Skip to content


Santai, fokus dan produktif.

Bandung, 18 Mei 2011. Sebenarnya bisa saja hari ini ngga’ usah ke kantor PPBS, cape2 dan jauh2. Pekerjaan khan bisa diselesaikan di rumah. Bisa lebih santai, bisa lebih nyaman dan bisa lebih fokus. Biasanya pukul 06.10, saya sudah tiba di PPBS, disambut Pak satpam (he3x) dan seorang bibi yang sangat rajin. Klo pak satpam memang kerjaannya mengamankan aset 24 jam, jadinya memang harus semalaman dia jaga kantor. Tapi bibi yang satu ini (Bi Aah, red), kadang saya merasa kasihan karena jadi ikutan kebiasaan saya (ngantornya lebih sering kepagian). Tapi tupoksinya memang membuka ruangan utama. Dan setiap pagi memberi minuman ‘racun’ (segelas kopi) sebelum menyelesaikan pekerjaan lainnya.

Orang ke tiga yang datangnya juga pagi sekali adalah Pak Tatang, kerja di bagian luar. Membersihkan taman dan lingkungan. Saya pernah iseng-iseng nanya tempat tinggal bi Aah dimana?. Ternyata dia kalau pagi jalan kaki 1,5 km karena rumahnya di daerah atas ke arah Gn Manglayang. Tapi lahirnya? Ternyata tidak jauh, cuman berjarak 300 meter dari kantor PPBS, tepatnya yang sekarang jadi bangunan Fikom, koq bisa?. Ternyata dia penduduk asli yang hrs pindah krn ada Unpad. Hmmmm.

Pukul 07.30 biasanya kantor mulai ramai, terutama bagian akademik. Perkuliahan memang dimulai pukul 08.00. Lingkungan mulai sangat berisik oleh teriakan mahasiswa pada pukul 07.50, saat mereka mulai masuk kelas. Saya pernah iseng2, meneliti tingkat ‘keramaian’ berdasarkan asal usul fakultas/jurusan ternyata dari tahun ke tahun yang tingkat berisiknya paling tinggi adalah anak2 Fak. Geologi. Jadi kami tidak menjadwalkan mereka di pagi hari, untuk menjaga kedamaian di pagi hari.

Pukul 12 ke atas, tempat keramaian mulai bergeser ke laboratorium. Tapi rame juga ngga’ apa2 yang penting mereka rame karena diskusi bukan karena candaan.

Dan sejak ada bangunan GOR di samping PPBS tingkat keramaian menjadi semakin meningkat. Kelihatannya pengelola GOR tidak merancang tempat parkir yang memadai, so mereka banyak yang parkir ke PPBS. Mending hanya parkir, ternyata banyak diantara mereka kalau ke MCK atau untuk sholat memilih ke PPBS. Jadi tambah rame PPBS. Ditambah akhir2 ini banyak yang memanfaatkan aula dan lain2 untuk aktifitas akademik maupun non akademik. Tambah lengkap.

Jadi menyenangkan? Ternyata tidak juga. Karena sebenarnya mengganggu kenyamanan belajar. Kebetulan PPBS Unpad tahun yang lalu mendapat sertifikasi ISO 9001:2008. Nah terkait dengan kenyamanan belajar kami mesti patuh, taat, khususnya dalam merealisasikan pedoman dan kebijakan mutu yang tertuang dalam dukumen mutu. Contohnya klausul 6.4 tentang Lingkungan kerja, 8.2.1 tentang Kepuasan Pelanggan. Akibatnya pada saat audit eksternal salah satu yang jadi perhatian adalah tentang hal tersebut. Work environment: There is a need to have specific check parameters (checklist) for 7R program to see the effectiveness of 7R and 7R program can be checked monthly. Kata reviewernya: Still no improvement yet.

Hal lain yang jadi keprihatinan (dengan dana yang terbatas) adalah masalah peningkatan sumberdaya manusia. Kami telah merancang SDM dan pengin mengimplementasikan pelatihan2/training baik oleh internal maupun eksternal. Audit eksternal ISO memberi catatan khusus tentang hal tersebut. Katanya, Human resources/training: (1) There is a need to develop company overall Training Program, (2) It is suggested to have training record for each individual as currently all training records in one list and (3) Evaluation of training effectiveness need to be performed for new trainings.
Follow Up Findings dari ISO: (1) raining Program 2011 is in place. (2) Still in progress, and (3) Still no improvement. Alhamdulillah (kata saya): No cleared.

Kata2 yang membuat pening kepala adalah: Still need to be improved, Still in progress, This has not been done yet, Still no improvement yet, dan sejenisnya. HmmmmH.

Intinya adalah kita ternyata tidak bisa bekerja sendiri. Kita ‘semua’ harus sepakat, berjanji dan mengimplementasikan apa2 yang pernah kita janjikan dalam SMM sistem manajemen mutu berbasis ISO. Percuma kalau di bagian2 lainnya masih belum sadar diri. Minggu yang lalu kami baru diaudit eksternal (stage 2). Tidak ada masalah yang bersifat mayor tapi tetap saja banyak kelemahan (minor) di sana-sini. Corrective and preventive action/Customer complaint. Tindakan Korektif dan Preventif. Perbaikan Terus Menerus. Pengendalian Produk Tidak Sesuai. Pemantauan dan Pengukuran Proses/produk. Kepuasan Pelanggan. Sepertinya membuat kami belum saatnya berpuas diri apalagi santai.

Sepertinya klausul 6.2.1. perlu mendapat perhatian serius oleh kita. Conformity to product requirements can be affected directly or indirectly by personnel performing any task within the quality management system.

Belum juga audit eksternal usai dan perlu laporan evaluasi SMM (5.6.2 Review The input to management) dan 7.2.2 Review of requirements related to the product yang harus segera disampaikan (1 minggu), pekerjaan lain jangka sangat pendek sudah menunggu: membuat pedoman budidaya kerbau, membuat rancang rancang bangun kerbau tingkat nasional (Ditjen Peternakan Deptan) (minggu depan harus selesai), tadi siang ketemu wakil Bupati, ditagih laporan kemajuan rancang bangun eGov kab. Sumedang, blom Implementasi Program Hibah Kompetisi Institusi (PHKI Unpad 2011/2012), rencana pemilihan laboran/teknisi teladan Unpad, membuat draft rancang bangun Pusat Informasi Domba Garut, laporan rancang bangun pengembangan hulu sungai citarum (belum beres). Untung masalah Reakreditasi Institusi Unpad belum ditagih oleh PR 1, moga2 jangan ditagih dulu.

Jadi ada baiknya mumpung belom stres, kerja di rumah kelihatannya lebih baik. Santai, fokus dan produktif. Saya cinta Unpad tapi please bisa tidak kita bekerja? bersama-sama?.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.