Skip to content


Sama aja dengan kita kali: All young animals must learn a variety of skills in order to survive in the wild.

Bandung, 2 April 2011. Matahari sudah mulai merangkak naik namun cuaca pagi di Jatinangor tak sepanas seperti hari-hari biasanya. Sambil berdiskusi di beranda belakang kandang itik Kampus Fapet, kami menikmati pemandangan para petani yang kelihatannya sedang sibuk menyiangi sawahnya tepat di tanah perbatasan tanah milik Unpad dengan perkampungan penduduk. Tak lama kami berada di kandang, kami pun menyusuri jalan setapak di belakang perkandangan unggas, berbelok ke belakang kandang domba dan kandang kelinci sebelum akhrnya sampai di kebun rumput di belakang kandang sapi perah.

Tak ada yang aneh, karena sudah seharusnyalah pada musim penghujan seperti sekarang ini, rumput Gajah tumbuh subur. Sesubur sapi-sapi perah di kandang yang makan dengan rampusnya. Yang agak sedikit berbeda tentunya adalah performans kandang-kandang yang kelihatan semakin menua, tampak tunduh dan lelah. Sepengetahuan saya, kandang-kandang di situ sudah berdiri sejak tahun 1986.

Hari ini, kami cukup lama ada di area perkandangan. Bertiga bersama-sama dengan Dekan Fapet dan Dekan FTIP, kami melihat, mengamati, memikir, merancang dan mencari masukan untuk masa depan. Merancang ulang beberapa Program Hibah Kompetisi Institusi Unpad tahun 2011.

Tentu sangat menggembirakan, di hari libur seperti sekarang ini, anak-anak Fapet mengisinya dengan kegiatan diklat di kandang. Pagi ini, kami memperhatikan aktifitas anak2 di kandang. Di kandang kelinci ada puluhan anak mahasiswa yang tergabung dalam UKM Rabbit Ranch sedang asyik melaksanakan diklat. Di depan kandang domba  kami sempat bertemu dan berbincang dengan beberapa alumni yang kelihatannya  akan berdiskusi dengan anak2 PG30. Masa muda memang sudah semestinya diisi dengan hal-hal yang produktif dan konstruktif. Masa depan hanya diperuntukkan bagi mereka yang mau belajar. Dan jangan lupa: All young animals must learn a variety of skills in order to survive in the wild.

Salah satu buku yang aku sukai adalah Farm Animal Behaviour and Welfare. Fraser dan Broom, mendedikasikan pengetahuannya melalui tulisan yang sangat berguna dan bermanfaat bagi peternak, dokter hewan dan khususnya bagi mahasiswa yang kelak akan menekuni bidang peternakan.  Play, practice and exercise. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari tingkah laku hewan untuk kita coba refleksikan dan persepsikan dalam diri kita sendiri. Idling, drowsing, resting, sleeping. Kita juga setiap hari melakukannya.

Animals which live socially have a much more complex array of skills to learn. Each individual must learn about how to communicate, how to act during social interactions and how to assess its social role, as well as about each other individual in its social group and about all their relationships.

Tak hanya hewan, aku pikir manusiapun juga mesti belajar mempersiapkan masa depannya. Masa depan kadang agak sulit dan susah diramalkan namun sebenarnya bisa sedikit dipermudah jika kita menyiapkannya lebih dini. Terbiasa dengan melatih semangat, etos dan bekerja spartan. System and motives concerned in play. Bermain sambil belajar untuk memotivasi.

Tadi pagi dalam perjalanan ke kampus di sepanjang jalan antara Cbiru dan Cileunyi, kami sempat  menyaksikan anak-anak sekolah dengan gagahnya memakai seragam Pramuka. Mengingatkan pada masa kecil di sebuah kota yang selalu aku rindukan yaitu Semarang. Saat2 membanggakan waktu sekolah dasar, mewakili Kwarcab Kotamadya Semarang mengikuti jambore daerah tingkat provinsi di Purbalingga Jawa Tengah dan berbagai kegiatan lainnya.

Lahir dan tinggal selama hampir  12 tahun di sebuah kota budaya pastilah sangat mengesankan: Jatingaleh dan Gombel, Ngesrep, Tugu Muda, simpang Lima, Goa Kreo, Agro Wisata Sodong, kampung Wisata Taman Lele. Klenteng Sam Poo Kong, Gombel dan Makamdowo, menikmati drama kelompok Ribut Rawit dan Srimulat,  menikmati senja di Pantai Tanjung Mas adalah sisi-sisi tak terlupakan.

Banyak hal yang tiba-tiba lewat dan berlalu begitu cepat. Sungguh beruntung, waktu kecil saya banyak mengikuti kegiatan kepramukaan. Gerakan Pramuka dengan moto “menciptakan dunia yang lebih baik”, atau “make a better world, where people are self fulfilled as individuals and play a constructive role in society”. Sangat mengesankan. Ada hal sederhana yang bisa kita didapatkan: upacara dan apel, olah raga, korve, anjangsana, api unggun, gelar seni, melakukan pameran, bumbung peduli.  pentas seni, pemutaran dan resensi film, permainan tradisional, karnaval dan lain-lainnya. Namun beberapa kegiatan seperti Scouting Skills, Pionering dan penjelajah (Semapore, sandi, menaksir, KIM, Peta panorama, Outbond) banyak membantu dalam proses pendewasaan.

Lambang Gerakan Pramuka mengandung arti kiasan seperti: Buah nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal. Ini mengandung arti Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa (tunas penerus bangsa).  Buah nyiur tahan lama. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang jasmani dan rohaninya kuat dan ulet.  Nyiur dapat tumbuh dimana saja. Ini mengandung arti, Pramuka adalah orang yang mampu beradaptasi dalam kondisi apapun  Nyiur tumbuh menjulang tinggi. Ini mengandung arti, setiap Pramuka memiliki cita-cita yang tinggi.  Akar nyiur kuat mengandung arti, Pramuka berpegang pada dasar-dasar yang kuat.  Nyiur pohon yang serbaguna. Ini mengandung arti, Pramuka berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, mungkin saya ingin merintis ulang dan pengin ingin melanjutkan cita-cita Bapak Pandu se dunia, membantu mewujudkan generasi muda yang bermutu,  berwatak, mempunyai kemampuan kepemimpinan yang tinggi, mandiri, dan berbudaya. Suatu generasi muda yang dengan  landasan sistem nilai, watak dan sikap itu, siap dan mampu  menggalang solidaritas untuk membangun dunia masa depan yang lebih aman, damai dan sejahtera.

Namun kalaupun masih memungkinkan kami ingin berpartisipasi bersama-sama generasi muda Fapet: membantu merancangbangun masa depan mereka dengan semangat kebersamaan, dan lebih menjanjikan melalui sistem pendidikan yang bisa dipertanggungjawabkan. Yakin dan istiqomah.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.