curious visiting pameungpeuk part II

Dua puluh tahun kemudian

Masih teringat erat dalam pikiranku, berharap semua itu hanya mimpi. Aku kehilangan Kayla karena inisiatif bodohku saat itu. Kali ini aku coba kembali bernostalgia sekaligus menguji alat yang selama ini kukembangkan untuk menemukan dna ada dilokasi mana. Sementara alat ini masih memiliki keterbatasan dimana hanya bisa mengcover jarak maksimum 5 meter saja.

Aku memulai pencarian dari tempat dimana Kayla terakhir kali berada, dari tempat kutinggalkan dirinya. Aku coba menerka-nerka sambil melihat keadaan sekitar yang sudah banyak berubah. Telah dibangun banyak rumah disana. Bersyukur dahulu sempat aku tandai posisi terakhir Kayla dengan koordinat GPS dari blackberry 8820 ku dulu, yang sekarang terlihat sangat usang.

Blackberry product saat ini sudah sangat berbeda dimana kita tidak perlu lagi menggenggam gadget tersebut tetapi sudah langsung terinstall dalam tubuh kita. Tetapi walaupun sudah menginstall blackberry keluaran terbaru dalam tubuhku aku tetap selalu membawa blackberry 8820 yang sudah kuno ini kemana pun aku pergi, walaupun aku simpan selalu dalam saku serba ada, mirip yang dimiliki doraemon (tokoh di film kartun pada 30 tahun yang lalu).

Aku coba membayangkan berbagai kemungkinan yang terjadi saat itu :

1. Kayla berusaha untuk mencari aku dengan mengikuti arah aku pergi meninggalkannya tetapi dia salah jalan bukan belok ke kanan tetapi tetap terus dan terus kemudian berusaha akhirnya belok kanan. Pada saat itu dia bertemu dengan penduduk sekitar yang melihat dia menangis dan membawanya ke rumahnya.

2. Atau sama seperti diatas tetapi dia bertemu dengan orang asing yang bukan penduduk sekitar. Dan tidak tahu akhirnya dia dibawa kemana ?

Aku putuskan untuk mencoba alternatif pertama dengan beranggapan Kayla ditemukan oleh penduduk sekitar dan kemudian dibesarkan. Saat ini tentunya Kayla telah menjadi gadis remaja berumur 25 tahun. Aku pasti bisa mengenali wajahya yang cantik apabila bertemu dengannya.

Aku coba mencari-cari tahu ke seorang kakek, berharap dia penduduk asli sini sejak 20 tahun yang lalu. Aku lihat dia sedang duduk sambil menikmati kopi susunya. “Bapak, punten… mau tanya, apakah bapak sudah lama tinggal di desa ini ?”, tanyaku dengan ramah kepadanya.

“Ya..saya sudah 30 tahun tinggal disini. Anak ada keperluan apa menanyakan hal itu ?” jawabnya dengan suara berat dan serak.

“Mungkin bapak mengenal ada seorang gadis hilang sekitar 20 tahun yang lalu ? saat ini usianya menginjak 25 tahun.”, ujarku berusaha menjelaskan sambil memberi foto Kayla waktu masih berumur 5 tahun saat itu.

Belum selesai aku menjelaskan pandanganku langsung tertuju pada seorang gadis yang keluar dari rumah kakek tersebut. Aku pun terpana dengan wajah cantik gadis itu. “Kek, ada tamu yah ? Kok gak disuruh masuk ? Ayo silahkan pak masuk.”

“Jangan gak perlu. Antar kakek masuk, kakek tidak enak badan.” Dia berusaha untuk menarik tangan gadis itu untuk membantunya berdiri dan masuk ke dalam rumah. Gadis itu terlihat bingung atas tindakan kakeknya.

Aku heran sekali melihat tingkah laku kakek tersebut yang mendadak berubah setelah gadis itu keluar dari rumahnya. Aku pun meninggalkan halaman rumahnya sambil masih terus berpikir, kenapa ? Kemudian aku teringat akan alat pendeteksi dna ciptaanku. Alat ini aku beri nama kaka2008, untuk mengenang Kaylaku yang hilang tahun 2008.

Alat ini berbentuk seperti iphone, gadget yang keluar sekitar tahun 2008, hanya keistimewaannya bisa dilipat karena hanya berupa gelas lcd yang lentur. “kaka2008 activate”, Aku hanya perlu mengatakan itu untuk menghidupkan sistemnya. Kaka2008 pun langsung menyala begitu mengenal suaraku yang sudah lolos melewati voice recognizer sebagai pengamannya.

Kemudian aku berpikir bahwa gadis tadi itu adalah Kaylaku yang selama ini aku cari dan kakek tadi itu telah menyembunyikan Kaylaku. Dan berbagai macam terkaan atas kejahatan yang dilakukan kakek itu sehingga setengah mati aku mencari-cari Kayla saat itu walaupun sudah bertanya-tanya ke penduduk sekitar sampai dengan melaporkannya kepada kepolisian setempat tetapi tidak juga ditemukan.

Aku pun sembunyi disuatu tempat yang tidak terlihat dari dalam rumah itu. Berharap gadis itu keluar dari rumahnya dan kemudian aku menghampiri dia untuk menguji apakah dia Kayla ku atau bukan. Setengah jam aku menunggu, gadis itu tidak juga keluar dari rumah. Dua jam kemudian aku mulai gelisah karena dia tidak juga kunjung keluar. Empat jam tiga puluh menit kemudian aku melihat daun pintu rumah itu terbuka. Matahari sudah semakin terbenam diluar sini udara terasa semakin dingin.

Ternyata gadis itu yang keluar dari rumah itu. Dia terlihat membawa sajadah dan mukena. Sepertinya akan ke mesjid yang berada tidak jauh dari rumahnya. Aku berusaha untuk tidak buru-buru menghampirinya khawatir kalau dia akan panik apabila melihatku. Dugaanku kakek yang didalam rumah telah mendoktrinnya dengan berbagai perkataan untuk berlari menjauhiku apabila melihatku.

Dia berjalan mendekatiku karena mesjid tersebut berada tak jauh dari tempatku sembunyi. Aku pun terus memperhatikan berbagai informasi yang tampil di kaka2008 ini berharap status searching berubah menjadi Kayla found setelah dalam radius 5 meter Kayla berjalan didepanku.

Sampai dengan gadis itu berjalan didepanku ternyata status searching tetap tidak berubah statusnya. Sejuta perasaan tidak karuan menggelayutiku. Ya Allah maafkan hambaMu ini yang tidak mampu menjaga amanah anak yang Kau titipkan padaku. Berilah hambaMu ini kesempatan untuk bertemu dengannya dan membesarkannya sebagaimana yang kuimpikan selama ini. Ternyata gadis itu bukan Kayla yang aku cari.

Aku pun coba untuk bangkit dan mengikuti langkahnya ke mesjid. Inginku bersujud memohon kepadaNya akan apa yang kucari selama ini dapat terwujud.

………………………

Categorized: My days

7 comments on “curious visiting pameungpeuk part II

  1. wkwkwkwkw…tenyata hanya mimpi tho pak…yang di part 1 nyata banget cerita nya…tapi yg di part 2 mimpi banged…hahahaha..tertipu ni…

    Tapi klo beneran mah bener² seorang bapak yg udah mulai terkena pikun…hehehehe

  2. Saya akhirnya berhenti di beranda mesjid yang terlindung pohon-pohon, tempat yang strategis untuk melihat dalam mesjid tanpa kelihatan dari arah mesjid. Aku perhatikan gadis tadi sedang khusyu sholat, perasaanku semakin berkecamuk antara perasaan bersalah, rindu dan cemas. Tapi kucoba tetap menahan diri untuk tetap sembunyi.

    “Assalamualaikum, pa kabar kang dito ? Dah lama tak jumpa”, aku kaget mendengar suara itu, langsung aku balik badan “ehhh Waalaikumsalam, eh siapa yah ?”, “Kamu Ki…kemana aza kamu ? Ngapain kamu disini ?”, ternyata yang menyapaku adalah Oki, temanku waktu kerja di Unpad, dia memutuskan untuk pensiun dini di Unpad, kalau tidak salah sekitar tahun 2010 an dia keluar, persis setelah melaporkan laporan EPSBED Unpad yang sudah valid 100% ke dikti. Memang dia punya cita-cita ingin pensiun selagi muda untuk bisa melakukan perjalanan mengelilingi Indonesia dengan sepeda. “Lagi ngapain disini ? Nyari kayla yah ? “, “tuh kayla mah lagi ngajar anak-anak ngaji di mesjid bareng Meutia”, “kamu mah keterlaluan, masa anak sampe hilang gitu”. Singkat cerita ternyata thn 2011 Kota Bandung banjir besar, cekungan Bandung kembali menjadi danau akibat rusaknya Bandung Utara, Oki dan keluarga tinggal di Pameungpeuk Garut, sampai suatu saat menemukan seorang anak usia 8 tahunan yang sedang belajar ngaji di mesjid. Oki tau persis anak itu adalah putrinya Dito, bekas boss nya waktu di Unpad. Jadi kata Kayla, papahnya meninggalkan dia di Pameungpeuk 3 tahun lalu, lalu dia dipelihara oleh seorang kakek penunggu kebun. Akhirnya Kayla diminta ikut sama Oki dan keluarga sampai dewasa. Di Garut, Oki skrg jadi pengusaha perkebunan, walau lahan makin sempit komoditi hasil kebunnya sudah menembus ekspor. Walau sudah menjadi pengusaha sukses, dia masih sederhana dan low profile, kesehariannya adalah mengasuh anak-anak pengajian di Mesjid. Ada keinginan Oki tuk mencari ortunya Kayla, tapi tidak tau kemana, karena kota bandung (termasuk cimahi) sudah menjadi danau. Yang Oki sesalkan adalah mengapa dia berhenti berlangganan BB di telkomsel, setidaknya dengan BB itulah satu-satunya cara bisa berhubungan dengan Dito ayahnya Kayla.

  3. ini yg bener yg mana.
    kirain beneran………….part I terasa sangat nyata dan original dengan bumbu kata yg ringan dan mudah dicerna sehingga membawa kita sebagai pembaca terasa terbawa dalam roman petualangan dan komedi…tapi yg part II herannya lebih kearah marketing product BB dan mungkin juga IPhone……..woalah ternyata boss dito punya bakat ngarang juga ya……..usul saya boss, coba bikin buku aja atau iseng bikin skenario buat sinetron…………sukses juga buat kang okki yang sepertinya juga memiliki bakat yg sama cuma kok isinya kayak yang curhat ya…………heuheu sukses aja buat keduanya

  4. @ k’Dito : ternyata waktu 20 tahun telah membuat gaya menulis kang Dito jauh lebih baik dan lebih imajinatif. mungkin pengaruh umur dan pengalaman yah..

    @ k’Oki Baehaqi : ternyata waktu 20 tahun tidak pernah cukup untuk melupakan EPSBED dalam relung hati kang Ahmad. Karena ini pengalaman terbaik atau terburuk?..

  5. Hehe… Aku sih pinginnya nulisnya lebih dahsyat, pas aku baca tulisanku diatas kerasa garing, gak puassss…. Tapi begitu baca tulisan si okib hehehe jadi lumayan gokil ternyata. Maafkan aku yang telah mendoktrinmu dengan EPSBED kib sehingga waktu 20 tahun masih tidak cukup menghapus luka dan deritamu. Maju terus yah EPSBED Unpad. Hehehe….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *