Value..

Sedang coba isi lagi blogs ini yang sudah lama gak disentuh. Kali ini mau menuliskan mengenai value yang sudah hampir setahun setengah ini mengisi kepalaku. Value atau bahasa indonesia nya Nilai dalam academics literature yang meng-construct istilah ini banyak yang lucu kalau diterjemahkan dalam bahasa indonesia. Semestinya harus diskusi sama mas Lanin nih untuk mencari sitilah yang tepat dalam bahasa Indonesia.

Artikel terakhir yang aku baca mengenai 360 (derajat) Business Model Framework mendiskusikan mengenai Value  Creation, Value Proposition, Value Delivery, Value Capture, dan Value Communication (Rayna dan Striukova, 2016). Hayoo istilah indonesia yang tepat apa coba.. suka menjadi gak bagus lagi kalau diterjemahin teh. Coba mestinya nomenklatur tadi kita dulu yang nyiptain pasti bakalan keren.. hmm.. Menciptakan Nilai, Mengusulkan Nilai, Menyampaikan Nilai, nah nih yang rada rumit Value Capture.. sementara gak aku terjemahin deh, jadikan aja Meng-capture Nilai, dan terakhir Mengkomunikasikan Nilai… Hayoo siapa yang punya terjemahan yang lebih baik..

Dikatakan sesuatu untuk memiliki nilai adalah apabila ada lebih dari satu orang yang menyepakati bahwa sesuatu tersebut memiliki nilai, maka dari itu sesuatu tersebut ada, at least dari anggapan mereka berdua, tidak perduli tidak ada orang lain yang menyepakati bahwa sesuatu tersebut memiliki nilai atau tidak. Semakin banyak yang menyetujui sesuatu tersebut memiliki nilai maka sesuatu tersebut akan menjadi tinggi nilainya. Bisa kasih contoh ?

Aku lagi pingin nyontohin dengan cinta. Cinta itu nilai bukan ? kalau dari sisi akademis cinta itu bukan nilai aku tapi lagi pingin ambil contoh ini #maksa. Misalnya seseorang punya anak, tentunya anak tadi buah hasil dari cinta dari sepasang laki2 dan perempuan. Anak tadi tentunya akan mempunyai nilai bagi mereka berdua, walaupun pada akhirnya nanti semua orang tidak menyukai anak tersebut dan menganggap anak tadi tidak bernilai tapi dia tetap akan bernilai bagi kedua orang tuanya, karena kedua orang tuanya mencintainya. Bisa mencontohkan hal yang lain yang memiliki nilai tinggi yang asal muasalnya dari cinta ? Keluarga misalnya.. atau apalagi Organisasi, Perusahaan, Kota, Provinsi, Pulau, Negara, Bumi, dst…

Diskusinya adalah bagaimana nilai ini menjadi sustainable..atau berkelanjutan.. jangan sampai udah mah anak tadi gak bernilai bagi orang lain lama2 juga salah satu orang tuanya juga akhirnya membencinya dan tidak lagi mencintainya, jadi cuma salah satu orang tuanya saja dong yang menganggap dia bernilai, bukan lagi bernilai kalau gitu namanya.. eh masih bisa… si anak itu sendiri yang mencintai dirinya sendiri, jadi kebutuhan minimal masih terpenuhi.. hehe.. jadi kemana2 gini ngomongnya. Nah kembali kepertanyaan bagaimana supaya sustainable nih nilai dari sesuatu tadi sedangkan kehidupan ini begitu amat sangat dinamis. Nah aku sih mendiskusikannya dengan cara melakukan inovasi terhadap nilai tersebut.

Nulis kalau pake bahasa bebas gini kok cepet yah.. cuma butuh waktu 10 menitan ngetik 5 paragraf.. lah terus aku ngetik disertasiku untuk satu kalimat aja minta ampun lamanya.. ditambah mood yang lagi gak kondusif boro2 bikin kalimat.. Sementara begitu dulu coretan aku d i blogs ini mengenai nilai.. Insha Allah akan berlanjut lagi dengan posting berikutnya..

Terima kasih yang mau komen di tulisan ini..

Categorized: Value

One comment on “Value..

  1. Saya lupa sumbernya, ada yang bilang “nilaimu adalah apa yang kamu beri dikurangi apa yang kamu terima”. Klo kita beri 10 tapi nerima 3, berarti nilai kita 7. Klo kita ngasih 3 tapi nerima 10, berarti nilai kita malah minus. Itu juga kan “cenah”. Hehehe. Ditunggu tulisan2nya Pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *