[ WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID]

SUMAYYAH BINTI KHAYYAT
“WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID”

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman” padahal mereka belum lagi diuji?” (QS Al-Ankabut: 2)

“Apakah kalian mengira akan dapat masuk surga, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian, begitu pun orang-orang yang tabah?” (QS Ali Imran: 142)

“Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta.” (QS Al-Ankabut: 3)

Sumayyah binti Khayyat adalah sosok shahabiyah Assabiqunal Awwalun (generasi terbaik pertama) bersama Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Khatab, Ummu Aiman dan Ruqayyah. Beliau sosok mukminah yang memiliki harga diri (izzah) yang tinggi. Ditambah lagi, Sumayyah bersama Suaminya Yasir dan Anaknya Ammar telah mentauladankan sebuah potret keluarga muslim yang sempurna. Merekalah keluarga pertama yang menyatakan Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara totalitas.

Sumayyah adalah wanita pertama yang memberikan perlawanan kepada kaum musyrikin demi membela panji Islam. Ibnul Atsir mengatakan, “Dia adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang mula-mula masuk Islam. Dia termasuk orang yang menerima siksaan berat demi Allah SWT.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Orang yang mula-mula membela Islam ada tujuh orang; Rasulullah SAW, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, Ammar, dan Sumayyah.”

Seperti halnya Bilal bin Rabbah R.a yang mengalami penyiksaan atas keislamannya di awal masa ajaran Islam menerangi Mekkah, Sumayyah beserta keluarganya juga mendapatkan perlakuan yang sama. Saat para pembesar Kafir Quraisy mengetahui keislaman Sumayyah, mereka menyerbu rumahnya. Sumayyah bersama suami dan anaknya ditangkap dan dibawa ke depan khalayak ramai untuk disiksa. Mereka kemudian di seret ke kawasan padang pasir yang sangat membakar dan dipenuhi bongkah batu besar. Pakaian mereka ditanggalkan lalu kedua tangan dan kakinya diikatkan pada bongkah batu yang panas yang terpapar sinar matahari padang pasir. Mereka dipukul dan dicambuk hingga tubuh mereka memerah darah. Penyiksaan demi penyiksaan terus dilakukan agar keluarga Sumayyah mau meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallahhu’alaihi wassalam. Sumayyah dan keluarganya sama sekali tidak merasa gentar. Mereka saling berpandangan dengan penuh kasih sayang, saling menenangkan serta memberi kekuatan. Tidak ada rasa takut sedikitpun dibenak mereka dalam memperjuangkan agama Allah.

Seorang Sumayyah, sosok yang sangat sabar, tegar, mencintai Islam dengan sepenuh jiwa dan raganya, memiliki keimanan yang tidak dapat digoyahkan, menerima penyiksaan dan penganiayaan diluar kesanggupan orang kuat sekalipun. Sumayyah bahkan menyaksikan kesyahidan suaminya di sampingnya. Beliau juga melihat anaknya Ammar dibakar hidup-hidup. Dan itu sama sekali tidak dapat melunakkan hati Sumayyah untuk mengakui berhala-berhala kaum Quraisy sebagai Tuhan. Hatinya telah keras membatu karena dipenuhi kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Sampai-sampai Abu Jahal dan pengikutnya berputus asa menyiksanya. Dengan penuh kebencian dan Kemarahannya, Abu Jahal menancapkan tombak di perut Sumayyah secara perlahan hingga menembus punggungnya. Sebagian riwayat ada yang mengatakan tombak itu ditancapkan dibawah tubuhnya (kemaluannya). Demikianlah, tegarnya Sumayyah. Manisnya Iman telah mengantarkannya pada Syahidan. Syahidah pertama Fii sabililillah.

Wallahu’alam

#syahidahpertama
#keputrianazzahra

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

Leave a Reply