Skip to content


Gamang, sabar dan tawakal.

Kamis, 21 April 2011. Sayup-sayup gema suara adzan dari Masjid An-Nahl memecah perhatian kami yang sedang diskusi ringan di Laboratorium. Beberapa teman bergegas ke masjid dan sebagian lainnya masih menyiapkan materi. Tidak lama untuk bisa menikmati waktu istirahat, karena setelah  beberapa menit yang lalu menyelesaikan praktikum kelas C, kami pada  pukul 15.30 sudah harus segera memulai praktikum Mankester kelas A.

Diskusi ringan kadang menjadi terasa berat. Bukan karena materinya tapi lebih karena emosi yang ada didalamnya.  Sambil menikmati apapun yang bisa dimakan saat istirahat kadang anak-anak asisten mankester  berbagi pengalaman, saling menguatkan tekad dan harapan. Kuliah, up dan skripsi adalah bagian penting dari pendidikan yang kadang menyita terlalu banyak proses pendewasaan seseorang. Dan dalam konteks itulah, tanggungjawab dosen memegang peranan penting.

Bisa jadi ada satu atau dua dosen yang bagi mahasiswa menjadi troublemaker atau sumber masalah. Namun dampaknya bagi yang lain kadang sangat terasa.  Sedang tidak “mood”?. Bagaimana jadinya bila dosennya sedang ”bad mood”., mungkin akan membuat mahasiswa frustasi dan kalau keterusan bisa jadi depresi. Maklum tidak semua mahasiswa bisa tegar menghadapi masalah.

Menghadapi kasus yang seperti itu, pada mahasiswa saya hanya bisa mengatakan bersabar dan tawakal  saja dik. Dan Allah SWT sebenarnya sudah mengingatkan, Surah Al-Imran ayat 139: Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. Dan dalam Surah Al-Imran ayat 200: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. Dan Tawakal akan mendatangkan kecintaan Allah; firman-Nya: “Innal-Laha Yuhibbul-Mutawakkilin”; artinya: “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang2 yang bertawakal” (Surah Ali ‘Imran ayat 159).

Minggu-minggu ini kami disibukkan dengan persiapan audit eksternal ISO 9001:2008 dan persiapan ISO 17025:2005. “third party certification systems [for laboratories] should, to the extent possible, be based on internationally agreed standards and procedures”. ISO guides are intended to be used by local standards institutions when preparing their own national  standards. By this means, it is hoped to achieve a high degree of compatibility between  standards prepared in different countries “so as to facilitate bilateral and multilateral agreements”. (Quotations from the foreword to ISO Guide 25, 3rd Edition.).

Kadang ada kegamangan, sudah siapkah kita para dosen dan karyawan lainnya bisa memberikan layanan terbaik pada mahasiswa.? Membuat mahasiswa merasa nyaman dan puas menikmati proses pembelajaran dan yakin akan masa depannya?. Seberapa jauh pemahaman kita pada System Appraisal (GAP Analysis) antara proses dan hasil pembelajaran dengan kesempatan kerja?.

Prihatin dengan proses pembelajaran yang kita berikan, pasti? Kecewa  dengan layanan yang mestinya bisa kita berikan pada mahasiswa, jelas?. Keraguan atas kualitas lulusan, mungkin?. Tapi apakah itu karena kekhawatiran yang berlebih, Iya kali?. Jelasnya kita bisa belajar pada pepatah lama: sedia payung sebelum hujan.

Kembali ke diskusi awal dengan anak-anak asisten Mankester. Saya terlalu yakin bahwa apa yang menjadi harapan dan keinginan mereka pada proses pendidikan dan pembelajaran di Fapet, pasti mewakili komunitas mahasiswa yang sangat luas. Harapan mereka mungkin agak berlebihan dibandingkan teman2 yang lain dan bahkan terhadap dosen.

Kesempatan untuk belajar secara mandiri dan akses yang sangat luas terhadap ilmu dan teknologi sangat memungkinkan bahwa apa yang diberikan dosen bisa jadi tak akan memuaskan harapan mereka. Dan jangan lupa, mereka (mahasiswa) bukanlah client tapi lebih cocok meletakkannya sebagai customer. Otoritas yang berlebihan dari dosen dimata mahasiswa kadang menjadi bahan olokan. Bisa jadi mahasiswa tetap mau masuk ke kelas hanya karena mengejar absensi. Di dalam kelas mungkin pikiran mereka tidak ke materi pembelajaran tapi melayang entah kemana.

Zaman sudah sangat berubah. Dimana kita meletakkan otoritas secara proporsional sangatlah penting untuk dipahami?. Mungkin ada yang masih senang dengan “Fable”. (The main characters of Fables are public domain figures from folklore, mythology, and literature, red). Tapi tak sedikit yang masih harus mencari bentuk. Dan, komunikasi dengan para mahasiswa sangat penting untuk memahaminya, karena tupoksi dosen era sekarang kelihatannya kurang relevan lagi dengan kekinian?.

Well, sore ini dari maghrib sampai menjelang isya’,  jalanan sepanjang kampus jatinangor sampai ke Jl. Soekarno Hatta macet total. Penuh dengan air hujan dan kendaraan. Mungkin karena libur panjang 3 hari membuat orang sibuk bepergian.  Di rumah, sambil membaca artikel “Education and Agricultural” by Wallace Huffman,  iseng-iseng saya nonton TV. Ternyata beritanya didominasi dengan terorisme, bom dan berita orang hilang.  Saya hanya kurang paham. Apa untungnya “kekerasan” itu untuk kemanusiaan?.

Ada yang hilang dari republik ini selain esensi pendidikan yaitu moral dan kepedulian. Para pendidik, orangtua dan lingkungan bertanggungjawab atas demoralisasi itu?. Hari-hari ini kita sedang diuji oleh Allah SWT.  Sudah seharusnya kita kaji kembali hakekat sebuah “ujian” sebagaimana Yang tertulis dalam Surah  Al-Ankabut Ayat 2-3: Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Jadi intinya: kita harus tetap kerja keras.  Ujian selalu datang dan untuk itu kita mesti bersabar dan tawakal.  Tentang rezeki, biarlah allah SWT yang mengurusnya. Wallahualam bishowab.

Posted in FolkTale.


One Response

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.

  1. Dara says

    Subhanallah.
    “Sesungguhnya Allah sangat mencintai orang2 yang bertawakal” (Surah Ali ‘Imran ayat 159).
    Semoga bapak sehat2 selalu.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create