#Resume -kajian-

“Kapan mau hijrah, kalau serius, janganlah menunda – nunda”

Dalam istilah syar’i hijrah adalah meninggalkan negeri kafir atau meninggalkan negri yang buruk

Dan hijrah juga bisa disebut suatu perbuatan yang dilakukan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk serta sifat-sifat yang jelek, kemudian kembali kepada jalan Allah Tabaroka Wa Ta’ala.

Para ulama menafsirkan bahwa hijrah hati merupakan perkara yang sebenar-benarnya hijrah.

Dari Syeikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

المسلم من سلم المسلمة ن من لسا نه و يده

“Seorang muslim adalah orang yang muslim

lainnya merasa selamat dari gangguan lisan

dan tangannya”.

(Hadits Shahih, Riwayat Muslim)

Orang hijrah adalah orang yang meninggalkan seluruh larangan Allah Ta’ala, dan menjalankan perintahNya.

Allah Ta’ala berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

(QS. Muhammad : 7)

Tafsir dari ayat tersebut adalah bahwa yang dimaksud menolong agama Allah yaitu mengamalkan perintah serta meninggalkan seluruh laranganNya.

Dan Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. An-Nisa’ : 100)

Ketika kita berhijrah di jalan Allah Ta’ala, Allah akan meluaskan rezeki, maka jangan takut / khawatir ketika kita berhijrah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

Ibnul Qayyim mengomentari hadist tersebut : “Ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

Maka siapa saja yang mau berhijrah, Allah akan menerima hijrahnya.

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Az-Zumar : 53 )

Tentulah setelah berhijrah, seseorang harus mempunyai tekad menjadi baik dan bertekad tidak mengulangi maksiat yang pernah dilakukannya.

Semoga kita bisa terus semangat dalam berhijrah, menjadi lebih baik mulai saat ini dan terus istiqomah.

Selamat berhijrah 🙂

📝 : Hana N – Teknik Geologi 2015

Referensi :

Kapan Mau Hijrah?