• Terampil Berkomunikasi dengan Public Speaking

    Date: 2017.08.26 | Category: Public Speaker | Tags:

    Oleh Eneng Tresnawati, S.Pd., M.Si. (Pustakawan/Pendongeng/Public Speaker)

    (Disampaikan pada Workshop Public Speaking  & Presentation Skils bagi Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Unpad, 17 April 2017) http://lib.fisip.unpad.ac.id/2017/08/26/artikel/

     

    Keterampilan untuk dapat berbicara di depan forum sangatlah penting. Untuk dapat terampil berbicara di depan umum, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Kemampuan ini dapat dimiliki seseorang dengan jalan berlatih dan terus mempraktikkan dalam setiap kegiatan. Dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan berbicara memegang peranan penting dalam komunikasi sosial. Hal ini sesuai dengan Tarigan (1988: 15) yang mengatakan bahwa berbicara merupakan suatu alat untuk mengomunikasikan gagasan-gagasan yang disusun serta dikembangkan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan pendengar atau penyimak. Berdasarkan batasan tersebut tersirat sebuah makna bahwa perihal berbicara (berpidato) harus disesuaikan dengan pendengar. Dengan kata lain, sebelum berpidato, pembicara harus memahami pendengar, dengan siapa berpidato, dan untuk kebutuhan apa ia berpidato agar gagasan yang disampaikan dapat diterima oleh penyimak karena hakikat berbicara.

    Keterampilan Berbicara

    Tarigan dkk. (1997: 34) mendefinisikan berbicara sebagai keterampilan menyampaikan pesan melalui bahasa lisan. Pesan tersebut akan diterima oleh pendengar apabila disampaikan dengan nada yang runtut dan jelas.

    Menurut Arsjad (1988: 23) kemampuan berbicara adalah kemampuan mengucapkan kalimat-kalimat untuk mengekspresikan, menyatakan, menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Semakin terampil seseorang dalam berbicara, maka semakin terampil dan mudahlah ia berpidato untuk menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaannya kepada orang lain serta semakin jelas jalan pikirannya, karena sesungguhnya bahasa seseorang itu mencerminkan pikirannya (Tarigan 1988: 1).

    Kemudian, Ahmadi (1990: 18) mengemukakan pendapatnya mengenai hakikat keterampilan berbicara. Menurutnya, keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak, kebutuhan, perasaan, dan keinginan kepada orang lain. Pengertian ini mengimplisitkan adanya peran penting bahasa sebagai sarana komunikasi. Bahasa tersebut diungkapkan dengan cara melakukan kegiatan mengeluarkan bunyi-bunyi yang teratur dan mengandung makna yang dilakukan secara lisan untuk berkomunikasi dengan orang lain.

    Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan berbicara pada hakikatnya adalah keterampilan berkomunikasi, yakni keterampilan mengomunikasikan ide, gagasan, pikiran, dan perasaan secara runtut, sistematis, dan logis, yang dilakukan pembicara kepada seseorang atau sekelompok orang melaui sarana lisan berupa bunyi-bunyi artikulasi yang mengandung makna.

    Public Speaking

    Public Speaking merupakan bagian dari keterampilan berbahasa, khususnya berbicara. Sebagai sebuah keterampilan, tidak akan pernah datang begitu saja kepada pelakunya, akan tetapi, butuh sebuah proses. Dengan kata lain, keterampilan berbicara di depan umum ini akan semakin lancar dan sukses manakala yang bersangkutan selalu berlatih dan berlatih untuk mengasahnya

    Charles Bonar Sirait (2008) mendefinisikan public speaking sebagai seni yang menggabungkan semua ilmu dan kemampuan yang kita miliki. Memberanikan berbicara di depan umum artinya siap menyampaiakan pesan kepada orang-orang yang latar belakangnya berbeda. Seorang pembicara publik harus bisa melakukan berbagai tugas sekaligus. Ia harus bisa menyampaikan informasi, menghibur, dan meyakinkan pendengarnya. Tanpa ilmu pengetahuan, informasi yang disampaikan bisa salah. Tanpa kemampuan mengingat cerita lucu dalam urutan yang betul, maka pembicara tidak akan bisa menghibur pendengar. Selanjutnya, tanpa kepercayaan diri, seorang pembicara tidak akan bisa meyakinkan orang lain untuk percaya. Intinya, public speaking yang baik dekat dengan kesuksesan.

    Dalam kegiatan public speaking, seseorang diminta untuk terus berlatih berbicara, menambah pengetahuan tentang apa saja. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah kita harus sering membaca, khususnya topik-topik yang relevan dengan acara yang akan kita pandu, kenudian berlatih menuliskan script pembicaraan yang akan kita tampilkan.

    Istilah public speaking terdiri dari dua kata: public dan speaking. Publicartinya orang banyak, masyarakat umum, dan rakyat. Speaking artinya berbicara. Dalam Kamus Merriam-Webster mengartikan Public Speaking sebagai “the act or skill of speaking to a usually large group of people”. Public speaking adalah aksi atau keterampilan berbicara kepada sekelompok besar orang, Sedangkan menurut American Heritage Dictionary memaknai public speaking sebagai “The act, art, or process of making effective speeches before an audience.” Aksi, seni, atau proses menyampaikan pembicaraan efektif di depan audiens”. public speaking adalah “berbicara di depan orang banyak”, to speak before the public.

    Secara sederhana, public speaking dapat didefinisikan sebagai proses berbicara kepada sekelompok orang dengan tujuan untuk memberi informasi, mempengaruhi (mempersuasi) dan/atau menghibur audiens. Banyak orang menyebut public speaking sebagai “presentasi”

    Seperti layaknya semua bentuk komunikasi, berbicara di depan publik memiliki beberapa elemen dasar yang paralel dengan model komunikasi yang dikemukakan oleh Laswell yakni komunikator (pembicara), pesan (isi presentasi), komunikan (pendengar/ audiens), medium, dan efek (dampak presentasi pada audiens). Tujuan berbicara di depan publik bermacam-macam, mulai dari mentransmisikan informasi, memotivasi orang, atau hanya sekedar bercerita. Apapun tujuannya, seorang pembicara yang baik dapat mempengaruhi baik pemikiran maupun perasaan audiensnya

    Jenis-jenis public speaking di antaranya pidato, ceramah, orasi, presentasi, menjadi pemateri diskusi, mengajar di kelas, memberikan briefing, memandu acara (MC/Pembawa Acara/Host), dan memimpin rapat atau berbicara dalam rapat.

    Mengatasi Grogi

    Menurut Stephen D. Boyd, Ph.D, CSP, pakar public speaking yang menjadi Professor Emeritus of Speech Communication, College of Informatics, Northern Kentucky University, USA. Terdapat 6 cara mengatasi grogi atau gugup saat berbicara di depan umum yaitu :

    • Be prepared(Melakukan Persiapan)
    • Pick out friendly faces to speak to. Tampilkan wajah ramah kepada audiens. Ekspresi menyenangkan ini akan memberi Anda inspirasi dan membuat Anda rileks (santai)
    • Think positive things about your contentPikirkan hal positif tentang materi Anda.
    • Have a great opening line that you know will grab the attention of your audience. Miliki/siapkan pembukaan presentasi atau pidato yang sekiranya bisa menarik perhatian audiens.
    • Pause before you begin to speak as you make eye contact with those friendly faces. Jeda sebelum memulai presentasi/pidato saat Anda membuat kontak mata atau menatap audiens dengan wajah bersahabat
    • Include a personal experience early in your speech. Masukkan pengamalan pribadi di awal pembicaraan Anda. Anda akan merasa nyaman dengan cerita yang Anda sampaikan

     

    Cara Cepat untuk Terampil Public Speaking

    • Berbicara di depan cermin. Kalau kita latihan di depan cermin, kita bisa mengamati ekspresi wajah, posisi tubuh, dan gerakan tangan kita. Kita bisa melatih ekspresi mana yang kira-kira cocok untuk materi tertentu. Berbicara di depan cermin selain dia bisa melatih dan memperkuat ekspresi, gerakan mana yang ingin dia tampilkan, rekan saya ini juga bisa melihat gerakan atau ekspresi mana yang kurang pas dan berusaha untuk menghilangkannya. Sehingga saat dia tampil di depan orang banyak, dia sudah terbiasa menampilkan ekspresi dan gerakan yang tepat.
    • Merekam Hasil Presentasi kita dan Evaluasi.  Dengan merekam kegiatan presentasi kita dengan alat komunikasi maka kita akan melihat apa saja kekurangannya yang harus dibenahi sehingga dengan seringnya kita berlatih dan merekam aktivitas presentasi maka kita bisa mengevaluasinya
    • Sering melakukan story telling/mendongeng
    • Bibliobatlle. Mengajak beberapa orang teman untuk membaca buku favoritnya dan masing masing menceritakan kembali isi buku  dengan durasi 1 menit, yang dibaca dan temennya boleh menanyakan isi buku tersebut.

    Latihan Pernafasan Public Speaking

    • Teknik vokal terpenting adalah intonasi yang benar, stressing pada kata/kalimat tertentu yang dianggap penting, pelan saat permulaan dan akhir (volume), mainkan kecepatan berbicara (speed/tempo) biar gak monoton, perhatikan pula artikulasi (kejelasan kata/kalimat) dan pelafalan kata yang benar (pronounciation). Gunakan suara asli (natural), jangan meniru suara orang lain atau dibuat-buat, gunakan suara perut (diafragma).
    • Berlatihkan pernapasan agar tidak “ngos-ngosan” atau kurang napas. Caranya, antara lain, tiup lilin yang menyala dalam jarak 1 meter, berulang-ulang, minimal 10x; tarik nafas sedalam mungkin (lewat hidung), lalu keluarkan lewat mulut pelan-pelan sambil berdesis “zzz…. zzzz… zzzzz…”.

    Demikian. Semoga Bermanfaat