Skip to content


Bukan akhir dari sebuah siklus

dewi rahayuBandung, 23 November 2012. Sayup-sayup lantunan jazz dari arah lapangan parkir PPBS mulai terdengar. Sepertinya acara Jatinangor Jazz Event sudah dimulai. Rencananya event yang diprakarsai anak-anak Fak. Psikologi akan dimulai pukul 14.00. Jatinangor Jazz Event dimeriahkan oleh grup musik The Groove Reunion, Soulvibe, dan Payung Teduh. Katanya akan hadir juga Grace Sahertian, David Manuhutu, dan HalfwholeProject. Tak ketinggalan Disc Jockey (DJ) Andezzz. Didesain seperti Locafore Jazz, pertunjukan JJE 2012 ini excellent dan keren abis.

Sayangnya hari ini, tepatnya sore ini adalah hari terakhir kami menyelenggarakan praktikum Biologi untuk angkatan 2012. Pastinya sesuatu yang wajib dan mesti dihadiri. Hari terakhir, tentunya adalah hari yang istimewa. Bukan hanya untuk mahasiswa praktikan namun juga anak-anak asisten yang pada tahun depan mungkin tidak lagi bergabung dan berpartisipasi dalam asistensi biologi. Beberapa bulan lagi mereka insyaallah jika tidak ada hambatan akan lulus S1. Dan, pastinya mereka akan mengabdikan diri ke tempat lain meneruskan perjalanan sesuai cita-citanya.

Jazz adalah musik kesukaan saya. Tak ada hari tanpa jazz. Semua lagu jazz enak didengar termasuk the Groove dengan khayalannya, satu mimpiku dan kapan lagi. Seandainya malam ini tidak ada acara penting di Bandung pasti akan menyempatkan diri nonton JJE yang berlangsung di lapangan PPBS, hanya 20 meter dari kantor.

Well, Bagaimana dengan anak-anak Fapet Unpad yang konon katanya banyak berisi anak-anak metal?. Mungkinkah suatu saat kita bisa menghadirkan “The Veterinary Street Jazz Band”?. Jazz dengan lengkingan suara gitar cukup keras membahana namun dengan nada harmoni yang romantis. Bahkan cenderung terdengar mirip symphoni. Konon katanya salah satu unsur dalam “jazz” adalah batil, kekacauan. Suara asli dari ternak sangat cocok untuk dimasukkan nadanya dalam unsur jazz. Dan buktinya bisa diterima, Animal Jazz dinominasikan sebagai RAMP 2008 (Rock Alternative Music Prize) dan memenangkan “Best song of the year” dan “Soundtrack of the year” pada tahun itu.

Pukul 17.40. alhamdulillah anak-anak kelas B 2012 mengakiri presentasi terakhir praktikum Biologi 2012. Dan pukul 18.20 an, kami sudah bisa meluncur turun ke bawah dan tentunya untuk pulang ke Bandung.

Hari ini hujan deras sepanjang Jatinangor-bandung, mengantar kepulangan kami. Cuaca yang kurang bagus akhir-akhir ini mempengaruhi stamina kami. Beberapa diantara anak asdos mengalami radang pernafasan. Di perjalanan, tak ada cerita penting tentang hari-hari terakhir ini. Alamiah sekali karena kami memang tak ingin segera mengakhiri kebersamaan. Sebuah kata yang cukup sensitif untuk kami semua. Namun saya tak pernah berpikir ini adalah akhir dari sebuah siklus.

Sepanjang perjalanan pulang kami lebih memilih topik lain sebagai pelepas kepenatan. Tentang metaphylaxis yang punya potensi untuk mencegah penyakit pernafasan dan sekaligus untuk mengurangi resiko stress. Tentang kebiasaan orang Mexico menambahkan paprika dalam makanan ternaknya untuk sapi potong, tentang cabe yang punya potensi untuk menambah nafsu makan manakala kita kekurangan gizi. Dan tentang potensi limbah cabe untuk industri pakan ternak. Walaupun dimulai dari diskusi yang nampaknya iseng-iseng namun menarik juga dan saatnya kita melirik kembali potensi fitogenik aditif. Sudah lama diketahui bahwa pemanfaatan cabe untuk sapi potong dapat meningkatkan asam butirat (30%) dan asam propionat (10,3%) di rumen dan diketahui juga sebagai mempromosi tumbuhnya papilla ruminis.

Berinteraksi langsung dengan anak-anak asdos mahasiswa sesungguhnya sangat penting, karena dengan diskusi-diskusi ringan kadang memunculkan ide-ide yang bagus. Saya pastinya akan kehilangan tandem-tandem yang dalam 3 tahun terakhir selalu rutin membantu dalam praktikum Biologi maupun Mankester. Namun seperti halnya mikrorganisme. Secara alamiah akan ada penyesuaian dan mungkin juga resistensi. Bukankah resistensi antimikroba juga mesti terjadi ketika perubahan genetik dari mikroba berubah secara alami?. Hanya bedanya kami yang masih ada di kampus pastinya tak akan resisten terhadap mantan anak-anak asdos, kami tidak pernah merancang untuk mencegah pertumbuhan mereka. Thx 4all teman-teman! See u next time 🙂

Posted in asisten.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.