Skip to content


Taman Kerbau, lifelong learning dan voluntourism.

Sebuah perjalanan jauh selalu membuat pikiran selalu berputar, kadangkala tanpa arah yang jelas dan pastinya membingungkan. Mata yang lelah dan setengah terlelap menjadikan khayalan, mimpi, dan harapan akan sesuatu datang silih ganti berganti. Beruntung kalau situasi seperti itu memunculkan ide bagus, karena seringkali yang terjadi adalah mimpi konyol yang hanya membuang-buang energi. Dan, itu seringkali terjadi selama saya melakukan perjalanan.

Hari ini saya ingin balik kembali ke sebuah perkampungan kerbau, di Muara Wis. Dalam perjalanan ke tempat yang lumayan cukup jauh itu saya membayangkan spirit film “Buffalo Dream” benar-benar terjadi di negeri ini. Buffalo Dreams adalah sebuah film lama karya David Jackson, menceritakan perjuangan seorang remaja Josh Townsend melestarikan kerbau dan tradisi suku Navajo di New Mexico.

Negeri ini sangat beruntung memiliki sumberdaya hayati kerbau yang luar biasa. Pemerintah telah menetapkan 8 rumpun kerbau yaitu Kerbau Simeulue, Kerbau Kuntu, Kerbau Pampangan, Kerbau Sumbawa, Kerbau Toraya, Kerbau Moa, Kerbau Kalang (Kerbau Kaltim, Kerbau Kalsel).

Simeuleu di aceh, Tana Toraja di Sulawesi, Pampangan di OKI, Paminggir di Hulu Sungai Utara, Banten selatan, Sumbawa, Muara Wis Kutai Kertanegara dan masih banyak lagi adalah sedikit dari daerah-daerah “kerbau” yang mengagumkan. Di daerah tersebut, kerbau memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Kerbau dan industri voluntourism bukanlah sesuatu yang muskil untuk dikembangkan. Di beberapa daerah kerbau memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Kerbau adalah salah satu sumber makanan penting, untuk kegiatan ritual dan bagian dari lanskap budaya.

Bukan hal yang tidak mungkin, di daerah-daerah tersebut dikembangkan menjadi Centennial buffalo, untuk tujuan pendidikan, rekreasi sekaligus melestarikan daerah dengan fitur indah dan ilmiah yang unik, serta melestarikan daerah tersebut untuk kepentingan dan kenikmatan generasi sekarang dan masa depan. Meningkatkan kualitas berbagai atribut sumber daya alam, hidrologi, beragam padang rumput diintegrasikan untuk kenikmatan generasi masa depan dan peningkatan masyarakat. Semacam taman nasional dengan mengembangkan padang rumput asli dan tanaman eksotis.

Membangun dan mengembangkan voluntourisme berbasis sumberhayati kerbau memerlukan dukungan semua pihak, perguruan tinggi setempat, tokoh-tokoh dan pelaku konservasi. Kolaborasi tersebut diperlukan agar taman kerbau mampu menjadi perekat perlindungan sumber daya alam dan budaya sekaligus mendorong anak-anak untuk menjadi konservasionis masa depan. Bisa berfungsi sebagai laboratorium sumber daya alam unggulan dengan menerapkan keunggulan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Semacam learning center, dimana disitu pengunjung bisa mengikuti pelatihan inhouse untuk banyak hal, memahami arkeologi, sejarah perintisan dan Inventarisasi All-Taxa Biological (ATBI). Para ilmuwan dan siswa akan berinteraksi melalui ATBI, Bio-blitzes, dan database secara online.

Situs konservasi dan restorasi adalah sesuatu hal yang sangat langka di negeri ini. Padahal berbagai konsep mengenai Konservasi Sumberdaya Alam sudah sangat banyak. Kelemahannya, mereka kurang memiliki mitra seperti perguruan tinggi, perusahaan-perusahan nirlaba, LSM-LSM dan lain-lain. Perguruan tinggi mungkin dapat berpartisipasi menyusun protokol-protokol restorasi dan menstransfernya. Agar taman-taman nasional tidak rusak dan punah tergerus jaman, agar para petani dan peternak dapat memanfaatkannya, agar-agar anak-anak kita bisa belajar banyak hal tentang konservasi dan agar kita dapat melihat luarbiasanya keragaman hayati dan budaya kita.

Well, kini saatnya saya menikmati film ringan: Home on the Range. Sebuah film animasi musikal atau mungkin lebih tepatnya film komedi Walt Disney. Lucu juga berbagai upaya yang dilakukan oleh “Trio sapi perah” untuk menangkap pencuri ternak terkenal bernama Alameda. Selamat sore.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.