QUALITY OF NURSING CARE through COMMITMENT ON PATIENT SAFETY

Posted in Uncategorized on March 11th, 2010 by franciscasri – 2 Comments

 Info : INTERNATIONAL NURSING CONFERENCE  ON PATIENT SAFETY   (Bandung – Indonesia , September 21-22,2010)

Wait for the official announcement

 

 

Indicators of Patient Safety related to Nursing Care in the Interdisciplinary Model of Patient Care

Posted in Uncategorized on March 1st, 2010 by franciscasri – 7 Comments

F.Sri Susilaningsih*

ABSTRACT 

Background.The study on indicators of patient safety related to nursing care was conducted to identify aspect and process of care that may lead to the unsafe nursing care practices. This identification is necessary to be done as a based to evaluate  the practice of care related to the issues of safety of patients,care provider,environment and hospital business.

Methodology. Qualitative research was conducted through the use of focus group discussion(FGD).12-18 of nurses from various background (staff nurse,head nurse,supervisors and educators) which involves in interdisciplinary model of care,and get informed of patient safety participates in this study. FGD was conducted  in three phases : 1) to identify patient safety issues related to nursing care practices for hospitalized patients, 2) to identify  indicators of adverse event based on 10 care path which was developed earlier, saturation  was achieved at the 6th path.  3) classify the adverse event indicators related to the issues of safety of the patients and the care provider in terms of diagnostic error, treatment error, preventive error and others

Result. 30 indicators was identified through the series of FGD, 2 indicators related to (the process of) diagnostic error ; 13 indicators related to treatment error,13 indicators related to preventive error and 2 indicators of others.

Conclusion.The identified 30 indicators of patient safety related to nursing care practices is the accepted instrument to evaluate the practice of nursing care.

Keywords: patient safety,adverse events,nursing care,interdisciplinary model of care

*F.Sri Susilaningsih,MN. (Department of Fundamental of Nursing,School of Nursing Padjadjaran University.Currently Doctorate Student of School of Medicine Gadjah Mada University)

Berangkat dari kekeliruan Langkah menuju Kebangkitan Motivasi untuk Karya yang Lebih Baik

Posted in Uncategorized on February 4th, 2010 by franciscasri – 1 Comment

 Syahrun Nazil*

Perencanaan merupakan bagian dari satu fungsi manajemen untuk mengatur dan mengorganisir orang atau kegiatan yang dilaksanakan. Fungsi ini mutlak ada dalam suatu organisasi formal dan non formal. Fungsi perencanaan sangat penting dalam menentukan visi dan misi kita ke depan. Perencanaan juga meliputi aspek pengembangan kita ke depan. Segala tindakan untuk tujuan masa depan memiliki hubungan erat dengan yang terjadi sekarang. Tindakan tersebut didasari oleh pemikiran prakmatis rasional untuk suatu kurun waktu tertentu (Suwardjoko, 1984). Pengertian lain dikemukakan Astuti dkk, dalam Johara (1999) sebagai berikut; (1) Perencanaan adalah pemikiran hari depan; (2) Perencanaan berarti pengelolaan; (3) Perencanaan adalah pembuatan keputusan; (4) Perencanaan adalah pembuatan keputusan yang terintegrasi; (5) Perencanaan adalah suatu prosedur formal untuk memperoleh hasil yang nyata dalam berbagai bentuk keputusan menurut sistem yang terintegrasi. Dalam kenyataannya perencanaan merupakan kegiatan yang ”tidak pernah selesai” karena selalu dilakukan peninjauan ulang atau pengkajian sebagai umpan balik untuk penilaian.

Secara umum fungsi perencanaan melekat dalam diri kita sebagai suatu yang hidup, dinamis dan berubah. Seperti halnya dibidang ekonomi dan bisnis, perencanaan pembangunan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat untuk menentukan langkah-langkah dan strategi dalam meningkatkan kesejahteraan.

Dalam prakteknya, perencanaan diri dibedakan menurut skala jangkauan jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Suatu perencanaan selalu berkesinambungan dan bertahap serta saling terkait satu dengan yang lainnya.

Seperti kisah saya…diawali dengan keinginan untuk menempuh pendidikan yang baik, bersih dan mengikuti peraturan dan kode Etik yang telah diterapkan. Akan tetapi perencanaan yang saya lakukan tidak ada hubungan dengan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang akan tetapi perencanaan tersebut akan menengelamkan saya kepada keterpurukan dan menderita penyakit ”malu” hal ini dikarenakan oleh tindakan atau implementasi yang saya lakukan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku….disamping itu ada hal yang tidak baik menurut agama dan kepercayaan yang saya anut yaitu tidak jujur dalam hal ini memudahkan suatu jalan yang jalan tersebut seharusnya tidak bisa dilaksanakan karena bertentangan dengan peraturan. read more »

Pengalaman Hidup Klien Sebagai Tahanan yang menjalani Perawatan di RS Bhayangkara Sartika Asih

Posted in Uncategorized on September 17th, 2008 by franciscasri – 4 Comments

Ani Rasiani D.* F.Sri Susilaningsih** Titis Kurniawan**

 

 

 

ABSTRAK

 

Penahanan pada seseorang yang melakukan tindak pidana dalam jangka waktu tertentu sering berdampak pada kesehatan fisik, psikologis serta dampak sosial, terutama pada saat penangkapan sampai dengan proses penahanan dijalani. Tahanan yang sakit membutuhkan asuhan keperawatan dan  berhak mendapatkan perlindungan kesehatan baik bio, psiko, sosial dan spiritual, serta mendapatkan pelayanan keperawatan dengan kualitas dan standar yang sama seperti yang diterima oleh pasien lain yang bukan tahanan. Disisi lain,  pasien tahanan sebagai  tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan barang bukti yang cukup, dalam hal adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana, mempunyai keterbatasan  tertentu seperti perlunya ruang rawat khusus yang terpisah dari perawatan umum dan tidak langsung berhubungan dengan lingkungan luar Rumah sakit , bebas dari gangguan masyarakat umum dengan  sistem pengamanan yang memadai.

 

Posisi klien sebagai pasien tahanan,atau tahanan yang menjadi pasien merupakan fenomena karena kedua “status” ini dapat memunculkan respon yang unik , dengan pengalaman sakit yang dihadapinya dan keterbatasannya sebagai tahanan, diperlukan eksplorasi karena tidak semua orang dapat merasakan dan memahami kondisi yang dialaminya. Fenomena yang tergali diharapkan dapat memberi pemahaman baik bagi petugas kesehatan maupun kepolisian didalam memperlakukan pasien tahanan, sehingga dalam keterbatasannya sebagai tahanan ,klien dapat terpenuhi kebutuhan dasar manusiawi dan kualitas hidupnya tidak terabaikan.

   

      Penelitian kualitatif ini dilakukan untuk  mengungkap pengalaman pasien tahanan dalam menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung. Pengumpulan data dilakukan untuk menggali pengalaman klien sebagai pasien tahanan, dengan teknik  wawancara mendalam (in depth interview), dan  pengamatan (Observasi). Sumber data utama dalam penelitian kualitatif adalah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumentasi. Hasil penelitian pada enam orang informan didapatkan tema-tema yang dominan muncul yaitu: 1) perbedaan pelayanan perawatan, 2) perubahan perilaku perawat dan petugas lain dalam pelayanan, 3) malu menjadi pasien tahanan, 4) peran sebagai suami dan bapak terganggu, 5) harapan dan pasrah pada Tuhan, 6) perbedaan ruang perawatan, 7) cemas dengan proses hukuman.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi keperawatan dan Rumah Sakit yang menerima pasien tahanan. Pengalaman yang diungkapkan, dilakukan dan dirasakan oleh  pasien tahanan sangat kompleks baik dilihat dari sisi klien sebagai tahanan dengan prosedur-prosedur pengamanan yang harus dijalani, maupun klien sebagai pasien dimana hak-hak dan kewajibannya harus dipenuhi sehingga membutuhkanb kerjasama yang baik antara perawat dan petugas kepolisian.

 

 

* Penulis adalah alumni Fakultas Ilmu Keperawatan UNPAD dan Perawat pada RS Bhayangkara Sartika Asih

**Penulis adalah Staf Edukatif  Fakultas Ilmu keperawatan UNPAD

 

 

 

 

HUBUNGAN LEMAK TUBUH DAN KELENTURAN DENGAN NYERI HAID PADA MAHASISWA AKPER TNI AU CIUMBULEUIT BANDUNG

Posted in Uncategorized on September 16th, 2008 by franciscasri – 3 Comments

 

Erna Idarahyuni*, F.Sri Susilaningsih**, Dyah Setyorini**

 

ABSTRAK

           

Nyeri haid adalah suatu keadaan nyeri pada daerah pelvis, dan bagian bawah abdomen yang terjadi sebelum, atau bertepatan dengan permulaan haid, dan bersifat kolik, serta dapat mengganggu aktivitas.  Estrogen dan tingginya kadar Prostaglandin berkaitan erat dengan kejadian nyeri haid. Estradiol disintesis pula oleh jaringan lemak perifer, sedangkan kontraksi uterus berada di bawah pengaruh peningkatan prostaglandin.  Kelenturan tubuh dengan cara relaksasi otot dapat mengurangi nyeri akibat kontraksi, maka patut diduga ketebalan lemak tubuh dan kelenturan otot berhubungan dengan kejadian nyeri haid. Tujuan penelitian ini adalah mencari hubungan antara lemak tubuh dan kelenturan dengan nyeri haid.

          Rancangan penelitian : Observasional analitik dengan jenis cross sectional, populasi seluruh mahasiswi Akper TNI AU Ciumbuleuit Bandung, dengan total sampling yaitu 192 responden yang memenuhi kriteria penelitian, dibagi ke dalam kelompok Nyeri Haid (+), dan Nyeri Haid (-). Kedua kelompok diukur lemak tubuh dengan skin fold caliper, dan kelenturan otot diukur berdasarkan ACSM. Derajat nyeri haid ditentukan melalui pengisian angket/kuosioner.  Dilakukan analisis statistik dengan menggunakan Chi Square Test,  serta menghitung RR dengan CI 95%, pada uji kemaknaan p<0,05.

         Hasil  : Lemak tubuh mempunyai hubungan sangat bermakna dengan nyeri haid (p<0,001), kelenturan mempunyai hubungan sangat bermakna dengan nyeri haid (p<0,001). Lemak tubuh  mempunyai hubungan yang dominan dengan nyeri haid, dan merupakan faktor resiko terjadinya nyeri haid (RR>1).

          Simpulan : Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara lemak tubuh dan kelenturan dengan nyeri haid. Lemak tubuh merupakan faktor resiko terjadinya nyeri haid.

 

Kata kunci :  Nyeri Haid, Lemak Tubuh, Kelenturan  

*        Penulis adalah alumni FIK UNPAD dan Perawat di R.S TNI AU “dr. Salamun” Bandung

**  Penulis adalah Staf Pengajar FIK UNPAD Bagian Keperawatan Dasar

 

 

 

Asuhan Keperawatan dalam Pendampingan Klien diambang Kematian (Care of the Dying)

Posted in Uncategorized on August 28th, 2008 by franciscasri – 6 Comments

F.Sri Susilaningsih*

KETAKUTAN MENGHADAPI KEMATIAN

Biarkanlah aku berdoa bukan agar terlindungi dari bahaya tetapi agar tidak takut menghadapinya…

Janganlah aku meminta untuk dibebaskan dari rasa nyeri tetapi agar kuat untuk menjalaninya…

Janganlah aku lebih melihat pada beratnya memperjuangkan hidup tetapi lebih pada kekuatan yang aku punyai…

Janganlah aku tenggelam dalam ketakutan dan kecemasan untuk diselamatkan tetapi berharap akan kesabaran untuk kebebasan…

Ijinkanlah agar aku punya keberanian, tidak hanya mengandalkan belas kasihmu dalam keberhasilanku, tetapi ijinkanlah aku merengkuh tanganmu dalam kegagalanku….


(Terjemahan bebas dari Tagore : On the Fear of Death)

Perenungan :

Apa yang ditangkap Perawat dari cetusan hati penulis puisi…
Apa itu Dying…

Bgmn pengalaman dan kesadaran seseorang terhadap proses Dying…
Mengapa Perawat harus concern dengan
Dying process…
Bgmn tahapan respon klien dalam menjalani
Dying process…
Apa yang harus dilakukan perawat dalam pendampingan klien dengan kondisi Dying…

Dying…near death..

Proses menghadapi kematian…merupakan bagian dari kehidupan normal yang harus dijalani…permasalahannya adalah bagaimana menjalani proses kematian secara manusiawi dan bermartabat,terutama berkenaan dengan kondisi terminal dan ini harus dipahami secara kontekstual

read more »

NURSING as a HUMAN SCIENCE and HUMAN CARE Telaah filosofis terhadap keperawatan sebagai profesi

Posted in Uncategorized on August 5th, 2008 by franciscasri – 30 Comments

F.Sri Susilaningsih*

Kata kunci : keperawatan,profesi,paradigma,holism,humanism,caring

PENDAHULUAN

Keperawatan saat ini tengah mengalami masa transisi panjang yang tampaknya belum akan segera berakhir. Keperawatan yang awalnya merupakan vokasi dan sangat didasari oleh mother instinct – naluri keibuan, mengalami perubahan / pergeseran yang sangat mendasar atas konsep dan proses, menuju keperawatan sebagai profesi. Perubahan ini terjadi karena tuntutan dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan secara umum, perkembangan IPTEK dan perkembangan profesi keperawatan sendiri.

Keperawatan sebagai profesi harus didasari konsep keilmuan yang jelas, yang menuntun untuk berpikir kritis-logis-analitis; bertindak secara rasional – etis; serta kematangan untuk bersikap tanggap terhadap kebutuhan dan perkembangan kebutuhan masyarakat akan pelayanan keperawatan. Keperawatan sebagai direct human care harus dapat menjawab mengapa seseorang membutuhkan dan dapat dibantu melalui keperawatan; domain keperawatan dan keterbatasan lingkup pengetahuan serta lingkup garapan praktek keperawatan; basis konsep dari teori dan struktur substantif setiap konsep menyiapkan substansi dari ilmu keperawatan sehingga dapat menjadi acuan untuk melihat wujud konkrit permasalahan pada situasi kehidupan manusia dimana perawat/keperawatan diperlukan keberadaannya.

Secara mendasar, keperawatan sebagai profesi dapat terwujud bila para profesionalnya dalam lingkup karyanya senantiasa berpikir analitis,kritis dan logis terhadap fenomena yang dihadapinya; bertindak secara rasional-etis; serta bersikap tanggap/peka terhadap kebutuhan klien sebagai pengguna jasanya. Akan tetapi pergeseran-pergeseran ini membawa konsekwensi dan segudang pertanyaan untuk dijawab : Apakah benar keperawatan itu profesi, kalau ya pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa fokus telaahannya, , lingkup garapan dan basis intervensinya, pada sirkumstansis seperti apa intervensi keperawatan dibutuhkan, atau secara singkat how nurses facilitate the health of human beings? Apakah keperawatan itu ilmu? Kalau demikian apa objek formilnya; objek materiilnya; konsep-konsep apa yang mendasari building block nya; melalui proses metodologi seperti apa ilmu keperawatan tsb ditemukan dan dibangun.

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tsb diperlukan telaah terhadap esensi keperawatan didasarkan pada berbagai konsep yang melandasi perkembangan berbagai teori-teori keperawatan. Berbagai teori keperawatan mengemuka sejak Florence Nightingale (notes on nursing), Virginia Henderson (the activities of living) , Callista Roy (Adaptation Model), Dorothea Orem (Self-care model), M.Leininger (transcultural nursing), Jean Watson (human science and human care) dan masih banyak lagi.

Tulisan ini mencoba menelaah keperawatan dengan teori Jean Watson sebagai pegangan utama, karena alasan : 1) paradigma keperawatan menekankan manusia sebagai fokus sentral, 2) dari teori-teori keperawatan yang mengemuka, ada konsensus umum bahwa disiplin keperawatan menekankan a holistic and humanistic viewpoint with a fundamental ethic of caring. read more »

HOSPITAL – BASED HOME CARE Sebagai Model Keutuhan dan Kesinambungan Pelayanan Kesehatan RS – Komunitas

Posted in Uncategorized on August 2nd, 2008 by franciscasri – 6 Comments

 

                                                                                                                                        

Home Care secara sederhana dapat dikemukakan sebagai “Perawatan pasien /klien dirumah”. Suharyati (1998), mengutip Habbs and Perin (1985) mengemukakan Home care sebagai Family and  or Professionally Provided Health Care and Related service delivered in the home environment. Dua jenis pasar yang dominan dari home care adalah klien dengan kondisi paska akut dan klien dengan kondisi ketidakmampuan tertentu (disable) dan atau dengan kondisi penyakit kronis (Dochterman & Grace, 2001).

 

            Home care merupakan area yang bukan saja menjadi fokus perhatian profesi keperawatan tetapi juga profesional dan pengelola kesehatan lainnya. Karena adanya kebutuhan akan kesinambungan asuhan (Continuity of care), dan integrasi home care sebagai komponen penting dalam sistem jaringan  RS -Komunitas. Melalui layanan dan aktifitas Home care, klien dengan kondisi paska akut dan disable atau dengan kondisi penyakit kronis tidak lagi perlu menjalani hospitalisasi sehingga Staf profesional RS secara efisien dikonsentrasikan untuk penanganan kondisi akut, klien dan lingkungannya diberdayakan untuk   turut ambil bagian dalam upaya proses pemulihan ataupun melakukan upaya-upaya  prevensi sekunder dan tersier, bantuan profesional diberikan  sesuai dengan porsi dan kebutuhan.

Dengan demikian, secara logis RS dapat lebih menyediakan tempat bagi yang membutuhkan, rata-rata jumlah klien rawat berkurang dan biaya hospitalisasi yang harus ditanggung klien  jadi lebih kecil

read more »

LINGKUP PRAKTIK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Posted in Uncategorized on June 16th, 2008 by franciscasri – 12 Comments

LINGKUP PRAKTEK KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Oleh : F Sri Susilaningsih*

 

 

 

PENDAHULUAN

 

            Keperawatan adalah profesi unik, profesi yang menangani respon manusia dalam menghadapi masalah kesehatan, dan secara esensial menyangkut kebutuhan dasar manusia, ini menempatkan  art and science  sama pentingnya.

Teori dan keterampilan keperawatan   diaplikasikan pada manusia kadang-kadang kurang bias diprediksi (hasilnya). Ini terjadi bukan karena sains keperawatan tidak precise tetapi lingkup garapan keperawatan adalah respon manusia dan tidak ada ketentuan bahwa  perilaku manusia akan sama dihadapkan pada stimulus yang sama. Human side  dari keperawatan inilah yang disebut  art  atau kiat.

 

Nursing art berkenaan denagn ketrampilan-ketrampilan tehnis atau prosedur-prosedur tertentu sebagai bagian dari upaya keperawatan untuk membantu klien mengatasi masalah kesehatannya dan memenuhi kebutuhan dasarnya.

Perawat harus dapat mengkaji kapan suatu data menjadi indikasi adanya masalah, dan perlakuan seperti apa untuk mengatasi masalah tersebut. Oleh karenanya tehnik problem solving yang dikenal dengan proses keperawatan harus dikuasai karena ini merupakan bagian integral dari praktek keperawatan.

 

Keperawatan pada dasarnya adalah  human science and human care ; dan caring menyangkut upaya memperlakukan klien secara manusiawi dan utuh sebagai manusia yang berbeda dari manusia lainnya (Watson,1985)

 

Konsep-konsep diatas , human science and human care   dan   atau  art and science

Hanya akan dikenal dan dirasakan konsumen keperawatan melalui perwujudan praktek keperawatan, dan untuk itu dibutuhkan  telaah  tentang lingkup  lingkup praktek keperawatan. Pada tulisan kali ini dikemukakan telaah lingkup praktek  keperawatan medikal-bedah:substansi praktek keperawatan, lingkup intervensi dan konsekwensi profesionalnya.

  read more »