Arti Ijazah S3, S2, dst bagi organisasi….

Barangkali bagi sebagian orang arti ijazah hanya sebatas pengakuan dan penghormatan secara implisit. Baiklah disini saya coba jabarkan arti ijazah secara explisit dan bagaimana hubungannya dalam pengukuran kinerja dan peroleh keuangan.

Tentunya bagi anda yang pernah mengukur kinerja yang pada akhirnya akan keluar sejumlah nilai untuk dasar pembagian insentif atau bonus tentunya memerlukan suatu formulasi khusus yang adil dan transparan dalam prosesnya.

Model yang akan saya perkenalkan disini adalah suatu model yang memadukan beberapa parameter, diantaranya adalah :

  • Nilai Kompetensi Individu (kompetensi intlk, masa kerja, kepangkatan)
  • Nilai Penugasan Individu (jenjang keterlibatan manajerial dan teknis)
  • Indeks Prestasi Kerja (SKI, Values, dll)

dengan skala nilai menggunakan rentang antara 1-5 atau penggunaan konsep prosentase (100%).

Gambar 1. Model umum perhitungan

penjelasan masing-masing komponen adalah sebagai berikut :

NILAI KOMPETENSI INDIVIDU :

1. Jenjang Pendidikan :

  • Pendidikan SMU/SMA          nilai 1
  • Pendidikan D3/D4               nilai 2
  • Pendidikan S1                       nilai 3
  • Pendidikan S2                       nilai 4
  • Pendidikan S3                       nilai 5
  • Lama Kerja :
  1. 1 – 5 tahun                            nilai 1
  2. > 5 – 10 tahun                      nilai 2
  3. > 10 – 15 tahun                    nilai 3
  4. > 15 – 20 tahun                    nilai 4
  5. > 20 tahun                             nilai 5

2. Kepangkatan :

  • Administrator                        nilai 1
  • Spesialis                                 nilai 2
  • Assisten manajer                   nilai 3
  • Manajer utama                      nilai 4
  • Manajer Puncak                    nilai 5

 

NILAI PENUGASAN INDIVIDU (NPI)

Untuk Nilai Penugasan Individu (NPI), terdiri dari 2 hal, yaitu
1. Berdasarkan job description, merupakan pekerjaan yang disepakati di awal kontrak.

Nilai Job description, merupakan nilai prestasi kerja yang dinilai oleh atasan yang bersangkutan yang dilakukan per-bulan untuk mengukur kinerja berdasarkan deskripsi kerja dan target yang disepakati sebelumnya. Range nilai menggunakan skala 1 – 5, dengan keterangan nilai :

  • Nilai 1             =  terselesaikan (0% – 20%)
  • Nilai 2             = terselesaikan ( >20% – 40%)
  • Nilai 3             = terselesaikan ( > 40% – 60%)
  • Nilai 4             = terselesaikan ( >60% – 80%)
  • Nilai 5             = terselesaikan ( >80% – 100%)

2. Berdasarkan job assignment, merupakan penugasan diluar penugasan job description.

Demikian pula hal-nya dengan job assignment, menggunakan format yang sama dengan job description bedanya job assignment merupakan penugasan yang tidak termasuk pada job description (tugas tambahan). Menggunakan skala sama dengan job description.

 

NILAI NORMATIF INDIVIDU (NNI)

Nilai normatif individu perupakan penjumlahan dari NKI + NPI.

 

INDEKS PRESTASI KERJA (IPK)

Merupakan penilaian individu langsung oleh individu lainnya secara 360 derajat. Komponen yang dinilai biasanya adalah

  • Value organisasi        = skala 1 – 5
  • Kerjasama                  = skala 1 – 5
  • Kreativitas                 = skala 1 – 5
  • Dsb…

Nilai IPK seseorang merupakan nilai rata-rata dari komponen diatas, dengan ketentuan :

  • Jika rata-rata individu lebih kecil dari rata-rata organisasi maka selisih dari rata-rata individu dan rata-rata kelompok akan menjadi nilai negative yang kemudian akan ke dalam perhitungan
  • Jika rata-rata individu lebih besar dari rata-rata organisasi maka selisih dari rata-rata individu dan rata-rata kelompok akan menjadi nilai positif yang kemudian akan menambahkan perhitungan

Nilai ini penting mengingat hubungan individu secara horizontal dan vertikal dalam menyelesaikan pekerjaan tidak terlepas dari bantuan rekan kerja baik dalam satu unit maupun lintas unit. Ini merupakan bahan evaluasi bagi individu bahwa suatu pekerjaan bisa saja diselesaikan dengan baik tapi hubungan kerjasama terabaikan, atau bahkan dalam kerjasama ada individu-individu tertentu yang tidak perform. Oleh karena itu hubungan IPK terhadap NNI bisa positif bahkan jika negatif. IPK merupakan fungsi control bagi individu sehingga berlaku hal-hal berikut :

  • Jika IPK negative maka akan mengurangi NNI, atau
  • Jika IPK positif, maka akan menambah terhadap NNI

Hal tersebut tentu saja memberikan pelajaran positif, dimana apabila IPK negatif maka akan mengurangi nilai akhir dan apabila nilai IPK positif akan menambah nilai akhir, yang jika nilai akhir ini kemudian di prosentasekan maka akan berbeda tiap individunya.

Bobot perolehan merupakan penjumlahan antara NNI dan IPK.

Agar lebih jelasnya akan di presentasikan sebagai berikut :

Ilustrasi 1 :

ilustrasi 1 diatas, adalah kondisi ideal dari formula dimana semua formula coba dimainkan diatas. Terlihat perbedaan jauh antara tiap jenjangnya.

Ilustrasi 2 :

pada ilustrasi 2, dengan asumsi seluruh komponen disamakan kecuali jenjang pendidikan, maka terlihat perbedaan Nilai Total yang berpendidikan S3, S2, S1 dst.

Ilustrasi 3 :

pada ilustrasi 3, dengan asumsi seluruh komponen disamakan kecuali jenjang pendidikan dan disini mulai terlihat pembobotan pada masing-masing parameter, lebih terlihat perbedaan Nilai Total yang berpendidikan S3, S2, S1 dst.

Ini adalah dasar penilaian secara 360 derajat dimana penulis masih berusaha mencari formula yang lebih mendekati sempurna.

Terima kasih,

Salam,

 

-enjat-

 

Posted in Filsasat Ilmu | Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *