Skip to content


Jalan Menanjak, Memutar dan Berkelok.

Bandung, 3 Juli 2011. Tak terasa bulan juni telah berakhir dan sekarang memasuki bulan yang selalu penting dalam perjalanan sepanjang tahun yaitu: bulan juli. Bulan yang mestinya diisi dengan liburan pertengahan tahun ini tak semestinya diisi dengan SAT dan sejenisnya.

Bagi penggemar “Transmedia Storytelling”, barangkali mereka tak ingin melewatkan “The Miracle in July” karya Michelle Ray. Cerita bergenre viseral semiotobiografi ini dikemas secara digital dalam media yang sangat ekologis dan menginspirasi orang lain untuk memulai eksperimen sendiri mendongeng secara interaktif, dan tentunya secara digital. Kita dapat mempelajari lebih lanjut tentang The Miracle in July itu dalam: http://themiracleinjuly.com/story/about/

Gara-gara keranjingan dengan @jango online, baru-baru ini saya mendapat email yang membuat neuronku sedikit berkerut. Mungkin ada benarnya namun ada sisi-sisi lain yang bisa diperdebatkan. Sederhana saja inti tulisan email yang disampaikan oleh seorang sahabat saya yaitu tentang: mendengarkan musik dan tasyabbuh?.

Mungkin teman saya itu sekedar mengingatkan bahwa sesuatu yang berlebihan itu kurang baik. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.” (Qs. al-Mâ’idah [5]: 87).

Tentang musik sebenarnya para ulama pun berbeda pendapat mengenai hukum melantunkan nyanyian (al-ghina’/at-taghanni) dan mendengarkan nyanyian (Sama’al-Ghina’). Sebagian mengharamkan nyanyian dan sebagian lainnya menghalalkan. Masing-masing mempunyai dalilnya sendiri-sendiri.

Hukum melantunkan lagu termasuk dalam hukum af-‘âl (perbuatan) yang hukum asalnya wajib terikat dengan hukum syara’ (at-taqayyud bi al-hukm asy-syar’i). Sedangkan mendengarkan lagu, termasuk dalam hukum af-‘âl jibiliyah, yang hukum asalnya mubah. Af-‘âl jibiliyyah adalah perbuatan-perbuatan alamiah manusia, yang muncul dari penciptaan manusia, seperti berjalan, duduk, tidur, menggerakkan kaki, menggerakkan tangan, makan, minum, melihat, membaui, mendengar, dan sebagainya.

Dan tentang tasyabbuh?. Mungkin yang baik bisa kita tiru sedangkan yang kurang atau tidak baik yaa tidak usah ditiru. Saya mungkin agak kurang paham dan jauh dari “tahu” namun saya terkesan dengan seperti dikatakan oleh Sayidina Ali, khalifah dan sepupu Nabi Muhammad, “Manusia itu musuh dari apa yang tidak mereka ketahui.”

Banyak hal yang rasanya telah aku lakukan namun ternyata masih jauh lebih banyak yang belum dapat saya lakukan. Kadang perlu jalan melingkar untuk menuju satu tujuan dan ternyata memang agak melelahkan. Mungkin seperti apa kata Patti Page: “detour”. There’s a muddy road ahead. Paid no mind to what it said Detour, oh these bitter things find. Should have read. That detour sign.

Lain lagi apa kata Sheryl Crow tentang “Detour”. Mother can you hold me together. It’s so dark and I’m losing my way. It took all of these detours to find love. But when I did it just faded away.Saya akan selalu mengingat kata2 Sheryl Crow: Just to hide from these feelings of grief. Hanya untuk bersembunyi dari perasaan kesedihan. Detour, jalan menanjak, melingkar dan kadang memutar, kadang mesti kita tempuh walaupun tidak kita kehendaki.

Banyak hal yang mesti aku kerjakan dan ingin aku kerjakan. Bulan juli sebenarnya hanya satu titik noktah yang semoga menjadi awal yang baik. Akan masih ada hal-hal baru, semoga ke depan jalan itu tak terlalu penuh rintangan sehingga kita mesti melingkar.

I can’t stop looking back for the answers. I just keep coming up with regret. There are some things I just can’t forget.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.