Pathfinding Mindset menjawab Gap dari Value Organisasi dan Value Individu

Akhir-akhir ini saya sering berpikir lebih dalam lagi mengenai manusia terutama manusia yang berada di sekeliling saya. Saya merasa ada sesuatu masalah yang belum ada solusinya. Bisakah pemimpin kita memperbaikinya atau bisakah pemimpin kelompok terkecil yang ada di bangsa ini mulai sadar dan memperbaikinya ? Kalau ini dilakukan secara serempak mungkin generasi kedepan akan menjadi generasi yang patut dibanggakan.

Kita mulai bicara mengenai value. Tentunya kita tahu value adalah nilai. Tapi nilai yang bagaimana ? Cara gampang untuk mengartikan value adalah apabila kita mulai bertanya dengan “Apakah saya harus mengerjakan hal tersebut ?”. Berbagai macam hal dalam hidup ini apabila kita coba tanyakan menggunakan pertanyaan tersebut maka kita sudah bicara mengenai nilai.

Siapapun dia dalam hidup ini tentunya memiliki tujuan dan mendambakan sesuatu hal yang diimpikan di masa mendatang. Untuk menuju kesana maka perlu proses yang tidaklah mudah sehingga terkadang kita harus memilih mana yang prioritas. Coba kita berfikir apa yang ada di dalam benak bangsa kita, atau beberapa individu di sekitar kita. Kemana tujuan mereka ? Apakah mereka hanya pasrah menjalani hidup, hari demi hari dilalui tanpa tujuan yang jelas dalam pikiran mereka ? Tentunya tidak akan seperti itu.

Pasti negara ini memiki values, semestinya organisasi atau institusi yang kita naungi saat ini juga memiliki values. Tetapi apakah kita mengenal betul values yang dimiliki bangsa ini, apakah kita menjiwai betul values organisasi/institusi kita ?

Saya jadi ingat dengan kata shalat. Di alqur’an dinyatakan …dirikanlah shalat… artinya kita bukan cuma melaksanakannya tapi juga mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari karena kita menjiwai betul apa makna dari shalat tersebut.

Apabila kita sudah mulai menjiwai value organisasi tersebut maka semoga melaksanakannya pun tidaklah lagi sulit. Pertanyaan “Haruskah saya melakukan hal tersebut?” sudah berganti mejadi ketahapan pertanyaan lain seperti “Maukah saya mengerjakannya?” atau “Dapatkah saya mengerjakannya ?”.

Seperti yang saya bahas diatas. Dalam hidup ini masing-masing individu tentunya memiliki tujuan, dan tentunya juga memiliki nilai-nilai hidup yang harus dia jaga. Begitupun juga negara dan atau organisasi yang kita naungi saat ini. Karena beragamnya tujuan hidup maka kemungkinan keragaman nilai-nilai pun akan sangat tinggi. Kemudian akan muncullah jurang atau pemisah antara nilai individu dan nilai dari organisasi. Apabila pemisah tadi terlalu jauh dan dalam maka nilai individu tidak akan pernah tercapai di dalam organisasi tersebut dan begitupun sebaliknya apabila nilai-nilai individu yang ada dalam organisasi tersebut cenderung lebih banyak yang berbeda dengan nilai organisasi maka kesejahteraan pun tidak akan pernah tercapai.

Kita akan mulai berpikir ulang dan mencari jawaban mana yang memiliki nilai yang lebih baik untuk kehidupan ini, nilai individu atau nilai organisasi ? Kalau memang menurut kita nilai individu kita yang lebih baik maka pertanyaan, “Haruskah saya meninggalkan organisasi ini ?” jawabannya akan “YA !” Demikian pun semestinya sebaliknya. Kalau menurut kita nilai organisasi kita jauh lebih baik maka pertanyaan, “Haruskah saya memperbaiki nilai-nilai dalam diri saya ?” jawabannya tentu akan “YA!” Apabila dua jawaban tadi sudah mau dan bisa kita laksanakan maka kita sudah menjadi seorang individu yang memiliki pola pikir yang baik.

Saya ingin sekali terus melengkapi pemahaman saya mengenai hal ini karena ingin mencoba menjadi manusia yang lebih baik. Semoga tulisan ini bisa menjadi nilai baru yang baik bagi diri saya dan lingkungan disekitar saya. Apabila tidak semoga saya diberikan petunjuk dan kemudahan untuk mendapatkan nilai lain yang lebih baik. Amien.

-dito, 7 November 2008-

Categorized: My days

9 comments on “Pathfinding Mindset menjawab Gap dari Value Organisasi dan Value Individu

  1. Ada yang gak ngerti boss, kalo saya simpulkan intinya berarti kita dalam setiap melakukan sesuatu harus ada tujuan yang dicapai. Betul gak?. Minggu kemarin saya nonton mario teguh dia bilang kesuksesan dapat dilihat dari bagai mana dia menyelesaikan suatu pekerjaan. Terkadang seseorang dianggap sukses padahal dia baru memulai pekerjaan itu. Nyambung gak yah…?

  2. Value pada individu akan sangat dipengaruhi oleh value dari organisasi atau lingkungan sekitarnya karena manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya termasuk juga untuk mengembangkan valuenya sendiri.

  3. untuk widi : kalau value tadi tidak saling bertentangan maka itu akan positif untuk kedua-duanya. Tetapi apabila value tadi beretentangan maka individu tentunya yang harus mengalah.

    -dito-

  4. New comment on your post #50 “Pathfinding Mindset menjawab Gap dari Value Organisasi dan Value Individu”
    Author : Widianto (IP: 10.1.3.65 , 10.1.3.65)
    E-mail : widi@unpad.ac.id
    URL : http://www.widianto.org
    Whois : http://ws.arin.net/cgi-bin/whois.pl?queryinput=10.1.3.65
    Comment:
    Apakah keduanya tidak bisa dipilih ? dan menurut saya nilai individu dan nilai organisasi adalah sama pentingnya.

    Saya pikir orang hebat itu bisa menggabungkan dua hal yang berbeda dan dua-duanya berjalan dengan selaras.

    Klo bisa milih semua kenapa harus satu-satu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *