Archive for the ‘TUGAS HUBUNGAN MEDIA’ Category

Rangkuman atau Resume Buku: Effective Publicity Hal 176- 178, Tugas  Individu Mata Kuliah  Ibu Weny “Hubungan Media Inggris Versions”

PART IV

The Media

These five chapters supply general guidelines on media relations and tell how to manage personal appearances, how to get into print, how to get on the air and how to distribute publicity materials to the media.

MEDIA RELATIONS

The subject of media relations was well summarized by a veteran san francisco publicist and public relations counselor. He said, “the name of the game, where the press is concerned, is service.”

Indeed, a major function of any publicist is to provide the media with accurate, timely and comprehensive information. It is only in this way that the medium can adequately inform its readers or listeners about events and issues that affect them. From a publicist’s standpoint, the media are essential for the effective dissemination of news about a client or an organization. Ideally, both the needs of the media and the publicist are served at the same time.

The simple fact remains that today’s reporters and editors spend most of their work day processing information, not gathering it.

Jones makes a succinct point in the use of the word “trust”. He went on to say, “things we cannot tolerate are loaded statistics and misstatements of fact. The point is well taken. A publicist must give honest, dependable service.

Another key word is cooperation. Occasionally, the are debates whether publicists are partners or adversaries of the press.

Gary thompson, senior vice president of ketchum public relations in san francisco, says the successful publicist is neither a partner not an adversary.

The publicist cannot attain that goal if he or she is an adversary of the press-which infers that a state of hostility and tension exists. In reality, the publicist and the new reporter have a cooperative relationship where each helps the other to do his or her job.

A good working relationship is based on mutual respect for the other’s ability and professionalism. A publicist earns the respect of the media in any number of ways-preparing profesional materials, being accessible, facilitating interviews with top organizational officers, being honest, and returning telephone calls-even when you know that the reporter wants to ask you about last quarter’s dismal earnings report.

All of the above – elements of effectively dealing with the media is made much simpler if you have the support and cooperation of the organization’s chief executive officer. If the CEO is willing to be open with the media. To cooperate with them, to let you work with the reporters on a team basis-it will be possible to have good relations with the media.

Thus, a very important part of your job it to “educate” the CEO about how the media operate and what their particular meeds are if you want a fair objective story.

MEDIA RELATIONS HAS IT IS FRUSTRATING MOMENTS

Publicists often work overtime to accommodate media requests and, in the end, the material is not used.

The CEO’s appointments were immediately cancelled and corporate publicists began combing the countryside for a “cherry picker” to hoist the executive to the roof that afternoon. On Monday morning, only hours before the magazine’s deadline, the magazine decided that a picture of Ronald Reagan on the cover was more “timely.”



Seiring  dengan perkembangan yang ada dan tingginya kebutuhan organisasi akan  tenaga yang menguasai seluk beluk media dengan network dan kedekatannya,  kini tumbuh dan berkembang pula jasa yang mengkhususkan pada bidang  media relations ini. Dua hal ini menjadi pertimbangan utama dalam  penyuguhan materi media relations antara teori dan fakta dilapangan  selain juga adanya permintaan tentang bagaimana menggunakan media massa  untuk keuntungan perusahaan atau dapat juga buat keuntungan diri anda  sendiri.  Tentu sudah sangat dimengerti bahwa secara teori,  media relations memiliki fungsi atau peran pertama berkenaan dengan  komunikasi, kedua berkenaan dengan pemberian informasi atau memberi  tanggapan pada pemberitaan media atas nama organisasi atau klien.  Kenapa demikian?  Hal  ini lebih dikarenakan dewasa ini media massa sudah menjadi bagian dari  banyak orang. Nyaris tak ada kegiatan yang tak melibatkan media massa  dalam kehidupan kita. Oleh karenanya, organisasi mau tidak mau  membutuhkan sebuah hubungan baik dengan media yang oleh praktisi PR   menjadi salah satu roh penting dalam aktivitas Public Relations.

Hal teknis yang terkait dengan ketrampilan kita dalam media relation adalah: menulis  siaran pers, membuat laporan liputan media atau mendokumentasikan  kegiatan sedangkan analisis adalah kegiatan yang membutuhkan intligensia  tentang bagaimana menghadapi / menanggapi opini publik, membaca  kecenderungan, atau merumuskan permasalahan berdasarkan berbagai data  yang dimilikinya.

Kembali kepada definisi media relations,  secara teori seperti dalam glosarium, media relations adalah berhubungan  dengan para wartawan dalam upaya untuk membina hubungan yang baik  dengan media siaran, cetak, dan online. Dari sini Media Relations  Independent bisa juga disebut sebagai perpanjangan tangan PR dalam  membina hubungan baik dengan media massa. Melihat tugas media relations  tersebut jelas bahwasannya peran seorang media relations dalam  menyukseskan program dan perencanaan strategi PR menjadi sangat krusial  dan penting walaupun tetap saja bisa disebut sebagai seorang executor  dari program-program PR.

Mangapa diperlukan Media relations  Independen, karena urusan menjaga, menjalin dan membina hubungan baik  dengan media memang bukan sesuatu hal yang mudah. Secara sederhana bisa  diilustrasikan bahwasanya menjalin hubungan baik dengan media ini  seperti halnya kita menjalin hubungan dengan pasangan. Sangat kompleks  dan banyak hal yang musti diperhatikan. Dengan demikian tak ada  salahnya organisasi mempercayakan hal ini kepada perusahaan yang memang  memiliki network ke media dan juga kedekatan hubungan dengan  masing-masing media termasuk memahami secara baik seluk-beluk media  massa.

Firm Mediacomm dengan pengalamannya sangat menguasai  pemetaan media (mediascape), pemahaman alur kerja media hingga bagaimana  cara berhadapan dan menjalin hubungan dengan media, bagaimana membuat  sebuah event yang menarik dan melibatkan media serta aspek-aspek lainnya  hingga teknik penulisan naskah Public Relations.

Hal – Hal yang  menjadi perhatian firm mediacomm dalam menjalankan fungsi media  relations adalah mempersiapkan, mengatur dan menyelenggarakan event  (press conference / editor gathering / lainnya) termasuk juga melakukan  fungsi memonitor, kliping dan menganalisa publisitas (atau sering  disebut sebagai aktivitas event management) yang ada terkait dengan  pemberitaan organisasi.

Di tingkatan ini, media relations  independent setelah menyelesaikan tahapan-tahapan dalam event management  hingga membuat sebuah report dari kegiatan publisitas tersebut kemudian  menyerahkannya ke client yang selanjutnya dibahas di tingkat manajemen.  Hasil dari kegiatan ini kemudian bisa digunakan sebagai masukan maupun  bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan organisasi selanjutnya.

Lebih  jauh, seorang independent media relations juga harus memberikan service  yang menyeluruh mulai dari konsep, perencanaan dan penanganan event  maupun dalam menghadapi media termasuk mempersiapkan konsep dan format  undangan media, press release yang kemudian dikemas dalam bentuk press  kit juga secara professional menjalankan tugasnya dalam melakukan  monitoring, tracking, analisa dan reporting.  Sekali lagi, seiring  dengan perkembangan dan tuntutan jaman Firm Mediacomm akan membantu  secara professional hal hal yang berkaiatan dengan media relations.

 

FIRMmediacomm

Media Relation Independent

Murna Inrianto

031 3456 2309

Sumber :

http://www.facebook.com/topic.php?uid=129681579373&topic=16276

# Hubungan media massa dengan masyarakat telah di bahas dengan berbagai pendekatan yang berbeda. Pertama, hubungan tersebut merupakan bagian dari sejarah perkembangan setiap media massa dalam masyarakat sendiri. Pola hubungan tersebut merupakan hasil refleksi sejarah yang di perkirakan turut berperan dalam perkembangan sejarah itu tersendiri. Terlepas dari adanya persamaan dari beberapa institusi media pada semua masyarakat, pada awalnya media juga menerapkan kegiatan dan konvensi sebagaimana yang diterapkan oleh institutasi nasional lainnya. Hal itu tampak dalam isi media. Mediapun memenuhi harapan khalayaknya. Media mencerminkan, menyajikan dan kadangkala berperan serta secara aktif untuk memenuhi kepentingan nasional yang di tentukan oleh para aktor dan isntitusi lain yang lebih kuat.
Kedua, gambaran media sebagai institusi mediasi, yang menghubungkan para anggota masyarakat biasa dengan peristiwa dunia yang sulit di jangkau oleh penguasa, merupakan ide yang mengandung konsep hubungan yang terjadi setidak-tidaknya karena adanya arus informasi yang berkesinambungan. Ketiga,  sebagai suatu institusi yang di perlukan bagi kesinambungan sistem sosial masyarakat industri (informasi) modern yang berskala besar. Hubungan lainnya, dapat di lihat dari sisi normatif. Dalam sisi normatif ini di sebutkan harapan masyarakat terhadap media dan peran yang seharusnya di mainkan oleh media. Hal ini di karenakan, dalam fungsi media telah di sebutkan media massa berperan untuk membuat rasa nyaman terhdap publik atau komunikannya. Jika, masyarakat mulai tidak suka terhadap tayangan yang di tampilkan oleh televisi maka televisi tersebut dengan sendirinya akan mengalami “miskin” pendapatan. Pendapatan televisi terbesar di peroleh dari iklan. Para pemasang iklan akan melihat rating tayangan tertentu jika memasang iklan di televisi tersebut. Sebut saja misalnya, sebuah perusahaan akan mengiklankan produknya di salah satu stasiun televisi. Jika rating program yang di tayangkan sangat sedikit penontonnya, maka si pemilik perusahaan akan memilih program lain atau stasiun televisi lainnya yang memiliki penonton dengan jumlah besar. 

SUMBER PERTAMA :

http://are-u2719.blogspot.com/2009/06/hubungan-media-massa-dan-masyarakat.html


# Menurut Al & Laura Ries, dalam bukunya The Fall of Advertising and The Rise of PR mengemukakan bahwa untuk dapat memenangi kompetisi, satu-satunya cara untuk mengalahkan kompetitor adalah dengan cara memenangkan pertempuran di media massa. Perusahaan modern biasanya akan membentuk unit kerja yang bernama public relations yang ditugaskan menjalin hubungan baik dengan media.

Pekerjaan sebagai praktisi PR sangat berat karena membawa nama baik perusahaan. Sehingga citra perusahaan dipertaruhkan betul di tangan PR. Jika Humas mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara baik, otomatis perusahaan akan ikut terdongkrak citra positifnya di mata masyarakat. Karena itu, keberadaan PR menjadi titik sentral bagi terbangunnya image perusahaan.

Era sekarang, di mana segalanya harus melibatkan media massa, maka PR yang cerdik harus mencari celah untuk memaksimalkan adanya media massa bagi keberadaan perusahaan. Pada intinya tugas merangkul media untuk membesarkan perusahaan di mana bernaung tidak boleh tidak dilakukan. Pasalnya jika PR mampu memenangkan pertempuran media, maka hal itu sama saja perusahaan tersebut berhasil mengalahkan kompetitor dan mendapatkan pasar yang diinginkan.

Bukti nyata kekuatan PR modern dalam memenangkan pertempuran di media massa adalah banyaknya Non Goverment Organization (NGO) atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang hidup dan berkembangnya ditentukan berkat jalinan timbal balik dengan media. Greenpeace, World Wildlife Fund (WWF), PETA, dan Amnesty International bisa menjadi LSM besar dan dikenal masyarakat dunia berkat keberhasilannya menjalin hubungan khusus dengan media yang senantiasa mempublikasikan setiap acaranya.

Al Ries & Laura Ries dalam The Fall of Advertising and the Rise of PR, mengemukakan, zaman periklanan sudah sampai di titik nadir, dan digantikan perannya oleh PR. Hal itu terjadi karena sebagian besar iklan saat ini cenderung tidak mencerdaskan, bahkan ada yang sampai membodohi masyarakat (konsumen).

Karena itu, tugas dan fungsi Humas adalah sebagai instrument yang berfungsi menyampaikan keunggulan sebuah produk maupun jasa yang ditawarkan perusahaan kepada masyarakat, yang diharapkan bisa membentuk citra positif kepada pihak ketiga (target sasaran). Satu-satunya cara agar tujuan perusahaan tersebut bisa terealisir adalah menggandeng dan terus menjaga hubungan baik dengan pihak media.

Untuk itu, media relations adalah wajib hukumnya bagi PR karena keuntungan menjalin hubungan dengan media bisa berdampak pada meningkatnya brand image, yang berujung pada meningkatnya produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepada konsumen atau pasar.

Jika dulu iklan dipandang sebagai cara ampuh untuk membentuk citra perusahaan, sekarang tidak lagi. Perusahaan yang berwawasan modern saat ini pasti mengandalkan kemampuan Humas. Karena sekarang masyarakat cenderung sudah cerdas dan selektif dalam menilai iklan yang dipasang di media.

Karena itu, celah untuk dapat membentuk citra positif adalah dengan menerapkan strategi public relathionship dengan media massa agar merek produk maupun jasa yang ditawarkan dapat dipublikasikan dan dikenal hingga masuk dalam benak masyarakat. Tanpa melibatkan media, mustahil bisa dikenal masyarakat. Karena di tengah arus informasi yang cepat berubah mustahil perusahaan maupun institusi bisa berkompetisi dan bersaing tanpa menjalin hubungan baik dengan media.

Image building sebuah lembaga merupakan hal mutlak yang harus selalu dilakukan. Memang untuk mencapainya (pembentukan citra positif) dibutuhkan kejelian strategi dari PR yang handal dalam ’menjinakkan’ media, dan juga sebuah cost yang tidak sedikit. Tetapi hasil yang bakal ditimbulkan sangat luar biasa besar manfaatnya bagi perusahaan jika dibandingkan hanya melalui pemasangan iklan semata.

Contoh paling mutakhir kedahsyatan hubungan media adalah perusahaan Microsoft. Padahal jika ditelisik lebih jauh, Bill Gates bersama Microsoft-nya sedikit sekali mengalokasikan anggaran perusahaan untuk pemasangan iklan di media massa. Tetapi satu yang membedakan Microsoft dengan perusahaan lainnya di dunia ini adalah mereka dengan cerdas mampu memanfaatkan jaringan media, dan terus menjaga hubungan baik.. Sederhana, tetapi dampaknya luar biasa positif bagi perkembangan perusahaan.
Strategi yang tidak pernah ditinggalkan tersebut berdampak pada seringnya Microsoft dan Bill Gates muncul di pemberitaan. Dengan semakin seringnya muncul mereka di koran dan ditayangkan televisi, serta internet, Microsoft pun jadi semakin dikenal masyarakat dan memiliki citra positif di benak masyarakat. Hingga Microsoft menjadi acuan pertama karena paling diingat masyarakat ketika mereka akan membeli produk yang ditawarkan.

Hubungan Media (Konsep dan Aplikasi) mencoba menyadarkan kita semua bahwa keberadaan media sangat penting bagi keberlanjutan sebuah institusi maupun perusahaan jika ingin memenangi kompetisi. Karena perusahaan besar di dunia bisa menjadi leader dibanding kompetitornya bukan lantaran berpromosi secara besar-besaran, melainkan dengan cara menjalinan kerjasama apik dengan media.

SUMBER KEDUA:

http://nurudin.staff.umm.ac.id/buku-saya/hubungan-media-konsep-dan-aplikasi/ dan

Sumber : Malang Post, 29 Oktober 2008)
Alamat Penerbit: PT Rajagrafindo Persada Jl. Pelepah Hijau IV TN 1 no. 14-15, Kelapa Gading Permai, Jakarta 14240Telp/fax: (021) 4520951 – 4529409