Skip to content


Pastinya: not the lack of sleep.

Bandung,  13 Juli 2011.  Pastinya saya tidak sedang galau, apalagi sedang keruh, kacau, karut, pakau, hilang akal, panik, gelisah, resah, cemas, bingung atau hubbub, restless, nervous, panic, anxious,  puzzled,  perplexed,  upset, distracted, disoriented, disconcerted, perturbed,  frantic, disorganized,   abashed,  flurried, and muzzy. Biasa saja,  tak berhubungan dengan  gangguan suasana hati.

Malam ini seperti biasanya, saya sedang menikmati alunan musik jadul tahun 1930,  “Crying Myself To Sleep”,  by Kate Smith. Hari memang sudah larut ketika sebuah chatt masuk dan mengingatkan: “Pak, sudah malam, istirahat Pak. Bapak khan sudah seharian sibuk ntar sakit”., Gitu kira2 kata sang mahasiswa ke fb saya. Saya hanya bisa membalas: oiya dik.,tmksh yaa.

Sepuluh menit berlalu ketika, chatt berikutnya masuk: pak.,sedang lembur?. Saat itu saya sedang belajar sambil ndengerin “The Wild Side of Life” nya  Hank Thompson., sebuah musik country yang konon sangat populer di tahun 1952. Saya memang senang dengan musik yang bergenre history. Lagu ini sangat inspiratif seperti halnya , “It Wasn’t God Who Made Honky Tonk Angels” nya Kitty Wells.

Saya blom sempat membalas cahtt di atas, ketika chatt berikutnya dari seorang mahasiswa yang katanya sedang PKL: : malam pak Dwi.,ngga istirahat Pak?.” . Saat saya itu saya sedang ndengerin lagunya the Tokens: The Lion Sleep Tonight @jango online.

Saat itu juga saya jadi ingat Charlie Poole  si penulis Can I Sleep in Your Barn Tonight  (1892-1931).  He wanted to stop for his health. One night as I came from my workshop I was whistling and singing with joy. I expected a kind hearty welcome from my dan bla bla bla.,,

Seorang ulama pernah mengatakan: apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” Yang artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya).

Tapi saya tidak sedang resah apalagi galau?. Saya hanya merasa seperti menikmati  “Sleep Walk”.  Please,  itu bukan pembelaan karena aku memang senang dengan Santo & Johnny sang perilis lagu atau  Paul Mauriat yang dengan bagusnya mengaransemen ulang lagu tahun 50 an itu.

Imsomniakah?., tidak juga. Saya ngga’ terlalu percaya dengan apa kata Dale Carnegie:  “If you can’t sleep, then get up and do something instead of lying there worrying.  It’s the worry that gets you, not the lack of sleep.

Insomnia is a gross feeder.  It will nourish itself on any kind of thinking, including thinking about not thinking.  Begitu kata Clifton Fadiman.  Dan kata seorang peternak bernama  JoJo Jensen: “Without enough sleep, we all become tall two-year-olds.

Benar tidaknya, saya juga tidak tahu karena itu sebenarnya hanya sebuah pepatah lama. “Nothing cures insomnia like the realization that it’s time to get up”. Tapi saya menyerah dan segera siap tidur ketika bunyi kentongan 2 kali dari satpam  yang jaga malam  terdengar nyaring dikeheningan, tanda bahwa jam sudah menunjukkan pukul 02.00. Dan sepertinya saya diingatkan oleh sebuah hadits, agar setiap muslim memperhatikan tidurnya. Rasululoh tidur diawal malam dan bangun diawal sepertiga malam. Tapi bangunnya untuk sholat Tahajjud atau sholat malam bukan bukan untuk bekerja apalagi ndengerin @jango online.

Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga Sholat Tahajjud atau Sholat Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang disyari’atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai ibadah nafilah atau ibadah sunnah. Akan tetapi bila seorang hamba mengamalkannya dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki banyak keutamaan.

Tidur adalah sebuah tanda kekuasaan Allah. Allah berfirman: “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.“ (QS. An-Naba’: 9). Dan Imam Ibnu Katsir berkata: “Yaitu termasuk tanda-tanda kekuasaan-Nya Allah menjadikan sifat tidur bagi kalian diwaktu malam dan siang, dengan tidur, ketenangan dan rasa lapang dapat tercapai dan rasa lelah serta kepenatan dapat hilang”.

Barangsiapa menunaikannya, berarti ia telah mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya: “Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isro’:79).

Puasa bulan romadhan tinggal 2 minggu lagi. Rasanya ada yang perlu ditata lebih baik lagi dalam menjalani hidup ini. Tidak harus kelihatan baik pada bulan ramadhan. Jangan sampai dijajah oleh pekerjaan.  Untung masih ingat dengan sebuah pesan: berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari.

Saya sering terlalmbat menyadari tapi tidak apa.  “Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut”. Sampai ketemu besok pagi dan semoga tetap diberi kesehatan dan kemudahan menjalani hidup.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.