curious visiting pameungpeuk

Malam minggu saat suasana hati terhibur dengan bertemu temen2 lama alumni smpn 13 bandung, sulit rasanya memejamkan mata. Pikiran terus menerawang, gak tau ingin hinggap dimana. Perasaan senang, bahagia, haru, rindu semua berkecamuk jadi satu. Saat2 seperti ini ingin rasanya jauh dari kehidupan rutinitasku sehari-hari.

Besok aku harus pergi ke suatu tempat yang bisa sedikit mencuci otakku. Hmmm air, yah air cocok untuk mencuci pikiranku. Aku mesti pergi ketempat yang banyak airnya. Ancol ? Seaworld ? Pangandaran ? Kawah putih ? Cipanas Garut ? Hmm atau pameungpeuk ? Yes pameungpeuk, I never been there before. Lalu aku bilang ke ina yang sudah siap2 untuk tidur. “Yang, besok kita ke pantai yah ?!”, kataku sambil duduk di pinggir kasur. “Heh, pantai ?”, dia bengong.”Cape mas ah”, ujarnya kemudian. “Pokoknya besok subuh2 kita pergi.” Kataku memaksa. Kalau sudah seperti itu ina cuma garuk2 kepala. Hatiku tersenyum setidaknya kalau dia begitu berarti mau nurut walau terpaksa.

Pagi2 sekali saat adzan subuh mengumandang aku langsung shalat. Setelah selesai langsung mbangunin ina. “Ayo Yang, let’s go”. Pendek cerita akhirnya jam 5:45 kita sudah ada di depan tol buah batu dan langsung tancap gas menuju pameungpeuk. Sampai di garut jam 6:45 belum ada. Restaurant yang buka. Beberapa orang jual dipinggir jalan pun aku lewat karena tidak bernapsu.

Ternyata sampai dengan pukul 8:00 kita belum juga mengisi perut. Kemudian aku berhenti di salah satu warung yang terlihat sedikit representatif. Ina pun mulai membeli beberapa minuman kemasan dan makanan kecil.

Aku coba cek dimana kita berada saat ini dari maps di bb ku. Masya Allah ternyata kita masih jauh dari tujuan. Cilakanya tanda merah yang menunjukkan posisi ku ada dimana berada bukan pada garis jalan. Intinya kita berada “in the midle of no where” bahkan maps bb pun bingung apa nama tempat ini. Hiks hiks terpaksa aku tanya ke bapak2 yang berdiri dekat warung. Kata dia pameungpeuk masih 2 – 3 jam lagi. Huahuahua :((.

Anak2 dan ina yang tadinya agak exciting kemudian berubah menekuk mukanya. Aku cuma bisa nyengir. “Ayo kita lanjutkan lagi karena sudah setengah jalan”, ujarku memberi semangat walau perutku juga sudah meraung-raung.

Perjalanannya cukup menyenangkan karena pemandangan indah di kanan dan kiri hanya bener2 serasa kita sendiri yang melalui jalan ini. “Mamah takut, kenapa gak ada orang diluar”, ujar kayla. “Iya ih mamah takut, gak ada temennya”, arul, adiknya juga menyahuti ucapan kakaknya sambil merengek. Kita berdua berusaha menghibur mereka berdua dengan bernyanyi-nyanyi. Hehehe..

Sekitar jam 9 an kayla merengek sakit perut padahal kita berada di tengah hutan. Kemudian aku berhenti di tepi jurang yang cukup satu mobil utk menepi. Tapi setelah kayla jongkok dia malah hilang keinginannya utk “pup”, mungkin karena aneh “pup” ditempat yang dia tidak pernah lakukan sebelumnya. Kemudian kita kembali melanjutkan perjalanan, belum lagi 5 menit dia malah menangis tidak kuat menahan sakit perut. Untungnya ada rumah didepanku lalu kami berhenti dan minta ijin menggunakan jambannya.

Dasar rumah di dusun, mana ada kamar mandi di dalam rumah kita ditunjukkan mck yang ada di bawah rumah diantara 3 rumah yang ada disana. Ternyata di mck itu pun kayla tidak juga bisa “pup” karena mck itu aneh sekali. Dindingnya hanya ditutupi karung beras saja. Hehehe kita kembali melanjutkan perjalanan sambil bernyanyi-nyanyi supaya dia tidak stress dan berharap lupa dengan sakit perutnya.

Gak lebih dari 10 menit kemudian mendadak aku mesti hentikan kembali mobil karena kayla muntah. Duuh ribet amat sih. Aku angkat kayla turun dari mobil dan ukkh baju dan celanaku juga kena muntahannya. Untungnya aku bawa celana pendek dan kaos utk ganti.

Aku putuskan utk ngajak anak2 istirahat sebentar disana. Arul aku ajak keluar untuk jalan2 ke arah depan mobil dan behenti di depan sarang laba2 besar. “Papah, itu laba2 nya makan apa ?, ujarnya karena melihat laba2 itu mendekati capung yang terjerat di jaring2 laba2nya.

Kemudian bergantian kayla yang aku ajak jalan2 keluar dari mobil. Aku melihat ada sungai kecil tak jauh dibawah jalan. Aku ajak kayla kesana utk bisa bermain air menghilangkan stress nya. Perjuangan menuju sungai kecil itu ternyata tidak semudah yang aku lihat. Kita harus berjalan perlahan2 utk sampai sana.

Saat sudah sampai aku meminta kayla menunggu sebentar karena aku juga mau ajak arul turun sambil juga membawa kamera. Karena ternyata mobilku kurang sedikit maju dari tempat kita turun ke sungai maka aku coba memajukan mobilku. Saat memajukan mobil aku lupa dimana tadi aku harus berhenti, terasa sudah terlalu jauh aku memajukan mobilku dari tempat semula. Kemudian aku turun. Loh kok bukan tempat ini aku tadi meninggalkan kayla. Aku teriak manggil2 kayla. Ina pun jadi panik dan keluar manggil2 kayla. Kayla hilang…..

Categorized: My days

7 comments on “curious visiting pameungpeuk

  1. Dicerita ini belum terdengar acara “mencuci pikiran” nya, yang ada mencuci Jackpot nya Kayla :)).
    Bener kata teh Ina…. Capee deeh!

  2. ini mah bukan Kayla yang hilang, Bapaknya yang menghilang… Kata Kayla teh : “Papa teh kamana wae, Papa yang menghilang, wong aku mah dari tadi disini posisinya, capee dehhh!….”

  3. kayaknya kayla harus punya BB juga dech, pake GPS , nah GPS dipasang di papahnya , jadi kalo papahnya ngilang kayla tinggal liat peta , aku peta.. aku peta aku peta (kayak dora the explorer ajah)

  4. bbeeuuu lanjutannya boss, jadi ngak ke pameunpeuknya
    so guys just wait n see the next episodes………………………..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *