[ JAGA LISANMU UKHTI ]


Lidah adalah anggota badan yang benar-benar perlu dijaga dan dikendalikan. Sesungguhnya lidah adalah penerjemah hati dan pengungkap isi hati. Oleh karena itulah, setelah Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam memerintahkan istiqamah, beliau mewasiatkan untuk menjaga lisan. Dan lurusnya lidah itu berkaitan dengan kelurusan hati dan keimanan seseorang.

Saudariku seringkali lisan kita tergelincir mengucapkan kata-kata kotor, mencela orang lain, membicarakan orang lain padahal dia tidak senang untuk diceritakan, bahkan seringkali lisan ini mengucapkan kata-kata yang mengandung kesyirikan dan kekufuran. Harusnya setiap muslim mengoreksi diri dalam setiap tingkah lakunya, apalagi dalam perkara lisannya, yang begitu enteng mengucapkan sesuatu karena keluar dari lidah yang tak bertulang.

Ingatlah saudaraku, setiap yang kita ucapkan, mencakup perkataan yang baik, yang buruk juga yang sia-sia akan selalu dicatat oleh malaikat yang setiap saat mengawasi kita. Seharusnya kita selalu merenungkan ayat berikut agar tidak sembarangan mengeluarkan kata-kata dari lisan ini.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), ”Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf [50] : 18).

Ucapan dalam ayat ini bersifat umum. Oleh karena itu, bukan perkataan yang baik dan buruk saja yang akan dicatat oleh malaikat, tetapi termasuk juga kata-kata yang tidak bermanfaat atau sia-sia. Jadi ingat terus ya ukhti untuk ngejaga lisannya agar tidak ada hati yang tersakiti 😆

Sumber : rumaysho.com

#JagaLisanmuUkhti
#NoGhibah
#GEMAZumratulAkhyar
#SyiarMuslimahAz-Zahra

[ Berhias OK, Tabarruj NO ]

Assalamu’alaikum cantikkk 🤗😘, apasih maksudnya berhias ok tabarruj no? Apa bedanya ya? hmm yuk cekidot..

Berhias merupakan Sunnah alamiah bagi laki-laki maupun perempuan, dengan cara yang berbeda. Terutama untuk kaum Hawa yang pasti sudah familiar dengan kata berhias atau bahkan jadi suatu hal yang wajib sebelum kemana mana, ya Kan?

Tapi untuk para perempuan (terutama yang sudah baligh) ada beberapa hal yang harus diperhatikan tentang masalah berhias, jangan sampai Sunnah alamiah manusia ini menjadi ladang dosa kemanapun kita pergi ( kan ga lucu kalo kemana mana nabung dosa 😌).

Lalu apa apa sih ‘tabarruj’ itu? Tabarruj adalah berhias dengan maksud untuk menampakkan kecantikan dan keindahan tubuh ataupun wajah. Dalam artian lebih jauh lagi para ahli tafsir mengatakan, gerakan yang memiliki maksud untuk menampakkan kecantikan ataupun perhiasannya juga termasuk tabarruj.

“Dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Nah, jadi apakah tabarruj itu boleh atau tidak boleh? jawabannya adalah keduanya. Tabarruj hanya boleh dilakukan seorang wanita didepan mahramnya, jika dilakukan didepan non-mahram tidak dibolehkan.

Lalu kalo begitu berhias yang bagaimana yang diperbolehkan jika ingin beraktivitas diluar rumah?

1. Memakai pakaian menutup aurat sesuai syariat (tidak tipis, longgar, menutup dada, tidak transparan dan sebaiknya tidak mencolok dari segi warna)

2. Tidak dibolehkan memakai wewangian yang tercium aromanya oleh orang lain. Jika parfum memang dibutuhkan, maka pakailah sekadar saja untuk menetralkan bau pakaian, tidak lebih dari itu.
“Setiap wanita mana saja yang memakai wewangian lalu dia berjalan melewati suatu kaum supaya mereka mencium wanginya itu, berarti dia telah berzina.” (HR.Ahmad, An-Nasa’i, Abu Dawud dan Tirmidzi)

3. Tidak berdandan berlebihan. Maksud berlebihan disini adalah yang bersifat tabarruj. Menggunakan berbagai macam riasan baik wajah maupun tubuh yang menyita perhatian jika dilihat. Cukup berhias dalam maksud rapi dan bersih serta sejuk dipandang, tak perlu ‘touch up’ wajah atau penampilan sana sini untuk terlihat cantik oleh orang lain (jika memang tujuan dandan hanya untuk enak dilihat, bukan untuk membuat semua mata tertuju pada mu 😉). Ingatlah sis, bagi Allah kamu sudah cantik dalam kesederhanaan berbalut syari’at..

4. Tidak melakukan hal-hal yang diharapkan seperti menyambung rambut, mengukir gigi, mencukur alis, membuat tato, dan merubah bagian bagian tubuh lainnya, hanya untuk alasan stylish ataupun trend. Kalau ini sudah pasti Big NO 🚫, gaboleh ya sis. Banyak dalil yang melarang dan melaknat perbuatan semacam ini.

Islam tidak melarang sesuatu kecuali lebih banyak mudharatnya jika dilakukan. Selain itu Islam juga sangat pengertian dalam urusan fitrah manusia. Sebaik baik pakaian adalah pakaian taqwa, sebaik baik pribadi adalah pribadi Muslim/Muslimah yang taat dan menjaga kehormatannya ☺️.

#NoTabarruj
#selfreminder
#keputrianAzzahra

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

“Problematika dan Tantangan Hijab Muslimah Masa Kini”

Sudah diketahui bersama bahwa setiap insan baik laki-laki maupun perempuan wajib untuk menutup seluruh auratnya. Terlebih kepada perempuan yang memang dikatakan menjadi fitnah bagi kaum laki-laki, mereka wajib menutup seluruh auratnya dengan berhijab. Hijab bukan sekedar kain yang hanya menutup kepala, rambut ataupun bagian tubuh atas saja, hijab adalah kain untuk menutup seluruh aurat baik dari kepala sampai ke kaki yang telah ditentukan oleh agama Islam. Namun modernitas zaman nyatanya berhasil menyeret ‘fashion’ untuk berada di tengah tengah mereka. Menarik minat para perempuan untuk melakukan kolaborasi, alias memadu padankan hijab agar tetap sesuai trend, atau malah sekedar sebagai penunjang penampilan.

Fenomena DJ bercadar yang viral di media sosial, kemudian seorang guru berhijab yang menunjukkan bakat tari jaipongnya saat kompetisi hijab hunt, adalah bukti kecil bahwa virus berbahaya ini sudah menyebar. Mengopinikan kepada massa bahwa status tidak bisa menghalangi seorang perempuan untuk berekspresi. Parahnya lagi, sang DJ justru menyeru muda mudi untuk tidak takut menjadi diri sendiri tanpa perlu memusingkan komentar orang lain. Sebuah ajakan yang menjurus pada konsep liberal.

Sadar atau tidak, ini adalah buah dari serangan yang digencarkan Barat. Mendoktrin pemikiran para perempuan bahwa hijab hanya mengekang perempuan. Akibatnya, banyak kalangan yang tanpa segan merespon secara defensif dengan mengambil jalan tengah. Artinya, mereka berhijab, namun juga bersolek dan menonjolkan lekuk tubuh demi tetap tampil cantik dan menarik.

Minimnya pengetahuan tentang batasan syariah ketika memandang makna kebebasan berekspresi semakin memperkeruh suasana. Masyarakat terus dibiarkan berasumsi sendiri tentang tata busana dan tata pergaulan. Definisi aurat disempitkan sebatas pada rambut. Campur baur juga bukan lagi masalah yang perlu dipusingkan

Hijab adalah busana muslim terusan panjang yang menutupi seluruh badan kecuali wajah, tangan dan juga kaki, yang biasanya dipakai oleh wanita muslim (muslimah). Penggunaan pakaian ini tentu saja terkait dengan tuntutan syariat yang diwajibkan kepada para perempuan muslim untuk menutup auratnya. Di Indonesia sendiri, trend busana ini pun semakin mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Banyak sekali kita jumpai beragam model jilbab sekarang ini dari yang panjangnya hingga lutut, sedada atau bahkan cuma sampai leher dengan beragam warna dan motif yang cukup menarik.

Kreasi berhijab pun semakin banyak dan cantik, Namun, saat ada yang berkembang, ada pula yang berkurang. Perkembangan hijab masa kini bisa jadi mengurangi keefisienan kita dalam menggunakan hijab tersebut. Tutorial jilbab masa kini sudah tak terhitung jumlahnya. Di satu sisi, hal ini membuat wanita muslim bisa memilih gaya jilbab yang sesuai dengannya.

Namun, di sisi lain, terdapat beberapa problema bagi hijabers masa kini seperti :

1. Makin kerepotan menentukan gaya hijab.

Begitu banyaknya gaya hijab, membuat kita bingung akan menggunakan gaya hijab seperti apa hari ini, besok dan seterusnya. Pastikan Anda memiliki gaya hijab yang sesuai dan tidak merepotkan Anda. Kreasi hijab memang seru, tapi fokuskan bahwa menggunakan hijab itu semakin mudah dan sederhana, akan semakin baik.

2. Terbawa tren masa kini.

Hijab bukanlah tren. Menggunakan hijab juga bukan untuk dipamerkan bahwa Anda adalah hijabers gaul masa kini, melainkan sebagai muslimah yang menutup aurat. Inspirator hijab masa kini hadir bukanlah untuk sekedar menularkan karya mereka atau memperlihatkan gaya busana yang cantik dalam berhijab, namun untuk mengajak wanita muslimah memenuhi kewajibannya menggunakan hijab

3. Lupa dengan tujuan berhijab.

Tujuan menggunakan hijab adalah untuk menutupi aurat. Hindari terlalu fokus dengan fashion atau kecantikan dalam berhijab. Seimbangkan hijab Anda dengan menambah pengetahuan spiritual seputar hijab untuk wanita. Sederhana juga bisa cantik, kok. Berbagai artikel fashion dan tutorial hijab ada untuk memberi inspirasi hijab yang cocok dan mudah untuk Anda, tidak harus menjadi patokan Anda untuk berhijab.

4. Gaya jilbab klasik dianggap membosankan dan bikin wajah bulat.

Gaya jilbab klasik yang sering digunakan wanita muslimah sebelum meledaknya hijab dengan pashmina dan aneka jenis hijab masa kini sebenarnya tidak akan lekang dimakan waktu. Gaya jilbab klasik yang lebih simple dan sederhana sebenarnya merupakan teknik yang paling memudahkan wanita. Siti Juwariyah dan Dewi Neelam adalah beberapa hijabers masa kini yang masih sering menggunakan gaya jilbab klasik, tapi mereka tetap cantik, kan?

Jadi kita tidak perlu pusing memikirkan model hijab apa yang akan dikenakan, hijab klasik ataupun modern sama saja yang terpenting menutup aurat dan bergaya lebih cantik.

Sumber: https://www.hipwee.com/opini/problema-mode-hijab-di-masa-kini/
https://www.google.co.id/amp/s/www.islampos.com/amp/tantangan-muslimah-masa-kini-25407

#Tantanganmuslimahkini
#Problematikamodehijab
#GEMAZumratulAkhyar
#SyiarMuslimahAz-Zahra