pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Selain itu dianjurkan berdzikir dan mengisi waktu dengan hal positif.
Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala dalam Al-Quran, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”. (Ar-Ra’d: 28)

5. Berkumpul Dengan Orang Shalih/Shalihah
Obat hati menurut Islam yang terakhir adalah beragaul dengan orang shalih/alim/berakhlak mulia. Bersosialisasi dengan para ulama akan berdampak pada tingkah laku orang tersebut. Artinya, apabila seseorang bersosialisasi dengan orang yang baik, maka kebiasaan baik akan menular, serta hasilnya pun baik dan positif. Namun jika bersosialisasi dengan orang yang buruk moralnya, maka kebiasaan dan hawa nafsunya akan ketularan buruk juga. Dan tentunya akan berdampak besar terhadap kepikiran dan kebiasaan sehari-hari.

Begitula ukhti! Jadi jangan resah dan gelisah lagi ya karena semua ada penawarnya. Hanya saja bagaimana kita mau memilih jalan kebaikan dengan mengamalkan 5 perkara tersebut atau memilih untuk tidak mengamalkannya

Sumber:
Mohlimo.com dan hamba Allah

#SyiarMuslimah
#PenawarHati
#DekatkandiripadaNya

[ K I S A H M U S L I M A H ]

Nailah si Sastrawan yang Pemberani

Nailah binti al-Farafishah adalah istri Khalifah Ustman bin Affan. Dia terkenal cantik dan pandai. Bahkan suaminya sendiri memujinya begini: “Saya tidak menemui seorang wanita yang lebih sempurna akalnya dari dirinya. Saya tidak segan apabila ia mengalahkan akalku.” Subhanallah!

Mereka menikah di Madinah al-Munawwarah dan sejak itu Ustman kagum pada tutur kata dan keahlian Nailah di bidang sastra. Karena cintanya, Ustman paling senang memberikan hadiah untuk istrinya itu. Mereka punya satu orang anak perempuan, Maryan binti Ustman.

Ketika terjadi fitnah yang memecah belah umat Islam pada tahun 35 Hijriyah, Nailah ikut mengangkat pedang untuk membela suaminya. Seorang musuh menerobos masuk dan menyerang dengan pedang pada saat Ustman sedang memegang mushaf atau Al Qur’an. Tetesan darahnya jatuh pada ayat 137 surah Al Baqarah yang berbunyi, “Maka Allah akan memelihara engkau dari mereka.”

Seseorang pemberontak lain masuk dengan pedang terhunus. Nailah berhasil merebut pedang itu namun si musuh kembali merampas senjata itu, dan menyebabkan jari-jari Nailah terputus Ustman syahid karena sabetan pedang pemberontak. Air mata Nailah tumpah ruah saat memangku jenazah sang suami. Ketika kemudian ada musuh yang dengan penuh kebencian menampari wajah Ustman yang sudah wafat itu, Nailah lalu berdoa, “Semoga Allah menjadikan tanganmu kering, membutakan matamu dan tidak ada ampunan atas dosa-dosamu!”

Dikisahkan dalam sejarah bahwa si penampar itu keluar dari rumah Ustman dalam keadaan tangannya menjadi kering dan matanya buta!

Sesudah Ustman wafat, Nailah berkabung selama 4 bulan 10 hari. Ia tak berdandan dan berhias dan tidak meninggalkan rumah Ustman ke rumah ayahnya.

Nailah memandang kesetiaan terhadap suaminya sepeninggalnya lebih berpengaruh dan lebih besar dari apa yang dilihatnya terhadap ayahnya, saudara perempuannya, ibunya dan juga kerabatnya. Ia selalu mendahulukan keutamaannya, mengingat kebaikannya di setiap tempat dan kesempatan. Ketika Ustman terbunuh, ia mengatakan, “Sungguh kalian telah membunuhnya padahal ia telah menghidupkan malam dengan Al Qur’an dalam rangkaian rakaat.”

Subhanallah yah, ternyata umat muslim juga memiliki jagoan wanita yang memang nyata adanya, semoga kita, para muslimah dapat mengambil teladan dari mereka, aamiin.

Sumber:
• Al-Ekhlaas Islamic Page

Home

[ JAGA LISANMU UKHTI ]


Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penerjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah, setelah Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam memerintahkan istiqamah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang.

Saudariku seringkali lisan kita tergelincir mengucapkan kata-kata kotor, mencela orang lain, membicarakan orang lain padahal dia tidak senang untuk diceritakan, bahkan seringkali lisan ini mengucapkan kata-kata yang mengandung kesyirikan dan kekufuran. Harusnya setiap muslim mengoreksi diri dalam setiap tingkah lakunya, apalagi dalam perkara lisannya, yang begitu enteng mengucapkan sesuatu karena keluar dari lidah yang tak bertulang.

Ingatlah saudaraku, setiap yang kita ucapkan, mencakup perkataan yang baik, yang buruk juga yang sia-sia akan selalu dicatat oleh malaikat yang setiap saat mengawasi kita. Seharusnya kita selalu merenungkan ayat berikut agar tidak sembarangan mengeluarkan kata-kata dari lisan ini.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18).

Ucapan dalam ayat ini bersifat umum. Oleh karena itu, bukan perkataan yang baik dan buruk saja yang akan dicatat oleh malaikat, tetapi termasuk juga kata-kata yang tidak bermanfaat atau sia-sia. Jadi ingat terus ya ukhti untuk ngejaga lisannya agar tidak ada hati yang tersakiti 😆

Sumber : rumaysho.com

#JagaLisanmuUkhti
#NoGhibah
#GEMAZumratulAkhyar
#SyiarMuslimahAz-Zahra

[ Berhias OK, Tabarruj NO ]

Assalamu’alaikum cantikkk 🤗😘, apasih maksudnya berhias ok tabarruj no? Apa bedanya ya? hmm yuk cekidot..

Berhias merupakan Sunnah alamiah bagi laki-laki maupun perempuan, dengan cara yang berbeda. Terutama untuk kaum Hawa yang pasti sudah familiar dengan kata berhias atau bahkan jadi suatu hal yang wajib sebelum kemana mana, ya Kan?

Tapi untuk para perempuan (terutama yang sudah baligh) ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang masalah berhias, jangan sampai Sunnah alamiah manusia ini menjadi ladang dosa kemanapun kita pergi ( kan ga lucu kalo kemana mana nabung dosa 😌).

Lalu apa apa sih ‘tabarruj’ itu? Tabarruj adalah berhias dengan maksud untuk menampakkan kecantikan dan keindahan tubuh ataupun wajah. Dalam artian lebih jauh lagi para ahli tafsir mengatakan, gerakan yang memiliki maksud untuk menampakkan kecantikan ataupun perhiasannya juga termasuk tabarruj.

“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Nah, jadi apakah tabarruj itu boleh atau tidak boleh? jawabannya adalah keduanya. Tabarruj hanya boleh dilakukan seorang wanita didepan mahramnya, jika dilakukan didepan non-mahram tidak dibolehkan.

Lalu kalo begitu berhias yang bagaimana yang diperbolehkan jika ingin beraktivitas diluar rumah?

1. Memakai pakaian menutup aurat sesuai syariat (tidak tipis, longgar, menutup dada, tidak transparan dan sebaiknya tidak mencolok dari segi warna)

2. Tidak dibolehkan memakai wewangian yang tercium aromanya oleh orang lain. Jika parfum memang dibutuhkan, maka pakailah sekadar saja untuk menetralkan bau pakaian, tidak lebih dari itu.
“Setiap wanita mana saja yang memakai wewangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium wanginya itu, berarti dia telah berzina.” (HR.Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. Tidak berdandan berlebihan. Maksud berlebihan disini adalah yang bersifat tabarruj. Menggunakan berbagai macam riasan baik wajah maupun tubuh yang menyita perhatian jika dilihat. Cukup berhias dalam maksud rapi dan bersih serta sejuk dipandang, tak perlu ‘touch up’ wajah atau penampilan sana sini untuk terlihat cantik oleh orang lain (jika memang tujuan dandan hanya untuk enak dilihat, bukan untuk membuat semua mata tertuju pada mu 😉). Ingatlah sis, bagi Allah kamu sudah cantik dalam kesederhanaan berbalut syari’at..

4. Tidak melakukan hal-hal yang diharapkan seperti menyambung rambut, mengukir gigi, mencukur alis, membuat tato, dan merubah bagian bagian tubuh lainnya, hanya untuk alasan stylish ataupun trend. Kalau ini sudah pasti Big NO 🚫, gaboleh ya sis. Banyak dalil yang melarang dan melaknat perbuatan semacam ini.

Islam tidak melarang sesuatu kecuali lebih banyak mudharatnya jika dilakukan. Selain itu Islam juga sangat pengertian dalam urusan fitrah manusia. Sebaik baik pakaian adalah pakaian taqwa, sebaik baik pribadi adalah pribadi Muslim/Muslimah yang taat dan menjaga kehormatannya ☺️.

#NoTabarruj
#selfreminder
#keputrianAzzahra

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

“Problematika dan Tantangan Hijab Muslimah Masa Kini”

Sudah diketahui bersama bahwa setiap insan baik laki-laki maupun perempuan wajib untuk menutup seluruh auratnya. Terlebih kepada perempuan yang memang dikatakan menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, mereka wajib menutup seluruh auratnya dengan berhijab. Hijab bukan sekedar kain yang hanya menutup kepala, rambut ataupun bagian tubuh atas saja, hijab adalah kain untuk menutup seluruh aurat baik dari kepala sampai ke kaki yang telah ditentukan oleh agama Islam. Namun modernitas zaman nyatanya berhasil menyeret ‘fashion’ untuk berada di tengah tengah mereka. Menarik minat para perempuan untuk melakukan kolaborasi, alias memadu padankan hijab agar tetap sesuai trend, atau malah sekedar sebagai penunjang penampilan.

Fenomena DJ bercadar yang viral di media sosial, kemudian seorang guru berhijab yang menunjukkan bakat tari jaipongnya saat kompetisi hijab hunt, adalah bukti kecil bahwa virus berbahaya ini sudah menyebar. Mengopinikan kepada massa bahwa status tidak bisa menghalangi seorang perempuan untuk berekspresi. Parahnya lagi, sang DJ justru menyeru muda mudi untuk tidak takut menjadi diri sendiri tanpa perlu memusingkan komentar orang lain. Sebuah ajakan yang menjurus pada konsep liberal.

Sadar atau tidak, ini adalah buah dari serangan yang digencarkan Barat. Mendoktrin pemikiran para perempuan bahwa hijab hanya mengekang perempuan. Akibatnya, banyak kalangan yang tanpa segan merespon secara defensif dengan mengambil jalan tengah. Artinya, mereka berhijab, namun juga bersolek dan menonjolkan lekuk tubuh demi tetap tampil cantik dan menarik.

Minimnya pengetahuan tentang batasan syariah ketika memandang makna kebebasan berekspresi semakin memperkeruh suasana. Masyarakat terus dibiarkan berasumsi sendiri tentang tata busana dan tata pergaulan. Definisi aurat disempitkan sebatas pada rambut. Campur baur juga bukan lagi masalah yang perlu dipusingkan

Hijab adalah busana muslim terusan panjang yang menutupi seluruh badan kecuali wajah, tangan dan juga kaki, yang biasanya dipakai oleh wanita muslim (muslimah). Penggunaan pakaian ini tentu saja terkait dengan tuntutan syariat yang diwajibkan kepada para perempuan muslim untuk menutup auratnya. Di Indonesia sendiri, trend busana ini pun semakin mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Banyak sekali kita jumpai beragam model jilbab sekarang ini dari yang panjangnya hingga lutut, sedada atau bahkan cuma sampai leher dengan beragam warna dan motif yang cukup menarik.

Kreasi berhijab pun semakin banyak dan cantik, Namun, saat ada yang berkembang, ada pula yang berkurang. Perkembangan hijab masa kini bisa jadi mengurangi keefisienan kita dalam menggunakan hijab tersebut. Tutorial jilbab masa kini sudah tak terhitung jumlahnya. Di satu sisi, hal ini membuat wanita muslim bisa memilih gaya jilbab yang sesuai dengannya.

Namun, di sisi lain, terdapat beberapa problema bagi hijabers masa kini seperti :

1. Makin kerepotan menentukan gaya hijab.

Begitu banyaknya gaya hijab, membuat kita bingung akan menggunakan gaya hijab seperti apa hari ini, besok dan seterusnya. Pastikan Anda memiliki gaya hijab yang sesuai dan tidak merepotkan Anda. Kreasi hijab memang seru, tapi fokuskan bahwa menggunakan hijab itu semakin mudah dan sederhana, akan semakin baik.

2. Terbawa tren masa kini.

Hijab bukanlah tren. Menggunakan hijab juga bukan untuk dipamerkan bahwa Anda adalah hijabers gaul masa kini, melainkan sebagai muslimah yang menutup aurat. Inspirator hijab masa kini hadir bukanlah untuk sekedar menularkan karya mereka atau memperlihatkan gaya busana yang cantik dalam berhijab, namun untuk mengajak wanita muslimah memenuhi kewajibannya menggunakan hijab

3. Lupa dengan tujuan berhijab.

Tujuan menggunakan hijab adalah untuk menutupi aurat. Hindari terlalu fokus dengan fashion atau kecantikan dalam berhijab. Seimbangkan hijab Anda dengan menambah pengetahuan spiritual seputar hijab untuk wanita. Sederhana juga bisa cantik, kok. Berbagai artikel fashion dan tutorial hijab ada untuk memberi inspirasi hijab yang cocok dan mudah untuk Anda, tidak harus menjadi patokan Anda untuk berhijab.

4. Gaya jilbab klasik dianggap membosankan dan bikin wajah bulat.

Gaya jilbab klasik yang sering digunakan wanita muslimah sebelum meledaknya hijab dengan pashmina dan aneka jenis hijab masa kini sebenarnya tidak akan lekang dimakan waktu. Gaya jilbab klasik yang lebih simple dan sederhana sebenarnya merupakan teknik yang paling memudahkan wanita. Siti Juwariyah dan Dewi Neelam adalah beberapa hijabers masa kini yang masih sering menggunakan gaya jilbab klasik, tapi mereka tetap cantik, kan?

Jadi kita tidak perlu pusing memikirkan model hijab apa yang akan dikenakan, hijab klasik ataupun modern sama saja yang terpenting menutup aurat dan bergaya lebih cantik.

Sumber: https://www.hipwee.com/opini/problema-mode-hijab-di-masa-kini/
https://www.google.co.id/amp/s/www.islampos.com/amp/tantangan-muslimah-masa-kini-25407

#Tantanganmuslimahkini
#Problematikamodehijab
#GEMAZumratulAkhyar
#SyiarMuslimahAz-Zahra

[ A D A A P A D E N G A N K U ? ]

Detik demi detik ku jalani
Hari demi hari ku lalui
Namun mengapa hatiku terasa hampa?
Dan apa yang ku kerjakan terasa sia-sia
Banyak waktu yang terbuang tanpa amal kebaikan

Aku melakukan sesuatu diluar kehendak ku.
Melakukan segala aktivitas diluar keinginanku.
Aku melakukan sesuatu yang aku sendiri tak tau apa manfaat untuk orang lain bahkan untuk diriku sendiri aku tak tau.

Padahal semua ini adalah pilihan ku
Pilihan ku untuk berada disini, melakukan ini, mengambil amanah ini.
Tapi mengapa hanya rasa lelah dan kekosongan yang didapat?
Apa aku yang kurang hati-hati dalam memilih segala sesuatu? Apa aku kurang melibatkan diriNya, bahkan tidak sama sekali? Apakah yang aku pilih ini hanyalah menjauhkan aku denganNya?

Oh, tidak….
Aku mabuk kepayah…
Rasanya hanya lelah yang ku dapat
Aku ingin keluar, keluar dari lika-liku kehidupan dan huru-hara keramaian
Apa aku bisa?
Apa aku mampu?
Apa aku bisa meninggalkan semua ini?

Oh Sang Pencipta ada apa dengan aku ini begitu sombongnya diri ini sehingga kerap melupakanmu bahkan sesekali memalingkan wajah darimu…

Mohon ampun aku

Ukhti fillah…
Bagaimana keaadanmu saat ini?

Ingin kah kita dikemudian hari menjadi lebih baik?
Ingin kah kita terhindar dari kehampaan dan kesia-siaan?
Inginkah seluruh aktivitas kita adalah aktivitas yang tidak menjauhkan kita dari Allah?

Hidup adalah sebuah pilihan, dan keadaan kita saat ini adalah hasil pilihan-pilihan yang kita buat di masa lalu
Jika kita menginginkan keadaan kita lebih baik maka segeralah mengganti pilihan-pilihan hidup kita, sekarang juga!

Kita harus berubah, meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk kita bahkan tinggalkan sesuatu yang bisa menjauhkan diri kita dariNya.

Keadaan hidup kita dimasa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini. Karena hidup adalah sebuah pilihan😌

#MendekatlahKepadaNya
#MariKitaMoveOn
#AllahSelaluRinduHambaNya
#SyiarMuslimahAz-Zahra
#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
_________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ MUSLIM HEROES ]


Hamzah bin Abdul Muthalib. ra
(Si Singa Allah)

Tahukah kamu?

1. Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat Rasulllah saw dengan skill bertarung di atas rata-rata. Spesialisasinya adalah memanah.

2. Ada 2 orang yang dijuluki singa pada waktu itu yaitu Umar bin Khattab Si Singa Padang Pasir dan Hamzah Si Pemburu Singa.

3. Dari namanya saja ketahuan kan, dia siapa? Rasulullah punya 4 orang paman. 2 orang masuk Islam yaitu Hamzah & Abbas, sedangkan 2 orang tidak masuk islam yaitu Abu Thalib dan Abu Lahab. Selain 4 paman, beliau punya 1 tante yaitu Shafiyah yang juga masuk Islam.

4. Walaupun berstatus sebagai paman, tapi usia Hamzah dan Rasulullah saw hanya selisih 4 tahun. Ada juga ahli sejarah mengatakan bahwa mereka lahir di tahun yang sama. Suatu ketika dia ditanya siapakah yang lebih besar apakah dia atau Rasulullah saw. Hamzah menjawab, “Tentu saja Rasulullah lebih besar dari saya, hanya saja saya lahir lebih dulu.”
Maksud si penanya adalah siapakah yang lebih tua, tapi Hamzah menjawab demikian untuk menghormati Rasulullah saw.

5. Suatu hari, dia mendapat laporan bahwa Rasulullah saw dihina oleh Abu Jahal dengan hinaan yang sungguh terlalu. Hamzah marah besar. Dia yang baru pulang berburu langsung mendatangi Abu Jahal yang sedang berada di Darun Nadwa (tempat nongkrong para petinggi Quraisy) kemudian memukulinya dengan busur panah hingga berdarah-darah lalu berkata, “Apa kau menghina Muhammad sedangkan aku telah memeluk agamanya? Sekarang coba hina aku kalau kau berani!” Mendengar perkataan ini para tokoh Quraisy shock berat karena mengira Hamzah telah masuk Islam padahal belum. Abu Jahal tidak berani berbuat apapun padahal dia adalah tokoh penting di Mekah. Hampir terjadi pertarungan antara Hamzah dengan para pengikut Abu Jahal tapi Abu Jahal mencegahnya dan dia mengakui kesalahannya.

6. Hamzah menjadi bingung karena keceplosan mengaku sudah masuk Islam. Jika dia meralat ucapannya, maka itu adalah sebuah aib karena sama saja menjilat ludah sendiri. Setelah berdoa memohon petunjuk, besoknya keinginannya untuk masuk Islam semakin mantap. Dia pun bersyahadat.

9. Hamzah memimpin pasukan pertama yang dibentuk Rasulullah saw. Pasukan ini bertujuan untuk mencegat kafilah dagang Quraisy dan mengambil kembali harta kaum muslimin yang dirampas orang Quraisy setelah ditinggal hijrah.

7. Hamzah mengikuti Perang Badar yang terjadi pada tahun ke-2 setelah hijrah. Kaum muslimin terdiri dari 313 orang, 2 kuda, 70 onta (1 ekor dinaiki 2-3 orang) dengan peralatan dan senjata seadanya harus melawan 1000 pasukan Quraisy yang 600 diantaranya memakai baju besi. Mereka memiliki sekitar 100 kuda, banyak onta, serta senjata lengkap.
8. Ciri khas Hamzah adalah dia memasang bulu burung merpati di bagian dada baju perangnya.

9. Setelah mengobrak-abrik pasukan Quraisy di Perang Badar, nama Hamzah menjadi bahan pembicaraan di Mekah. Banyak orang yang keluarganya terbunuh di tangan Hamzah di Perang Badar menjadi dendam. Hamzah pun dijadikan ‘the most wanted’ di perang selanjutnya yaitu Perang Uhud.

10. Sebelum berangkat ke Perang Uhud, beberapa beberapa orang menjanjikan hadiah bagi yang bisa membunuh Hamzah. Salah satunya adalah Jubair bin Muth’im. Dia dendam karena pamannya mati di tangan Hamzah pada perang Badar. Jubair menyuruh budaknya yang bernama Wahsyi bin Harb untuk membunuh Hamzah dan berjanji akan memerdekakan Wahsyi jika tugas itu berhasil.

11. Ada juga seorang perempuan bernama Hindun binti Utbah. Dia adalah istri Abu Sufyan, pemimpin Mekah. 3 anggota keluarganya mati saat Perang Padar yaitu mereka yang berduel 3 vs 3. Dua diantaranya dihabisi Hamzah. Oleh karena itu dia sangat dendam kepada Hamzah. Hindun menjanjikan satu kotak penuh perhiasan emas jika Wahsyi berhasil membalaskan dendamnya.
Wahsyi sangat ahli melempar tombak seperti umumnya orang Habasyah (Ethiopia). Lemparannya hampir tak pernah meleset. Dia bisa melempar tombak melewati sebuah lingkaran besi yang digantung dan diputar tanpa mengganggu putarannya.

12. Perang Uhud terjadi pada tahun 3 H. Ketika 3000 orang pasukan kafir Quraisy masih dalam perjalanan ke Madinah, Rasulullah saw dan para sahabat berdiskusi. Rasulullah saw berpendapat bahwa sebaiknya mereka bertahan di dalam kota sedangkan mayoritas para sahabat terutama Hamzah menginginkan menghadapi musuh di luar Madinah. Akhirnya, 1000 pasukan muslim berangkat untuk bertempur di luar Madinah. Ternyata di antara mereka ada golongan orang-orang munafik. 300 dari 1000 orang meninggalkan barisan dan kembali ke Madinah sehingga kaum muslimin hanya tinggal 700 orang dan mereka harus melawan 3000 musuh.

13. Saat itu, Hamzah, Zubair bin Awwam, Ali bin Abi Thalib, Ashim bin Tsabit dan beberapa sahabat lain membentuk sebuah tim. Mereka orang-orang dengan skill bertarung tingkat tinggi.

14. Tim kecil ini fokus menyerang pemegang bendera pasukan musuh karena dalam tradisi perang saat itu, jika suatu pasukan benderanya jatuh, maka pasukan itu dianggap kalah walaupun jumlah mereka masih banyak. Sebaliknya, walaupun sisa 1 orang, asalkan bendera masih berdiri, maka belum dianggap kalah.

15. Ketika perang dimulai, mereka berempat langsung maju melesat menuju pemegang bendera yang ada di tengah pasukan musuh. Mereka menerjang barisan para ‘ikan teri’ yang tidak pantas melawan mereka. Dalam waktu singkat mereka berhasil menghabisi pemegang bendera padahal dia adalah orang dianggap terkuat dalam pasukan. Satu per satu prajurit musuh berdatangan berusaha mendirikan kembali bendera yang sudah jatuh, tapi mendatangi bendera sama saja mendatangi ajal karena tim Hamzah siap menyambut mereka. Ditambah lagi dengan adanya ‘sniper support’ dari pemanah yang tembakannya tak pernah meleset yaitu Sa’ad bin Abi Waqash dan juga 50 orang tim pemanah yang ada di atas bukit. Tak lama kemudian, di sekitar bendera tergeletaklah mayat-mayat para prajurit Quraisy yang berusaha mendirikan bendera. Pasukan Quraisy langsung shock berat karena bendera sudah jatuh padahal perang baru saja dimulai. Setelah itu tak ada lagi yang berani mencoba mendirikan bendera walaupun Abu Sufyan sang komandan Quraisy memerintahkannya. Akibatnya, pasukan Quraisy menjadi kacau balau dan terpukul mundur dan dikejar oleh kaum muslimin termasuk tim Hamzah.

16. Di Perang Uhud Hamzah menghabisi banyak sekali prajurit Quraisy. Dia menggunakan 2 pedang di kedua tangannya. Dia berteriak, “Aku ini Singanya Allah!” lalu Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah singanya Allah!” Sejak saat itu Hamzah dijuluki Singa Allah.

17. Perang Uhud adalah perang terakhir bagi Hamzah. Diam-diam Wahsyi mencari kesempatan. Dia tidak berani menghadapi Hamzah secara frontal. Sementara Hamzah sedang sibuk tebas sana sini, bacok kanan kiri, Wahsyi bersembunyi di balik pepohonan dan batu, menunggu Hamzah mendekat. Setelah dekat dan mendapat kesempatan, Wahsyi melemparkan tombaknya dan mengenai tepat di bagian perut hingga menembus tubuh Hamzah.

18. Dalam keadaan tertusuk tombak, Hamzah masih sempat berusaha mengejar Wahsyi hingga lari ketakutan. Namun tak lama kemudian Hamzah ambruk dan gugur.
Wahsyi tidak punya urusan denga perang Uhud. Setelah misi berhasil, dia langsung mundur, melapor kepada tuannya.

19. Hindun yang 3 anggota keluarganya mati menyuruh Wahsyi memotong hidung Hamzah, membelah dadanya dan mengeluarkan jantungnya. Tidak hanya itu, saking jengkelnya, Hindun mengunyah jantung Hamzah lalu memuntahkannya lagi. Setelah itu dia naik ke sebuah batu besar, mengungkapkan kegembiraannya sambil bersyair.

20. Kondisi jenazah Hamzah sangat mengenaskan. Tubuhnya rusak, tercabik-cabik, terkoyak-koyak, bermandikan darah. Kematiannya menjadi salah satu moment paling menyedihkan dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Selamanya tak ada seorangpun yang dapat menggantikanmu. Tak ada kejadian yang lebih membuatku marah melainkan kejadian sekarang ini.”

21. Karena keadaan kaum muslimin yang serba kekurangan saat itu, jenazah Hamzah hanya dtutup kain seadanya yang jika kepalanya ditutup, kakinya terlihat. Jika kaki ditutup kepala terlihat.

22. Para sahabat tdak memandikan jenazah Hamzah dan para syuhada lain karena mereka mati syahid. Malaikatlah yang memandikan mereka.
Rasulullah saw bersabda, “Aku melihat para malaikat memandikan jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Hanzhalah bin Rahib.” (HR. Thabrani)
Hanzhalah adalah seorang pengantin baru yang menikah H-1 sebelum Perang Uhud. Ketika dia mendengar seruan jihad dan masih dalam keadaan junub dia langsung berangkat ke medan perang.

23. Jasad para syuhada Uhud tetap utuh.
Madinah pernah mengalami banjir pada tahun 153 H. Karena air, tanah ambles atau terkikis sehingga jasad para syuhada Uhud terlihat di permukaan tanah termasuk Hamzah. Jasad mereka masih utuh dan berbau wangi.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhan-nya mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

24. Hamzah mendapat gelar Pemimpin Para Syuhada.

Kita umat Islam punya banyak superhero hebat.
Jangan sampai kita lebih kenal tokoh-tokoh fiksi daripada para sahabat nabi karena para sahabat adalah sumber inspirasi yang membangkitkan motivasi.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
Sahabat – sahabat Rasulullah, karya Syaikh Mahmud al Misri
66 Orang yang Dicintai Rasulullah, karya Prof Dr. Muhammad Bakar Ismail


#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ U M M U S Y U R A I K ]

Nama aslinya adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim ad-Dausiyyah, atau lebih dikenal dengan gelar Ummu Syuraik. Ia adalah salah seorang wanita Quraisy .

Wanita ini mempunyai andil besar dalam dakwah, terutama pada awal masa kemunculannya. Kecintaan dan keimanan yang membaja membuat Ummu Syuraik membaktikan hidupnya untuk mengibarkan panji-panji Islam. Keadaan dirinya yang hanya seorang perempuan tidak membuatnya terkungkung dan terhalang dalam dakwah.

Tetapi akhirnya gerakan Ummu Syuraik pun tercium oleh penduduk Makkah. Ia lalu ditangkap oleh kafir Quraisy.

Dikisahkan penangkapan yang dilakukan penduduk Makkah atas dirinya, “Maka datanglah keluarga Abu al-Akr, yakni keluarga suamiku, kepadaku. Kemudian berkata, ‘Jangan-jangan engkau telah masuk ke dalam agama (Muhammad)?’ Aku menjawab, ‘Demi Allah, aku telah masuk agama Muhammad.’ Mereka berkata, ‘Demi Allah, kami akan menyiksamu dengan siksaan yang berat!’ Mereka pun membawaku pergi dari tempat tinggalku. Waktu itu kami berada di Dzil Khalashah -suatu tempat di Shan’a (ibukota Yaman). Mera membawaku menuju suatu tempat.”

Ummu Syuraik melanjutkan, “Mereka menaikkanku ke atas unta yang kasar tanpa pelana, kemudian mereka meninggalkanku tiga hari tiga malam tanpa makan dan minum, dan ketika berhenti mereka menurunkanku dan meletakkanku di bawah terik matahari, sedang mereka pergi berteduh. Selama itu mereka menahanku dari makan dan minum. Suatu ketika, saat mereka menurunkanku di sebuah tempat di bawah terik matahari hingga pikiran, pendengaran dan pandanganku telah kabur seakan hampir pingsan, mereka berkata kepadaku, ‘Tinggalkan agamamu yang baru ini!’ Aku tidak mampu menangkap seluruh perkataan mereka, kecuali beberapa kata saja, dan aku hanya memberi isyarat dengan jariku ke langit sebagai ungkapan tauhid.

Dan Demi Allah dalam keadaan yang demikian itu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin di atas dadaku. Ketika kubuka mataku ternyata itu adalah sebuah ember yang berisi air. Aku pun meminumnya seteguk. Kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihatnya menggantung antara langit dan bumi. Setelah itu ember tersebut menjulur kepadaku untuk kedua kalinya. Aku pun minum darinya kemudian terangkat lagi. Kemudian ember itu menjulur untuk ketiga kalinya. Aku pun minum darinya hingga kenyang dan aku guyurkan ke kepala, wajah serta bajuku.

Mereka terbangun dan melihatku seraya berkata, ‘Dari mana engkau mendapatkan air itu, apakah engkau mencuri air kami?!’ Aku menjawab, ‘Demi Allah, tidak! Sesungguhnya ceritanya begini…’ Kemudian dengan jujur aku ceritakan kisahnya kepada mereka. Mereka berkata, ‘Baik, kami akan melihat ember kami, akan kami buktikan kebenaran agamamu itu.’ Mereka segera pergi menengok ember mereka dan mereka dapatkan bahwa ember tersebut masih tertutup rapat dan belum terbuka. Mereka bertanya keheranan, ‘Dari mana engkau mendapat air itu?’ Aku menjawab, ‘Rezeki dari Allah yang telah diberikan-Nya padaku.’ Mereka berkata, ‘Kami bersaksi bahwa Rabbmu yang memberimu rezeki itu juga adalah Rabb kami dan Dia pula yang telah mensyariatkan Islam.’ Setelah itu mereka semua masuk Islam dan hijrah ke Madinah.”

Dialah wanita yang karena keteguhan imannya dan kesabarannya menghadapi siksaan, dimuliakan Allah dengan memberikan petunjuk kepada kaumnya untuk memeluk Islam.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

…فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم

“…Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran dirimu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah.”

Wallahu a’lam bish shawab…

Ditulis ulang dari buku Shahabat Wanita Utama Rasulullah dan Keteladanan Mereka, penerbit IBS (Irsyad Baitus Salam) dan Majalah Al Mawaddah vol.62 hal. 47-48 (rubrik profil wanita sejati)

Ummu Syuraik, Wanita Mukminah yang Disebut dalam Al Quran

#SyiarMuslimah
#TehZahra
#KisahTeladan

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
_________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID]

SUMAYYAH BINTI KHAYYAT
“WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID”

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman” padahal mereka belum lagi diuji?” (QS Al-Ankabut: 2)

“Apakah kalian mengira akan dapat masuk surga, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian, begitu pun orang-orang yang tabah?” (QS Ali Imran: 142)

“Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta.” (QS Al-Ankabut: 3)

Sumayyah binti Khayyat adalah sosok shahabiyah Assabiqunal Awwalun (generasi terbaik pertama) bersama Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Khatab, Ummu Aiman dan Ruqayyah. Beliau sosok mukminah yang memiliki harga diri (izzah) yang tinggi. Ditambah lagi, Sumayyah bersama Suaminya Yasir dan Anaknya Ammar telah mentauladankan sebuah potret keluarga muslim yang sempurna. Merekalah keluarga pertama yang menyatakan Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara totalitas.

Sumayyah adalah wanita pertama yang memberikan perlawanan kepada kaum musyrikin demi membela panji Islam. Ibnul Atsir mengatakan, “Dia adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang mula-mula masuk Islam. Dia termasuk orang yang menerima siksaan berat demi Allah SWT.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Orang yang mula-mula membela Islam ada tujuh orang; Rasulullah SAW, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, Ammar, dan Sumayyah.”

Seperti halnya Bilal bin Rabbah R.a yang mengalami penyiksaan atas keislamannya di awal masa ajaran Islam menerangi Mekkah, Sumayyah beserta keluarganya juga mendapatkan perlakuan yang sama. Saat para pembesar Kafir Quraisy mengetahui keislaman Sumayyah, mereka menyerbu rumahnya. Sumayyah bersama suami dan anaknya ditangkap dan dibawa ke depan khalayak ramai untuk disiksa. Mereka kemudian di seret ke kawasan padang pasir yang sangat membakar dan dipenuhi bongkah batu besar. Pakaian mereka ditanggalkan lalu kedua tangan dan kakinya diikatkan pada bongkah batu yang panas yang terpapar sinar matahari padang pasir. Mereka dipukul dan dicambuk hingga tubuh mereka memerah darah. Penyiksaan demi penyiksaan terus dilakukan agar keluarga Sumayyah mau meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallahhu’alaihi wassalam. Sumayyah dan keluarganya sama sekali tidak merasa gentar. Mereka saling berpandangan dengan penuh kasih sayang, saling menenangkan serta memberi kekuatan. Tidak ada rasa takut sedikitpun dibenak mereka dalam memperjuangkan agama Allah.

Seorang Sumayyah, sosok yang sangat sabar, tegar, mencintai Islam dengan sepenuh jiwa dan raganya, memiliki keimanan yang tidak dapat digoyahkan, menerima penyiksaan dan penganiayaan diluar kesanggupan orang kuat sekalipun. Sumayyah bahkan menyaksikan kesyahidan suaminya di sampingnya. Beliau juga melihat anaknya Ammar dibakar hidup-hidup. Dan itu sama sekali tidak dapat melunakkan hati Sumayyah untuk mengakui berhala-berhala kaum Quraisy sebagai Tuhan. Hatinya telah keras membatu karena dipenuhi kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Sampai-sampai Abu Jahal dan pengikutnya berputus asa menyiksanya. Dengan penuh kebencian dan Kemarahannya, Abu Jahal menancapkan tombak di perut Sumayyah secara perlahan hingga menembus punggungnya. Sebagian riwayat ada yang mengatakan tombak itu ditancapkan dibawah tubuhnya (kemaluannya). Demikianlah, tegarnya Sumayyah. Manisnya Iman telah mengantarkannya pada Syahidan. Syahidah pertama Fii sabililillah.

Wallahu’alam

#syahidahpertama
#keputrianazzahra

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad