[ A D A A P A D E N G A N K U ? ]

Detik demi detik ku jalani
Hari demi hari ku lalui
Namun mengapa hatiku terasa hampa?
Dan apa yang ku kerjakan terasa sia-sia
Banyak waktu yang terbuang tanpa amal kebaikan

Aku melakukan sesuatu diluar kehendak ku.
Melakukan segala aktivitas diluar keinginanku.
Aku melakukan sesuatu yang aku sendiri tak tau apa manfaat untuk orang lain bahkan untuk diriku sendiri aku tak tau.

Padahal semua ini adalah pilihan ku
Pilihan ku untuk berada disini, melakukan ini, mengambil amanah ini.
Tapi mengapa hanya rasa lelah dan kekosongan yang didapat?
Apa aku yang kurang hati-hati dalam memilih segala sesuatu? Apa aku kurang melibatkan diriNya, bahkan tidak sama sekali? Apakah yang aku pilih ini hanyalah menjauhkan aku denganNya?

Oh, tidak….
Aku mabuk kepayah…
Rasanya hanya lelah yang ku dapat
Aku ingin keluar, keluar dari lika-liku kehidupan dan huru-hara keramaian
Apa aku bisa?
Apa aku mampu?
Apa aku bisa meninggalkan semua ini?

Oh Sang Pencipta ada apa dengan aku ini begitu sombongnya diri ini sehingga kerap melupakanmu bahkan sesekali memalingkan wajah darimu…

Mohon ampun aku

Ukhti fillah…
Bagaimana keaadanmu saat ini?

Ingin kah kita dikemudian hari menjadi lebih baik?
Ingin kah kita terhindar dari kehampaan dan kesia-siaan?
Inginkah seluruh aktivitas kita adalah aktivitas yang tidak menjauhkan kita dari Allah?

Hidup adalah sebuah pilihan, dan keadaan kita saat ini adalah hasil pilihan-pilihan yang kita buat di masa lalu
Jika kita menginginkan keadaan kita lebih baik maka segeralah mengganti pilihan-pilihan hidup kita, sekarang juga!

Kita harus berubah, meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya untuk kita bahkan tinggalkan sesuatu yang bisa menjauhkan diri kita dariNya.

Keadaan hidup kita dimasa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini. Karena hidup adalah sebuah pilihan😌

#MendekatlahKepadaNya
#MariKitaMoveOn
#AllahSelaluRinduHambaNya
#SyiarMuslimahAz-Zahra
#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
_________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ MUSLIM HEROES ]


Hamzah bin Abdul Muthalib. ra
(Si Singa Allah)

Tahukah kamu?

1. Hamzah bin Abdul Muthalib adalah sahabat Rasulllah saw dengan skill bertarung di atas rata-rata. Spesialisasinya adalah memanah.

2. Ada 2 orang yang dijuluki singa pada waktu itu yaitu Umar bin Khattab Si Singa Padang Pasir dan Hamzah Si Pemburu Singa.

3. Dari namanya saja ketahuan kan, dia siapa? Rasulullah punya 4 orang paman. 2 orang masuk Islam yaitu Hamzah & Abbas, sedangkan 2 orang tidak masuk islam yaitu Abu Thalib dan Abu Lahab. Selain 4 paman, beliau punya 1 tante yaitu Shafiyah yang juga masuk Islam.

4. Walaupun berstatus sebagai paman, tapi usia Hamzah dan Rasulullah saw hanya selisih 4 tahun. Ada juga ahli sejarah mengatakan bahwa mereka lahir di tahun yang sama. Suatu ketika dia ditanya siapakah yang lebih besar apakah dia atau Rasulullah saw. Hamzah menjawab, “Tentu saja Rasulullah lebih besar dari saya, hanya saja saya lahir lebih dulu.”
Maksud si penanya adalah siapakah yang lebih tua, tapi Hamzah menjawab demikian untuk menghormati Rasulullah saw.

5. Suatu hari, dia mendapat laporan bahwa Rasulullah saw dihina oleh Abu Jahal dengan hinaan yang sungguh terlalu. Hamzah marah besar. Dia yang baru pulang berburu langsung mendatangi Abu Jahal yang sedang berada di Darun Nadwa (tempat nongkrong para petinggi Quraisy) kemudian memukulinya dengan busur panah hingga berdarah-darah lalu berkata, “Apa kau menghina Muhammad sedangkan aku telah memeluk agamanya? Sekarang coba hina aku kalau kau berani!” Mendengar perkataan ini para tokoh Quraisy shock berat karena mengira Hamzah telah masuk Islam padahal belum. Abu Jahal tidak berani berbuat apapun padahal dia adalah tokoh penting di Mekah. Hampir terjadi pertarungan antara Hamzah dengan para pengikut Abu Jahal tapi Abu Jahal mencegahnya dan dia mengakui kesalahannya.

6. Hamzah menjadi bingung karena keceplosan mengaku sudah masuk Islam. Jika dia meralat ucapannya, maka itu adalah sebuah aib karena sama saja menjilat ludah sendiri. Setelah berdoa memohon petunjuk, besoknya keinginannya untuk masuk Islam semakin mantap. Dia pun bersyahadat.

9. Hamzah memimpin pasukan pertama yang dibentuk Rasulullah saw. Pasukan ini bertujuan untuk mencegat kafilah dagang Quraisy dan mengambil kembali harta kaum muslimin yang dirampas orang Quraisy setelah ditinggal hijrah.

7. Hamzah mengikuti Perang Badar yang terjadi pada tahun ke-2 setelah hijrah. Kaum muslimin terdiri dari 313 orang, 2 kuda, 70 onta (1 ekor dinaiki 2-3 orang) dengan peralatan dan senjata seadanya harus melawan 1000 pasukan Quraisy yang 600 diantaranya memakai baju besi. Mereka memiliki sekitar 100 kuda, banyak onta, serta senjata lengkap.
8. Ciri khas Hamzah adalah dia memasang bulu burung merpati di bagian dada baju perangnya.

9. Setelah mengobrak-abrik pasukan Quraisy di Perang Badar, nama Hamzah menjadi bahan pembicaraan di Mekah. Banyak orang yang keluarganya terbunuh di tangan Hamzah di Perang Badar menjadi dendam. Hamzah pun dijadikan ‘the most wanted’ di perang selanjutnya yaitu Perang Uhud.

10. Sebelum berangkat ke Perang Uhud, beberapa beberapa orang menjanjikan hadiah bagi yang bisa membunuh Hamzah. Salah satunya adalah Jubair bin Muth’im. Dia dendam karena pamannya mati di tangan Hamzah pada perang Badar. Jubair menyuruh budaknya yang bernama Wahsyi bin Harb untuk membunuh Hamzah dan berjanji akan memerdekakan Wahsyi jika tugas itu berhasil.

11. Ada juga seorang perempuan bernama Hindun binti Utbah. Dia adalah istri Abu Sufyan, pemimpin Mekah. 3 anggota keluarganya mati saat Perang Padar yaitu mereka yang berduel 3 vs 3. Dua diantaranya dihabisi Hamzah. Oleh karena itu dia sangat dendam kepada Hamzah. Hindun menjanjikan satu kotak penuh perhiasan emas jika Wahsyi berhasil membalaskan dendamnya.
Wahsyi sangat ahli melempar tombak seperti umumnya orang Habasyah (Ethiopia). Lemparannya hampir tak pernah meleset. Dia bisa melempar tombak melewati sebuah lingkaran besi yang digantung dan diputar tanpa mengganggu putarannya.

12. Perang Uhud terjadi pada tahun 3 H. Ketika 3000 orang pasukan kafir Quraisy masih dalam perjalanan ke Madinah, Rasulullah saw dan para sahabat berdiskusi. Rasulullah saw berpendapat bahwa sebaiknya mereka bertahan di dalam kota sedangkan mayoritas para sahabat terutama Hamzah menginginkan menghadapi musuh di luar Madinah. Akhirnya, 1000 pasukan muslim berangkat untuk bertempur di luar Madinah. Ternyata di antara mereka ada golongan orang-orang munafik. 300 dari 1000 orang meninggalkan barisan dan kembali ke Madinah sehingga kaum muslimin hanya tinggal 700 orang dan mereka harus melawan 3000 musuh.

13. Saat itu, Hamzah, Zubair bin Awwam, Ali bin Abi Thalib, Ashim bin Tsabit dan beberapa sahabat lain membentuk sebuah tim. Mereka orang-orang dengan skill bertarung tingkat tinggi.

14. Tim kecil ini fokus menyerang pemegang bendera pasukan musuh karena dalam tradisi perang saat itu, jika suatu pasukan benderanya jatuh, maka pasukan itu dianggap kalah walaupun jumlah mereka masih banyak. Sebaliknya, walaupun sisa 1 orang, asalkan bendera masih berdiri, maka belum dianggap kalah.

15. Ketika perang dimulai, mereka berempat langsung maju melesat menuju pemegang bendera yang ada di tengah pasukan musuh. Mereka menerjang barisan para ‘ikan teri’ yang tidak pantas melawan mereka. Dalam waktu singkat mereka berhasil menghabisi pemegang bendera padahal dia adalah orang dianggap terkuat dalam pasukan. Satu per satu prajurit musuh berdatangan berusaha mendirikan kembali bendera yang sudah jatuh, tapi mendatangi bendera sama saja mendatangi ajal karena tim Hamzah siap menyambut mereka. Ditambah lagi dengan adanya ‘sniper support’ dari pemanah yang tembakannya tak pernah meleset yaitu Sa’ad bin Abi Waqash dan juga 50 orang tim pemanah yang ada di atas bukit. Tak lama kemudian, di sekitar bendera tergeletaklah mayat-mayat para prajurit Quraisy yang berusaha mendirikan bendera. Pasukan Quraisy langsung shock berat karena bendera sudah jatuh padahal perang baru saja dimulai. Setelah itu tak ada lagi yang berani mencoba mendirikan bendera walaupun Abu Sufyan sang komandan Quraisy memerintahkannya. Akibatnya, pasukan Quraisy menjadi kacau balau dan terpukul mundur dan dikejar oleh kaum muslimin termasuk tim Hamzah.

16. Di Perang Uhud Hamzah menghabisi banyak sekali prajurit Quraisy. Dia menggunakan 2 pedang di kedua tangannya. Dia berteriak, “Aku ini Singanya Allah!” lalu Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah singanya Allah!” Sejak saat itu Hamzah dijuluki Singa Allah.

17. Perang Uhud adalah perang terakhir bagi Hamzah. Diam-diam Wahsyi mencari kesempatan. Dia tidak berani menghadapi Hamzah secara frontal. Sementara Hamzah sedang sibuk tebas sana sini, bacok kanan kiri, Wahsyi bersembunyi di balik pepohonan dan batu, menunggu Hamzah mendekat. Setelah dekat dan mendapat kesempatan, Wahsyi melemparkan tombaknya dan mengenai tepat di bagian perut hingga menembus tubuh Hamzah.

18. Dalam keadaan tertusuk tombak, Hamzah masih sempat berusaha mengejar Wahsyi hingga lari ketakutan. Namun tak lama kemudian Hamzah ambruk dan gugur.
Wahsyi tidak punya urusan denga perang Uhud. Setelah misi berhasil, dia langsung mundur, melapor kepada tuannya.

19. Hindun yang 3 anggota keluarganya mati menyuruh Wahsyi memotong hidung Hamzah, membelah dadanya dan mengeluarkan jantungnya. Tidak hanya itu, saking jengkelnya, Hindun mengunyah jantung Hamzah lalu memuntahkannya lagi. Setelah itu dia naik ke sebuah batu besar, mengungkapkan kegembiraannya sambil bersyair.

20. Kondisi jenazah Hamzah sangat mengenaskan. Tubuhnya rusak, tercabik-cabik, terkoyak-koyak, bermandikan darah. Kematiannya menjadi salah satu moment paling menyedihkan dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Selamanya tak ada seorangpun yang dapat menggantikanmu. Tak ada kejadian yang lebih membuatku marah melainkan kejadian sekarang ini.”

21. Karena keadaan kaum muslimin yang serba kekurangan saat itu, jenazah Hamzah hanya dtutup kain seadanya yang jika kepalanya ditutup, kakinya terlihat. Jika kaki ditutup kepala terlihat.

22. Para sahabat tdak memandikan jenazah Hamzah dan para syuhada lain karena mereka mati syahid. Malaikatlah yang memandikan mereka.
Rasulullah saw bersabda, “Aku melihat para malaikat memandikan jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib dan Hanzhalah bin Rahib.” (HR. Thabrani)
Hanzhalah adalah seorang pengantin baru yang menikah H-1 sebelum Perang Uhud. Ketika dia mendengar seruan jihad dan masih dalam keadaan junub dia langsung berangkat ke medan perang.

23. Jasad para syuhada Uhud tetap utuh.
Madinah pernah mengalami banjir pada tahun 153 H. Karena air, tanah ambles atau terkikis sehingga jasad para syuhada Uhud terlihat di permukaan tanah termasuk Hamzah. Jasad mereka masih utuh dan berbau wangi.

“Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhan-nya mendapat rezeki.” (QS Ali Imran: 169)

24. Hamzah mendapat gelar Pemimpin Para Syuhada.

Kita umat Islam punya banyak superhero hebat.
Jangan sampai kita lebih kenal tokoh-tokoh fiksi daripada para sahabat nabi karena para sahabat adalah sumber inspirasi yang membangkitkan motivasi.

Sumber:
Sirah Nabawiyah, karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfuri
Sahabat – sahabat Rasulullah, karya Syaikh Mahmud al Misri
66 Orang yang Dicintai Rasulullah, karya Prof Dr. Muhammad Bakar Ismail


#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ U M M U S Y U R A I K ]

Nama aslinya adalah Ghaziyah binti Jabir bin Hakim ad-Dausiyyah, atau lebih dikenal dengan gelar Ummu Syuraik. Ia adalah salah seorang wanita Quraisy .

Wanita ini mempunyai andil besar dalam dakwah, terutama pada awal masa kemunculannya. Kecintaan dan keimanan yang membaja membuat Ummu Syuraik membaktikan hidupnya untuk mengibarkan panji-panji Islam. Keadaan dirinya yang hanya seorang perempuan tidak membuatnya terkungkung dan terhalang dalam dakwah.

Tetapi akhirnya gerakan Ummu Syuraik pun tercium oleh penduduk Makkah. Ia lalu ditangkap oleh kafir Quraisy.

Dikisahkan penangkapan yang dilakukan penduduk Makkah atas dirinya, “Maka datanglah keluarga Abu al-Akr, yakni keluarga suamiku, kepadaku. Kemudian berkata, ‘Jangan-jangan engkau telah masuk ke dalam agama (Muhammad)?’ Aku menjawab, ‘Demi Allah, aku telah masuk agama Muhammad.’ Mereka berkata, ‘Demi Allah, kami akan menyiksamu dengan siksaan yang berat!’ Mereka pun membawaku pergi dari tempat tinggalku. Waktu itu kami berada di Dzil Khalashah -suatu tempat di Shan’a (ibukota Yaman). Mera membawaku menuju suatu tempat.”

Ummu Syuraik melanjutkan, “Mereka menaikkanku ke atas unta yang kasar tanpa pelana, kemudian mereka meninggalkanku tiga hari tiga malam tanpa makan dan minum, dan ketika berhenti mereka menurunkanku dan meletakkanku di bawah terik matahari, sedang mereka pergi berteduh. Selama itu mereka menahanku dari makan dan minum. Suatu ketika, saat mereka menurunkanku di sebuah tempat di bawah terik matahari hingga pikiran, pendengaran dan pandanganku telah kabur seakan hampir pingsan, mereka berkata kepadaku, ‘Tinggalkan agamamu yang baru ini!’ Aku tidak mampu menangkap seluruh perkataan mereka, kecuali beberapa kata saja, dan aku hanya memberi isyarat dengan jariku ke langit sebagai ungkapan tauhid.

Dan Demi Allah dalam keadaan yang demikian itu, tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang dingin di atas dadaku. Ketika kubuka mataku ternyata itu adalah sebuah ember yang berisi air. Aku pun meminumnya seteguk. Kemudian ember tersebut terangkat dan aku melihatnya menggantung antara langit dan bumi. Setelah itu ember tersebut menjulur kepadaku untuk kedua kalinya. Aku pun minum darinya kemudian terangkat lagi. Kemudian ember itu menjulur untuk ketiga kalinya. Aku pun minum darinya hingga kenyang dan aku guyurkan ke kepala, wajah serta bajuku.

Mereka terbangun dan melihatku seraya berkata, ‘Dari mana engkau mendapatkan air itu, apakah engkau mencuri air kami?!’ Aku menjawab, ‘Demi Allah, tidak! Sesungguhnya ceritanya begini…’ Kemudian dengan jujur aku ceritakan kisahnya kepada mereka. Mereka berkata, ‘Baik, kami akan melihat ember kami, akan kami buktikan kebenaran agamamu itu.’ Mereka segera pergi menengok ember mereka dan mereka dapatkan bahwa ember tersebut masih tertutup rapat dan belum terbuka. Mereka bertanya keheranan, ‘Dari mana engkau mendapat air itu?’ Aku menjawab, ‘Rezeki dari Allah yang telah diberikan-Nya padaku.’ Mereka berkata, ‘Kami bersaksi bahwa Rabbmu yang memberimu rezeki itu juga adalah Rabb kami dan Dia pula yang telah mensyariatkan Islam.’ Setelah itu mereka semua masuk Islam dan hijrah ke Madinah.”

Dialah wanita yang karena keteguhan imannya dan kesabarannya menghadapi siksaan, dimuliakan Allah dengan memberikan petunjuk kepada kaumnya untuk memeluk Islam.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

…فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم

“…Demi Allah, jika Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran dirimu, maka hal itu lebih baik bagimu daripada onta merah.”

Wallahu a’lam bish shawab…

Ditulis ulang dari buku Shahabat Wanita Utama Rasulullah dan Keteladanan Mereka, penerbit IBS (Irsyad Baitus Salam) dan Majalah Al Mawaddah vol.62 hal. 47-48 (rubrik profil wanita sejati)

Ummu Syuraik, Wanita Mukminah yang Disebut dalam Al Quran

#SyiarMuslimah
#TehZahra
#KisahTeladan

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
_________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID]

SUMAYYAH BINTI KHAYYAT
“WANITA PERTAMA YANG MATI SYAHID”

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman” padahal mereka belum lagi diuji?” (QS Al-Ankabut: 2)

“Apakah kalian mengira akan dapat masuk surga, padahal belum lagi terbukti bagi Allah orang-orang yang berjuang di antara kalian, begitu pun orang-orang yang tabah?” (QS Ali Imran: 142)

“Sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, hingga terbuktilah bagi Allah orang-orang yang benar dan terbukti pula orang-orang yang dusta.” (QS Al-Ankabut: 3)

Sumayyah binti Khayyat adalah sosok shahabiyah Assabiqunal Awwalun (generasi terbaik pertama) bersama Khadijah binti Khuwailid, Fatimah binti Khatab, Ummu Aiman dan Ruqayyah. Beliau sosok mukminah yang memiliki harga diri (izzah) yang tinggi. Ditambah lagi, Sumayyah bersama Suaminya Yasir dan Anaknya Ammar telah mentauladankan sebuah potret keluarga muslim yang sempurna. Merekalah keluarga pertama yang menyatakan Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya secara totalitas.

Sumayyah adalah wanita pertama yang memberikan perlawanan kepada kaum musyrikin demi membela panji Islam. Ibnul Atsir mengatakan, “Dia adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang mula-mula masuk Islam. Dia termasuk orang yang menerima siksaan berat demi Allah SWT.”
Ibnu Mas’ud berkata, “Orang yang mula-mula membela Islam ada tujuh orang; Rasulullah SAW, Abu Bakar, Bilal, Khabbab, Shuhaib, Ammar, dan Sumayyah.”

Seperti halnya Bilal bin Rabbah R.a yang mengalami penyiksaan atas keislamannya di awal masa ajaran Islam menerangi Mekkah, Sumayyah beserta keluarganya juga mendapatkan perlakuan yang sama. Saat para pembesar Kafir Quraisy mengetahui keislaman Sumayyah, mereka menyerbu rumahnya. Sumayyah bersama suami dan anaknya ditangkap dan dibawa ke depan khalayak ramai untuk disiksa. Mereka kemudian di seret ke kawasan padang pasir yang sangat membakar dan dipenuhi bongkah batu besar. Pakaian mereka ditanggalkan lalu kedua tangan dan kakinya diikatkan pada bongkah batu yang panas yang terpapar sinar matahari padang pasir. Mereka dipukul dan dicambuk hingga tubuh mereka memerah darah. Penyiksaan demi penyiksaan terus dilakukan agar keluarga Sumayyah mau meninggalkan agama yang dibawa oleh Rasulullah Shallahhu’alaihi wassalam. Sumayyah dan keluarganya sama sekali tidak merasa gentar. Mereka saling berpandangan dengan penuh kasih sayang, saling menenangkan serta memberi kekuatan. Tidak ada rasa takut sedikitpun dibenak mereka dalam memperjuangkan agama Allah.

Seorang Sumayyah, sosok yang sangat sabar, tegar, mencintai Islam dengan sepenuh jiwa dan raganya, memiliki keimanan yang tidak dapat digoyahkan, menerima penyiksaan dan penganiayaan diluar kesanggupan orang kuat sekalipun. Sumayyah bahkan menyaksikan kesyahidan suaminya di sampingnya. Beliau juga melihat anaknya Ammar dibakar hidup-hidup. Dan itu sama sekali tidak dapat melunakkan hati Sumayyah untuk mengakui berhala-berhala kaum Quraisy sebagai Tuhan. Hatinya telah keras membatu karena dipenuhi kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya. Sampai-sampai Abu Jahal dan pengikutnya berputus asa menyiksanya. Dengan penuh kebencian dan Kemarahannya, Abu Jahal menancapkan tombak di perut Sumayyah secara perlahan hingga menembus punggungnya. Sebagian riwayat ada yang mengatakan tombak itu ditancapkan dibawah tubuhnya (kemaluannya). Demikianlah, tegarnya Sumayyah. Manisnya Iman telah mengantarkannya pada Syahidan. Syahidah pertama Fii sabililillah.

Wallahu’alam

#syahidahpertama
#keputrianazzahra

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ Aku dan Hijrah Zaman Now ]

Kini kita telah berada pada zaman “muslimah ngaji” menjadi jutaan, hijab menjadi pujian, dan kata “Hijrah” menjadi banggaan. MasyaAllah, nampaknya syariat Allah tidak lagi asing bahkan diminati, sunnah Nabi tidak lagi didebati bahkan diindahi.

Dan inilah “Aku dan Hijrah Zaman Now”

Jika dahulu shahabiyah berhijab karena Allah Ta’ala, aku berhijab karena mengikuti trend modern hari ini. Niatku sesungguhnya bukan karena perintah Allah dalam QS. An-Nuur : 24,31 dan QS. Al-Ahzab:59. Buktinya, aku tak menghafalkan ayat itu atau sekedar menghafal terjemahannya, aku belum cukup membaca tafsirnya apalagi mentadabburinya.

Ya inilah “Aku dan Hijrah Zaman Now”

Jika muslimah di zaman Nabi dan sahabat menutup kain ke seluruh tubuhnya dan seutuhnya, aku berhijab karena ingin dilihat. Aku ingin seisi dunia dan jagad maya tahu bahwa aku sedang belajar menjadi baik

Inilah “Aku dan Hijrah Zaman Now”

Dulu, muslimah zaman Nabi menutup diri dari celah fitnah dan senantiasa menyembunyikan kecantikan dirinya. Aku di zaman now mengumbar fitnah kemana-mana dengan hijab gelapku yang anggun, hijabku yang lebar berkibar-kibar di akun social mediaku, mataku yang indah berhias cadar menggugah misteri untuk para ikhwan, gambarku yang siluet dan dari belakang memberi kesan yang dalam dan eksotis kemudian kuberi caption ayat-ayat Allah, hadits-hadits Nabi, dan kata-kata mutiara. Sungguh sebenarnya yang ingin kusampaikan memang kebaikan tapi kupadukan dengan memamerkan diriku pada khalayak bahwa aku telah berhijrah.

Aku mengaku mengikuti Ummahatul Mu’minin namun aku lupa ternyata Ummahatul Mu’minin bermahkota rasa malu, sampai-sampai mereka jika berbicara dengan lelaki lain berada di balik tirai hijab, tidak saling melihat apalagi saling menatap, apalagi mengobrol basabasi. Sedangkan aku membuka semua celah percakapan dengan lawan jenis tanpa rasa malu. Aku berdalih “tidak ngapa-ngapain kok!” aku lupa bahwa syaithan itu licik bahkan syaithan mengalir hingga ke darah manusia.

Inilah aku dan aku menyadari bahwa selama ini aku salah, padahal aku pernah mendengar bahwa Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya amalan itu bergantung dari niatnya.” Maka apa yang bisa kubanggakan dari hijrahku ini jika ternyata usahaku menutup diri ternyata sia-sia di sisi Allah hanya karena sesuatu yang tersembunyi di dalam hatiku, ialah niatku!
Apa yang bisa kubanggakan sementara muslimah di zaman Nabi harus meneteskan darah, air mata, sujud yang panjang disepertiga malam untuk menegakkan perintah Allah, sementara aku hanya berbekal membaca sedikit dan mendengar kajian sedikit, banyak tertawa bercanda, lalu dengan pedenya bermodal hijab saja kuyakin akan masuk Syurga? Bagaimana mungkin!

Kusadari bahwa muslimah zaman Nabi senantiasa berbekal dengan tarbiyah Nabi, mereka senantiasa menghias diri dengan mengilmui Al-Quran dan sunnah sedalam-dalamnya hingga hijab di mata mereka adalah jihad dan perjuangan mereka. Sementara aku? Apa yang bisa aku banggakan dengan hijrahku? Aku hadir di majelis ilmu sekadar meramaikan dan pencitraan, bagaikan buih di lautan yang banyak namun tak ada artinya.

Semoga yang berperan “aku” dalam tulisan ini bukanlah engkau yang sedang membaca tulisan ini. Jika engkau sedikit tersinggung maka muhasabahlah dan kenalilah dirimu wahai muslimah yang cantik nan shalihah, taatilah perintah Tuhanmu sesungguhnya Ia Maha Melihat lagi Maha Mengetahui. Ia mengetahui yang tersembunyi dalam hati dan semua amalan kecil dan besar, dan menghisab semuanya.

Dan wanita yang sejati ialah yang menyadari fitrahnya sebagai muslimah yang indah, senantiasa menjaga kehormatannya, rasa malunya, dan menaati Rabb semesta alam. Semoga Allah memberikan taufiq-Nya, menunjukkan pada kita jalan yang lurus dan meneguhkan kita di atasnya. Bertaqwalah kepada Allah dimanapun kita berada, barakallahufiikunna jami’an. Wallahu Ta’ala a’lam

Sumber : ukthy_Ria Mardiah (https://www.wattpad.com/511243314-muslimah-hijrah-aku-dan-hijrah-zaman-now)

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

[ Udahlah! Pulang aja… ]

Pulang aja…
Dunia seisinya ini adalah ujian, entah itu kesenangan ataupun penderitaan semua itu ujian keimanan. Maka dari itu, untuk melakukan kebaikan dan kebenaran itu butuh kekuatan, dan untuk mempertahankannya sudah pasti butuh kesabaran dan keikhlasan…Seperti halnya dalam hijrah (road to Allah) terdapat banyak lika-liku yang harus dihadapi.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:’kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji?.”
(QS. Al-ankabut :2)

Ya sederhananya sih begini, kalau kita memainkan sebuah game apa kita akan tetap berada di level 1 terus-menerus, atau tetap pada beginner mode? Tentu saja seorang player sejati tak akan mau berada tetap di situasi itu (yakalii ga lanjut 😝), pastinya kita akan mencoba tantangan yang lebih di level selanjutnya dan meng-upgrade skill untuk menyelesaikan challenge. Dan uniknya, kadang di level yang lebih tinggi kita bisa saja berhadapan lagi dengan musuh yang sama seperti yang pernah dihadapi di level sebelumnya, lalu mendapat serangan ‘combo’ yang ga setengah2 karena semua musuh bergabung di level stage sekarang. Mau protes bagaimanapun, yang namanya misi tetaplah misi, tantangan yang harus diselesaikan. Pilihannya cuma 2: berhenti ditengah jalan (exit bahkan log out 🤕) atau tetap bertahan untuk melawan 😎.

Begitu juga dengan kita manusia, seorang player atau pejuang sejati ia akan memilih untuk bertahan dan menghadapi semua ujian tersebut, tetap rela bersusah-payah demi memegang hal yang benar.
Sulit? sakit kena serangan? Babak belur jiwa dan raga? memang…
Tak apa, pulang aja…

Manusia itu memang jago bikin salah, ya itu manusiawi karna kita bukan malaikat. Sering terpeleset dalam proses menjadi benar itu, Allah sudah tau. Tapi yang menjadi tanggungjawab kita adalah apakah diri ini masih mau pulang?

Udah! pulang aja…
Belom terlalu jauh kok untuk pulang pada-Nya. Jadikanlah cobaan dalam hijrah sebagai modal untuk memperbaiki diri, dan menyadari ternyata diri ini masih belum sebaik seperti yang seharusnya. Berbesar hatilah menerima ucapan-ucapan yang tidak enak di hati. Manusia tak bisa selalu benar, ya manusia memang pendosa, tapi semangat untuk bangkit setelah jatuh itulah yg menjadi cerminan iman didada.

“Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-baqarah :155)

Capek main-main? lelah terpeleset? udah ah, pulang aja… 😂

#semangatjihadfiisabilillah!
#keputrianazzahra2018

#Resume -kajian-

“Kapan mau hijrah, kalau serius, janganlah menunda – nunda”

Dalam istilah syar’i hijrah adalah meninggalkan negeri kafir atau meninggalkan negri yang buruk

Dan hijrah juga bisa disebut suatu perbuatan yang dilakukan untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan buruk serta sifat-sifat yang jelek, kemudian kembali kepada jalan Allah Tabaroka Wa Ta’ala.

Para ulama menafsirkan bahwa hijrah hati merupakan perkara yang sebenar-benarnya hijrah.

Dari Syeikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

المسلم من سلم المسلمة ن من لسا نه و يده

“Seorang muslim adalah orang yang muslim

lainnya merasa selamat dari gangguan lisan

dan tangannya”.

(Hadits Shahih, Riwayat Muslim)

Orang hijrah adalah orang yang meninggalkan seluruh larangan Allah Ta’ala, dan menjalankan perintahNya.

Allah Ta’ala berfirman :

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِنْ تَـنْصُرُوا اللّٰهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ اَقْدَامَكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

(QS. Muhammad : 7)

Tafsir dari ayat tersebut adalah bahwa yang dimaksud menolong agama Allah yaitu mengamalkan perintah serta meninggalkan seluruh laranganNya.

Dan Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُّهَاجِرْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ يَجِدْ فِى الْاَرْضِ مُرٰغَمًا كَثِيْرًا وَّسَعَةً ۗ وَمَنْ يَّخْرُجْ مِنْۢ بَيْتِهٖ مُهَاجِرًا اِلَى اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ اَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

“Dan barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka akan mendapatkan di Bumi ini tempat hijrah yang luas dan (rezeki) yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh, pahalanya telah ditetapkan di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. An-Nisa’ : 100)

Ketika kita berhijrah di jalan Allah Ta’ala, Allah akan meluaskan rezeki, maka jangan takut / khawatir ketika kita berhijrah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda :

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” (HR. Ahmad)

Ibnul Qayyim mengomentari hadist tersebut : “Ganti yang diberikan di sini beraneka ragam. Akan tetapi ganti yang lebih besar yang diberi adalah kecintaan dan kerinduan pada Allah, ketenangan hati, keadaan yang terus mendapatkan kekuatan, terus memiliki semangat hidup, juga kebanggaan diri serta ridha pada Allah Ta’ala.” (Al Fawaid, hal. 166)

Maka siapa saja yang mau berhijrah, Allah akan menerima hijrahnya.

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Az-Zumar : 53 )

Tentulah setelah berhijrah, seseorang harus mempunyai tekad menjadi baik dan bertekad tidak mengulangi maksiat yang pernah dilakukannya.

Semoga kita bisa terus semangat dalam berhijrah, menjadi lebih baik mulai saat ini dan terus istiqomah.

Selamat berhijrah 🙂

📝 : Hana N – Teknik Geologi 2015

Referensi :

Kapan Mau Hijrah?

[ MUSLIM HEROES ]

ZUBAIR BIN AWWAM “SANG KSATRIA RASULULLAH”

Tahukah kamu?

1. Rasulullah saw. bersabda, “Setiap nabi memiliki kesatria dan kesatriaku adalah Zubair.” (HR. Bukhari)
Hadits di atas diucapkan Rasulullah saw setelah Zubair bin Awwam berhasil 3X menyusup ke benteng Yahudi sendirian dan memata-matai isinya. Hal ini menunjukkan bahwa sebagai pendekar andalan nabi, dia tak hanya mahir dalam pertarungan namun juga memiliki skill infiltrasi (penyusupan) dan spionase (memata-matai) yang hebat bagaikan prajurit pasukan elit.

2. Keberaniannya jauh di atas manusia normal. Bahkan Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib yang terkenal kuat dan pemberani mengakui kehebatannya.
Menurut Umar bin Khattab, Zubair termasuk 1 dari 4 orang yang masing-masing kekuatannya setara 1000 orang.

3. Ali bin Abi Thalib, berkata “Zubair adalah orang yang paling berani. Tidak ada yang mengetahui kadar orang yang besar kecuali orang yang besar.” Maksudnya adalah Ali tahu betapa pemberaninya Zubair karena dia sendiri juga pemberani.

4. Ciri khasnya dalam pertempuran adalah dia membawa 2 pedang di kiri dan kanan. Selain itu, dia punya tombak kecil yang di taruh di punggungnya. Tombak ini runcing di kedua sisinya dan khusus digunakan untuk menghadapi musuh yang kuat.

5. Dalam peperangan, dia biasanya bukan di barisan depan melainkan di depan barisan.
Seringkali ketika pasukan muslimin dan musuh sudah dalam posisi berhadapan, sebelum komandan memerintahkan menyerang, Zubair sudah maju duluan mendekati musuh. Bukan menyerang melainkan beratraksi memamerkan skillnya di depan barisan pasukan musuh.

6. Setelah mendengar teriakan takbir tanda perintah menyerang dari komandan pasukan muslim yang berada jauh di belakangnya, ga pake lama, ga pake nunggu, Zubair langsung menerjang barisan pasukan musuh. Sementara teman-temannya sedang berlari mendekat menyerbu pasukan musuh, Zubair udah bacok-bacokan duluan di kerumunan musuh.
Sehebat-hebatnya Zubair dia tidak pernah sok jagoan & bertindak gegabah.

7. Gara-gara aksi Zubair semacam ini, mental lawan nge-drop duluan. Mereka yang harusnya fokus menghadapi pasukan muslim di depan, malah jadi gagal fokus, barisan kacau, formasi pasukan bubar, sehingga tentara muslimin bisa menyerang dengan mudah.

8. Menurut para sahabat, kekuatan utama pasukan kaum muslimin ada di 3 orang yaitu Zubair, Hamzah, dan Ali.

9. Walaupun jagoan, Zubair selalu menjaga penampilan. Dia selau pakai baju bersih dan rapi termasuk ketika sedang berperang. Malaikat Jibril kadang mendatangi Rasulullah saw dalam wujud manusia. Namun dia tidak sembarangan menjelma. Jibril hanya mau menyerupakan dirinya dalam wujud 2 orang sahabat yaitu Zubair yang terkenal selalu menjaga penampilan dan Dihyah Al Kalbi, sahabat paling tampan se-Madinah.
10. Di Perang Badar, ada seorang prajurit Quraisy yang menggunakan baju besi di seluruh tubuh sehingga hanya terlihat matanya, bahkan kudanya pun menggunakan pakaian besi. dia punya skill langka yaitu mampu menggunakan pedang yang sangat panjang seperti galah. Para sahabat berusha mengalahkannya dengan susah payah tapi tak berhasil. Selain jangkauan serangannya yang jauh, pertahanannya juga sangat sulit ditembus. Dia bebas menebas musuhnya, sedangkan semua serangan tak mempan kepadanya. Ketika Rasulullah saw mendengar tentang ini, beliau memerintahkan Zubair untuk membereskannya.

Kira-kira bagaimana cara Zubair mengalahkan orang ini?

Sementara si orang Quraisy itu sedang asyik bacokin orang-orang yang tidak bisa membalas, Zubair mencari celah. Ternyata satu-satunya bagian yang tak tertutup adalah matanya. Zubair menyiapkan tombaknya, setelah mendapat kesempatan dia lempar dan mengenai tepat di antara kedua mata lawannya itu, menancap hingga tembus ke belakang.
Setelah lawannya mati, Zubair kesulitan mengambil tombak yang menancap di kepala orang itu hingga tombaknya bengkok.

11. Peristiwa kematian Zubair ini terjadi pada Kamis, 10 Jumadil Akhir tahun 36 H.

12. Walaupun dia mengikuti semua pertempuran di jaman Rasulullah dan para sahabat, walaupun dia sudah mengalahkan entah berapa ratus atau mungkin berapa ribu orang kafir, namun ternyata Zubair justru meninggal di tangan orang muslim yang zalim. Hal ini menunjukkan bahwa mati dalam keadaan dizalimi termasuk mati syahid.

13. Zubair meninggalkan harta sebanyak 50.200.000 dirham.

Kita umat Islam punya tokoh-tokoh hebat yang nyata dan lebih layak dijadikan Idola.
Dari Ibnu Mas’ud ia berkata: “Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu berkata: “Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Rasul mengenai seorang yang mencintai sesuatu kaum, tetapi tidak pernah menemui kaum itu?” Rasulullah bersabda: “Seorang itu beserta orang yang dicintainya. (HR.Bukhari)
Marilah belajar sejarah agar tidak salah pilih tokoh idola!
Marilah kita nge-fans kepada Rasulullah saw dan para sahabat agar bisa dipertemukan dengan mereka di surga nanti.

sumber:
Sahabat-Sahabat Rasulullah karya Syaikh Mahmud Al Mishri
SIrah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurahman Al-Mubarakfuri
66 Orang yang Dicintai Rasul karya Prof. Dr. Muhammad Bakar Ismail



#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

Ada apa dengan 10 hari awal bulan Dzulhijjah ??

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan yang dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Lantas mungkin timbul pertanyaan dalam benak kita,

manakah yang lebih utama, apakah 10 hari pertama Dzulhijjah ataukah 10 malam terakhir bulan Ramadhan?

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan yang bagus tentang masalah ini. Beliau rahimahullah berkata, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).”

Ibnu Rajab Al Hanbaly berkata:
“Apabila sesuatu itu lebih dicintai oleh Allah, maka sesuatu tersebut lebih afdhal di sisi-Nya.”

Maka jangan kita sia-siakan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini.

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah mengakatakan :
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda tentangnya :

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ ». يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ « وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzul Hijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“

Berdasarkan hadist yang mulia ini, maka seharusnya kita berusaha untuk mengerjakan amal shalih pada 10 hari ini. dengan berpuasa, berdzikir, membaca al-Qur’an, memperbanyak shalat Sunnah, bersedekah, dan berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya, yang mendekatakan hamba kepada Allah tabaroka wata’alaa, karena amal shalih pada 10 hari ini (bulan Dzulhijjah) lebih baik daripada amal shalih pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (pada lafadz hadistnya) menggeneralisasi penguatan kata “min” (ما مِنْ أَيَّامٍ) Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada 10 hari pertama (bulan Dzulhijjah).

Dan seharusnya para thullabul ilmi meningkatkan kesadaran kepada para manusia mengenai keutaman 10 hari ini, karena kebanyakan manusia tidak menyadarinya dan mereka jahil (tidak tahu) tentang keutamaanya.
Mereka butuh diingatkan, diberitahu, dan diberikan ilmu. Dan hari yang diutamakan dari (hari-hari) puasanya adalah berpuasa pada hari arafah (9 Dzulhijjah).

Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya tentang puasa pada hari arafah maka beliau bersabda :

“Aku berharap kepada Allah, itu akan menghapuskan (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.”

Maka apa yang disandarkan kepada 10 hari bulan Dzulhijjah, kita boleh berpuasa pada hari Arafah saja (9 Dzulhijjah) atau pada 10 hari seluruhnya (1-9 Dzulhijjah).

Yukk kita berlomba-lomba dalam kebaikan.

Wallahu’alam Bisawab.

Source :

6 Amalan Utama di Awal Dzulhijah


https://muslim.or.id/31753-ada-apa-dengan-10-hari-pertama-bulan-dzulhijjah.html
https://www.facebook.com/kajiansunnahchannel/videos/1731309220510437/

[ Kalau (wanita) i’tikaf boleh ga ya? ]

Suasana ramadhan sih kurang asik kalau ga dilengkapi i’tikaf sebagai salah satu bentuk ibadah dan mendekatkan diri pada Allah. Hmm…tapi untuk kaum Hawa, itikaf boleh ga ya?? 🤔🤔🤔

I’tikaf merupakan kegiatan ‘berdiam diri’ dimasjid untuk melakukan ibadah kepada Allah. i’tikaf adalah ibadah Sunnah yang bisa dilakukan kapan saja. Dibulan ramadhan justru sangat dianjurkan memperbanyak ibadah seperti melakukan itikaf di malam bulan ramadhan ( terutama 10 hari terakhir).

Dari Aisyah R.A, mengatakan:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian para istri beliau beri’tikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi perempuan sama seperti halnya laki-laki dianjurkan untuk melakukan itikaf. Tetapi juga untuk hal ini para ulama memiliki beberapa pendapat:

1. Pendapat pertama, adalah pendapat jumhur yang menyatakan keumuman berbagai dalil mengenai pensyari’atan i’tikaf yang turut mencakup pria dan wanita, kecuali terdapat dalil yang mengecualikan.

Hadits ‘Aisyah dan Hafshah radhiallahu ‘anhuma, yang keduanya memperoleh izin dari rasullullah untuk beri’tikaf sedang mereka berdua masih dalam keadaan belia saat itu. (HR. Bukhari: 1940)

2. Pendapat kedua, menyatakan bahwa i’tikaf dimakruhkan bagi wanita. Dalil yang menjadi patokan bagi pendapat ini diantaranya adalah sebagai berikut:

Hadits ‘Aisyah R.A yang menerangkan bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melepas kemah-kemah istrinya ketika mereka hendak beri’tikaf bersama beliau”. (HR.Ibnu Khuzaimah: 2224)

Hadits ‘Aisyah R.A, beliau mengatakan: “Seandainya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetahui apa kondisi wanita saat ini tentu beliau akan melarang mereka (untuk keluar menuju masjid) sebagaimana Allah telah melarang wanita Bani Israil.” (HR. Bukhari: 831 dan Muslim: 445)

Pendapat yang kuat adalah pendapat jumhur yang menyatakan bahwa i’tikaf juga disunnahkan bagi wanita berdasarkan beberapa alasan berikut:

1. berbagai dalil menyatakan bahwasanya wanita juga turut beri’tikaf dan tidak terdapat dalil tegas yang menerangan bahwa pemudi dimakruhkan untuk beri’tikaf.

Hadits ‘Aisyah yang menyatakan bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk melepas kemah para istri beliau ketika mereka beri’tikaf bukanlah karena ketidaksukaan beliau apabila para wanita turut beri’tikaf tapi memerintahkan hal tersebut karena kekhawatiran jika para istri beliau saling cemburu dan berebut untuk melayani beliau. Maka, dalam hadits tersebut beliau mengatakan, “Apakah kebaikan yang dikehendaki oleh mereka dengan melakukan tindakan ini?”. Akhirnya beliau pun baru beri’tikaf di bulan Syawwal.

Hadits ‘Aisyah ini justru menerangkan bolehnya wanita untuk beri’tikaf, karena ‘Aisyah dan Hafshah di dalam hadits ini diizinkan nabi untuk beri’tikaf dan pada saat itu keduanya berusia belia.

Adapun perkataan ‘Aisyah yang menyatakan rasullullah akan melarang wanita untuk keluar ke masjid apabila mengetahui kondisi wanita saat ini, secara substansial, bukanlah karena i’tikaf tidak disyari’atkan bagi wanita. Namun, perkataan beliau tersebut menunjukkan akan larangan bagi wanita untuk keluar ke masjid apabila dikhawatirkan terjadi fitnah.

Nah, jadi wanita juga dianjurkan untuk melakukan itikaf sebagaimana yang dijelaskan dalam dalil 😉. Tetapi untuk para wanita yang beritikaf (di masjid umum) harus mempertimbangkan kemungkinan terjadi fitnah, jika dibolehkan harus dengan syarat seperti: mendapat izin (ayah/suami), berpakaian menutup sesuai syariat, atau bisa didampingi oleh mahramnya, dan juga hal lainnya terkait kedudukan seorang wanita (tidak melalaikan kewajiban dan tanggung jawab). Lebih utama untuk melakukan itikaf di masjid ‘pribadi’ (khusus wanita atau milik keluarga) dibandingkan dengan masjid umum.

Referensi:
Muhammad Nur Ichwan Muslim, ST., 2011. https://muslim.or.id/6745-fiqih-ringkas-itikaf-1.html#_ftn16

#RamadhanSemangat
#KeputrianAzzahra
#GeologicalMuslimAssociation