Skip to content


Nutrigenomik: sehat itu mahal harganya.

Bandung, 21 Juli 2011. Walaupun sedang musim liburan  namun hari ini  kehidupan kampus Jatinangor mulai menggeliat,  lumayan ramai. Entitas anak2 mahasiswa baru 2011 mulai berdatangan sementara mahasiswa yang tergabung dalam tim Opspek atau apapun namanya yang sehari-harinya pake kaos oblong, hari ini nampak kelihatan rapi2 pakejaket biru almamater.

Namun saya lebih memilih kabur duluan. Flu yang lumayan berat ditambah sariawan walaupun tak terlalu menyakitkan namun sangat mengganggu aktifitas yang pada bulan juli ini relatif lebih padat dibandingkan bulan-bulan biasanya. Daya serangannya pun lebih kuat, dan lebih tahan terhadap obat-obatan. Bisa jadi virus dan bakterinya yang tambah cerdas atau bisa jadi juga kualitas obatnya yang rendah.

Entah bagaimana cara menelitinya namun  seorang penulis  bernama Laurie Garrett pernah mengatakan bahwa  “The planet is nothing but a crazy quilt of micro-ecosystems scattered and forever changing over its 196,938,800 square-mile surface”.

Ada yang namanya keseimbangan ekologi. Dalam satu hal,  mungkin ada benarnya. Setidaknya yang saya pahami, mikroorganisme memang saling berkompetisi secara konstan. Mereka berkembang, beradaptasi, saling menukar gen, dan sepertinya kehidupan ini penuh eksperimen, dan  tak berujung. Kita mungkin  mendapatkan manfaat dari hal itu namun mungkin lebih banyak yang menderita karenanya. Multi-host pathogens.

Jaman sekarang, interaksi antara kita dengan hewan memang harus lebih diwaspadai. Harus lebih higienis. Terutama terhadap ancaman penyakit-penyakit zoonosis.

Walaupun ilmu pengetahuan dan teknologi pencegahan dan pengendalian penyakit terus berkembang namun akhir-akhir ini penyakit zoonosis menjadi  ancaman serius bagi kita. Beberapa negara terancam oleh penyakit zoonosis yang muncul. Seringkali penyakit lama tersebut kembali muncul di lokasi yang berbeda, dan sering pula dalam bentuk yang berbeda.

Ada sejumlah faktor dan kekuatan pendorong  muncul dan muncul kembalinya  penyakit. Sekitar 75% dari penyakit pada manusia yang muncul kembali selama beberapa dekade terakhir adalah zoonosis. Kemampuan patogen untuk menyeberangi spesies dan menginfeksi beberapa hospes merupakan adaptasi cerdas mereka untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Diperkirakan bahwa sampai 60% dari penyakit patogen manusia ditemukan pada beberapa spesies hewan dan, mungkin, sampai 80% dari spesies patogen hewan mampu menginfeksi spesies lain dari hewan.

Populasi manusia terus tumbuh dengan pesat, begitu juga hewan  domestik dan populasi satwa liar terus meningkat. Artinya, interaksi di antara kita dengan mereka juga menjadi meningkat.  Dengan demikian, sekarang ini intensitas  penyakit patogen untuk melintasi garis spesies semakin terbuka lebar.

Di Musim yang karuan seperti sekarang ini menuntun stamina kita untuk selalu bagus. Kalau perlu mesti ditambah dengan  Imunostimulan atau yang lebih dikenal sebagai  immunostimulators, yaitu  suatu zat (obat-obatan dan nutrisi) yang merangsang sistem kekebalan tubuh dengan menginduksi aktivasi atau meningkatkan aktivitas dari setiap komponennya. Dengan kata lain imunostimulan tersebut  dapat  memodulasi sistem kekebalan tubuh dengan merangsang fungsi dari satu atau lebih dari komponen sistem.

Setidaknya yang pernah saya pahami, ada dua jenis. Imunostimulan tertentu, seperti vaksin, merangsang respon kekebalan terhadap satu atau lebih jenis antigen spesifik. Sebaliknya, imunostimulan non-spesifik tidak memiliki spesifisitas antigenik tetapi dapat bertindak sebagai stimulan umum yang meningkatkan fungsi jenis tertentu dari sel-sel kekebalan.

Imunostimulan secara umum sudah biasa digunakan, misalnya penggunaan vaksin. Vaksin digunakan untuk merangsang respon imun protektif terhadap antigen dari penyakit patogen tertentu. Vaksin influenza, misalnya, menggunakan beberapa antigen dari strain berbeda dari virus flu. Orang yang divaksinasi akan terlindungi terhadap infeksi dari strain mo yang tertentu.

Tipe lain dari imunostimulan adalah  adjuvant yang juga sering digunakan dalam hubungannya dengan vaksin. Adjuvant jenis imunostimulan non-spesifik. Pemberian adjuvant bersama dengan vaksin membantu menghasilkan respon protektif kuat terhadap antigen dalam vaksin, memberikan pengaruh  yang lebih baik dalam perlindungan terhadap penyakit patogen. Salah satu contoh ajuvan adalah tawas, yang sering digunakan dalam vaksin manusia. Alum terbuat dari garam aluminium seperti aluminium hidroksida dan aluminium fosfat.

Namun demikian sebenarnya dalam tubuh kitapun tersedia senyawa kimia yang bisa berfungsi seperti imunostimulan. Misalnya Sitokin yaitu sejenis imunostimulan yang diproduksi oleh sel dari sistem kekebalan tubuh, dan banyak memiliki peran dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Selain itu, beberapa hormon seks wanita,  macrophage granulocyte colony-stimulating factor, prolaktin, dan hormon pertumbuhan, dikenal memiliki efek imunostimulan.

Beberapa jenis obat sintetik imunostimulan telah diproduksi. Salah satunya adalah Macrokine, juga dikenal sebagai tetrachlorodecaoxide, yang memiliki berbagai fungsi. Obat-obatan immunostimulant obat-obatan seperti Macrokine dapat berfungsi sebagai adjuvant dan telah digunakan dalam pengobatan beberapa penyakit.

Bagaimana dengan tanaman obat?. Nutrisi imunostimulan adalah zat yang diperoleh dari tanaman makanan atau obat yang memiliki efek stimulan pada sistem kekebalan tubuh. Termasuk dalam kelompok imunostimulan ini adalah beberapa vitamin, mineral, dan beberapa jenis nutrisi. Salah satu yang paling terkenal adalah vitamin C, tetapi meskipun bukti anekdotal dan hasil dari beberapa penelitian menunjukkan efek imunostimulan, peran sebenarnya dari vitamin ini masih belum meyakinkan. Perlu dicatat studi pemberian Vitamin C untuk mengurangi durasi infeksi dengan flu biasa, menunjukkan bahwa  tingkat keparahan gejala ternyata tidak berkurang.

Imunostimulan lainnya adalah Beta-glukan, yang bisa ditemukan dalam tanaman, jamur, dan bakteri. Berbagai jenis beta-glukan pada selulosa tanaman, ragi, bakteri, dan jamur,  diketahui bisa berfungsi sebagai adjuvan dalam terapi kanker, membantu mencegah infeksi pasca operasi, sebagai pengobatan untuk paparan radiasi, dan dalam pengobatan beberapa jenis alergi.

Mungkin saya mesti banyak makan-makan segar yang kaya akan bahan immunostimulan agar tidak mudah kena flu, alergi dan sariawan.

Hari ini Bandung diguyur hujan. Alhamdulillah. Lumayan sejuk udaranya. Saat yang bagus untuk belajar, menulis dan juga sambil mendengarkan lantunan Ellen Muriel Deason. Ini penyanyi yang lebih dikenal namanya sebagai Kitty Wells. Saya senang dengan hitsnya di tahun 1952 “It Wasn’t God Who Made Honky Tonk Angels”. Oiya saya juga senang dengan lagu Kitty Wells lainnya: “Heartbreak U.S.A.

Well, saya juga mesti mempelajari lebih jauh tentang Nutrigenomik. Meneliti dan menemukan nutrisi makanan untuk manfaat kesehatan ternak. Studi tentang hubungan molekular antara gen, respon mereka terhadap nutrisi tertentu, dan bagaimana hubungan tersebut dapat mempengaruhi kesehatan hewan atau  kinerja hewan sepertinya belum banyak mendapat perhatian.

Bukan untuk siapa-siapa namun sekedar untuk diri sendiri. Sehat itu harganya sekarang sedang mahal.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.