MIKROBA

0

Mikroba adalah mahluk hidup yang berukuran kecil. Demikian kecilnya, sehingga diperlukan alat bantu untuk mengamatinya. Mikroba memiliki ukuran tubuh bervariasi antara satu hingga sepuluh mikrometer (µm). Mirkoba terdiri dari virus, bakteri, kamir dan jamur. Beberapa penulis menyatakan bahwa nano plankton dan parasit berukuran kecil dimasukkan ke dalam kelompok mikroba.

Virus merupakan mahluk hidup khas, yaitu tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya. Oleh karena itu, untuk dapat hidup virus harus barada dalam sel inang. Viru bersifat parasit obligat dan hanya dapat bereproduksi dengan menginvasi dan memanfaatkan sel mahluk hidup.

Bakteri adalah organisme prokariotik yang memiliki peran besar dalam kehidupan di bumi.   Bakteri bersifat kosmopolitan, artinya tersebar sehingga dapat ditemui di berbagai tempat. Tanah, air, udara dan tubuh mahluk hidup merupakan tempat hidup bakteri. Selain itu, bakteri juga dijumpai hidup di lingkungan ekstrim, seperti laut dalam, kawah gunung merapi, lingkungan dingin, gurun pasir, atau danau garam. Berdasarkan tempat hidupnya, bakteri dapat dikelompokkan berdasarkan suhu lingkungan, kandungan oksigen, media hidupnya, derajat keasaman, metabolit yang dihasilkan dan lain sebagainya. Bakteri dapat berperan sebagai organisme menguntungkan dan merugikan sehingga banyak digunakan dalam bidang perikanan, pangan, obat dan berbagai industri.

Kamir adalah anggota mikroba dengan ukuran 3-4 µm, namun ada yang mencapai hingga 40 µm. Kamir yang terkenal adalah Saccharomyces cerevisiae. Kamir ini telah lama digunakan dalam memproduksi anggur, roti, tape dan bir. Saccharomyces cerevisiae mampu mengkonversi karbohidrat menjadi gula dan alkohol.

Jamur adalah tumbuhan yang tidak memiliki klorofil. Jamur, atau sering juga disebut sebagai cendawan, bersifat heterotrof, sehingga untuk mendapatkan energi dilakukan dengan mengekstrak bahan organik (parasit) dari mahluk lainnya. Ciri khas jamur adalah memiliki benang-benang halus yang disebut hifa. Dalam perkembangannya, hifa akan membentuk struktur anyaman dan disebut sebagai miselium. Jamur memperoleh makanan dengan cara menyerap zat organik dari substrat tempat hidupnya. Dengan demikian, jamur banyak dijumpai hidup sebagai parasit obligat, parasit fakultatif atau saprofit. Beberapa jamur hidup dengan cara bersimbiosis mutualisme, yaitu menyerap makanan dari organisme lain dan menghasilkan zat tertentu yang bermanfaat bagi organisme tersebut.

Dalam dunia perikanan, bakteri dan jamur banyak dibicarakan. Bakteri banyak dibicarakan pada ikan hidup atau masih segar. Adapun jamur banyak diulas berkaitan dengan ikan olahan. Pada ikan hidup, bakteri berkaitan dengan media hidup, penyakit, dan pertumbuhan ikan. Pada ikan mati, bakteri berkaitan dengan penurunan kesegaran dan proses pembusukan, sehingga berkaitan masa simpan ikan.

Jamur banyak dibicarakan berkaitan dengan ikan olahan, baik cara pengolahan maupun masa simpannya. Jamur banyak dikaitkan dengan pengolahan ikan, seperti pada proses pembuatan ikan kayu. Jamur juga berperan dalam proses pembusukan produk olahan ikan.

FERMENTASI IKAN

0

Fermentasi ikan adalah proses perombakan senyawa kompleks menjadi senyawa lebih sederhana oleh enzim yang berlangsung secara terkendali. Enzim yang berperan dalam proses fermentasi berasal dari mikroba fermentasi yang sudah ada atau diinokulasi kepada ikan yang akan difermentasi. Secara terkendali artinya proses fermentasi dapat berlangsung secara baik apabila kondisi lingkungan mendukung dan mikroba yang hidup adalah mikroba fermentasi.

BAKTERI PENGURAI AMONIA

1

Berdasarkan sistim pengairannya, budidaya ikan dapat dikelompokkan menjadi budidaya terbuka, setengah terbuka dan tertutup.  Aliran air yang masuk ke fasilitas budidaya sistim terbuka sama banyaknya dengan air yang keluar.  Pada sistim tertutup, air yang sudah digunakan diresirkulasi sehingga tidak ada penambahan air kecuali untuk mengganti air yang hilang karena menguap atau merembes.

Untuk menumbuhkan ikan yang dibudidaya, diperlukan pakan, baik pakan alami maupun pakan buatan.  Pakan yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh ikan sehingga nutriennya diserap oleh tubuh dan sisanya diekskresi sebagai feses (kotoran ikan).  Pakan buatan yang diberikan mungkin saja tidak dikonsumsi oleh ikan karena tidak disukai atau terlalu banyak, sehingga nutrien yang terkandung didalam sisa pakan tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh ikan

Sisa pakan dan kotoran ikan akan mengendap di dasar kolam.  Keduanya akan mengalami dekomposisi oleh bakteri.  Proses dekomposisi akan merombak sisa pakan dan kotoran hingga terbentuk amonia yang bersifat racun terhadap ikan.  Alam memiliki kemampuan untuk merombak amonia menjadi senyawa nitrat yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman.

Apabila sisa pakan dan kotoran meningkat secara cepat, maka dibutuhkan waktu lebih lama bagi alam untuk merombaknya.  Kondisi ini menjadi berbahaya apabila sisa pakan dan kotoran terakumulasi dalam bentuk amonia, sehingga ikan yang dipelihara akan mengalami keracunan atau mati.

Upaya untuk mengurangi pengaruh merugikan dari meningkatnya sisa pakan dan kotoran dapat dilakukan dengan menggunakan saringan (filter).  Ada tiga jenis filter dengan kemampuan yang khas, yaitu filter fisik, kimiawi, dan biologis.

Filter biologis menggunakan kombinasi mikroba dan tanaman.  Mikroba berperan untuk merombak senyawa amonia menjadi nitrit dan nitrat yang relatif aman bagi ikan.  Nitrosomonas adalah bakter yang memiliki kemampuan untuk merombak senyawa amonia menjadi senyawa nitrit; sedangkan Nitrobacter memiliki kemampuan merombak nitrit menjadi nitrat.   Senyawa nitrat yang terbentuk akan dimanfaatkan oleh tumbuhan (pakan alami) untuk tumbuh dan berkembang,  sehingga dapat menyediakan pakan alami bagi ikan.

Mikroba Nitrosomonas dan Nitrobacter dapat ditumbuhkan dalam media budidaya dengan cara menginokulasi mikroba tersebut ke dalam kolam atau mendisain media budidaya sedemikian rupa sehingga kedua mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembangbiak.

Go to Top