[ AMALAN SUNNAH WANITA KETIKA HAID ]


Hikmah haid bagi muslimah adalah merupakan training atau latihan, karena muslimah pada akhirnya akan mempunyai anak dan harus membersihkan kotoran pada anaknya yang masih bayi,maka Allah SWT memberikan training berupa haid, sehingga nantinya terbiasa dalam merawat bayinya.

Dari Aisyah r.a. Menyatakan: “Kami mengalami haid ,Maka Kami diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengqadha shaum dan tidak diperintahkan untuk mengqadha solat.” (H.R. Bukhari-Muslim/Dalam Shahih Jami No. 3514).

Banyak ibadah sunnah lainnya yang dianjurkan yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:

1. Menyediakan dan memberi ifthar (hidangan berbuka), kepada orang-orang yang shaum baik bagi anggota keluarga maupun saudara-saudara umat Islam
Ifthar adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, karena mengandung pahala yang besar dan kebaikan yang berlimpah.

2. Menjauhi Larangan Agama
Muslimah yang bijak tentunya berupaya memanfaatkan setiap detik ketika bulan Ramadhan walaupun ketika sedang haid, dan terhalang menunaikan shaum masih mendapat pahala yaitu dengan berusaha menjauhi segala yang dilarang oleh Agama,dan berusaha menjaga lisan dengan tidak menggunjing dan selalu berusaha berkata-kata yang manfaat.

3. Memperbanyak Berdoa dan Berdzikir Sepanjang Hari
Berdoa dibulan ramadhan adalah sangat mustajab, dan sangat dianjurkan, tentunya sebagai muslimah juga memanfaatkan waktu dengan senantiasa memperbanyak berdoa dan bedzikir setiap saat, Allah SWT Berfirman: “Dan Rabbmu Berfirman: Berdoalah Kepada-Ku Niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min: 60).

4. Mengingatkan anggota keluarga dalam kebaikan, terutama saudara laki-laki agar senantiasa solat berjamaah dimesjid
Rasulullah SAW Bersabda: “Dan jikalau mereka mengetahui apa-apa yang ada dalam solat Isya dan shubuh niscaya mereka mendatangi keduanya bahkan mereka akan mencintainya.”

5. Mengingatkan anggota keluarga untuk menunaikan solat sunat terutama solat sunnat dhuha dan solat sunat qiyamul lail
Sebagaimana kita telah ketahui bersama bahwa solat sunnat dhuha dan solat sunnat qiyamul lail adalah merupakan ibadah yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW.

6. Menyibukkan diri menuntut Ilmu yang bermanfaat
Salah satu kreteria wanita solehah adalah selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, semangat dalam mengamalkan ilmu nya, dan semangat dalam mengajak orang lain agar mengamalkan ilmunya, dengan demikian di bulan ramadhan ini walau terhalang dengan tidak shaum seyogiyanya menyibukkan diri meluangkan waktu untuk bersemangat menuntut ilmu yang manfaat dunia dan akhirat.

So, ukhti jangan sampe haid atau nifas dijadikan alasan untuk gak beribadah ya?

Sumber:
Amal.com

#SyiarMuslimah
#GeologicalMuslimAssociation
#AyoBeramalBaik

HUKUM MENCUKUR ALIS

Bagaimana hukum mencukur alis dalam islam?

Dalam beberapa adat pernikahan yang ada di Indonesia, kita mungkin pernah atau bahkan sering menjumpai pengantin wanita mencukur habis alisnya karena harus menyesuaikan dengan riasan pengantin di wajahnya. Tidak hanya itu, mencukur alis sampai habis pun sering kali dilakukan oleh banyak wanita yang bekerja di luar rumah untuk mempercantik diri, dengan alasan penampilan adalah penunjang keberhasilan karir mereka.

Padahal sesungguhnya perbuatan mencukur alis ini adalah salah satu perbuatan yang dilarang dan diharamkan dalam syariat Islam. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ النَّبِيُّ صلّى الله عليه وسلّم النَّامِصَةَ وَالمُتَنَمِّصَةَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menghilangkan bulu alis dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya.” (HR. Abu Dawud, dan terdapat hadits pendukung yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim)

Menghilangkan bulu alis maksudnya adalah mencabut bulu alis atau mencukur bulu alis atau mengerik bulu alis, dan bisa saja dilakukan sendiri baik itu sebagian maupun seluruhnya, dengan alat ataupun dengan tanpa alat. Perbuatan menghilangkan bulu alis ini termasuk perbuatan merubah ciptaan Allah. Karena itu hendaknya setiap wanita menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Namun bila seorang wanita menemukan rambut atau bulu yang seharusnya tidak tumbuh pada wajah seorang wanita, seperti kumis dan jenggot, maka ia boleh menghilangkannya karena kumis dan jenggot tadi dapat memberikan mudharat dan memperburuk rupanya.

Kodrat seorang wanita adalah ingin selalu tampil cantik, namun tampil cantiknya seorang wanita haruslah dalam koridor syariat. Dimana kecantikan seorang wanita adalah hak suaminya, dan hanya boleh dilihat oleh orang-orang yang menjadi mahramnya. Dan seorang wanita mukminah adalah wanita yang selalu menjaga kehormatan dirinya dan menjaga hak-hak suaminya.

Wallahul Musta’an.

Sumber :
Majalah Al-Buhuts no 37: 170-171, Fatwa Syaikh Ibnu Baz
Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin juz 2 halaman 830-831

#SyiarMuslimah
#GeologicalMuslimAssociation

CINTA NABI

Cinta Nabi ﷺ 1
Cinta Nabi. Kalimat sederhana yang begitu dalam maknanya. Dua kata yang bisa membuat orang menebusnya dengan dunia dan seisinya. Karena memang demikianlah hakikinya. Nabi Muhammad ﷺ wajib lebih dicintai dari orang tua, istri, anak, dan siapapun juga.
Namun, kecintaan kepada Nabi Muhammad ﷺ bukanlah sesuatu yang bebas ekspresi. Tetap ada aturan yang indah dan elegan. Tidak boleh berlebihan (Ghuluw) dan juga menyepelekan. Tidak boleh mengada-ada. Karena beliau ﷺ begitu mulia untuk dipuja dengan sesuatu yang bukan dari ajarannya.
Allah ﷻ berfirman,
وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS:An-Nisaa | Ayat: 69).
Imam al-Baghawi rahimahullah dalam tafsirnya mengatakan, “Ayat ini turun terkait dengan kisah Tsauban bin Bujdad radhiallahu ‘anhu bekas budak Rasulullah ﷺ. Ia sangat mencintai Nabi ﷺ. Suatu hari ia menemui Nabi ﷺ, dengan rona wajahnya berbeda. Menyiratkan kekhawatiran dan rasa sedih yang bergemuruh di dalam hatinya. Melihat kondisinya yang demikian maka Rasulullah ﷺ pun bertanya kepadanya.
Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Apa yang membuat raut wajahmu berbeda (dari biasa) wahai Tsauban’?

‘Aku tidak sedang sakit atau kurang enak badan wahai Rasulullah ﷺ . Aku hanya berpikir, jika tak melihatmu, aku sangat takut berpisah denganmu. Perasaan itu tetap ada, hingga aku melihatmu. Kemudian aku teringat akhirat. Aku takut kalau aku tak berjumpa denganmu. Karena engkau di kedudukan tinggi bersama para nabi. Dan aku, seandainya masuk surga, aku berada di tingkatan yang lebih rendah darimu. Seandainya aku tidak masuk surga, maka aku takkan melihatmu selamanya’, kata Tsauban radhiallahu ‘anhu.
Sebab dari perkataan Tsauban tersebut, kemudian Allah ﷻ turunkan tersebut.
Bukankah lisan mu selalu mengatakan ingin bertemu dengan Nabi Muhammad ﷺ ? Bukankah kita sering mengatakan ingin berada di Jannah firdaus bersama orang-orang shalih?
Allah sudah kabarkan kepada mu cara untuk dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada dan sholihin, mengapa engkau belum juga mendatangi cara tersebut untuk meraih surga yang engkau cita-citakan?
Bersambung….
Referensi :
– http://kisahmuslim.com/5735-merekalah-orang-orang-yang-mencintai-nabi.html
– https://www.youtube.com/watch?v=Knp2_y_nEig

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ K E S E D E R H A N A A N A Z – Z A H R A ]


Menjadi anak raja hampir selalu membawa takdir keberuntungan. Kekuasaan puncak sang ayah tak hanya memungkinkan dia hidup serba kecukupan tapi juga berlumuran kemewahan. Lantas, bagaimana dengan putri Nabi Muhammad SAW Fatimah Az Zahra, pemimpin tertinggi dan pelaksana risalah ilahi?

Suatu hari Fatimah Az Zahra, dihampiri Abdurrahman bin ‘Auf. Dia mengabarkan bahwa Rasulullah tengah menangis sedih selepas menerima wahyu dari Jibril. Abdurrahman datang dalam rangka mencari obat bagi suasana hati Nabi yang kalut pada waktu itu. Satu hal yang selalu membuat Rasulullah bahagia adalah melihat putrinya.

“Baik. Tolong menyingkirlah sejenak hingga aku selesai ganti pakaian.” Demikian diceritakan dalam kitab al-Aqthaf ad-Daniyyah melalui riwayat Umar bin Khattab.

Keduanya lalu berangkat ke tempat Rasulullah. Saat itu Fathimah menyelimuti tubuhnya dengan pakaian yang usang. Ada 12 jahitan dalam lembar kain tersebut. Serpihan dedaunan kurma juga tampak menempel di sela-selanya.

Sayidina Umar bin Khattab menepuk kepala ketika menyaksikan penampilan Fathimah. “Betapa nelangsa putri Muhammad SAW. Para putri kaisar dan raja mengenakan sutra-sutra halus sementara Fatimah anak perempuan utusan Allah puas dengan selimut bulu dengan 12 jahitan dan dedaunan kurma.”

Sesampainya menghadap ayahandanya, Fathimah bertutur, “Ya Rasulullah, tahukah bahwa Umar terheran-heran dengan pakaianku? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kemuliaan, aku dan Ali (Sayyidina Ali bin Abi Thalib, suaminya) selama lima tahun tak pernah menggunakan kasur kecuali kulit kambing.”

Fathimah menceritakan, keluarganya menggunakan kulit kambing tersebut hanya pada malam hari. Sementara pada siang hari kulit ini menjelma sebagai tempat makan untuk unta. Bantal mereka hanya terbuat dari kulit yang berisi serpihan dedaunan kurma.
“Wahai Umar, tinggalkan putriku. Mungkin Fatimah sedang menjadi kuda pacu yang unggul (al-khailus sabiq),” sabda Nabi kepada sahabatnya itu.

Analogi kuda pacu merujuk pada pengertian keutamaan sikap Fathimah yang mengungguli seluruh putri-putri raja lainnya. “Tebusanmu (wahai Ayah) adalah diriku,” sahut Fatimah.

Dengan kedudukan dan kharisma ayahandanya yang luar biasa, Fatimah Az Zahra sesungguhnya bisa memperoleh apa saja yang ia kehendaki, lebih dari sekadar pakaian dan kasur yang bagus. Namun, kepribadian Rasulullah yang bersahaja tampaknya memang mewaris ke dalam dirinya. Fathimah tetap tampil sederhana, dengan segenap kebesaran dan kemewahan jiwanya.

Sumber:
Ari Cahya Pujianto on 20 Juni 2017

#SyiarIslam
#AkhlakIslam
#GeologicalMuslimAssociation

[ CERIWIS : Cerita Wow Inspiratif ]


“Aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu”

Dalam hidup ini kita semua mungkin pernah mengalami fase terendah dalam hidup kehidupan, fase dimana jiwa kita terombang-ambing diantara keputusan untuk memilih dunia atau akhirat, sebuah fase tersulit untuk ditinggalkan, teradang terlalu berharap pada manusia namun malah memperoleh kekcawaan, tetapi pada akhirnya kita semua sadar bahwasanya hanya kepada Allah lah tempat bersandar

Ada sebuah kisah dari saudari kita tentang kisah hijrahnya untuk menempuh jalan ridho ilahi di tengah situasi dan kondisi yang sulit untuk mengamalkan kewajiban islam. Saudari kita ini dibesarkan di keluarga yang kurang islami. Ketika dia bersekolah di sekolah menengah pertama sempat khilaf seperti remaja pada umumnya yakni pacaran. Dan akhirnya hal ini terus berlanjut sampai saudari kita ini menginjak kelas 2 SMA. Dan ketika masih berpacaran bahkan dia masih sempat menghitung jumlah mantannya sekitar seratusan orang. sampai suatu ketika pacar terakhirnya meminta hal yang dilarang agama. Disiniah hidayah turun kepada saudari kita ini.

Dengan diawali perbuatan sederhana untuk hijrah ke jalan kebenaran seperti mulai berpakaian sesuai syariat islam, meninggalkan pacaran dan mulai menghindari bersalaman dengan yang bukan mahrom. Namun, ditengah keluarga yang kurang menerapkan syariat islam dalam kehidupan sehari-hari, maka tentu saja hijrah ini sangat sulit untuk dilakukan karena sangat butuh dukungan keluarga terdekat. Alhamdulillah saudari kita ini tetap istiqomah sampai sebelum masuk kuliah. Namun ketika perkuliahan dimulai khususnya ketika ospek saudari mulai khilaf kembali dikarenakan lingkungan yang kurang menerapkan syariat islam sehingga dosa-dosa seperti zina kecilpun dapat dengan mudah terjadi. Tetapi setelah ospek selesai dan masuk semester kedua saudari kita ini kembali digerakkan oleh Allah hatinya untuk mulai meninggalkan perbuatan maksiat dan lebih meningkatkan lagi keimanannya dengan mengikuti LDF, memakai pakaian yang tertutup dan longgar serta mulai mengajak teman teman untuk berbuat baik sesuai ajaran rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Pelajaran yang bisa kita petik dari kisah ini adalah jangan pernah menyerah untuk terus berusaha memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT walaupun dilingkungan yang kurang menerapkan syariat islam karena Allah selalu bersama kita dalam keadaan apapun.

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ Maukah Aku Tunjukan Seorang Wanita Penghuni Surga? ]


Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”

Aku menjawab, “Ya”

Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’

Wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagaimana perkataan Ibnu Abbas kepada muridnya, Atha bin Abi Rabah, “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?” Aku menjawab, “Ya”
Ibnu Abbas berkata, “Wanita hitam itulah….dst”

Wanita hitam itu, yang mungkin tidak ada harganya dalam pandangan masyarakat. Akan tetapi ia memiliki kedudukan mulia menurut pandangan Allah dan Rasul-nya. Inilah bukti bahwa kecantikan fisik bukanlah tolak ukur kemuliaan seorang wanita.

Kecantikan iman yang terpancar dari hatinyalah yang mengantarkan seorang wanita ke kedudukan yang mulia. Dengan ketaqwaannya, keimanannya, keindahan akhlaqnya, amalan-amalan shalihnya, seorang wanita yang buruk rupa di mata manusia pun akan menjelma menjadi secantik bidadari surga.

Wahai saudariku, wanita hitam itu menderita penyakit ayan sehingga ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan meminta beliau agar berdoa kepada Allah untuk kesembuhannya. Seorang muslim boleh berusaha demi kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Asalkan cara yang dilakukannya tidak melanggar syariat. Salah satunya adalah dengan doa.

Wanita itu berkata, “Aku menderita penyakit ayan dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah untukku agar Allah Menyembuhkannya.”

Saudariku, penyakit ayan bukanlah penyakit yang ringan. Terlebih penyakit itu diderita oleh seorang wanita. Betapa besar rasa malu yang sering ditanggung para penderita penyakit ayan karena banyak anggota masyarakat yang masih menganggap penyakit ini sebagai penyakit yang menjijikkan.

Tapi, lihatlah perkataannya. Apakah engkau lihat satu kata saja yang menunjukkan bahwa ia benci terhadap takdir yang menimpanya? Apakah ia mengeluhkan betapa menderitanya ia? Betapa malunya ia karena menderita penyakit ayan? Tidak, bukan itu yang ia keluhkan. Justru ia mengeluhkan auratnya yang tersingkap saat penyakitnya kambuh.

Subhanallah. Ia adalah seorang wanita yang sangat khawatir bila auratnya tersingkap. Ia tahu betul akan kewajiban seorang wanita menutup auratnya dan ia berusaha melaksanakannya meski dalam keadaan sakit. Inilah salah satu ciri wanita shalihah, calon penghuni surga. Yaitu mempunyai sifat malu dan senantiasa berusaha menjaga kehormatannya dengan menutup auratnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.” Wanita itu menjawab, “Aku pilih bersabar.”

Wanita itu lebih memilih bersabar walaupun harus menderita penyakit ayan agar bisa menjadi penghuni surga. Salah satu ciri wanita shalihah yang ditunjukkan oleh wanita itu lagi, bersabar menghadapi cobaan dengan kesabaran yang baik.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka Allah akan memberinya musibah pada tubuhnya atau hartanya atau anaknya, lalu Allah akan menyabarkannya hingga mencapai kedudukan mulia yang datang kepadanya.” (HR. Imam Ahmad. Dan hadits ini terdapat dalam silsilah Al-Haadits Ash-shahihah 2599)

Lalu wanita itu melanjutkan perkataannya, “Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar auratnya tidak tersingkap. Wanita itu tetap menderita ayan akan tetapi auratnya tidak tersingkap.

Wahai saudariku, seorang wanita yang ingatannya sedang dalam keadaan tidak sadar, kemudian auratnya tak sengaja terbuka, maka tak ada dosa baginya. Karena hal ini di luar kemampuannya. Akan tetapi, lihatlah wanita tersebut. Bahkan di saat sakitnya, ia ingin auratnya tetap tertutup. Di saat ia sedang tak sadar disebabkan penyakitnya, ia ingin kehormatannya sebagai muslimah tetap terjaga.

Oleh karena itu mari kita jaga aurat kita ukhti ! 🙂

Penulis : Ummu Rumman Siti Fatimah
Muraja’ah : ustadz Abu Salman
Marji’: Syarah Riyadhush Shalihin (terj). Jilid 1. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Cetakan ke-3. Penerbit Darul Falah. 2007 M.

#SyiarMuslimah
#MuslimGeologist

[ COMIC GEMA ]

Keinginan hati untuk melakukan suatu amalan, itulah makna daripada niat. Niat merupakan perkara yang amat penting dalam Islam. Sampai-sampai Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa segala amal perbuatan itu tergatung pada niat Si Pelaku. Seorang mendapatkan buah dari amalannya sesuai keadaan niat dalam hatinya. Dalam sebuah hadist yang masyhur, disampaikan oleh sahabat Umar bin Khatab radhiyallahu’anhu, Nabi shallallahua’laihi wasallam bersabda,

إنما الأ عمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim)

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ BAHAYA POLA TIDUR SETELAH SUBUH ]


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu👋👋

Apakabar nih saudara seiman? Pada kesempatan kali ini, Teh Zahra bakal bahas bagaimana sih bahayanya tidur setelah subuh. Hayoo siapa yang suka tidur nih habis subuh? Jangan dibiasakan yaaa..

Secara medis, pola tidur setelah subuh kurang sehat. Perlu diingat yang namanya pola hidup tidak sehat, bukan sekarang akibatnya, tetapi akumulasi dan akan terasa ketika usia mulai menua karena pola hidup yang tidak sehat.

Tidur setelah subuh tidak baik untuk kesehatan, karena saat itu adalah jam tubuh mulai melakukan metabolisme dan pemanasan. Jika tertidur lagi maka ibarat kendaraan yang tidak melakukan pemanasan. Ketika bangun jam 7 atau jam 8 pagi terasa masih lemas dan kurang bersemangat.

Tidur setelah subuh kurang sehat sebagaimana dijelaskan oleh ulama yang juga seorang dokter, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Beliau berkata,

وَهُوَ مُضِرٌّ جِدًّا بِالْبَدَنِ لِإِرْخَائِهِ الْبَدَنَ وَإِفْسَادِهِ لِلْفَضَلَاتِ الَّتِي يَنْبَغِي تَحْلِيلُهَا بِالرِّيَاضَةِ

“Tidur setalah subuh sangat berbahaya bagi badan karena melemahkan dan merusak badan karena sisa-sisa [metabolisme] yang seharusnya diurai dengan berolahraga/beraktifitas.”[4]

Jika bergadang sebelumnya dan perlu tidur, diusahakan tidur setelah terbit matahari

Setelah begadang semalaman, tidurnya (untuk balas) tidak langsung setelah subuh, tetapi setelah terbit matahari sekitar jam 6 pagi atau jam 6.30 (waktu Indonesia).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata,

ومن المكروه عندهم : النوم بين صلاة الصبح وطلوع الشمس فإنه وقت غنيمة ….حتى لو ساروا طول ليلهم لم يسمحوا بالقعود عن السير ذلك الوقت حتى تطلع الشمس

“Di antara yang tidak disukai adalah tidur antara shalat pagi dan ketika matahari terbit, karena tidur pada waktu itu kurang baik…. sampai-sampai jika seseorang berjalan (safar) sepanjang malam, mereka tidak diizinkan untuk duduk (tidur dan istirahat) sampai terbit matahari.”

Beberapa ulama yang cukup sibuk melakukan seperti ini, mereka tidur sebentar setelah terbit matahari kemudian berangkat kerja dan mengajar.

Selain itu, tidur setelah subuh juga dapat mengakibatkan MENJADI MALAS DAN LALAI.
Ibnu Qayyin mengatakan bahwa ” Tidur sehabis subuh dapat menyebabkan seseorang penuh dengan kelalaian.”

Bahaya selanjutnya juga dapat MENJAUHKAN PAHALA HAJI DAN UMROH.
Rasulullah bersabda bahwa ” Barang siapa yang sholat subuh berjamaah kemudiann tetap duduk berzikir hingga terbitnya matahari kemudian melakukan sholat dhuha, Maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umroh dengan sempurna (HR. Tirmidzi).

Lalu, bahaya selanjutnya, tidur setelah subuh dapat MELEMAHKAN SYAHWAT karena tubuh terlalu lama beristirahat dan tidak dilatih untuk bergerak. Sehabis subuh adalah waktu paling ideal untuk melakuakan sesuatu yang berguna misalnya olahraga ringan (lari pagi atau jalan santai).

Bahaya selanjutnya, tidur setelah subuh dapat mengakibatkan OBESITAS karena metabolisme tubuh sisa semalam tidak mengalami penghancuran lemak dan justru mengendap didalam tubuh sehingga menyebabkan kegemukan. Bahaya tidur sehabis subuh yang akan muncul berupa gangguan metabolisme tubuh. Metabolisme selalu dimulai pada pagi hari atau saat subuh dimana organ tubuh telah siap menerima aktivitas tubuh sebagai pemanasan untuk proses penghancuran lemak yang tidak terjadi penghancuran secara merata ketika seseorang sedang tidur.

Bahaya selanjutnya yang dapat ditimbulkan adalah GANGGUAN JANTUNG karena jantung tidak dilatih untuk memompa darah ketika metabolisme sedang akan dimulai. Ingatlah sekali jika bahwa metabolisme tubuh selalu terjadi saat subuh tiba yaitu ketika orang orang terbangun dari tidurnya dan siap melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Bahaya selanjutnya adalah DEPRESI, yang dapat terjadi karena Ketika bangun subuh dan melakuakan sholat maka tubuh telah siap menerima pergerakan dan pemanasan untuk melakukan aktivitas sehari hari yang dapat menyehatkan saraf, otot dan aliran darah diseluruh tubuh, Tetapi sayangnya justru anda hambat dengan aktivitas tidur kembali. Hal ini menyebabkan melemahnya kreatifitas otak untuk berfikir lebih jernih akibatnya depresi akan muncul saat terbangun sekitar 3 atau 5 jam kemudian.

Dan yang terparah, bahaya tidur setelah subuh adalah dapat DIJAUHKAN DIRI DARI REZEKI DAN BERKAH.
Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa ” Ya allah….Berkatilah umatku diwaktu paginya.”

Nah, bagaimana? Masih maukah untuk tidur setelah subuh? Terlalu banyak bahaya yang ditimbulkan ketika tidur setelah subuh. Lebih baik kita pergunakan waktu tersebut untuk belajar mengaji ataupun melakukan hal hal bermanfaat lainnya!
Yaaaa gaak?

Usahakan jangan tidur setelah subuh yaaa. Insyaallah berkahh. Aamiin~

❤️

-Sumber:

Anonim-

Anjuran Tidak Tidur Setelah Sahur dan Subuh (Syariat dan Medis)

https://www.google.co.id/amp/s/halosehat.com/gaya-hidup/kebiasaan-buruk/bahaya-tidur-sehabis-subuh/amp

#SyiarMuslimah
#JanganTidurLagi
#MuslimSehat

KISAH NABI YAQUB AS

[PART 5]

“Iya, paman. Aku menyetujui syarat itu. “
“Alhamdulillah, anak sholeh. Allah telah mengabulkan doaku mengirimkan engkau datang kemari. Puji laban
“ Oh ya paman, kalo begitu izinkan aku menikahi Rahil.” Kata Ya’kub..
Mendengar ucapan Ya’kub. Laban kemudian terdiam beberapa saat.
“ Ya’kub, bukan kebiasaan kami di sini untuk menikahkan adiknya terlebih dahulu, sedangkan kakaknya belum.” Kata Laban Hati-hati.”
“ Lantas, bagaimana baiknya menurut paman.” Apakah saya harus menunggu terlebih dahulu sampai Layya menikah. Baru kemudian saya menikah dengan rahil.” Kata ya’kub.
“ Tidak seperti itu nak, sesungguhnya aku menyukaimu dan menginginkanmu menjadi menantuku. Maukah kau menikahi layya terlebih dahulu dengan mas kawin seperti tersebut di atas yaitu membantu menguruskan usaha peternakanku selama 7 tahun dan setelah masa itu selesai, aku akan menikahkanmu dengan Rahil anakku yang ke dua dengan mas kawin yang sama juga yaitu tujuh tahun bekerja padaku. Dan bila engkau ingin menambahkan waktunya maka itu adalah kebaikan yang datang dari sisimu. Insya allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang baik. Kata Laban panjang lebar.
“ Baik paman, aku terima saran dari paman. Insya allah aku akan menikah dengan layya terlebih dahulu kemudian setelah habis masa kerjaku setelah tujuh tahun aku akan menikahi Rahil. Mengenai waktunya insya allah akan aku genapkan menjadi sepuluh tahun dan insya allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang tidak menyalahi janji. Kata Ya’kub
Teman-temanku. ..
Pada masa ini syariat membolehkan seorang lelaki untuk menikah dengan perempuan bersaudara. Tetapi kemudian hokum ini Allah hapuskan di dalam kitab Taurat yang Allah turunkan kepada Nabi Musa AS bahkan berlaku juga sampai hari ini dimana seorang lelaki tidak boleh menikahi dua wanita bersaudara sekaligus kecuali salah satunya meninggal terlebih dahulu. Misalnya seperti Rasulullah yang menikahkan dua putriya dengan Utsman bin Affan, sahabat beliau. Tetapi tidak di satu waktu. Pertama Rasulullah menikahkan Utsman dengan Ruqayyah putri ke dua beliau. Kemudian Ruqayyah meninggal dunia. Kemudian Rasulullah menikahkan lagi Utsman dengan putri ketiganya yaitu Ummu Kultsum.
Oke lanjut…
Setelah kesepakatan dicapai, maka atas izin Allah, menikahlah Ya’kub dengan layya putri tertua Laban bin Batwayil dengan mas kawin Ya’kub bekerja selama tujuh tahun dipeternakan pamannya. Layya memang tidak cantik dan memiliki kelemahan pada matanya yang agak kabur. Namun darinya Allah Ya’kub anugerah berupa anak yang banyak. Dari Rahim Layya Allah anugerahkan anak anak lelaki yang kuat dan perkasa. Anak pertama Ya’kub bernama Rubail, kemudian diikuti adiknya bernama Syam’un, Lawwa dan Yahudza.
Setelah tujuh tahun maka kemudian Allah takdirkan Ya’kub menikahi Rahil yang sedari awal memang disukainya. Rahil memang memiliki budi pekerti yang mulia dan lebih cantik dan anggun dibanding kakaknya. Pada awal pernikahan Rahil tidak segera hamil berbeda dengan kakaknya yang langsung punya anak.
Setelah mendapat empat anak kemudian layya hamil lagi sehingga lahirlah anak kelimanya yang bernama Yasakhir, putra keenam Yakub dari layya yang bernama Zabilun dan kemudian seorang anak perempuan yang diberi nama Dina. Kemudian Nabi Ya’kub juga mendapat hadiah budak dari dua orang istrinya. Rahil memberi budaknya yang bernama Balha untuk kemudian dinikahi Ya’kub. Dari Balha, Ya’kub mendapat anak yang diberi nama Daan. Selain itu Layya juga memberi Ya’kub budak wanitanya yang bernama Zulfa. Ya’kub juga menikahinya dan mendapat dua anak lelaki yang diberi nama Jaad dan Asyir. Sehingga genaplah anak Ya’kub sepuluh orang.
Betapa sedihnya Rahil belum bisa mengandung juga. Tapi Alhamdulillah, anjuran dari suami tercinta supaya ia bersabar dan banyak berdoa kepada Allah dipatuhinya. Menjelang sepertiga malam terakhir Rahil sering menghabiskan waktunya bermunajat kepada Allah supaya diberi keturunan yang sholeh. Pun demikian Nabi Ya’kub As, tiada bosan berdoa kepada Allah agar istrinya yang paling dicintainya dapat melahirkan anaknya…
Setelah sekian lama dan sepuluh orang anak Ya’kub yang lain beranjak dewasa, akhirnya Allah perkenankan juga doa Nabi Yakub As. Istrinya Rahil akhirnya hamil juga. Betapa bahagianya Nabi Ya’kub AS. Tak lama kemudian lahirlah seorang bayi yang sangat mulia dan tampan. Ketampanan wajahnya membuat heboh penduduk kota. Bayi tersebut kemudian diberi nama Yusuf.
Selama Ya’kub di Fadam A’ram , Ya’kub membawa kemajuan yang pesat bagi peternakan pamannya. Ya’kub bertangan dingin. Hewan ternak mertuanya semakin banyak. Harta kekayaan melimpah ruah padanya. Ya’kub juga berdakwah kepada kaumnya supaya tetap selalu beriman dan beribadah hanya kepada Allah SWT. Demikianlah Allah jadikan Ya’kub memiliki kedudukan yang terhormat di sisi masyarakat dan dijadikan suri tauladan yang baik.
Teman-temanku…
Demikianlah kisah Ya’kub hari ini. Betapa sekali lagi Allah menunjukkan kepada kita untuk tetap bersabar dan berbuat baik dalam setiap kondisi. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan.
Semoga Allah menjadikan kita suka belajar siroh dan menjadikan kita bisa meniru indahnya akhlak para nabi dan rasul.
Lalu bagaimana dengan permasalahan antara Nabi Ya’qub dan Saudaranya Al-Aish? In Syaa Allah jika Allah berkenan, maka kita akan lanjutakan kisahnya,

Alhamdulillahirabbil aalamiin, Assalamualaikum warahmatullohi wabarakatuh…

Sumber : Whatsapp group: One day one kisah(27 Februari 2018 – 5 Maret 2018)

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ Life Drugs, Resep dari Dokter Terbaik ]


Assalamu’alaikum sobat 😉, haii buat yang lagi kurang sehat, ngga fit atau yang lagi sehat pun boleh coba nih resep, karna…
” setiap penyakit pasti ada obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka ia akan sembuh dengan seizin Allah”. (HR. Muslim)

Disamping segala ikhtiar untuk kesembuhan, sebenernya ada beberapa resep obat dan rekomendasi nih dari Dokter Terbaik buat kita semua, yuk cekidot!

1. Shalat
Pil yang satu ini sangat ‘recommended’ untuk semua kalangan terutama untuk membantu mengobati penyakit jasmani dan rohani. Setiap gerakan shalat secara ilmiah berdampak positif tertentu bagi tiap bagian tubuh (jadi bukan asal gerakan aja ya). Dari segi rohani, shalat dapat merelaksasi pikiran dan hati dari hiruk-pikuk dunia dengan cara menemui Allah dalam kekhusyukan.
“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah:45)

2. Puasa (shaum)
Pil ini juga cocok untuk terapi rohani dan jasmani. terkadang yang bikin sakit itu adalah kondisi rohani yang lagi buruk, bisa jadi karna nafsu atau pemikiran negatif. Nah, dengan menggunakan pil ini kita dilatih untuk selalu dalam kondisi positif setiap saat dan memerangi segala pengaruh negatif dalam diri ataupun dari luar. Puasa juga melatih tubuh untuk kebiasaan pola makan teratur, yang ‘halallan Thayyiba’ dan membantu menormalkan kinerja dan fungsi organ tubuh.

3. Thaharah (bersuci)
Untuk pil yang ini setiap umat islam dianjurkan untuk selalu menggunakannya setiap saat. Baik suci dan bersih perihal diri, pakaian dan lingkungan. Kebersihan dan kesucian jasmani pun dapat mempengaruhi rohani. MIsalnya kalau suasana hati lagi buruk bisa memilih untuk wudhu, mandi ataupun berbusana rapi dan bersih.

4. Zikir + Do’a + Ngaji.
Nah yang gini gini bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Memang tak membutuhkan kondisi khusus, namun syaratnya adalah kesungguhan. Zikir dan doa bisa merelaksasi syaraf pada otak jika dilakukan dengan benar. Ngaji juga bisa berefek menenangkan dan menambah pengetahuan.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du:28)

5. Keseimbangan waktu istirahat dan aktivitas.
Tips ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jangan sampai menzalimi diri sendiri dengan berlebihan melakukan salah satunya. Istirahat (contoh:tidur) yang berlebihan tak hanya kurang baik untuk jasmani tapi juga rohani (karna jiwa juga butuh nutrisi dan dilatih).
“Dan Dia-lah yang Menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia Menjadikan siang untuk bangkit berusaha.” (QS. Al-Furqon:47)

Jadi kalo lagi sakit dan merasa sakit jiwa maupun raga jangan suuzon dulu (atau sampai2 berpikir “Allah udah ga peduli lagi” atau “ini adalah hukuman” dan blablabla…), konsultasi dulu pada Allah sambil evaluasi diri. Juga kalau mau sehat tinggal kembali dan jaga kedekatan dengan Allah, dokter yang perhatian dan tidak pernah lelah ataupun tidur, terbuka 24 jam buat siapapun yang ingin bertemu. Yuk biasakan pola hidup sehat dan bermanfaat, minta langsung sama yang Maha Penyembuh ya…

“Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (al-Quran) dari Tuhan-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman.” (QS. Yunus:57)

Referensi: Al-Qur’an & As-sunnah

#SehatSyar’i
#SalamDokterTerbaik
#SyiarMuslimah

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad