Skip to content


Catatan Pendek ketika Praktikum Mankester telah Berakhir.

Bandung, 6 Mei 2011. Seperti sebuah siklus, ada sesuatu yang harus diakhiri setelah berbagai proses telah terlewati. Dan sepertinya musim praktikum Mankester pun harus berhenti pada hari ini. Tak ada lagi cerita tentang kata kunci, powerpoint, review, laporan kelompok, dan logbook. Tak ada lagi cerita tentang terusir karena terlambat, tidak boleh masuk karena tidak membuat review, sakit hati karena harus memperbaiki laporan karena dianggap tak memenuhi syarat ataupun  pulang kesorean dan tertinggal bus Damri.

Tak ada sebuah pekerjaan yang sangat sempurna dan bisa menyenangkan semua orang. Begitu juga selama praktikum mankester berlangsung pastilah banyak ketidakpuasan disana sini.  Pekerjaan rumah selanjutnya terbebankan pada anak-anak asdos. Ada yang tersindir karena dianggap terlalu lebay, ada yang tersinggung karena dianggap tak profesional, ada yang heran karena dianggap galak. Tapi kelihatannya mereka sepakat dan fine2 saja karena sebagian masukan, kritik dan saran adalah sebuah evaluasi yang mestinya sebagai bagian untuk kontemplasi diri. Itulah gunanya proses pembelajaran: Plan, Do, Check and Action.

Proses pembelajaran merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Proses pembelajaran harus senantiasa dievaluasi agar tingkat kepercayaan stakeholder terhadap kualitas pendidikan terus meningkat.  Proses pembelajaran yang baik juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta memiliki kompetensi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan. Sistem pembelajaran berbasis SCL (Student Centered Learning) hanyalah salah satu alternatif untuk mendukung efektifitas dan efisiensi program pembelajaran.

Model SCL apakah itu contextual learning , Model Small group discussion, Problem Base Learning dan lain-lain pada hakekatnya hanyalah sebuah alat pembelajaran. Tetap saja yang sangat berperan adalah aktor manusianya. Dosen dan asisten memiliki semangat dan perencanaan yang baik dan mahasiswa praktikan memiliki semangat untuk mau berkolaborasi. Tanpa kerjasama ke dua belah pihak hasilnya tak akan maksimal.

Sebenarnya apa sich makna sebuah pembelajaran?. Menjadi mahasiswa adalah salah satu episode penting pada kehidupan seseorang. Pada fase tersebut, proses pembelajaran dan pendewasaan intensitasnya sangat tinggi dan cepat. Kadang begitu cepatnya sehingga seseorang menghadapi kesulitan pada saat harus menyesuaikan dengan lingkungan pendidikan dan kemasyarakatan. Banyak pilihan2 tidak sederhana yang harus diputuskan dengan bijak dan arif. Dan banyak yang terjebak dengan dikotomi kemudahan dan kesulitan.  Tak banyak yang menyadari bahwa kesulitan justru merupakan pelajaran yang berharga untuk kelak dikemudian menghadapi lingkungan kerja yang bisa jadi lebih kejam.

Dalam sebuah episode A FOREST WALK, ada kalimat berharga dari penulis The Scarlet Letter,  Nathaniel  Hawthorne:   at whatever risk of present pain or ulterior consequences, the true character of  the man who had crept into his intimacy.

Dan,  sebuah Fable kuno  Aesop’s.   Ada sebuah pesan menarik dalam:  The Ant and the Grasshopper. In a field one summer’s day a Grasshopper was hopping about, chirping and singing to its heart’s content. An Ant passed by, bearing along with great toil an ear of corn he was taking to the nest.  ‘Why not come and chat with me,’ said the Grasshopper, ‘instead of toiling and moiling in that way?’ ‘I am helping to lay up food for the winter,’ said the Ant, ‘and recommend you to do the same.’  ‘Why bother about winter?’ said the Grasshopper;  we have got plenty of food at present.’ But the Ant went on its way and continued its toil. When the winter came the Grasshopper had no food and found itself dying of hunger,  while it saw the ants distributing every day corn and grain  from the stores they had collected in the summer. Then the Grasshopper knew: It is best to prepare for the days of necessity.

Pepatah lama pun mengatakan agar kita terus mau belajar, berlatih, semangat dan tak mudah  mengeluh. Etos kerja bisa mulai ditabung pada saat kita sekolah dan kuliah.  ‘That will teach you,’ said an old man who had followed them:  ‘Please all, and you will please none.

Sambil pulang seorang teman asdos berbisik: ‘Good-bye, friend,‘remember next time.  Di rumah saya baru menyadari. Menjadi asdos itu memang tidak mudah. Bukan karena harus mempersiapkan lahir dan bathin menghadapi anak-anak praktikan ataupun materi2 praktikum tapi ada sisi lain yaitu sesuatu yang akan hilang dalam persahabatan diantara para asdos sendiri. Setiap tahun akan ada 3 ataupun 4 asdos yang harus meninggalkan kampus karena mereka telah lulus kuliah. Dan pastinya praktikum terkahir Mankester hari ini adalah hari2 yang berkesan dan tak mudah dilupakan.

Persahabatan dan persaudaraan yang terbangun selama beberapa tahun mungkin tak harus  diakhiri  hanya karena mereka telah lulus. Tapi siklus biologis dan PDCA pun harus mereka terima.  Terimakasih untuk teman-teman asdos Mankester.  ‘Never trust the advice of a man in difficulties. What memories cling ‘round the instruments of our pleasure.’

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.