KISAH NABI YAQUB AS

[PART 2]

Teman-temanku…
Seorang pemuda gagah berjalan seorang diri ditengah malam gelap gulita, melintasi padang sahara yang begitu luas, tiada seorang temanpun disisinya. Hanya sinar rembulan dan kerlipan bintang di langit yang membantunya melihat arah perjalanan. Ya..itulah Ya’kub yang memulai hijrah untuk mencari suasana kehidupan yang lebih baik, Hijrah sebagaimana kakeknya Ibrahim juga menjalaninya. Sebuah perjalanan panjang seorang anak manusia yang sedang disiapka Robbnya untuk menata dakwah cemerlang di dunia.
Butuh dua minggu bagi Ya’kub menghadapi padang pasir yang luas untuk sampai di Fadam A’ram sana. Ya’kub berjalan penuh waspada. Teringat ia akan kekhawatiran sang ayah tentang kemungkinan Iblis menyuruh kakaknya Al’Aish untuk mengikutinya membuat Ya’kub memilih untuk berjalan kaki di malam hari dan bersembunyi di siang hari.
Kebiasaan Nabi Ya’kub berjalan di malam hari ini lah yang kemudian diberi gelar sebagai Israil yang artinya yang melakukan perjalanan malam. Seluruh keturunannya kemudian kita kenal sebagai Bani Israi. Keturunan beliau yang kemudian menjadi Nabi dan Raja terkenal adalah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman AS.
Setelah menempuh perjalanan berminggu minggu lamanya, bekal Nabi Ya’kub pun habislah. Sekujur badannya terasa sangat letih, sedangkan di depannya masih terhampar lautan padang pasir sahara yang sangat luas. Nabi Ya’kub jatuh tersungkur di permukaan padang pasir. Matanya gelap dan berkunang-kunang. Bibirnya kering karena tidak ada lagi sisa air . perutnya sangat lapar. Bekalnya sudah habis dari kemarin.
Antara sadar dan tidak, Nabi Ya’kub dengan keyakinan yang kuat bermunajat kepada Allah agar membantuya.
“Duhai, Robbku yang Maha Melihat dan Mengetahui, bekalku sudah habis, tenagaku juga sudah habis, sekujur tubuhku sakit. Tolonglah hambamu ini Ya Allah. Tiada hamba berhajat kecuali hanya kepada Mu, berilah kekuatan kepada hamba. Sesungguhnya engkau Maha Penyayang diantara Para Penyayang. “ Doa Ya’kub dengan suara lirihnya.
Allah pun menjawab doa Nabi Ya’kub. Atas Izin Allah Ya’kub menoleh ke samping depan dan melihat seonggok batu karang besar terdampar di tengah padang pasir. Dengan lagkah terseok-seok Ya’kub berjalan menuju batu tersebut. Belum sampai disana, badannya limbung tidak bisa digerakkan lagi. Ya’kub pun merayap untuk mencapai batu tersebut.
“Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah. Kata Nabi Ya’kub begitu tiba dibatu karang yang besar itu. Ya’kub berbaring di bawah batu. Allah kemudian mengirimkan angin semilir yang sejuk sehingga tidak lama kemudian Ya’kub pun tertidur dengan pulasnya.
Allah Yang Maha Penyayang kemudian memberikan mimpi yang baik kepada Ya’’kub. Dalam mimpinya Ya’kub melihat Mi’raj yang terbentang dari langit ke bumi dan Ya’kub melihat para malaikat turun dan naik ke sana. Ya’kub kemudian mendengra Allah berfirman : “Aku akan memberikan barokah kepadamu dan memperbanyak keturunanmu. Aku akan sediakan tempat ini untuk anak dan keturunanmu. Kemudian terbangunlah Ya’qub dari tidurnya.
Kemudian beliau duduk dan mengusapkan matanya menoleh ke kanan dan ke kiri dan sedarlah ia bahawa apa yang dilihatnya hanyalah sebuah mimpi. Tapi ia percaya bahwa mimpinya itu akan menjadi kenyataan di kemudian hari sesuia dengan doa ayahnya yang masih tetap mendengung di telinganya.
Ya’kub bernadzar kepada Allah, sekiranya ia dapat kembali kepada keluarganya dengan selamat maka ia akan membangun tempat ibadah kepada Allah ditempat tersebut. Dan seluruh rizkinya akan ia pergunakan sepersepuluhnya untuk Allah kemudian Ya’kub memberi tanda pada batu tersebut agar ia ingat di mana tempatnya. Ya’kub kemudian memberi nama tempat tersebut sebagai bait lel yaitu Baitullah (Baitullah atau rumah Allah). Insya allah nanti kita akan kita ikuti kisahnya tersendiri.
Dengan diperoleh mimpi itu yang ternyata merupakan wahyu yang ia terima dari Allah, Ya’kub langsung merasakan berkahnya. Tubuhnya yang letih terasa segar, kerongkongannya tidak lagi terasa haus sekarang dan rasa laparnya Allah hilangkan seolah-olah ia baru saja menyantap makanan yang banyak. Tenaganya telah pulih dan seolah-olah malah bertambah energinya sehingga bertambahlah semangatnya untuk secepat mungkin tiba di tempat yang di tuju dan menemui sanak-saudaranya dari pihak ibunya.

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad

Bedanya Hijab, Jilbab, Khimar, dan Kerudung

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ukhtii!!

Pada kesempatan kali inii az-Zahra mau bahas tentang Hijab nih!

Hijab tuh apa sih sebenernya? Dan kenapa orang orang pada pake hijab? Sebenernya yang dianjurkan agama itu apasih? Apa bedanya hijab, jilbab, khimar dan kerudung?🤔🤔
Yuk, kita bahas satu satu!

HIJAB🧕🏻

Hijab (Arab: ‫حجاب‬‎, ħijāb) adalah kata dalam bahasa Arab yang berarti “penghalang”. Pada beberapa negara berbahasa Arab serta negara-negara Barat, kata hijab lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim. Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.

Lalu, apa itu jilbab dan khimar ?

JILBAB🧕🏻

jilbab (Arab: جلباب ) adalah busana muslim terusan panjang menutupi seluruh badan kecuali tangan, kaki dan wajah yang biasa dikenakan oleh para wanita muslim. Penggunaan jenis pakaian ini terkait dengan tuntunan syariat Islam untuk menggunakan pakaian yang menutup aurat atau dikenal dengan istilah hijab.

Jadi, jilbab ialah pakaian yang longgar dan dijulurkan ke seluruh tubuh hingga mendekati tanah sehingga tidak membentuk lekuk tubuh. Dan yang sebaik baik pakaian seorang perempuan adalah dengan menggunakan JILBAB. Bukan hanya kerudung, bukan khimar, bukan hijab dan bukan yang lainnya. Terdapat di ayat..
“Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” Al-Ahzab(33): 59

KHIMAR
Khimar atau khumur atau kerudung (kudung, tudung dalam bahasa jawa) di dalam Al-Qur’an kerudung disebut dengan istilah khumur.
Khimar menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar merupakan pakaian atas atau penutup kepala. Desain pakaian ini yaitu menutupi kepala, leher dan menjulur hingga menutupi dada wanita dari belakang maupun dari depan (termasuk menutupi tulang selangka).
Khimar ini tidak diikatkan ke leher seperti kerudung, karena jika hal tersebut dilakukan, maka akan memperjelas bentuk lekuk dada dari wanita. Jadi khimar harus menjulur lurus kebawah dari kepala ke seluruh dada tertutupi.
Khimar seringkali disebut kerudung, tapi sebenarnya dua hal ini berbeda. “Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka mengentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” An-Nur (24): 31.

Terus apa bedanya dengan kerudung?

Jadi, kerudung itu apa sih?

KERUDUNG

Kerudung hampir mirip dengan khimar, namun kerudung tidak dianjurkan dalam Islam. Sebab, desain kerudung cuma sebagai penutup kepala saja. Kerudung yang hanya sebagai penutup kepala, tidak sepanjang khimar yang mampu menutupi dada wanita sekaligus.
Kerudung hanya menutup kepala atau leher saja, Namun bentuk lekuk tubuh pada bagian leher dan dada masih terlihat.

Nah jadi bagaimana ukhti?? Apakah kita sudah berpakaian sesesuai syariat islam?? Apakah kita sudah benar-benar dijilbab, hijab, dan khimar yang menutup semua aurat kita?? Semoga, kita samasama senantiasa memperbaiki yaa ukhti fillah

Referensi:
www.islamidia.com

#SyiarMuslimah
#HijabJilbabKhimar
#YuPakeJilbab