Skip to content


Menyemangati tukik menuju laut lepas @Ujung Genteng

ken ratuUjung Genteng, 30 Desember 2012. Dimulai dengan hasil voting 8 lawan 4 diantara anak2 asdos biofapet, akhirnya kami memutuskan liburan akhir tahun 2012 ini ke daerah Ujung Genteng. Saya sendiri tadinya berharap ke Gn. Halimun, lebih menantang, lebih hijau, lebih teduh dan sepi dari keramaian. Tempat yang membuat kita merasa kerdil dan memahami hakekat sang maha kuasa.

Tapi Ujung genteng adalah salah salah satu tempat yang tak kalah eksotik. Ujung Genteng yang sekarang ini sangat jauh berbeda dengan tempat yang saya kunjungi beberapa tahun yang lalu. Dulu untuk menuju ke tempat itu serasa sangat lama. Jalanan tak begitu bagus,  naik turun meliuk dan tak hanya sesekali perut serasa mual. Perjalanan ke ujung genteng sekarang ini jauh lebih ramah dan lebih mudah. Jalan sudah cukup bagus. Sepanjang kanan dan kiri mulai Cianjur, Sukabumi, Jampang Wetan, Jampang Kulon, Surade dan seterusnya banyak yang bisa dilihat dan dinikmati.

Delapan jam perjalanan dari Bandung untuk sampai ke Ujung Genteng tak terasa jauh karena kita bisa menarik nafas dalam-dalam dan dalam oksigen yang kita hirup itu terasakan aroma kesegaran yang membuat neuron kita berpikir lebih cerdas, dan rasa takjub kita pada sang Illahi semakin mendalam. Peradaban maju dan tumbuh berkembang namun ada sisi-sisi lain manakala ciptaan Tuhan itu terawat baik oleh sentuhan dan akal budi manusia.

Well, sore ini kami akan mensyukuri pelepasan 144 tukik ke laut lepas di Pantai Pangumbahan. Kita tidak tahu berapa ekor dari mereka yang nantinya selamat, tumbuh berkembang menjadi dewasa dan akhirnya menurunkan generasi-generasi baru. Tapi jauh dalam lubuk hati ada semangat yang ingin kami titipkan pada anak-anak tukik yang berlomba-lomba bahkan  ada yang tertatih-tatih menyongsong ombak laut selatan, membawanya entah kemana nantinya mereka tumbuh dan berkembang.

Sunset  adalah sisi lain dari indahnya pantai Pangumbahan. Di kawasan penangkaran penyu ini, konon umur penyu sudah sangat tua. Ada yang bilang sudah puluhan tahun. Jadi sangat tepat kalau daerah konservasi penyu ini dilestarikan dan dijaga kebersihannya. Menikmati sunset di lingkungan yang kurang bersih pastinya agak kurang nyaman.

Masih di sekitar desa Pangumbahan, beberapa peselancar juga nampak bersiap-siap menikmati galaknya laut selatan. Semoga tidak ada yang mengalami kecelakaan, karena di musim yang agak kurang ramah seperti ini sebaiknya harus ekstra hati-hati.

Menjelang maghrib, kami mesti rehat sejenak untuk mempersiapkan tenaga untuk acara nanti malam: melihat aksi penyu dewasa bertelur dan mengubur telurnya di Pantai Pangumbahan. Dan, pukul 20.20 an kami mendapat informasi ada 2 ekor penyu sedang bertelur di pantai, kami pun bergegas ke pantai. Mengamati penyu bertelur dan menguburnya dalam-dalam agar tak diganggu manusia. Malam yang indah, walaupun berhujan-hujan di malam hari yang gelap gulita. Dan tentunya pengalaman beroffroad dengan sepeda motor sewaan. Pengalaman unik, aneh dan menyenangkan.

Jadi, hari ini makan malam kita tertunda. Benar-benar makan malam karena jarum jam sudah menunjukkan pukul 22.20 an. Namun bukan makan malamnya yang penting,  makan bersama-sama teman-teman biofapet adalah sesuatu yang sangat langka. Sepertinya Remember You’re Mine nya Pat Boone akan mengingatkan malam ini.

Oscar Wilde pernah mengatakan: ”Children begin by loving their parents; as they grow older they judge them; sometimes they forgive them”.

Pagi ini, saya sangat gembira dan juga sedih. Gembira manakala menyaksikan anak-anak biofapet dengan riangnya menikmati sunrise di pantai timur Ujung Genteng. Bermain ombak, dan pasir sambil bersendau gurau satu sama lainnya. Sedih, karena beberapa diantara mereka akan segera menyelesaikan pendidikannya dan pastinya akan segera mengarungi masa depan mereka di tempat baru. Mengakhiri jauh lebih susah dibandingkan memulai.

Hidup ibarat sebuah penjelajahan. Tak ada tempat yang tidak bagus. Selalu ada nilai tambah di dalamnya dan akan memberikan catatan berharga. Sebuah peradaban tumbuh dan berkembang karena diantara mereka saling menyayangi dan mencintai. People have a moral standard about what they will do and will not do.

Thx to: Ken Ratu, Ambar, Cevi, Akbar, Lydia, Dina, Wini, Dian, Tantri, Fahmy dan Pak Dadan. Sarapan pake telur dadar, fillet ikan laut dan senandung Jambalaya by Henk Williams akan selalu mengingatkan kita akan Ujung Genteng.

 

Posted in Anak2 Biofapet.


Anytime you can

CIMG3734Limbangan, 18 Desember 2012. Hujan tak henti-hentinya mengguyur sepanjang perjalanan Priangan Timur dari Bandung sampai Tasikmalaya. Tak aneh jika, kerikil bahkan batu-batuan yang tak dapat digolongkan ukuran kecil terbawa aliran air, menggenangi badan jalan dan membuat perjalanan hari ini harus sangat ekstra hati-hati.

Perjalanan pada hakekatnya bukan hanya sekedar sebuah perpindahan tempat dan atau pergantian waktu. Ada banyak peristiwa kecil dan besar, ada cerita menyenangkan dan kadang menyedihkan. Saya lebih senang untuk mengatakan bahwa perjalanan adalah pergeseran spirit agar kita tak nampak apatis terhadap suatu perubahan waktu.

Banyak orang, kurang bisa merasakan kenyamanan dalam berhijrah dari satu waktu ke waktu berikutnya. Mensyukuri kehidupan, sudah pasti harus dilakukan. Dan cara kita mengapresiasi proses pun sudah selayaknya kita coba terus tingkatkan. Dengan cara itulah kualitas kita tetap terjaga. Standar berangkat dari kemauan, mungkin memang agak menyulitkan karena faktor eksternal seringkali menjadi penunda bahkan punya andil sangat besar menggagalkan sebuah keinginan.

Well, saya tak terlalu memikirkan deretan jumlah acara seminar, workshop, pelatihan dan sejenisnya. Yang saya coba ingat adalah banyaknya rapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan badan dan juga kesehatan emosional. Rentan terhadap sakit jiwa.

Banyak teman, rekan-rekan yang memberikan saran sangat baik dan bijak yaitu mengurangi aktifitas. Namun sepertinya susah, sesusah mengurangi nafsu makan. Namun saya pasti merenungkannya. Apalagi ada sebuah haditz, yang kira-kira: “Dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu’ karena Allah, kecuali Allah akan mengangkat derajatnya” (HR. Muslim: 2588). Bersikap tawadhu’ karena Allah” artinya tawadhu’ yang dilakukannya adalah ikhlas karena Allah semata, bukan pura-pura tawadhu’ agar dikagumi manusia.

Ibnul Mubarak pernah mengingatkan: “Jadilah engkau orang yang tawadhu’ dan tidak menyukai popularitas. Namun janganlah engkau pura-pura tawadhu’ sehingga engkau menjadi riya’. Sesungguhnya mengklaim diri sebagai orang yang tawadhu’ justru mengeluarkanmu dari ketawadhu’an, karena dengan caramu tersebut engkau telah menarik pujian dan sanjungan manusia”.

Jalan kehidupan makin menanjak. Limbangan-Malangbong-Tasikmalaya tak seberapa menanjak. Dan, sambil lirak lirik rekan seperjalanan yang kelihatannya mulai jenuh dengan perjalanan. Saya mencoba memaknai perjalanan dengan mengkhayalkan apa yang akan terjadi esok dan kelak.

Sampai hari ini, beragam kesulitan telah terlalui. Sebagian dari mereka terselesaikan oleh waktu dan bagian lainnya masih menyisakan catatan misteri dan rahasia. Ada yang mengatakan kita dibekali oleh 4 modal oleh Allah SWT yaitu agama, akal, fitrah dan waktu. Tak mudah menderivasi agar aktifitas kita di hari-hari kemarin, hari ini dan esok benar-benar bisa menyelamatkan kita di hari akhir.

Dan, tak terasa juga kami sudah berada di komplek pondok pesantren Suryalaya. Ada beberapa hal yang ingin kami diskusikan di situ dengan keturunan Abah Anom. Learn everything you can, anytime you can, from anyone you can – there will always come a time when you will be grateful you did. (Sarah Caldwell).

Hujan masih terus mengguyur Tasikmalaya, namun waktu harus terus berjalan. Ada atau tidak ada hujan. Good day.

Posted in FolkTale.


Bukan akhir dari sebuah siklus

dewi rahayuBandung, 23 November 2012. Sayup-sayup lantunan jazz dari arah lapangan parkir PPBS mulai terdengar. Sepertinya acara Jatinangor Jazz Event sudah dimulai. Rencananya event yang diprakarsai anak-anak Fak. Psikologi akan dimulai pukul 14.00. Jatinangor Jazz Event dimeriahkan oleh grup musik The Groove Reunion, Soulvibe, dan Payung Teduh. Katanya akan hadir juga Grace Sahertian, David Manuhutu, dan HalfwholeProject. Tak ketinggalan Disc Jockey (DJ) Andezzz. Didesain seperti Locafore Jazz, pertunjukan JJE 2012 ini excellent dan keren abis.

Sayangnya hari ini, tepatnya sore ini adalah hari terakhir kami menyelenggarakan praktikum Biologi untuk angkatan 2012. Pastinya sesuatu yang wajib dan mesti dihadiri. Hari terakhir, tentunya adalah hari yang istimewa. Bukan hanya untuk mahasiswa praktikan namun juga anak-anak asisten yang pada tahun depan mungkin tidak lagi bergabung dan berpartisipasi dalam asistensi biologi. Beberapa bulan lagi mereka insyaallah jika tidak ada hambatan akan lulus S1. Dan, pastinya mereka akan mengabdikan diri ke tempat lain meneruskan perjalanan sesuai cita-citanya.

Jazz adalah musik kesukaan saya. Tak ada hari tanpa jazz. Semua lagu jazz enak didengar termasuk the Groove dengan khayalannya, satu mimpiku dan kapan lagi. Seandainya malam ini tidak ada acara penting di Bandung pasti akan menyempatkan diri nonton JJE yang berlangsung di lapangan PPBS, hanya 20 meter dari kantor.

Well, Bagaimana dengan anak-anak Fapet Unpad yang konon katanya banyak berisi anak-anak metal?. Mungkinkah suatu saat kita bisa menghadirkan “The Veterinary Street Jazz Band”?. Jazz dengan lengkingan suara gitar cukup keras membahana namun dengan nada harmoni yang romantis. Bahkan cenderung terdengar mirip symphoni. Konon katanya salah satu unsur dalam “jazz” adalah batil, kekacauan. Suara asli dari ternak sangat cocok untuk dimasukkan nadanya dalam unsur jazz. Dan buktinya bisa diterima, Animal Jazz dinominasikan sebagai RAMP 2008 (Rock Alternative Music Prize) dan memenangkan “Best song of the year” dan “Soundtrack of the year” pada tahun itu.

Pukul 17.40. alhamdulillah anak-anak kelas B 2012 mengakiri presentasi terakhir praktikum Biologi 2012. Dan pukul 18.20 an, kami sudah bisa meluncur turun ke bawah dan tentunya untuk pulang ke Bandung.

Hari ini hujan deras sepanjang Jatinangor-bandung, mengantar kepulangan kami. Cuaca yang kurang bagus akhir-akhir ini mempengaruhi stamina kami. Beberapa diantara anak asdos mengalami radang pernafasan. Di perjalanan, tak ada cerita penting tentang hari-hari terakhir ini. Alamiah sekali karena kami memang tak ingin segera mengakhiri kebersamaan. Sebuah kata yang cukup sensitif untuk kami semua. Namun saya tak pernah berpikir ini adalah akhir dari sebuah siklus.

Sepanjang perjalanan pulang kami lebih memilih topik lain sebagai pelepas kepenatan. Tentang metaphylaxis yang punya potensi untuk mencegah penyakit pernafasan dan sekaligus untuk mengurangi resiko stress. Tentang kebiasaan orang Mexico menambahkan paprika dalam makanan ternaknya untuk sapi potong, tentang cabe yang punya potensi untuk menambah nafsu makan manakala kita kekurangan gizi. Dan tentang potensi limbah cabe untuk industri pakan ternak. Walaupun dimulai dari diskusi yang nampaknya iseng-iseng namun menarik juga dan saatnya kita melirik kembali potensi fitogenik aditif. Sudah lama diketahui bahwa pemanfaatan cabe untuk sapi potong dapat meningkatkan asam butirat (30%) dan asam propionat (10,3%) di rumen dan diketahui juga sebagai mempromosi tumbuhnya papilla ruminis.

Berinteraksi langsung dengan anak-anak asdos mahasiswa sesungguhnya sangat penting, karena dengan diskusi-diskusi ringan kadang memunculkan ide-ide yang bagus. Saya pastinya akan kehilangan tandem-tandem yang dalam 3 tahun terakhir selalu rutin membantu dalam praktikum Biologi maupun Mankester. Namun seperti halnya mikrorganisme. Secara alamiah akan ada penyesuaian dan mungkin juga resistensi. Bukankah resistensi antimikroba juga mesti terjadi ketika perubahan genetik dari mikroba berubah secara alami?. Hanya bedanya kami yang masih ada di kampus pastinya tak akan resisten terhadap mantan anak-anak asdos, kami tidak pernah merancang untuk mencegah pertumbuhan mereka. Thx 4all teman-teman! See u next time 🙂

Posted in asisten.


Ketidaksesuaian dan Ketidakpastian

Bandung, 20112012. Hari ini makan siang bersama anak-anak asdos biofapet agak terlambat. Waktu telah menunjukkan pukul 12.45 an. Sebentar lagi, giliran anak mahasiswa kelas D 2012 yang akan melaksanakan praktikum terakhir Biologi pada semester ini.

Pokok bahasannya adalah tentang ekosistem. Di luar laboratorium, beberapa kelompok mahasiswa nampaknya masih sibuk menyiapkan bahan presentasi hari ini, sementara sebagian kelompok lainnya masih mengedit film yang akan mereka tampilkan hari ini.

Sambil makan siang, kami membaca masukan-masukan pesan dan kesan anak-anak kelas C terhadap proses pelaksanaan praktikum semester ini. Dan dalam suasana santai, bersama beberapa asdos kami mendiskusikan tentang format praktikum biologi ke depan. Bagaimana mengurangi ketidaksesuaian dan ketidakpastian. Topik pembicaraan langsung menuju ke implementasi sistem manajemen mutu berbasis ISO.

Pengendalian ketidaksesuaian adalah satu diantara delapan klausul dalam ISO 9001:2008 yang mesti mendapat perhatian super serius. Dan dengan penerapan SNI ISO/IEC 17025:2008, pengendalian ketidaksesuaian semakin menjadi penting. Antara sistem layanan akademik dan layanan laboratorium memiliki keterkaitan dalam pembelajaran termasuk dalam pelaksanaan praktikum. Mengintegrasikan SMM ISO 9001:2008 dan SNI ISO/IEC 17025:2008 adalah obsesi kami.

Temuan ketidaksesuaian (non conformity) adalah fakta yang dapat dibuktikan bahwa sesuatu telah terjadi ketidaksesuaian antara implementasi dengan kriteria yang dirujuk. Tentunya agak berbeda dengan observasi, yaitu sesuatu yang diprediksi akan terjadi temuan pada masa akan datang. Fakta sekarang belum terjadi tetapi akan terjadi bila tidak dilakukan tindakan.

Satu hal yang menjadi cita-cita kami adalah bagaimana caranya anak-anak mahasiswa praktikan sejak dini telah mengenal sistem manajemen mutu, termasuk dalam pelaksanaan praktikum. Materi praktikumpun harus distandarisasi. Tentunya tidak disemua materi praktikum. Namun beberapa diantara Pokok-pokok bahasan praktikum sebaiknya memiliki acuan standart, bisa SNI, IUPAC, AOAC ataupun good practices lainnya. Yang penting memiliki standar dan rutin divalidasi .

Validasi metode adalah proses penetapan kesesuaian sistem pengukuran. Menurut SNI 19-17025-2008, validasi metode adalah konfirmasi pengujian dan pengadaan bukti yang objektif bahwa memberikan data analisis yang berguna. Sedangkan menurut Horwitz, validasi metode adalah proses pendemonstrasian dan konfirmasi kinerja khusus metode analisis sebagai fungsi mutu dan pengukuran statistik pada kondisi operasi yang ditentukan.

Singkatnya Dari ketiga definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa validasi mengandung parameter konfirmasi secara pengujian terhadap suatu metode sehingga dapat melengkapi bukti-bukti untuk menyatakan kesesuaian metode terhadap persyaratan dan tujuan yang telah ditentukan. Pada pelaksanaannya terdapat beberapa metode yang harus divalidasi di laboratorium sebelum digunakan sebagai metode dalam analisis rutin, yaitu: (a) Metode non standar, (b) Metode yang didesain atau dikembangkan oleh laboratorium, (c) Metode standar yang digunakan di luar rentang yang ditentukan dan atau (d) Metode standar yang mengalami modifikasi.

Parameter-parameter yang direkomendasikan dalam validasi metode adalah: selektifitas, limit deteksi, limit kuantitasi, recovery, jangkauan kerja linear, akurasi serta presisi sebagai ripitabilitas dan reproduksibilitas.

Secara umum dikenal tiga cara yang digunakan untuk evaluasi akurasi metode uji, yaitu: (a) Uji Pungut Ulang (Recovery Test). Uji dilakukan dengan mengerjakan pengujian di atas contoh yang diperkaya dengan jumlah kuantitatif analat yang akan ditetapkan, (b) Uji Relatif terhadap akurasi metode baku. Uji dilakukan dengan mengerjakan pengujian pararel atas contoh uji yang sama menggunakan metode uji yang sedang dievaluasi dan metode uji lain yang telah diakui sebagai metode baku dan (c) Uji terhadap Standard Reference Material (SRM).

Dengan menggunakan SMM ISO, dan ada standar acuannya lainnya artinya apa yang dilakukan mahasiswa selama praktikum pun harus diukur sejauhmana ketidakpastiannya. Jika 1 kelompok mahasiswa akan menggunakan alat dan bahan untuk prosedur tertentu. Lab, mesti secara teratur melakukan kalibrasi terhadap berbagai alat yang digunakan untuk 1 paket materi praktikum. Begitu juga jika menggunakan bahan, bahan-bahan tersebut harus telah diketahui SRM nya. Tak masalah jika mahasiswa praktikan menggunakan alat2 lain dan bahan lain yang tidak terstandarisasi. Yang penting ada evaluasi dan dihitung sejauhmana ketidakpastian hasil pengukuran yang dilakukan oleh mahasiswa dibandingkan dengan hasil oleh dosen dan atau asisten. Dengan cara begitu, ada pertanggungjawaban kita bahwa praktikum yang kita selenggarakan telah mengadopsi sistem manajemen mutu. Ke depan bisa saja hasil praktikum mahasiswa kita kirim ke lab lain untuk uji profisiensi atau uji banding, kenapa tidak mungkin?

Well, diskusi dengan anak-anak asdos biofapet terpaksa harus diakhiri. Praktikum ekosistem akan segera dimulai kembali. Pastinya tentang ketidaksesuaian dan ketidakpastian akan menjadi pekerjaan rumah bersama. Kami memiliki cita-cita luhur bersama. Hari ini kita masih cukup marjinal tapi tidak untuk hari esok. Semoga.

Posted in asisten.


Berharap ada tempat terbaik, seperti yang kita inginkan.

Bandung, 13 November 2012.  Jatinangor-Tol Cileunyi -Pasteur yang biasanya bisa ditempuh  kurang dari 30 menit, hari ini terasa begitu bertambah lama.  Sepuluh menit  lagi sudah harus presentasi di Hotel Grand Aquilla. Dan posisi sekarang masih di Pasir Koja?. Hmmmm. Serasa pengin pulang ke rumah saja. Tempat dimana kita sangat  merdeka. Tak ada beban dan tak ada tekanan, teduh!.

Rumah adalah segalanya. Bisa jadi Ross Bagdasarian dan Willian William Saroyan merasakan hal yang sama tatkala di tahun 1939 menulis lirik Come on-a My House.  Rosemary Clooney beruntung bisa mempopulerkan lagu yang penuh nuansa tradisional Armenia itu dan menjadikannya sebagai salah satu penyanyi legendaris di tahun 1950 an.  Saya sangat menikmati lagu-lagu bernuansa jazz, semi jazz, soul dan sejenisnya. Jazz, bagi saya seperti obat yang bisa membuat kita keluar dari beban.

Hidup di kota besar pastinya penuh dengan tekanan.  Banyak hal yang susah untuk diprediksi karena ternyata banyak variabel. Hitung-hitungannya lebih rumit. Dan sepertinya ada banyak manfaatnya kita belajar tentang ketidakpastian. Ketidakpastian memadukan semua kesalahan yang diketahui menjadi suatu rentang tunggal, benarkah?

Mereka yang mengimplementasikan ISO/IEC 17025:2008 pasti paham akan ketidakpastian. Ketidakpastian adalah suatu parameter yang menetapkan rentang nilai yang didalamnya diperkirakan nilai benar yang diukur berada. Menghitung rentang tersebut dikenal sebagai pengukuran ketidakpastian. Keterampilan dan ketelitian seorang analis akan memberikan pengaruh pada besar kecilnya nilai ketidakpastian pengukuran. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin juga seperti itu, kita harus profesional dan berkompeten seperti seorang analis, selalu presisi dan akurasi menangani segala sesuatu dan agar kita bisa mereduksi ketidakpastian.

Agar persentasi recovery kita bisa tinggi, kita harus bisa secara baik mengidentifikasi sumber-sumber ketidakpastian dan buat daftar dari semua faktor yang dapat memberikan kontribusi kesalahan terhadap hasil akhir. Perjalanan dari Kampus Jatinangor-Tol Cileunyi-Pasteur seringkali mengajarkan pada kita betapa susahnya  memprediksi dan mengukur ketidakpastian.

Usai seminar atau lokakarya di Hotel Grand Aquilla, pukul 13 an saya langsung balik. Bukan balik ke rumah tapi ke Jatinangor lagi. Well, bukannya tidak mau membantu (menyitir lagunya Hank Williams: I can’t help it). Secara pribadi saya tidak menikmati penyelenggaraan seminar dan atau lokakarya di hotel. Tidak mengajarkan arti efisiensi.  Di kampus cukup banyak tempat yang sangat layak untuk seminar dan sejenisnya. Lebih baik, uangnya ditabung untuk membeli peralatan lab atau membantu membeli CRM (Certified Reference Material), agar jaminan mutu hasil pengujian dari lab di lingkungan Unpad bisa lebih bagus.  Ada baiknya para petinggi memahami ilmu kuda. When a man’s mind rides faster than his horse can gallop they quickly both tire.

Selama perjalanan di tol, rasanya seperti orang yang lagi bengong, boring maksudnya. Kebanyakan radio, penuh dengan iklan.  Kadang merasa seperti pepatah Yet, for the most part, their only option is limited personalization of existing goods. Ada baiknya kita keluar dari bayang-bayang dan mencoba sesuatu yang lain. Co-Creation for Innovation, begitu kira-kira. Kita memang harus dan punya kriteria yang tidak hanya standar tapi lebih dari itu. Criteria is fluid and works together to increase Community Involvement in Innovation.

Sore ini, hujan lumayan lebat mengguyur kawasan Jatinangor. So, hawa jatinangor jadi lebih adem.  Sejenak serasa seperti berada di kawasan Pangalengan Timur, Goha.  Jadi rindu untuk bisa merefresh otak di sana. Teman lama, tempat lama  selalu menyisakan kenangan. Disanalah biasanya kita bisa keluar sejenak untuk menyelesaikan kepenatan. Good night.

Posted in FolkTale.


SAP dan GBPP

KONTRAK PERKULIAHAN Undang2 dan Kebijakan pembangunan Peternakan

GBPP undang-undang dan Kebijakan pembangunan Peternakan

Posted in Materi UU dan Kebijakan.


If i could only carry out my notion

Bandung, 30 Agustus 2012. Musim berganti musim, waktu terus bergulir, menyentak dan membuat jantung  berdegup dan darah mengalir tak terhentikan.  Matahari masih timbul dan tenggelam pada waktunya, seperti halnya malam yang tak hentinya memaksa kita beristirahat sejenak.  Itulah kehidupan, ada sisi kegelapan  yang bisa menjadi bahan perenungan dan retrospeksi namun juga banyak hal-hal  menyenangkan yang semestinya akan memperkuat keimanan kita.  Keep on The Sunny Side.

Menghargai waktu adalah sesuatu yang menjadi keharusan bagi kita semua. Kadang kita menyia-nyiakannya padahal waktulah yang menjadi ruang bagi kita untuk memulai dan mengakhiri sesuatu. ”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).

Begitu pentingnya waktu, rasulullah telah bersabda melalui salah satu hadist: “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (a). Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (b). Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (c). Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (d). Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (e). Hidupmu sebelum datang kematianmu.”.

Puasa bulan ramadhan dan liburan hari raya idhul Fitri 1433 H  telah berlalu, kini saatnya menjalani hari-hari berikutnya yang tak kalah menantang yaitu kegiatan perkuliahan. There’s to much time to dream of yesterday,   If i could only carry out my notion.

Well, kampus masih sepi dari mahasiswa, mungkin mereka masih berliburan di kampungnya masing-masing. Para pegawai baik tenaga pendidik dan kependidikan karena kewajibannya sebagai PNS harus sudah masuk sejak hari kamis minggu kemarin. Banyak hal yang harus dipersiapkan. Di PPBS, kami sibuk dengan rencana audit ISO 17025:2008, ISO 9001:2008, Lokakarya akademik,  persiapan awal perkuliahan semester ganjil 2012/2013 dan lain sebagainya. Lumayan menguras waktu dan tenaga. Tapi bukankah kita bekerja itu untuk beribadah?

Beberapa  masukan dari auditor (bulan kemarin, red) yang harus diperhatikan diantaranya:  The high degree of customer focus and the low level of customer complaint have been maintained. The organisation commitments to fulfil customer requirements are adequate.  The Quality Objective has been set for 2012 which is detailed at the department level and monitored by management function at monthly basis. Monitoring and measurement of quality objective achievement was evidence.

Kadang kita tak tahu lagi apa yang mesti dilakukan. Bukan karena patah semangat, tapi lebih karena sempitnya waktu. Apakah karena manajemen waktu yang buruk?, entahlah, mungkin harus kembali ke basic, pelajaran dasar tentang menggunakan waktu. Have a lot to accomplish? Learn to focus on what is most important. Here’s a quick, efficient and organized technique for completing tasks:  Do the daily tasks. Concentrate on what is at hand, then move on to the next daily task. Once daily tasks are completed, proceed to the next step, if desired.  Do the weekly tasks. Once weekly tasks are completed, proceed to the next step, if desired.  Do the monthly tasks. Once monthly tasks are completed, proceed to the next step, if desired. Do the yearly tasks.  Small portions of the future tasks will have been done ahead of time. Dan mungkin ini yang cukup penting: If you don’t sleep for the proper amount of time, you’ll probably suffer from lack of concentration and focus and that won’t allow you to function well.

Waktu muda, saya sering melantunkan sebuah lagu berjudul: Old Acquaintance. Saya senang karena liriknya yang menguatkan: Never said we’re gonna see this through. Always said it’s your path that you’ll choose. Never said we’re gonna see this through. Always said it’s your path that you’ll choose.

Wassalam. Bandung, 30082012

Posted in FolkTale.


Biofapet: Walking is good, but running is even better.

Bandung,  3 Agustus 2012. Bertemu, kemudian bersahabat, berpisah dan bertemu kembali dengan orang-orang jail tak selalu merugikan. Kadang dari merekalah kita bisa mendapatkan sesuatu yang bila kita konversi bisa menjadi suatu pembelajaran yang positif. Well,  ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Campell, si penjahat yang sering berhubungan dengan polisi karena masalah kejiwaannya seperti dalam lagu In the Jailhouse Now nya  Jimmie Rodgers.

Hampir setiap tahun, bahkan setiap semester,  kami selalu kehilangan sahabat2, teman2 dan rekan2 biofapet dan mankester yang selalu bahu membahu mempersiapkan praktikum untuk pembelajaran maupun teman2 lain yang secara spesial memiliki kedekatan emosional. Datang dan pergi adalah sesuatu yang alamiah tetapi kehilangan sepertinya tetap menjadi hal yang menyedihkan.

Sebuah pepatah lama:  Happiness is a journey, not a destination. Kebahagiaan adalah perjalanan, bukan tujuan. Tapi bukankah sah-sah saja untuk melihat perspektif lain. Perspektif untuk melihat bahwa tidak ada jalan menuju kebahagiaan tanpa sahabat dan teman. Kebahagiaan adalah sebuah perjalanan. Jadi, menghargai setiap momen yang kita miliki dan menghargainya pastilah sesuatu yang menyenangkan.

Dahulu setiap ada rekrutmen anak-anak asisten yang baru bergabung di biofapet, kami selalu saling mengingatkan untuk beberapa hal yang sangat prinsip.  Menghormati diri sendiri,  menghargai  orang lain,  bertanggung jawab pada semua yang telah kita sepakati dan lain-lain. Jangan hanya mendengarkan apa yang orang katakan. Tapi juga mengkaji mengapa mereka mengatakannya.

Di internal biofapet pun, juga berlaku “Baca lebih banyak buku”.  Dalam mengelola perbedaan pendapat dengan orang lain, semaksimal mungkin  hanya dibatasi situasinya pada saat itu saja,  jangan membuka masa lalu. Tetap menjaga keharmonisan dan harus hati-hati menjaga diri. Mungkin seperti pepatah: Percaya pada Tuhan tetapi tetap harus mengunci kendaraan kita.

Dan sebagian besar, teman2 biofapet dapat melaluinya dengan baik. Satu persatu mereka dapat menyelesaikan studinya denagan lancar dan meninggalkan kampus mencari jalannya sendiri. Mereka memiliki kesempatan untuk membuktikan apa yang telah mereka peroleh di kampus. Tapi kami selalu mengingatkan dan menanti, mereka punya rumah lain di kampus yang sewaktu-waktu bisa mereka tengok kapanpun juga.

Any Old Time. Mungkin senandung  Jimmie Rodgers dapat mewakili perspektif saya hari ini pada mereka-mereka. Yaah, mereka yang beberapa jam yang lalu melakukan buka bersama bulan ramadhan kali ini. Acara tahunan untuk memupuk kebersamaan.

Ada yang pergi dan selalu ada yang datang.  Selalu ada hukum keseimbangan. Bukan karena ada prinsip: A smile from you can bring happiness to anyone, even if they don’t like you. Tapi  lebih karena ada prinsip patah tumbuh hilang berganti. Regenerasi adalah sesuatu yang alami selama masih ada sekelompok orang yang mau ikhlas berbagi. Walking is good, but running is even better.

When you think you have no chance of getting what you want, you probably won’t get it, but if you believe in yourself, probably, sooner or later, you will get it.

Duuh sepertinya senandung Judy Garland: Over the rainbow harus segera mengakhiri khayalan saya malam ini. Somewhere over the rainbow, way up high There’s a land that I heard of, once in a lullaby Somewhere over the rainbow, skies are blue and the dreams that you dare to dream, really do come true.

Thx to teman2 dan sahabat biofapet atas kebersamaan hari ini @Riung Panyileukan: Romi, Gina,  Rahmi, Akbar, Inggit, Grahita, Novia, Ken Ratu, Ambar, Kesa, Cepi, Sandha, Lydia, Riri, Fahmi, dan Rini Ramdhiani Mochtar sebagai Korlap acara hari ini.

Posted in asisten.


Bandung Vaganza K75 dan K79

Bandung, 14072012. Matahari pagi masih malu-malu menampakkan diri ketika saya menyusuri sepanjang jalan Soekarno-Hatta, jalan Gatot Subroto dan Jl. Asia Afrika. Namun sampai di Stasiun Kebon Kawung, matahari pagi sudah cukup bersinar terang dan udara sangat cerah, secerah hati hari ini.

Nongkrong pada pagi hari di stasiun menunggu datangnya KA Turangga yang mestinya tiba pukul 06.10 bukanlah sesuatu yang baru namun selalu ada yang baru untuk dilihat, diamati dan diresapi. Stasiun yang lumayan kuno ini banyak memberi arti dalam sejarah pertumbuhan kota Bandung. Di stasiun dapat dilihat dengan jelas tapak-tapak yang bisa menuntun kita ke sejarah masa lalu. Diresmikan pada tanggal 17 Mei 1884, keberadaan  stasiun ini tak lepas dari sejarah perkebunan teh, kina, kopi dan karet di Bandung dan sekitarnya. Jika sempat berada di stasiun jangan lupa menikmati arsitektur dan beberapa hiasan antik bergaya Art Deco khususnya  kaca patri di peron karya F Cousin.

Well, saya tidak ingin menceritakan wajah bandung tempo dulu, namun ada sedikit keterkaitannya. Hari ini saya akan bernostalgia  dengan teman-teman tempo doeloe. Teman yang pernah sangat berarti sekitar 30 tahunan yang lalu.  Dan, walaupun agak molor beberapa menit, akhirnya bisa berjumpa dengan kawan-kawan lama di Salatiga, yang kebetulan seperti kebanyakan kawan-kawan tempo dulu merantau ke Yogya, Surabaya dan lain-lain.

Setelah sempat mampir untuk  sarapan pagi  Bubur Pak Zaenal di Dago Simpang, dengan rasa dag dig dug kami  meluncur bergabung dengan teman-teman lainnya di daerah Pasir Layung Timur.  Orang-orang lebih mengenal  daerah Padasuka, tempat wisata ke Mang Ujo  Angklung. Nah., Pasirlayung masih harus terus lurus naik 1 km ke atas.

Meriah dan  seru, ada haru biru dan perasaan campur aduk yang tak terkira sehingga sulit untuk diceritakan bisa bertemu-kangen dengan teman-teman lama. Bahkan ada 36 tahunan ngga pernah ketemu dan sekedar berkomunikasi. Sekedar berkomunikasi?. Iya berkomunikasi, saling memberi informasi sangatlah penting dan berguna. Kadang-kadang orang tak menyadarinya dan menghadapi hidup ini apa adanya, lurus-lurus saja. Padahal sebenarnya jalan berkelok pun bisa sangat berarti dan memberikan makna.

Reuni selama 2 hari ini bertema Bandung Vaganza (BV). Belum nemu padanannya  tapi kira-kira simbiose dari makna meriah, rame, dahsyat, luarbiasa dan sejenisnya. Hari pertama reuni diakhiri makan malam di Cafe Siera Dago Pakar. Saya tidak tahu persis apa hubungan  cafe siera di dago ini dengan Komunitas Sierra Vista yang memiliki Cafe Sierra di berbagai belahan di dunia, dan terkenal dengan makanannya, Pancake dan spaghetti serta slogan terkenalnya: … “You’re never alone when you come to the Landmark. When people come here, they make new friends.

Hari ini lumayan menyegarkan bisa berbagi cerita dengan teman2 lama. Tapi malam ini mesti tidur cepat karena esok pagi, tepatnya hari minggu harus stanby menjemput teman2 ke acara2 selanjutnya.

Hari kedua reuni lumayan seru juga dan kenangannya susah untuk dilupakan. Diawali dari Pondok Hijau Geger Kalong Hilir, kami menyusuri perjalanan ke Lembang, Wanayasa dan akhirnya beramai-ramai menyantap sate Maranggi di Cikampek Purwakarta. Sering sich makan di situ tapi hari ini sangat spesial karena bersama-sama teman2 lama.

Perjalanan dilanjutkan dengan acara minum kelapa kopyor. Tempatnya tak jauh dari RM Sate Maranggi, tepatnya berada di tengah kebun kelapa Sawit milik PTP. Tak seperti saat dari Bandung-Lembang-ke Maranggi yang melingkar-lingkar bikin puyeng kepala. Tapi tak apalah. Apa artinya meluangkan waktu sejenak untuk kawan-kawan, sama sekali tidak merugikan. Meriah sekali acara reuni K79@Kebun percobaan Kelapa Kopyor di Cikumpay Purwakarta.

Di zaman baheula ada cerita kuno. Ketika terjadi gerhana bulan, bulan turun ke bumi dan makan buah kelapa. Sisa buah kelapa yang telah dimakan bulan itu menjadi kelapa kopyor. Untuk mencegah agar bulan tidak makan lebih banyak korban, orang memukul kentongan, beduk dan benda-benda lainnya dengan tujuan menakut-nakuti bulan agar segera meninggalkan bumi. Tp di jaman modern ini kata Witjaksono (Pak Direktur Pusat Penelitian Kelapa Sawit Indonesia), harga kelapa kopyor 4 – 5 kali lebih mahal karena enak. Hmmm.

Hari sudah makin sore.  Matahari sudah mulai menurun dan pohon2 kebun kelapa pun kelihatannya sudah mulai  agak capek melihat tingkah laku yang aneh2 dari temen2 K79.   Pasti tak ada sesuatu yang tidak berakhir namun setidaknya ada jeda yang kelak bisa menjadi bahan cerita dan perenungan. Ternyata masa kecil itu sangat indah, terlalu indah untuk dilupakan. Wkwkwk, duuh mirip senandung The Whites: Keep on the sunny side.

There’s a dark & a troubled side of life. There’s a bright, there’s a sunny side, too. Tho’ we meet with the darkness and strife. The sunny side we also may view.  Na na na na

Posted in FolkTale.


Pohon kehidupan dan tetangga dekat kita.

Bandung, 7 Juli 2012. Gerimis di tengah musim kemarau?. Fenomena alam seperti halnya kehidupan kita yang kadang sulit untuk diramalkan kemanakah tujuannya dan dimanakah titik ujungnya. Adakah yang bisa menjelaskannya?. Sebagian kehidupan ini pasti ada penjelasannya hanya saja ada beberapa hal yang mungkin tidak perlu dinalarkan karena hanya membuang-buang waktu.

Mestinya kita meyakini bahwa setiap kejadian tidak bisa lepas dari kehendak Allah Yang Maha Bijak, dan semua kejadian itu bersumber dari takdir dan qadha’ Ilahi. Keyakinan pada qadha’ dan qadar, menunjukkan tingginya  ma’rifatullah seseorang. Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus difahami manusia (QS 6:122). Mencari ilmu untuk lebih mengenali  Allah dan  kesempurnaan hidup.

Banyak hal atau kejadian terbentuk karena adanya hukum sebab-akibat. Demikianlah kira-kira yang selama ini tertanam dalam pikiran saya. Jadi tak ada yang salah jika ada yang berpendapat bahwa hidup ini memiliki takdirnya masing-masing.  Kita tak bisa memilih, hanya bisa berusaha mencari jalan menuju takdir, karena kita sendiri yang meniti dan menata kehidupan. Find your aim in life before you run out of ammunition.

Allah berfirman: “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. [QS. Ali Imran (3) : 47].

Apa sebenarnya yang sedang terjadi?. Setidaknya seminggu sekali jika cuacanya mengizinkan, saya keluar masuk kampung bersepeda ria di sekitar-sekitar Bandung, Ciparay, Majalaya. Kadang-kadang saja ke Pacet dan Pangalengan. Banyak obyek yang pada akhirnya menimbulkan pertanyaan yang kadang susah dan sulit untuk menemukan jawabannya. Kenapa, mengapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi dan seterusnya?. Bahasa sosial kehidupan jauh lebih sulit diterjemahkan maknanya dibandingkan hal-hal ilmiah yang selama ini saya pelajari di kampus. Tidak segalau Tex Ritter dalam Jealous heart, hanya heran dan sering bertanya-tanya: apa yang terjadi di hari ini dan mengapa?.

Hari ini di tengah cuaca panas yang cukup menyengat di daerah Bandung. Setelah hampir 2 jam bersepeda saya berhenti di sebuah warung kecil. Kalau tidak keliru masih di daerah hulu anak sungai Bojongsoang. Setelah melihat sekilas bahan dan makanan yang dijual, akhirnya saya memutuskan  memesan 1 gelas teh manis panas dan mie kuah pake telor.

Pemilik warung, seorang ibu yang sudah cukup lanjut. Mungkin usianya sudah di atas 60 tahun, masih sangat cekatan bekerja. Persis di depan tepatnya di seberang warung ada anak sungai yang sudah mulai mengering namun beberapa orang nampak asyik memancing.

Tak beberapa lama, ada seorang anak lelaki ikutan bergabung ke warung memesan minuman dan makanan ringan. Dari tindak-tanduk dan bawaannya nampaknya ia memelihara ternak. Dan setelah bertegur sapa, dugaan saya memang benar. Sekeranjang rumput lapang dan daun jagung yang dibawanya memang untuk memberi pakan pada sapi potong miliknya. Anak muda ini sangat ramah dan dengan lancarnya bahkan cukup detail ia bisa menceritakan “usaha sapi potong”nya. Tentang rencana penggemukanya dan kemana akan dia jual. Ooh, seandainya anak ini mahasiswa fapet?.

Saya kagum dan sekaligus galau setiap ketemu dengan anak-anak dibawah umur yang harus bekerja keras bahkan diluar kepantasan dan kepatutan demi membantu orangtua. Atas alasan apapun. Kagum, karena di usia seperti mereka saya lebih asyik membaca folklore seperti: “The Old Bridge”, “Don’t Turn on the Light”,  karya Schlosser.  Di usia seperti mereka saya baru memulai pemahaman tentang pohon kehidupan, tentang jagung dan kehidupan  saya  mengetahuinya melalui sebuah folklore: “How Corn Came To Be”, dari sebuah Choctaw Story, sementara anak-anak sekarang banyak yang harus belajar  langsung dari kehidupan nyata.

Well, banyak jalan menuju Roma. Banyak cara yang telah ditunjukkan Allah agar kita harus dan bisa berbenah diri, menyadari dan akhirnya terus bertoleransi. Tidak mudah mendapatkan Ma’rifatullah, padahal dari lingkungan terdekat, kita bisa memulainya. Terus belajar dan mencari takdir dan qadha’ Ilahi jauh lebih baik dari pada kita menggadaikan nasib. Wassalam.

Posted in FolkTale.