[ MUSLIM HEROES ]


Hamzah bin Abdul Muthalib. ra
(Si Singa Allah)

Tahukah kamu?

1. Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat Rasulllah saw dengan skill bertarung di atas rata-rata. Spesialisasinya adalah memanah.

2. Ada 2 orang yang dijuluki singa pada waktu itu yaitu Umar bin Khattab Si Singa Padang Pasir dan Hamzah Si Pemburu Singa.

3. Dari namanya saja ketahuan kan, dia siapa? Rasulullah punya 4 orang paman. 2 orang masuk Islam yaitu Hamzah & Abbas, sedangkan 2 orang tidak masuk islam yaitu Abu Thalib dan Abu Lahab. Selain 4 paman, beliau punya 1 tante yaitu Shafiyah yang juga masuk Islam.

4. Walaupun berstatus sebagai paman, tapi usia Hamzah dan Rasulullah saw hanya selisih 4 tahun. Ada juga ahli sejarah mengatakan bahwa mereka lahir di tahun yang sama. Suatu ketika dia ditanya siapakah yang lebih besar apakah dia atau Rasulullah saw. Hamzah menjawab, “Tentu saja Rasulullah lebih besar dari saya, hanya saja saya lahir lebih dulu.”
Maksud si penanya adalah siapakah yang lebih tua, tapi Hamzah menjawab demikian untuk menghormati Rasulullah saw.

5. Suatu hari, dia mendapat laporan bahwa Rasulullah saw dihina oleh Abu Jahal dengan hinaan yang sungguh terlalu. Hamzah marah besar. Dia yang baru pulang berburu langsung mendatangi Abu Jahal yang sedang berada di Darun Nadwa (tempat nongkrong para petinggi Quraisy) kemudian memukulinya dengan busur panah hingga berdarah-darah lalu berkata, “Apa kau menghina Muhammad sedangkan aku telah memeluk agamanya? Sekarang coba hina aku kalau kau berani!” Mendengar perkataan ini para tokoh Quraisy shock berat karena mengira Hamzah telah masuk Islam padahal belum. Abu Jahal tidak berani berbuat apapun padahal dia adalah tokoh penting di Mekah. Hampir terjadi pertarungan antara Hamzah dengan para pengikut Abu Jahal tapi Abu Jahal mencegahnya dan dia mengakui kesalahannya.

6. Hamzah menjadi bingung karena keceplosan mengaku sudah masuk Islam. Jika dia meralat ucapannya, maka itu adalah sebuah aib karena sama saja menjilat ludah sendiri. Setelah berdoa memohon petunjuk, besoknya keinginannya untuk masuk Islam semakin mantap. Dia pun bersyahadat.

9. Hamzah memimpin pasukan pertama yang dibentuk Rasulullah saw. Pasukan ini bertujuan untuk mencegat kafilah dagang Quraisy dan mengambil kembali harta kaum muslimin yang dirampas orang Quraisy setelah ditinggal hijrah.

7. Hamzah mengikuti Perang Badar yang terjadi pada tahun ke-2 setelah hijrah. Kaum muslimin terdiri dari 313 orang, 2 kuda, 70 onta (1 ekor dinaiki 2-3 orang) dengan peralatan dan senjata seadanya harus melawan 1000 pasukan Quraisy yang 600 diantaranya memakai baju besi. Mereka memiliki sekitar 100 kuda, banyak onta, serta senjata lengkap.
8. Ciri khas Hamzah adalah dia memasang bulu burung merpati di bagian dada baju perangnya.

9. Setelah mengobrak-abrik pasukan Quraisy di Perang Badar, nama Hamzah menjadi bahan pembicaraan di Mekah. Banyak orang yang keluarganya terbunuh di tangan Hamzah di Perang Badar menjadi dendam. Hamzah pun dijadikan ‘the most wanted’ di perang selanjutnya yaitu Perang Uhud.

10. Sebelum berangkat ke Perang Uhud, beberapa beberapa orang menjanjikan hadiah bagi yang bisa membunuh Hamzah. Salah satunya adalah Jubair bin Muth’im. Dia dendam karena pamannya mati di tangan Hamzah pada perang Badar. Jubair menyuruh budaknya yang bernama Wahsyi bin Harb untuk membunuh Hamzah dan berjanji akan memerdekakan Wahsyi jika tugas itu berhasil.

11. Ada juga seorang perempuan bernama Hindun binti Utbah. Dia adalah istri Abu Sufyan, pemimpin Mekah. 3 anggota keluarganya mati saat Perang Padar yaitu mereka yang berduel 3 vs 3. Dua diantaranya dihabisi Hamzah. Oleh karena itu dia sangat dendam kepada Hamzah. Hindun menjanjikan satu kotak penuh perhiasan emas jika Wahsyi berhasil membalaskan dendamnya.
Wahsyi sangat ahli melempar tombak seperti umumnya orang Habasyah (Ethiopia). Lemparannya hampir tak pernah meleset. Dia bisa melempar tombak melewati sebuah lingkaran besi yang digantung dan diputar tanpa mengganggu putarannya.

12. Perang Uhud terjadi pada tahun 3 H. Ketika 3000 orang pasukan kafir Quraisy masih dalam perjalanan ke Madinah, Rasulullah saw dan para sahabat berdiskusi. Rasulullah saw berpendapat bahwa sebaiknya mereka bertahan di dalam kota sedangkan mayoritas para sahabat terutama Hamzah menginginkan menghadapi musuh di luar Madinah. Akhirnya, 1000 pasukan muslim berangkat untuk bertempur di luar Madinah. Ternyata di antara mereka ada golongan orang-orang munafik. 300 dari 1000 orang meninggalkan barisan dan kembali ke Madinah sehingga kaum muslimin hanya tinggal 700 orang dan mereka harus melawan 3000 musuh.

13. Saat itu, Hamzah, Zubair bin Awwam, Ali bin Abi Thalib, Ashim bin Tsabit dan beberapa sahabat lain membentuk sebuah tim. Mereka orang-orang dengan skill bertarung tingkat tinggi.

14. Tim kecil ini fokus menyerang pemegang bendera pasukan musuh karena dalam tradisi perang saat itu, jika suatu pasukan benderanya jatuh, maka pasukan itu dianggap kalah walaupun jumlah mereka masih banyak. Sebaliknya, walaupun sisa 1 orang, asalkan bendera masih berdiri, maka belum dianggap kalah.

15. Ketika perang dimulai, mereka berempat langsung maju melesat menuju pemegang bendera yang ada di tengah pasukan musuh. Mereka menerjang barisan para ‘ikan teri’ yang tidak pantas melawan mereka. Dalam waktu singkat mereka berhasil menghabisi pemegang bendera padahal dia adalah orang dianggap terkuat dalam pasukan. Satu per satu prajurit musuh berdatangan berusaha mendirikan kembali bendera yang sudah jatuh, tapi mendatangi bendera sama saja mendatangi ajal karena tim Hamzah siap menyambut mereka. Ditambah lagi dengan adanya ‘sniper support’ dari pemanah yang tembakannya tak pernah meleset yaitu Sa’ad bin Abi Waqash dan juga 50 orang tim pemanah yang ada di atas bukit. Tak lama kemudian, di sekitar bendera tergeletaklah mayat-mayat para prajurit Quraisy yang berusaha mendirikan bendera. Pasukan Quraisy langsung shock berat karena bendera sudah jatuh padahal perang baru saja dimulai. Setelah itu tak ada lagi yang berani mencoba mendirikan bendera walaupun Abu Sufyan sang komandan Quraisy memerintahkannya. Akibatnya, pasukan Quraisy menjadi kacau balau dan terpukul mundur dan dikejar oleh kaum muslimin termasuk tim Hamzah.

16. Di Perang Uhud Hamzah menghabisi banyak sekali prajurit Quraisy. Dia menggunakan 2 pedang di kedua tangannya. Dia berteriak, “Aku ini Singanya Allah!” lalu Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah singanya Allah!” Sejak saat itu Hamzah dijuluki Singa Allah.

17. Perang Uhud adalah perang terakhir bagi Hamzah. Diam-diam Wahsyi mencari kesempatan. Dia tidak berani menghadapi Hamzah secara frontal. Sementara Hamzah sedang sibuk tebas sana sini, bacok kanan kiri, Wahsyi bersembunyi di balik pepohonan dan batu, menunggu Hamzah mendekat. Setelah dekat dan mendapat kesempatan, Wahsyi melemparkan tombaknya dan mengenai tepat di bagian perut hingga menembus tubuh Hamzah.

18. Dalam keadaan tertusuk tombak, Hamzah masih sempat berusaha mengejar Wahsyi hingga lari ketakutan. Namun tak lama kemudian Hamzah ambruk dan gugur.
Wahsyi tidak punya urusan denga perang Uhud. Setelah misi berhasil, dia langsung mundur, melapor kepada tuannya.

19. Hindun yang 3 anggota keluarganya mati menyuruh Wahsyi memotong hidung Hamzah, membelah dadanya dan mengeluarkan jantungnya. Tidak hanya itu, saking jengkelnya, Hindun mengunyah jantung Hamzah lalu memuntahkannya lagi. Setelah itu dia naik ke sebuah batu besar, mengungkapkan kegembiraannya sambil bersyair.

20. Kondisi jenazah Hamzah sangat mengenaskan. Tubuhnya rusak, tercabik-cabik, terkoyak-koyak, bermandikan darah. Kematiannya menjadi salah satu moment paling menyedihkan dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Selamanya tak ada seorangpun yang dapat menggantikanmu. Tak ada kejadian yang lebih membuatku marah melainkan kejadian sekarang ini.”

21. Karena keadaan kaum muslimin yang serba kekurangan saat itu, jenazah Hamzah hanya dtutup kain seadanya yang jika kepalanya ditutup, kakinya terlihat. Jika kaki ditutup kepala terlihat.

22. Para sahabat tdak memandikan jenazah Hamzah dan para syuhada lain karena mereka mati syahid. Malaikatlah yang memandikan mereka.
Rasulullah saw bersabda, “Aku melihat para malaikat memandikan jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Hanzhalah bin Rahib.” (HR. Thabrani)
Hanzhalah adalah seorang pengantin baru yang menikah H-1 sebelum Perang Uhud. Ketika dia mendengar seruan jihad dan masih dalam keadaan junub dia langsung berangkat ke medan perang.

23. Jasad para syuhada Uhud tetap utuh.
Madinah pernah mengalami banjir pada tahun 153 H. Karena air, tanah ambles atau terkikis sehingga jasad para syuhada Uhud terlihat di permukaan tanah termasuk Hamzah. Jasad mereka masih utuh dan berbau wangi.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhan-nya mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

24. Hamzah mendapat gelar Pemimpin Para Syuhada.

Kita umat Islam punya banyak superhero hebat.
Jangan sampai kita lebih kenal tokoh-tokoh fiksi daripada para sahabat nabi karena para sahabat adalah sumber inspirasi yang membangkitkan motivasi.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
Sahabat – sahabat Rasulullah, karya Syaikh Mahmud al Misri
66 Orang yang Dicintai Rasulullah, karya Prof Dr. Muhammad Bakar Ismail


#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad