KISAH NABI YAQUB AS

[PART 1]

Teman-temanku…
Kita akan memulai kisah mengenai Nabi Ya’qub Alaihissalam, dari sejak beliau lahir hingga dia menemukan pujaan hatinya…
Dikisahkan, Nabi ishaq menikah pada usia yang agak tua sekitar 4o tahun, Istrinya bernama Rifqa binti Batwayil. Menurut para tabib masa itu adalah wanita yang mandul. Meskipun demikian Nabi Ishaq menikahinya sebab akhlaknya yang mulia. Memiliki istri yang mandul tidak membuat Nabi Ishaq patah semangat. Kisah orang tuanya Nabi Ibrahim dan ibunya yang lama tidak mempunyai putra dan karena ibunya divonis mandul tetapi kemudian di beri Allah anak membuat Nabi Ishaq yakin bahwa vonis manusia bukanlah hal yang harus ditakuti.
Nabi Ishaq yakin jika waktunya tiba maka Allah pasti akan memberi mereka anak yang sholeh yang akan jadi penyejuk mata hati mereka.
Dengan kesabaran dan kesungguhan Nabi Ishaq terus berdoa kepada Allah supaya diberi nama pun demikian dengan sang istri. Tiada henti bermunajat kepada Ilahi Robi di waktu pagi dan malam hari.
Kesabaran Nabi Ishaq berbuah manis. Sang istri yang divonis mandul ternyata hamil dan setelah 9 bulan kemudian lahirlah anak kembar dari rahimnya. Dua orang anak yang tampan dan lucu. Nabi Ishaq memberi namanya Al Aish sang kakak dan Ya’qub sang adik.
Dua orang pemuda kembar tumbuh dibawah pengawasan Nabi Yang ‘aliim. Ke dua-duanya mempunyai akhlak yang baik. Nabi Ishaq sangat sayang kepada ke dua orang putranya, apalagi kepada Al Aish, karena Aish sebagai anak tua punya hak untuk mengurus mereka lebih lanjut. Secara temperamen, Ya’kub lebih lembut dan sopan, agak berbeda dengan sang kakak yang tegas. Kesantunan dan perhatian yang tulus dari Nabi Ya’kub sangat menyentuh hati Rifqa sang ibu, sang ibu berdoa kepada Allah semoga Ya’kub mendapat berkah dari doa suaminya.
Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Nabi Ishaq pun semakin berusia lanjut, matanya tidak terlalu awas lagi. Sekarang segala keperluannya diurusi oleh si sulung anaknya Al Aish. Aish selalu menjaga makan minum bapaknya. Sehabis berburu atau pergi dari luar. Aish selalu menyempatkan diri untuk mengurus sang ayah.
Ya’kub sebagai anak yang sangat penyayang, juga sangat ingin mengurus keperluan sang ayah. Tetapi nabi Ya’kub menyadari sang kakak kembarnya sudah menyanggupi untuk mengurus ayahnya sendiri dan tidak mau digantikan oleh Ya’kub. Rupanya keinginan Ya’kub untuk berkhidmat kepada Nabi Ishaq dikabulkan oleh Allah SWT. Suatu ketika Rifqah, sang ibu meminta Ya’kub meyiapkan hidangan dan mengantarkannya ke ayahnya. Alangkah bahagianya Ya’kub. Dengan penuh kehati-hatian disiapkannya masakan untuk ayahnya. Setelah siap Ya’kub datang dan menemui ayahnya Nabi Ishaq. Kedatangan Ya’kub disambut bahagia oleh Nabi Ishaq. Dipeluknya sang anak dan diusap rambut dan bajunya. Ya’kub sangat gembira. Dengan bibir yang tidak pernah berhenti berdzkir mulailah Nabi Ya’kub menyuapi sang ayah. Ketulusan hati Ya’kub dan ketelatenannya dalam mengurusi Nabi Ishaq telah menembus relung hatinya yang paling dalam. Dengan ilmu yang Allah karuniakan kepadanya, sadarlah Nabi Ishaq kalau Ya’kub inilah yang kelak dipilih Allah untuk menggantikan dirinya meneruskan estafet perjuangan bapaknya untuk berdakwah mengajak manusia kembali ke jalan Allah SWT. Dengan tulus ikhlas Nabi Ishaq mengusap kepala Nabi Ya’kub AS dan mendoakannya agar Allah lebihkan dia dari saudara-saudaranya dari keturunannya lahir banyak Nabi dan Raja yang mulia untuk kalangan umat manusia.
Teman-temanku …
Betapa bahagianya Ya’kub mendengar doa dari bapaknya. Kemudian setelah selesai menyuapi sang bapak, dengan takzim diciumlah tangan ayahnya dan berlalulah Ya’kub dari hadapannya. Rupany doa yang diucapkan oleh Nabi Ishaq untuk Ya’kub terdengar oleh Al’ Aish sang kakak. Dirinya merasa kecewa dan iri , padahal menurutnya dialah yang lebih berhak diutamakan dari saudaranya yang lain karena dia yang paling payah dalam mengurus ayahnya selama ini.
Ai Aish dan Ya’kub memang selama ini kurang akur. Watak keduanya memang agak berbeda. Kedekatan Ya’kub kepada ibu membuat kakaknya Al’Aish cemburu dan iri hati. Al ‘Aish menganggap orang tuanya pilih kasih terhadap dirinya.
Kebencian Al Aish semakin menjadi-jadi manakala dia mengetahui bahwa Ya’kublah yang didoakan oleh sang ayah agar lebih unggul disbanding saudara-saudaranya dan keturunannya menjadi nabi dan raja yang mulia. Ibilis sang penggoda melihat peluang besar, maka tanpa kenal lelah iblis dan keturunannya syetan terus menghasut Al ‘Aish untuk membalas dendam kepada Ya’kub.

#GEMAZumratulAkhyar
#GEMAkeren2018
________________________________
-GEMA Zumratul Akhyar 2018-

Line : @kvu4684t
Instagram : gemaunpad
Youtube : Geological Muslim Association
Blog : http://Blogs.unpad.ac.id/gemaunpad