[ KISAH DUA WANITA PENGGENGGAM IMAN ]

Dua wanita Penggenggam iman ini adalah sebutan yang pantas untuk Asiyah dan Siti Masyitoh.

Awalnya bermula saat Masyithoh sedang duduk menyisiri rambut anak perempuan Fir’aun seperti aktivitasnya sehari-hari. Suatu hari, sisir yang digunakannya itu terjatuh, dan ia pun spontan mengucap, “Celakalah orang yang kafir kepada Allah.”Maka anak perempuan Fir’aun itu bertanya kepada Masyithoh, “Apakah engkau punya Tuhan selain ayahku?” Masyithoh pun mencoba menjawab dengan mantap, “Tuhanku, Tuhan ayahmu dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah.”

Sebagai manusia yang mengaku-ngaku Tuhan, Fir’aun langsung memerintahkan agar Masyithoh ini ditangkap. Fir’aun dengan angkuh bertanya, “Apakah engkau menyembah Tuhan lain selain aku?” “Ya. Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah, dan hanya kepadaNya aku menyembah,” tegas Masyithoh dengan tenang. Mendengar jawabannya itu sang penguasa Mesir Kuno ini murka. Lalu Fir’aun menyiksanya dengan mengikat kedua tangan dan kedua kakinya pada pasak-pasak. Hal ini juga sengaja dijadikan tontonan warga Mesir. Para algojo istana pun melepaskan ular-ular berbisa untuk mengerumuni tubuh Masyithoh. Penyiksaan itu berlangsung lama.

Suatu hari Fir’aun datang melihat keadaannya dan berkata, “Apakah engkau hendak kembali (murtad) dari keyakinanmu itu?” Tetapi Masyithoh itu justru menjawab: “Tuhanku, Tuhanmu, dan Tuhan segala sesuatu ialah Allah.” Fir’aun pun akhirnya mengancam akan menyiksa dan membunuh anak-anak Masyithoh. “Sungguh aku akan menyembelih anak laki-lakimu yang sulung di hadapanmu jika engkau tak mengindahkan apa yang kuperintahkan,” “Laksanakanlah apa yang ingin engkau putuskan,” ujar Masyithoh. Akhirnya Fir’aun pun menyembelih anak laki-laki Masyithoh, di hadapan ibunya sendiri. Hal ini dilakukan juga kepada anak-anak Maisitoh yang lain. Allah Maha Penyayang, tidak lama setelah wafat, ruh anaknya pun berkata“Duhai Ibu, bergembiralah, sesungguhnya bagimu di sisi Allah ada pahala yang besar,” Siksaan demi siksaan selama berhari-hari akhirnya membuat jasad Masyithoh terbujur kaku.

Saat Masyithoh disiksa, diam-diam Asiyah istri Fir’aun ternyata mendengar pembicaraan Masyithoh dengan ruh kedua putranya. Akhirnya Asiyah pun memutuskan mantap beriman. Peristiwa kemenangan Nabi Musa dan Nabi Harun dalam menghadapi para tukang sihir istana menjadi wasilah tertampaknya keimanan Asiyah di mata Fir’aun. Asiyah bertanya ke seorang pembesar istana, “Siapakah yang menang (dalam pertandingan itu)?” Maka dikatakan kepada Asiyah, “Yang menang adalah Musa dan Harun.” Lalu ia mantap bersaksi dengan lantang, “Aku beriman kepada Tuhannya Musa dan Harun.”
Tidak kalah dengan Masyithoh, Asiyah pun Allah kuatkan menampakkan keimanannya.

Sekarang istrinya sendiri tidak mau menyembahnya. Fir’aun pun meminta pendapat para pembesar kerajaan, “Bagaimanakah pendapat kalian tentang Asiyah binti Muzahim?” Maka sama seperti Masyithoh sebelumnya. Asiyah diikat kedua tangan dan kakinya ke empat pasak. Asiyah berdo’a kepada Allah. “Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisiMu dalam surga.” (QS At-Tahrim: 11)

Do’a ini pun diabadikan Allah dalam Al-Qur’an. Mukjizat terbesar yang akan memandu umat manusia hingga akhir zaman. Allah sendiri yang mengabadikan do’a Asiyah.

Dua wanita yang mempersembahkan darah, tubuh dan jiwanya kepada Allah.

Allah Sang Maha Hidup telah berjanji, “Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik” (QS Ali Imran: 195)

Wallahu’alam.

Referensi:
Ilham Martasyabana – Kisah Haru Asiyah dan Siti Masyitoh, Dua Wanita Penggenggam Iman

#SyiarMuslimah
#Az-ZahraGEMA
#GeologicalMuslimAssociation
#marimenjadimuslimahteladan