• About Us
  • Kegiatan Masyarakat
  • Program KKNM
  • Tentang Gegesik Wetan
  • Archives
  • Categories
    • No categories
  • Diskusi Bersama Petani

    2010 - 08.07

    Diskusi Bersama Petani (18 juli 2010)

    Pra Pelaksanaan

    Persiapan untuk pelaksanaan kegiatan ini berupa pembagian tugas masing-masing sehingga semua mahasiswa KKNM ikut berperan dalam penyelenggaraan acara tersebut. Alat-alat dan bahan yang digunakan untuk kegiatan baik itu alat yang digunakan untuk simulasi maupun yang digunakan ketika presentasi dibuat langsung oleh mahasiswa. Perijinan dan juga surat undangan disebar dua hari sebelum pelaksanaan kegiatan dibantu oleh aparat desa bidang Raksa Bumi dalam menginformasikan kegiatan kepada GAPOKTAN (Gabungan Kelompok Tani) dan petani baisa. Materi diskusi terdiri dari tiga pokok bahasan diantaranya:

    NO Materi Pemateri
    1 Aplikasi Pertanian Tanpa Olah Tanah (TOT) Dr.Uum Umyati (DPL)
    2 Pengendalian Tikus dengan metode Trap Barrier System (TBS) Mubqi G M

    (Mahasiswa FAPERTA)

    3 Pentingnya Penggunaan Pupuk Organik Rafika A

    ( Mahasiswa Faperta )

    Berikut persiapan alat dan bahan yang akan digunakan :

    1. Kertas Flipchart

    2. Spidol

    3. Alat peraga miniatur TBS

    4. Toples

    5. Botol plastik

    6. Selang

    7. Kompos

    8. Keong

    9. Gula pasir

    Pelaksanaan

    Kegiatan dilaksanakan pada hari minggu tanggal 18 Juli 2010 bertempat di Pakuwon (Gubuk Ampera desa Gegesik Wetan). Kegiatan dimuali pada pukul 09.00-11.30 WIB. Peserta yang meghadiri acara tersebut berjumlah 41 orang yang terdiri dari anggota GAPOKTAN, petani biasa, dan aparat desa. Kegiatan dilaksankan dalam bentuk diskusi santai sehingga terbentuk suasana keakraban antara peserta dengan pelaksana kegiatan

    Kegiatan ini disusun dengan rundown acara sebagai berikut :

    Waktu Acara Pemateri
    09.00 – 09.10 Pembukaan MC
    09.10 – 09.15 Sambutan dari Kuwu Gegesik Wetan Pa Kuwu
    09.15 – 09.30 Materi TOT DPL
    09.30 – 10.00 Materi TBS Mahasiswa FAPERTA
    10.00 – 10.30 Pentingnya Pupuk Organik Mahasiswa FAPERTA
    10.30 – 11.00 Penyuluhan cuci tangan Mahasiswa FK
    11.00 – 11.30 Istirahat , makan, penutupan, dan foto Panitia dan peserta

    Beberapa hal yang harus diperhatikan pada pelaksanaan kegiatan diantaranya:

    Materi Tanpa Olah Tanah (TOT)

    a. Respon dan Partisipasi masyarakat

    Respon dan partisipasi dari masyarakat terhadap materi ini terlihat cukup baik, hal ini terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 41 orang. Pada saat pelaksanaan materi pun terlihat tingkat keingintahuan yang tinggi dari peserta yang sebagian besar adalah petani. Petani banyak bertanya mengenai teknis pelaksanaan TOT di lapangan.

    Selain itu materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para peserta. Hal ini dikarenakan Ibu Uum Umiyati menyampaikan materi dengan mengguanakn bahasa setempat (Bahasa Cirebon) dikarenakan beliau bebang berasal dari daerah CIrebon juga.

    b. Kendala yang dihadapi

    Kendala yang dihadapi pada pelaksanaan materi TOT ini terutama terletak pada hal persiapan materi. Bu Uum selaku DPL sekaligus pemateri pada kegiatan ini memberikan materi berupa file presentasi power point yang diberikan tepat 3 hari sebelum kegiatan berlangsung, padahal pada saat pelaksanaan tidak bisa mengguanakn proyektur (ketiadaan proyektor).

    Akhirnya dengan waktu persiapan yang sempit, materi yang diberikan ditulis pada kertas flipchart. Materi yang didapat pun tidak terlalu banyak dan lengkap, hanya beberapa poin penting. Selain itu, kertas flipchart yang telah jadi tidak diberikan kepada pemateri sebelum acara dimulai, sehingga pemateri sedikit bingung dan tidak terstruktur dalam menjelaskan materinya.

    Pada waktu pelaksanaan, tempatnya kurang luas, sehingga cukup banyak petani yang duduk di luar gubuk Ampera.

    c. Manfaat dan kegunaan

    Manfaat dan kegunaan dari kegiatan ini adalah:

    – menambah pengetahuan dan informasi pada petani tentang cara pengolahan tanah

    – jika diaplikasikan, dapat menghemat waktu dan tenaga petani dalam hal persiapan lahan sebelum tanam

    – apabila dilakukan, waktu kosong yang dimiliki petani dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain yang bisa menambah penghasilan

    – Menjalin silaturahmi dengan warga dan petani sekitar

    Materi Trap Barrier System (TBS)

    Respon dan Partisipasi masyarakat

    Respon dan partisipasi dari masyarakat terhadap materi ini sangat baik. Para petani terlihat sangat serius dalam mendengarkan materi TBS yang dijelaskan oleh Saudara Mubqi selaku mahasiswa dari Hama dan Penyakit Tanaman. Hal ini dikarenakan petani memiliki permasalahan yang cukup parah mengenai lahan sawahnya, yaitu masalah serangan hama tikus. Dan mereka hampir putus asa serta menyerah terhadap masalah yang satu ini.

    Sehingga pada saat materi dijelaskan, para petani mendengarkan dengan seksama dan terlihat sesekali mengangguk-anggukkan kepala ketika pemateri menjelaskan. Pada saat diberikan waktu untuk bertanya pun, para petani banyak menanyakan mengenai berbagai hal, mulai dari sifat tikus, keefektifan metode TBS, teknis pelaksanaan, bahan-bahan yang diperlukan, dan lain-lain.

    Kendala yang dihadapi

    Kendala yang dihadapi terutama terletak pada pola pikir para petani yang percaya pada mitos bahwa tikus berasal dari langit, sehingga banyak dari mereka yang mengibarkan bendera berwarna putih di sekitar pematang sawah pertanda menyerah pada tikus. Cukup sulit untuk mengubah paradigma ini dan hal ini diakui juga oleh Bapak Kuwu.

    Pada pelaksanaan, kendala juga dirasakan pada persiapan kelengkapan alat pendukung materi. Alat peraga yang dibuat kurang memadai serta kondisi waktu dan tempat yang kurang memadai untuk dilakukan simulasi. Tempat (gubuk Ampera) juga kurang luas, sehingga banyak petani yang duduk di luar.

    Manfaat dan kegunaan

    Manfaat dan kegunaan dari kegiatan materi TBS ini adalah :

    – menambah wawasan dalam bidang pertanian

    – memberikan informasi tambahan kepada para petani mengenai metode baru teknik pengendalian hama tikus pada lahan persawahan

    – memberikan semangat kepada petani agar lebih optimistis dan tidak menyerah pada serangan hama tikus

    – merubah paradigma petani yang percaya tikus berasal dari langit

    – membuka pemikiran bahwa serangan hama tikus dapat diantisipasi dengan teknik yang benar

    – menjalin silaturahmi dengan warga dan petani Gegesik Wetan

    Pentingnya Penggunaan Pupuk Organik

    Respon dan Partisipasi masyarakat

    Karena kegiatan ini digabungkan dengan materi TOT dan TBS, partisipasi masyarakat terlihat dengan jumlah peserta yang besar dan diluar perkiraan, yakni mencapai 41 orang.

    Respon dari peserta terlihat cukup antusias, pikiran mereka pun terbuka bahwa penggunaan pupuk organik penting untuk masa depan anak dan cucu mereka

    Kendala yang dihadapi

    Kendala yang dihadapi terletak pada pemateri karena terjadi pergantian pemateri tepat pada saat pelaksanaan. Selain itu, materi sedikit dikurangi dan lebih ditekankan pada pentingnya pengguanaan pupuk organik untuk masa depan

    Manfaat dan kegunaan

    Manfaat dan kegunaan dari kegiatan ini diantaranya adalah:

    – menambah wawasan di bidang pertanian

    – memberikan informasi tambahan terhadap pentingnya penggunaan pupuk organik demi masa depan

    – jika diaplikasikan, dapat mengubah kebiasaan petani yang biasanya langsung menggunakan pupuk kimia dan lama-kelamaan menyebabkan degradasi tanah, menjadi menggunakan bahan organik, sehingga memperbaiki tanah dan menambah unsur hara

    – pelaksanaan penerapan penggunaan pupuk organik dapat dikombinasikan langsung dengan metode TOT

    – menjalin silaturahmi dengan warga dan petani Gegesik Wetan

    Your Reply